PNB_Back_Up

Wisata Bukit Mas Surabaya Luncurkan Klaster Chelsea, Harga Mulai Rp1,5 miliar

Wisata Bukit Mas

Propertynbank.com – Sinar Mas Land memperkenalkan klaster Chelsea di Wisata Bukit Mas, Surabaya karena melihat geliat pertumbuhan properti yang menjanjikan di kota pahlawan tersebut. Kehadiran klaster Chelsea melengkapi kemewahan Wisata Bukit Mas yang mengusung konsep perumahan Eropa yang indah. Sebagaimana diketahui, permintaan sektor properti di Jawa Timur, khususnya kota Surabaya, mulai menunjukkan pertumbuhan yang stabil di tahun 2023. Pada 2022 lalu, tercatat sektor real estate telah menyumbang cukup besar bagi pertumbuhan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jawa Timur. Klaster Chelsea sendiri membawa konsep Bring the Nature Home yang dirancang dengan pertimbangan kehidupan pasca pandemi dan dilengkapi dengan fasilitas 360֯ Green Belt Park untuk menghadirkan suasana alam hijau nan sejuk. Letaknya yang berada di muka depan Wisata Bukit Mas memudahkan dan memberikan efisiensi waktu mobilisasi bagi penghuni. Baca Juga : Sinar Mas Land Raih Penghargaan The Best Property Developer dalam Indonesia Property&Bank Awards XVII tahun 2023 Wisata Bukit Mas terletak di lokasi yang sangat strategis di CBD Surabaya Barat. Penghuni hanya membutuhkan waktu 10 menit menuju pintu tol dan 5 menit menuju supermall, supermarket, serta fasilitas umum lain seperti sekolah, universitas, dan rumah sakit. Lokasi ini berada tepat di sisi Middle West Ring Road (MWRR) yang saat ini masih tahap pengembangan. CEO East Indonesia Sinar Mas Land, Franky Najoan mengatakan, Sinar Mas Land selalu mengedepankan kenyamanan dan gaya hidup yang berkualitas bagi para konsumen. Klaster Chelsea dirancang sebagai compact home untuk keleluasaan dan keseimbangan hidup penghuninya. Dalam klaster Chelsea, penghuni bisa menikmati kualitas hidup di rumah dan lingkungan yang hijau untuk gaya hidup yang tenang, nyaman, serta refreshing. “Fase pertama penjualan Chelsea mencapai target, sehingga kami siap meluncurkan fase 2 penjualan pada bulan Juli. Ini menunjukkan bahwa Wisata Bukit Mas menjadi salah satu pilihan hunian nyaman dengan nilai investasi tinggi di Surabaya karena inovasi di dalam produk maupun fasilitas, serta pertumbuhan infrastruktur yang begitu pesat,” ujar Franky. Jumlah Unit Klaster Chelsea Wisata Bukit Mas Dikatakannya, penjualan Klaster Chelsea fase 2 akan memasarkan sebanyak 78 unit rumah dua lantai dengan desain yang compact dan teknologi modern. Klaster ini tersedia dalam beberapa tipe yaitu Tipe Peony dengan luas tanah 55m2 dan luas bangunan 77m2 dan Tipe Norway dengan luas tanah 66m2 dan luas bangunan 89m2 dapat dimiliki dengan harga mulai dari Rp1,5 miliar dan Uang Tanda Jadi hanya 20 juta saja. Klaster Chelsea menghadirkan rumah yang nyaman baik untuk beristirahat, bekerja, dan ragam aktifitas lainnya. Setiap rumah dilengkapi dengan master bedroom yang luas, serta fitur Day Bed yang dapat digunakan untuk bekerja, beristirahat dan dapat dimanfaatkan sebagai perpustakaan kecil. Baca Juga : Sinar Mas Land Precious Tahun 2023 Berikan Keuntungan Bagi Pelanggan Setia Penghuni juga memiliki kendali rumah di genggaman tangan dengan fitur smart home system dan smart door lock yang terpasang di setiap unit. Chelsea juga menerapkan post-pandemic features berupa kotak pos dan penerimaan paket yang dilengkapi dengan UV sterilizer. Untuk melengkapi kebutuhan rekreasi penghuni, klaster Chelsea juga dilengkapi dengan fasilitas umum berupa 360o outdoor facilities seperti outdoor gym, area taman yang luas, jogging track, area bermain anak, lapangan basket 3-on-3, green belt park, serta clubhouse dengan kolam renang khusus bagi para penghuni.

