Pasar Properti Sekunder di 11 Kota Catat Kenaikan Harga Serentak, Ini Penyebabnya !

Propertynbank.com – Pasar properti sekunder nasional menutup kuartal pertama 2026 dengan performa yang melampaui ekspektasi. Laporan Flash Report April 2026 yang dirilis Rumah123 mencatat harga rumah secara nasional tumbuh 1,6% secara bulanan (MoM) pada Maret, berbalik arah dari kontraksi 1,2% yang terjadi pada Februari. Namun, bukan sekadar angka pertumbuhan yang menjadi sorotan. Untuk pertama kalinya dalam satu tahun terakhir, sebanyak 11 kota besar di Indonesia secara serentak mencatatkan kenaikan harga tahunan (YoY). Fenomena ini menandai perubahan penting dalam lanskap pasar properti nasional. Selama ini, pergerakan pasar kerap didominasi oleh Jakarta. Kini, tren mulai bergeser menuju pola pertumbuhan yang lebih merata. Kota-kota regional tampil sebagai motor baru, didorong oleh kombinasi pembangunan infrastruktur, kebijakan pemerintah, serta perubahan demografi. Pada Maret 2026, dominasi kota di luar Jakarta semakin terlihat jelas. Yogyakarta memimpin dengan kenaikan harga tahunan sebesar 5,0%, disusul Denpasar sebesar 4,5%, dan Makassar sebesar 4,4%. Kenaikan ini tidak terjadi tanpa sebab. Di Yogyakarta, dorongan utama berasal dari konektivitas infrastruktur seperti Tol Solo–Jogja serta keterbatasan lahan di pusat kota. Sementara di Denpasar, ekspansi basis pembeli dipicu oleh kebijakan Second-Home Visa yang menarik minat investor dan pembeli asing. Adapun Makassar menunjukkan peran strategisnya sebagai hub ekonomi Indonesia Timur, dengan dominasi pembeli dari kalangan usia produktif. Di kawasan penyangga ibu kota, pergerakan juga tetap terjaga. Bekasi dan Bogor mencatat pertumbuhan positif, didorong oleh limpahan permintaan dari kawasan industri serta tren hunian berkonsep green and healthy living. Sementara Tangerang menunjukkan stabilitas berkat dominasi township matang seperti BSD City dan Alam Sutera. Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, menilai kondisi ini sebagai sinyal kuat terjadinya desentralisasi pasar properti nasional. Menurutnya, lonjakan jumlah kota yang mencatat pertumbuhan positif menunjukkan bahwa pemulihan tidak lagi bersifat sporadis atau terpusat. “Didukung oleh suku bunga acuan yang stabil di level 4,75% serta inflasi yang terkendali di kisaran 3,48%, kepercayaan konsumen pun meningkat. Kondisi ini mendorong aktivitas pasar yang lebih sehat dan merata di berbagai wilayah,” ujar Marisa. Di sisi lain, kota-kota besar seperti Surabaya dan Jakarta masih mencatat kontraksi harga tahunan masing-masing sebesar -0,9% dan -0,5%. Bahkan, Jakarta telah mengalami penurunan harga selama 12 bulan berturut-turut. “Kami melihat kondisi ini sebagai fase price discovery, di mana pasar tengah mencari titik keseimbangan baru, khususnya pada segmen apartemen yang mengalami kelebihan pasokan. Meski demikian, kenaikan harga bulanan sebesar 1,1% di Jakarta pada Maret menjadi indikasi awal bahwa pasar mulai mencapai titik dasar sebelum kembali menguat,” ungkap Marisa. Suplai Pasar Properti Sekunder Indikator lain yang tak kalah penting adalah penurunan suplai rumah sekunder sebesar 8,1% secara tahunan. Di tengah permintaan yang tetap aktif, berkurangnya stok ini menciptakan tekanan kenaikan harga dalam jangka menengah. Dengan kombinasi faktor tersebut, pasar perlahan bergerak dari kondisi buyer’s market menuju seller’s market. Apalagi, insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang masih berlaku hingga akhir tahun turut menjadi katalis tambahan. “Memasuki kuartal kedua 2026, sektor properti sekunder diproyeksikan memasuki fase akselerasi. Dengan fondasi makroekonomi yang relatif stabil dan tren permintaan yang terus menguat, arah pasar kian menunjukkan optimisme,” tutupnya.