Peminat Meningkat, Amesta Living Surabaya Rilis Tipe Hunian Baru Harga Rp1 miliar

amesta living

Propertynbank.com – Kawasan terpadu Amesta Living Surabaya terus melanjutkan ekspansinya untuk memperkuat posisinya sebagai sebuah pengembangan kawasan terpadu baru di wilayah Surabaya. Pasca sukses meluncurkan hunian-hunian terbaik yang diminati masyarakat, Amesta Living kembali meluncurkan tipe-tipe rumah baru untuk memenuhi harapan dan kebutuhan konsumen, khususnya di kota Surabaya. Melalui program penjualan spesial bertajuk Everything Starts From Home, Amesta Living meluncurkan tiga tipe rumah baru yang memiliki banyak keunggulan dari sisi rancang desain, fungsionalitas, fasilitas, serta harga yang relatif terjangkau. Masih mengunggulkan konsep modern-simple, rumah-rumah dengan tipe baru ini dipercaya mampu memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas hunian yang mengutamakan terciptanya harmoni di dalam keluarga. Amesta Living merupakan proyek pengembangan kawasan terpadu yang dikembangkan oleh PT Graha Abdael Sukses (GAS), perusahaan hasil kolaborasi antara PT Intiland Development Tbk (Intiland;DILD) dengan PT Abdael Nusa. Selain lokasinya sangat strategis, yakni di Nol Outer East Ring Road (OERR) atau Jalan Lingkar Luar Timur Surabaya, Jawa Timur, kawasan Amesta Living menyediakan beragam kebutuhan properti masyarakat, mulai dari hunian, SOHO, ritel, komersial, hingga lifestyle mall. Baca Juga : Apresiasi Pembeli, Intiland Memulai Pembangunan Amesta Living Surabaya Direktur utama PT Graha Abdel Sukses (GAS) Hans Wibisono menjelaskan peluncuran tipe-tipe rumah baru ini menjadi bentuk komitmen developer dalam memenuhi tingginya minat masyarakat untuk tinggal di kawasan Amesta Living. Selain lokasinya strategis, Amesta Living dikembangkan dengan konsep yang sangat baik sebagai sebuah kawasan hunian yang lengkap dan memenuhi kebutuhan masyarakat. “Dari kesuksesan pada saat kawasan ini diluncurkan pada akhir tahun 2021, kami tahu bahwa minat masyarakat untuk tinggal di Amesta Living sangatlah tinggi. Kami yakin rumah-rumah tipe baru ini dapat menjadi pilihan favorit masyarakat. Target pembelinya adalah para first homeowner dan mereka yang ingin meningkatkan mutu hunian dengan lingkungan yang lebih baik,” kata Hans Wibisono dalam keterangannya, Senin (15/05). Pada peluncuran ini Amesta Living meluncurkan sebanyak 82 unit rumah yang terbagi ke dalam tiga tipe yakni Kyra, Severa, dan Merra yang berlokasi di Klaster Loka. Ketiga tipe ini merupakan rumah-rumah berukuran compact yang bisa memenuhi kebutuhan di segmen pasar konsumen menengah ke atas. Ketiga tipe hunian terbaru ini dibangun di atas lahan dengan luas mulai dari 50 m2 hingga 105 m2 dan luas bangunan mulai dari 59 m2 hingga terbesar mencapai 126 m2. Membidik target pasar konsumen menengah ke atas, rumah-rumah tipe baru ini dipasarkan mulai dari harga sekitar Rp1 miliar. Rumah tipe Kyra dibangun di atas lahan seluas 50 m2 dengan dua pilihan luas bangunan yakni Standar (59 m2) dan Deluxe (65 m2). Perseroan hanya menyediakan sebanyak 28 unit rumah tipe Kyra yang dipasarkan dengan harga mulai Rp1 miliar. Untuk kebutuhan rumah lebih besar, Perseroan menyediakan tipe Severa dengan lahan seluas 90 m2 dan dua pilihan luas bangunan yakni Standar (77 m2) dan Deluxe (84 m2). Tipe Severa tersedia sebanyak 32 unit dengan harga mulai Rp1,6 miliar. Rumah tipe Merra hadir sebagai hunian dengan ukuran paling besar. Tipe ini dibangun di atas lahan seluas 105 m2 dengan dua pilihan luas bangunan yakni Standar (101 m2) dan Deluxe (126,5 m2). Perseroan hanya menyediakan rumah tipe Merra sebanyak 22 unit dengan harga mulai Rp2 miliar. “Lewat peluncuran ketiga tipe baru ini, kami ingin memberikan bigger experience, bigger creativity, dan bigger opportunity bagi masyarakat. Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi konsumen melalui tiga tipe rumah baru ini, baik dari sisi desain, mutu, fungsionalitas, hingga aspek keterjangkauan harganya,” kata Hans Wibisono lebih lanjut. Hans Wibisono optimistik tipe- tipe rumah baru ini akan mendapat sambutan baik oleh konsumen. Selain mempertimbangkan minat masyarakat untuk tinggal di Amesta Living cukup tinggi, sebagian besar para pencari rumah berasal dari kelompok milenial yang memiliki daya beli cukup tinggi. Segmen konsumen ini memiliki kecenderungan fokus dalam mencari hunian berkualitas, yang bukan hanya dari sisi mutu produk, tetapi juga lingkungan tempat tinggal. “Kami sangat yakin tipe-tipe rumah baru ini dapat memenuhi kebutuhan mereka. Dari peluncuran ini kami menargetkan angka penjualan sebesar Rp120 miliar dengan target serah terima unit selama 18 bulan,” ungkapnya lebih lanjut. Sukses Penjualan Amesta Living Harto Laksono Direktur Pemasaran Intiland untuk wilayah Surabaya mengungkapkan bahwa minat masyarakat Surabaya untuk tinggal di kawasan Amesta Living cukup tinggi. Hal tersebut terbukti pada saat diluncurkan pertama kali, Amesta Living berhasil memasarkan lebih dari 259 unit rumah dalam sehari. Baca Juga : Dalam Satu Hari, 259 Unit Rumah di Amesta Living Terjual Kesuksesan ini tak lepas dari keunggulan dari sisi konsep pengembangan kawasan terpadu dan lokasinya yang strategis, yakni di nol OERR yang merupakan jalan nasional dengan lebar 60 meter yang membentang dari sisi utara Kota Surabaya hingga ke Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo. Rumah-rumah di Amesta Living dirancang dengan konsep desain Japandi (Japan dan Skandinavia) yang mengutamakan aspek life balance, kesederhanaan, praktis, teratur, dan fungsional serta multifungsi. Desain ini lahir dari munculnya kesadaran di kalangan generasi muda terhadap pentingnya keseimbangan antara manusia dan alam. “Kami terus berusaha memberikan inovasi-inovasi terbaik pada setiap produk properti, sehingga memenuhi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini dan untuk masa depan,” ujar Harto Laksono. Amesta Living pun menjadi kawasan hunian terpadu yang sangat mudah untuk diakses. Kawasan ini juga sangat dekat dengan berbagai fasilitas publik serta akses jalan tol yang menghubungkan Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto. Mempertahankan konsep desain kawasan dengan pendekatan biophilic, Amesta Living mementingkan terciptanya harmoni untuk menghadirkan lingkungan sehat yang mendorong kreativitas dan hidup yang lebih produktif dalam setiap pengembangannya. Komitmen tersebut juga tercermin di dalam desain tipe- tipe rumah baru ini. Penataan layout antarruang dapat maksimal, fungsi setiap ruangan dapat optimal, penggunaan jendela-jendela besar sehingga membuat sirkulasi udara menjadi lancar. Kawasan Amesta Living juga dikelola oleh estate management yang profesional. Kawasan ini dilengkapi pula oleh berbagai fasilitas penunjang seperti fasilitas komersial, pendidikan, social living, serta berbagai areaarea publik yang difungsikan sebagai fasilitas komunal. Tren Pasar Properti Membaik Perseroan optimistik kondisi sektor properti berangsur-angsur akan membaik dan kinerja penjualan juga diproyeksikan tumbuh positif. Seiring dengan berakhirnya masa pandemi Covid-19, secara umum kondisi pasar properti menunjukkan sinyalemen positif, khususnya di segmen pengembangan kawasan perumahan. Baca Juga : Intiland dan GAS Garap Amesta Living di Surabaya Timur “Tingkat kebutuhan dan daya beli serta minat investasi properti masyarakat cenderung membaik. Tingkat bunga kredit juga relatif stabil sehingga memberikan keyakinan dan sinyalemen positif akan membaiknya pasar properti, khususnya di segmen perumahan. Kami melihat saat ini dapat menjadi momentum terbaik untuk pembelian dan investasi properti bagi masyarakat,” jelas Harto lebih lanjut. Kawasan Surabaya Timur memiliki potensi pengembangan yang sangat baik. Pembangunan infrastruktur publik secara masif yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya akan meningkatkan nilai kawasan Surabaya Timur dalam

Apresiasi Pembeli, Intiland Memulai Pembangunan Amesta Living Surabaya

Propertynbank.com –PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) memulai pembangunan kawasan terpadu Amesta Living yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Dimulainya pembangunan kawasan Amesta Living menjadi langkah lanjut Perseroan setelah sukses meluncurkan dan memasarkan produkproduk hunian pada akhir tahun 2021. Sebagaimana diketahui ,Amesta Living merupakan proyek pengembangan kawasan mixed-use terpadu yang dikembangkan oleh PT Graha Abdael Sukses (GAS), perusahaan hasil kolaborasi antara Intiland dengan PT Abdael Nusa. Memiliki rencana pengembangan hingga seluas 60 hektare, Amesta Living dirancang sebagai kawasan terpadu yang menyediakan beragam kebutuhan properti, mulai dari unit-unit residensialseperti rumah tapak, apartemen, ritel, komersial, SOHO, perkantoran, hingga lifestyle mall. Direktur Utama GAS, Hans Wibisono menjelaskan pengembangan kawasan Amesta Living dilakukan dalam beberapa tahapan. Pengembangan tahap I meliputi pembangunan infrastuktur kawasan, jalan, saluran air, water promenade, fasilitas-fasilitas publik, rumah contoh, kantor pemasarakan, serta unit-unit rumah yang sudah dipasarkan. Dikatakan Hans, proses pembangunan kawasan Amesta Living sudah dimulai sejak triwulan II tahun ini. Selain pembangunan infrastruktur kawasan, Perseroan saat ini sedang membangun 280 unit rumah yang sudah terjual pada penjualan tahap I. “Pembangunan unit rumah akan kami lakukan secara bertahap dan saat ini sudah terbangun 90 unit. Komitmen kami untuk menyelesaikan dan menyerahterimakan tepat waktu sebagai apresiasi atas kepercayaan para konsumen,” ungkap Hans dalam keterangan tertulis, Senin (11/7). Menurut dia, tahapan pembangunan unit-unit rumah diproyeksikan selesai seluruhnya pada triwulan III tahun depan. Perseroan menargetkan serah terima unit ke para konsumen bisa dilakukan secara bertahap mulai triwulan III tahun 2023. Hingga pertengahan tahun ini, Perseroan juga telah menyelesaikan pembangunan kantor pemasaran untuk membantu masyarakat mengetahui pengembangan kawasan Amesta Living. Perseroan juga berhasil menyelesaikan pembangunan sejumlah fasilitas publik seperti amphitheatre sebagai sarana kebutuhan bagi para penghuni. Sedangkan upaya lainnya yakni penyediaan sejumlah fasilitas penting untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi penghuni. Salah satunya yakni penerapan berbagai sistem keamanan terpadu seperti sistem gerbang tunggal, CCTV, dan lain sebagainya. “Kami ingin penghuni merasa nyaman dan aman sejak mulai pindah dan tinggal di Amesta Living. Segala sesuatunya kami pikirkan secara detil, mulai dari aspek kenyamanan, keamanan, dan kesiapan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya,” kata Hans Wibisono lebih lanjut. Menariknya, sebagai pengembangan baru kawasan terpadu, Amesta Living mendapat sambutan sangat baik dari masyarakat. Keunggulan dari sisi konsep, desain, fasilitas, hingga rencana pengembangan secara jangka panjang dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap sebuah kawasan hunian yang ideal. Minat dan apresiasi konsumen terbukti saat peluncuran, yakni sebanyak 259 unit rumah berhasil terjual dalam satu hari. Saat ini tercatat