Waspada KPR di Tahun Kuda Api ! Tekan Cicilan di Tengah Inflasi

Propertynbank.com – Memasuki Tahun Kuda Api dalam astrologi Tiongkok, dinamika ekonomi dan pasar properti nasional menghadirkan tantangan yang patut dicermati pemilik rumah. Karakter Kuda Api yang identik dengan pergerakan cepat dan energi tinggi tercermin pada kondisi makroekonomi saat ini, di mana tekanan inflasi justru melampaui pertumbuhan harga rumah. Data terbaru dari Rumah123 menunjukkan adanya anomali pasar di awal tahun. Inflasi tahunan tercatat mencapai 2,92%, sementara kenaikan harga rumah nasional hanya berada di kisaran 0,7%. Kondisi ini menandakan terjadinya ketidakseimbangan nilai aset, khususnya bagi pemilik rumah yang masih mengandalkan skema bunga mengambang (floating) pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, menilai situasi tersebut perlu disikapi secara aktif. “Pemilik rumah yang membiarkan cicilan KPR dengan bunga tinggi berjalan tanpa evaluasi berisiko mengalami erosi nilai aset secara perlahan,” jelasnya. Ia mengungkapkan, ketika harga rumah hanya tumbuh tipis sementara bunga KPR dapat mencapai dua digit, kondisi ini justru menimbulkan tekanan finansial jangka panjang. Dalam konteks Tahun Kuda Api yang penuh volatilitas, pendekatan pasif dinilai kurang relevan. Salah satu langkah strategis yang dapat ditempuh adalah melakukan KPR take over untuk menekan beban bunga. Pandangan senada disampaikan oleh VP Marketing Rumah123, Firman Pamungkas. Ia menekankan bahwa karakter tahun ini menuntut pemilik rumah untuk lebih berani mengambil keputusan finansial yang bersifat action-oriented. Alih-alih menunggu suku bunga turun secara alami, pemilik rumah didorong untuk memanfaatkan peluang pemindahan KPR dari bunga floating yang berada di kisaran 11–12% ke program bunga tetap (fixed) promosi yang lebih rendah. “Langkah ini berpotensi menciptakan penghematan signifikan hingga ratusan juta rupiah sepanjang tenor kredit, sekaligus memberikan kepastian arus kas keluarga,” jelasnya. Minat Masyarakat di Tahun Kuda Api Semangat agresif Kuda Api juga tercermin pada minat masyarakat terhadap properti di wilayah penyangga Jakarta. Tangerang mencatat peningkatan pencarian properti hingga 13,9%, sementara Bekasi menjadi salah satu wilayah yang masih mampu mencatat pertumbuhan harga rumah sebesar 2,4%, mendekati laju inflasi nasional. Data ini menunjukkan bahwa minat terhadap hunian tetap tinggi, namun harus diimbangi dengan pengelolaan pembiayaan yang lebih hati-hati. Memahami bahwa proses pengurusan ulang KPR sering dianggap rumit, Rumah123 menghadirkan layanan KPR Take Over secara menyeluruh. Layanan ini dirancang untuk membantu pemilik rumah sejak tahap perhitungan potensi penghematan, pemilihan bank dengan bunga kompetitif, hingga pengurusan administrasi secara end-to-end. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan volatilitas Tahun Kuda Api, keberanian finansial tidak selalu berarti membeli aset baru. Mengoptimalkan aset yang telah dimiliki melalui strategi pembiayaan yang lebih cerdas justru menjadi langkah rasional untuk menjaga stabilitas keuangan rumah tangga. Dengan pendekatan yang tepat, rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi tetap berfungsi sebagai aset yang memberikan kenyamanan dan nilai jangka panjang.