penjualan Amesta Living mencapai sebanyak 280 unit rumah berbagai tipe dengan nilai penjualan mencapai sekitar Rp350 miliar. Direktur Pemasarakan Intiland untuk Surabaya, Harto Laksono menjelaskan bahwa hasil penjualan Amesta Living menjadi sinyalemen positif terhadap pertumbuhan sektor properti, khususnya di Surabaya. Kepercayaan dan minat beli properti masyarakat mulai berangsur-angsur pulih, termasuk tren investasi terhadap produk-produk properti, terutama segmen perumahan. Hasil penjualan tersebut sekaligus menjadi pencapaian luar biasa di saat pandemi Covid 19 masih berlangsung. Atas hasil pencapaian tersebut, Amesta Living dinobatkan sebagai salah satu Pengembangan Proyek Baru Terbaik setelah meraih penghargaan “Best Rising Development” – Non Jabodetabek Area di ajang Lamudi Property Awards beberapa waktu lalu. “Kami percaya pasar properti berangsur-angsur pulih dan bergerak membaik. Banyak konsumen yang menanyakan rencana pengembangan baru, khususnya produk perumahan dan komersial. Saat ini adalah momentum terbaik bagi konsumen dan developer untuk meluncurkan produk-produk inovatif yang memenuhi kebutuhan pasar,” tambah Harto Laksono. Lokasi Strategis Amesta Living Salah satu kunci sukses Amesta Living, sambung Harto adalah lokasi proyek yang sangat strategis. Amesta Living berlokasi di kawasan startegis Surabaya Timur dan berada di Nol Outer Eastr Ring Road (OERR) atau Jalan Lingkar Luar Timur Surabaya. Dijelaskannya, lokasi kawasan ini mudah dijangkau dari Bandara Internasional Juanda maupun menuju pusat kawasan bisnis Surabaya. Pengembangan Amesta Living juga menjadi langkah strategis Perseroan melihat ceruk pasar dari kawasan Surabaya Timur yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sedangkan kunci sukses lainnya yakni memiliki desain inovatif untuk unit-unit rumah Amesta Living dengan mengusung konsep “Japandi” (Japanese – Scandinavian). Penerapan desain yang inovatif tersebut serta dipadukan dengan pemilihan ukuran rumah yang compact terbukti sesuai dan menjawab tren gaya hidup masyarakat modern. Unit rumah tipe Terra menjadi pilihan favorit masyarakat dengan ukuran luas lahan mulai 60 m2 hingga 90 m2. Rumah dua lantai seluas 75 m2 ini dilengkapi dengan dua sampai tiga kamar tidur, dua kamar mandi, dan carport. Selain itu juga tersedia tipe lainnya seperti Nora dengan luas lahan 40 m2 dan bangunan 53m2, serta Sora dengan dua pilihan luas lahan 60 m2 dan 63 m2 Ditegaskan Harto Laksono, permintaan terhadap unit-unit rumah Amesta Living terus mengalami peningkatan. Mengantisipasi tren tersebut, Perseroan berencana untuk meluncurkan klaster-klaster rumah baru pada akhir tahun ini. “Mengantisipasi permintaan yang terus meningkat, kami sedang menyiapkan rencana pengembangan baru yang rencananya diluncurkan pada akhir tahun ini,” kata Harto Laksono. Sebagai pengembangan terpadu, kawasan Amesta Living akan dikelola property management profesional. Layanan ini bertujuan untuk memastikan kawasan Amesta Living terjaga dari segi kebersihan, keamanan maupun memberikan pelayanan beragam kebutuhan warga penghuninya. Amesta Living juga menyediakan ekosistem kawasan yang para penghuninya dapat saling terkoneksi dan berkolaborasi. Berbagai fasilitas yang tersedia seperti area komersial, pendidikan, social living, serta area-area publik yang difungsikan sebagai fasilitas komunal. Untuk kawasan Amesta Living juga menyediakan area-area terbuka untuk publik seluas 8.500 m2. Pada area ini tersedia fasilitas Community Center yang dilengkapi dengan jogging track, playground, commercial area, mixed-used area, hingga meeting point. Amesta Living juga dilengkapi water feature dan water promenade melalui pemanfaatan sungai yang membelah kawasan.

Klaster Dandelion Graha Natura, Penuhi Kebutuhan dan Tren Hunian Sehat

PERUMAHAN – Di masa pandemi Covid – 19 saat ini, hunian yang paling dicari bukan hanya memberikan kenyamanan namun juga mampu memenuhi kebutuhan sebagai rumah yang sehat. Tren dan gaya hidup tersebut menjadi tantangan bagi pengembang properti, untuk menghadirkan rumah yang sehat, sesuai dengan keinginan masyarakat di era new normal. PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) menjawab kebutuhan tersebut dengan mengembangkan sejumlah proyek yang tidak hanya nyaman, tapi juga aman dan mendukung gaya hidup sehat masyarakat saat ini. Salah satunya adalah konsep rumah sehat klaster Dandelion, Graha Natura Surabaya. [irp] Direktur Pemasaran PT Intiland Grande, anak usaha perseroan untuk pengembangan di Surabaya, Harto Laksono mengatakan, klaster Dandelion dikembangkan selaras dengan tema pengembangan Graha Natura sebagai kawasan perumahan yang mengutamakan healthy living, nature, dan technology. Rumah-rumah di klaster ini memiliki konsep rumah sehat yang compact dan fungsional. “Klaster Dandelion merupakan jawaban terhadap kebutuhan masyarakat terhadap hunian sehat di Surabaya. Sejak peluncuran pada pertengahan Agustus 2020, tipe-tipe rumah di klaster ini mendapat sambutan sangat baik dari konsumen, khususnya pasar di Surabaya,” jelas Harto Laksono saat Press Conference & Diskusi Konsep Rumah Sehat melalui aplikasi zoom, Senin (31/8). [irp] Menurut Harto, minat masyarakat terhadap klaster Dandelion cukup tinggi, karena dari total 63 unit yang disiapkan, jumlah konsumen yang berminat sudah diatas 90 persen dan sebagian besar keluarga muda. Keunggulan konsep dan desain serta ukurannya yang compact dan fungsional, tutur Harto, menjadi daya tarik utama selain faktor harganya yang relatif terjangkau. Klaster Dandelion berada di lokasi sangat strategis di tengah-tengah pengembangan kawasan yang memberikan kemudahan aksesibilitas bagi penghuninya. Harga unit rumah relatif masih terjangkau yakni mulai dari Rp1,1 miliar. Klaster Dandelion unggul karena konsep pengembangannya sebagai rumah sehat yang compact dan fungsional. Budhi Harmunanto, pendiri BHA Architecture, firma arsitektur terkemuka di Indonesia menambahkan, ada kecenderungan para konsumen, khususnya kelompok profesional muda, sangat memahami dan peduli tentang kesehatan. Mereka punya kreteria dan standar utama dalam memilih rumah, bukan hanya aspek harga, tetapi juga intagible values yang diperoleh dari sebuah bangunan. [irp] “Ada kecenderungan keluarga muda mendambakan sebuah rumah yang modern, simple, tetapi fungsional. Ukuran-ukuran tentang kemewahan telah bergeser lebih kepada aspek-aspek yang sifatnya lebih substansial yakni kenyamanan, suasana yang dihadirkan, maupun nilai-nilai yang sifatnya bukan lagi harfiah tetapi yang benar-benar dirasakan,” tegas Budhi Harmunanto. Sementara Tania A. Lestiani Head Designer Akodhyat & Partners menjelaskan fungsi ruang pada rumah-rumah di klaster ini dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selain menyediakan kamar tidur standar yang dapat  difungsikan juga sebagai ruang kerja, pada lantai dasar juga terdapat area servis yang menyatu dengan dapur, serta area penyimpanan barang di bawah tangga. [irp] “Pada zaman di mana kebutuhan akan rumah yang sehat semakin tinggi, dibutuhkan penataan ruang yang compact namun dinamis. Salah satunya dengan desain yang multifungsi dan tepat guna serta penggunaan material yang ramah lingkungan dalam kaitannya dengan isu global,” kata Tania lebih lanjut. Klaster Dandelion menempati area pengembangan seluas 0,8 hektar, terdiri dari dua tipe rumah dua lantai yang masing-masing menawarkan dua tipe pilihan. Pertama, rumah tipe Daisy dengan ukuran luas lahan 60 meter persegi, atau memiliki lebar 5 meter dan panjang 12 meter. Untuk kebutuhan lahan lebih besar, tersedia tipe Daffodil dengan ukuran lahan 72 meter persegi, atau memiliki lebar 6 meter dan panjang 12 meter. Kedua tipe rumah ini, masingmasing menawarkan dua varian pilihan yakni Standard dan Deluxe dengan luas bangunan yang berbeda. [irp] Dirancang oleh studio desain interior Akodhyat & Partners, rumah contoh ini mengusung konsep modern urban yang sesuai untuk keluarga serta profesional muda. Penataan ruang yang dihadirkan membuat hunian tetap terkesan lapang, dan dapat mendukung penghuninya agar selalu aktif dan produktif. Graha Natura merupakan salah satu pengembangan residensial terpadu yang dikembangkan oleh Perseroan di Surabaya Barat. Berlokasi strategis dan dapat ditempuh hanya 10 menit dari CBD Surabaya Barat dan 20 menit dari gerbang tol Satelit, kawasan ini memiliki kemudahan akses ke berbagai pusat perbelanjaan, perkantoran, dan hiburan. [irp] Pada kesempatan berbeda, pendiri dan Chief Executive Officer Intiland Hendro S. Gondokusumo mengatakan, pandemi Covid-19 membawa banyak perubahan di masyarakat. Kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan menjadi prioritas utama masyarakat, termasuk terhadap kebutuhan fasilitas hunian yang menjadi tempat terbaik untuk berlindung dan menjaga keluarga. “Konsep rumah tidak sebatas bangunan fisik saja. Rumah adalah ‘benteng’ terbaik saat pandemi, tempat kita mengisi kembali energi dan menjernihkan pikiran setelah bekerja, serta menjadi tempat berlindung terbaik bagi keluarga,” ujarnya lebih lanjut. Ia mencontohkan, selama masa pandemi masyarakat telah terdorong dan terpaksa malakukan perubahan dan penyesuaian gaya hidup. Orang semakin banyak menghabiskan waktu di rumah untuk keperluan pribadi dan bekerja. Kualitas sebuah hunian menjadi faktor sangat penting agar mampu memberikan kenyamanan, kemananan, dan tetap mendukung produktifitas.

Intiland Hadirkan Klaster Acacia Mulai Rp 1,6 Miliar di Graha Natura Surabaya

BERITA PROPERTI – PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) meluncurkan klaster Acacia di perumahan Graha Natura, Surabaya. Perumahan seluas 86 hektar ini merupakan salah satu proyek Intiland dan menjadi kawasan perumahan andalan di kota Pahlawan tersebut. Klaster Acacia yang resmi diluncurkan beberapa bulan lalu itu, menempati area pengembangan seluas 1,5 hektar, klaster Acacia menawarkan banyak keunggulan dari aspek desain, lingkungan, hingga fasilitas pendukung. Unit-unit rumah yang dibangun juga memiliki keunggulan dari aspek desain, lingkungan, dan fasilitas yang disediakan. [irp] Harto Laksono, Direktur Pemasaran PT Intiland Grande, anak usaha perseroan untuk pengembangan di Surabaya, mengatakan bahwa ada potensi pertumbuhan pasar di Surabaya. Tren permintaan saat ini, kata dia, masih didominasi kebutuhan terhadap rumah tapak dengan tipe dan luasan yang lebih compact, yang tentunya sesuai bagi keluarga muda. Lebih lanjut dikatakannya, perseroan mengembangkan klaster Acacia dengan konsep hunian one-gate system, sehingga menghadirkan hunian yang privat dan eksklusif. Jumlah unit yang dipasarkan juga relatif terbatas hanya sebanyak 62 rumah dua lantai. Melengkapi alternatif pilihan konsumen, perseroan menyediakan tujuh pilihan berbeda yang meliputi tipe Valerian, Lilac, Freesia, Amarylis, Verbena, Lily, dan Orchid. Unit-unit rumah di klaster ini memiliki luas lahan mulai 71–192 meter persegi dan luas bangunan mulai 70-150 meter persegi dan dipasarkan mulai harga Rp1,6 miliar. [irp] “Pembangunan unit rumah di klaster ini dalam tahapan struktural pondasi. Kami menargetkan bisa mulai serah terima pada akhir tahun ini. Sejak diluncurkan, kami sudah memasarkan sekitar 50 persen,” ungkapnya lebih lanjut. Selain itu, kata Harto Laksono, untuk mengantisipasi tren meningkatnya permintaan masyarakat, pihaknya saat ini menghadirkan rumah contoh terbaru di klaster Acacia. Rumah contoh dengan tipe Lilac yang berukuran 6 x 18 meter ini dapat membantu para calon pembeli untuk merasakan keunggulan dan kenyamanan tinggal di tipe rumah yang dikehendaki. Dikembangkan sejak tahun 2012, Graha Natura menjadi salah satu kawasan hunian favorit di kawasan Surabaya Barat saat ini. Mengusung tiga konsep utama yakni healthy living, nature, dan technology, Graha Natura menawarkan keunggulan dan nilai lebih sebuah kawasan hunian yang ideal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.