PPN DTP Dongkrak Minat Beli Properti Hingga Meningkat 16,8%

Propertynbank.com – Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) kembali terbukti menjadi katalis positif bagi sektor properti. Sepanjang tahun 2025, Rumah123 mencatat kenaikan total permintaan (enquiries) properti baru sebesar 16,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan minat tersebut mulai terlihat signifikan sejak pertengahan tahun. Pada Juli 2025, permintaan properti baru melonjak hingga 30% dibandingkan Juni 2025, mencerminkan respons pasar yang kuat terhadap keberlanjutan kebijakan PPN DTP. Perpanjangan insentif PPN DTP hingga 2026 merupakan bagian dari Paket Ekonomi 2025–2026 yang bertujuan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui PMK Nomor 90 Tahun 2025, pemerintah menetapkan kebijakan ini berlaku mulai 1 Januari 2026, dengan cakupan hunian hingga harga Rp5 miliar, termasuk pembebasan 100% PPN untuk rumah dengan harga jual maksimal Rp2 miliar. Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, menilai bahwa perpanjangan PPN DTP berpotensi kembali mendorong minat beli, meskipun saat ini masih berada pada fase awal tahun. “Pasar menunjukkan sinyal positif, namun konsumen kini lebih rasional dan selektif. Faktor lokasi, harga, serta kesiapan unit menjadi pertimbangan utama sebelum membeli,” ujarnya dalam siaran pers. Data Rumah123 menunjukkan bahwa first-time home buyer masih menjadi kelompok paling responsif terhadap insentif fiskal ini. Sepanjang 2025, pengguna berusia 18–34 tahun menyumbang 45,5% dari total permintaan properti baru, dengan preferensi pada hunian terjangkau dan aksesibilitas yang baik. Meski PPN DTP efektif sebagai stimulus jangka pendek, keberlanjutan pasar properti tetap dipengaruhi oleh sejumlah faktor lain, seperti keseimbangan pasokan dan permintaan, suku bunga KPR, serta struktur pembiayaan. Dalam hal ini, pergerakan permintaan di marketplace properti dinilai menjadi indikator awal bagaimana kebijakan fiskal diterjemahkan ke dalam perilaku konsumen nyata, sekaligus menjadi referensi strategis bagi pengembang, investor, dan regulator. Lebih lanjut dijelaskan Marisa, selain menyajikan insight pasar, Rumah123 juga menghadirkan berbagai fitur untuk memudahkan konsumen memanfaatkan insentif PPN DTP. Melalui kategori Properti Baru dari Official Developer, tersedia lebih dari 7.000 listing hunian baru dengan harga ≤Rp2 miliar dari pengembang resmi yang memenuhi syarat PPN DTP. Juga tersedia halaman Properti Penawaran Khusus, yang mengkurasi berbagai opsi menarik, mulai dari properti dengan insentif PPN DTP, penurunan harga, DP 0%, bebas biaya, aset bank, hingga properti di bawah NJOP. PPN DTP Momentum Tepat Sementara itu, lewat Layanan KPR Terlengkap, konsumen dapat mengakses simulasi cicilan, estimasi kemampuan bayar, serta membandingkan opsi pembiayaan dari berbagai bank, sehingga proses pencarian rumah menjadi lebih terukur. “Membeli rumah adalah keputusan besar yang membutuhkan perencanaan matang. Rumah123 hadir untuk membantu masyarakat di setiap tahap, dari pencarian hingga pembiayaan. Kebijakan PPN DTP 100% ini menjadi momentum yang tepat bagi pencari rumah,” ujar Bayu Qresna, Head of Brand Communication Rumah123. Dengan demikian, kata dia, perpanjangan PPN DTP 2026 tidak hanya berfungsi sebagai stimulus fiskal, tetapi juga menjadi cerminan sentimen pasar properti Indonesia yang terus berkembang, seiring perubahan preferensi dan perilaku konsumen.
Tata Ruang Jadi Fondasi Pemerataan, UU RPJPN 2025–2045 Tegaskan Arah Pembangunan Berkelanjutan

Propertynbank.com – Dalam momentum Hari Tata Ruang Nasional, perhatian publik tertuju pada pentingnya pengelolaan ruang di tengah laju investasi properti yang kian meningkat di Indonesia. Pemerintah menegaskan bahwa Undang-Undang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (UU RPJPN) 2025–2045 menempatkan tata ruang sebagai elemen utama dalam mewujudkan pembangunan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan. UU RPJPN 2025–2045 menjadi pedoman arah pembangunan menuju visi Indonesia Emas 2045, yakni menjadikan Indonesia sebagai negara maju dengan pendapatan per kapita mencapai USD 23.000 hingga 30.000. Untuk mencapai target ambisius ini, pembangunan nasional tak hanya berorientasi pada percepatan ekonomi, tetapi juga pada keseimbangan wilayah dan ketahanan lingkungan. Dalam UU tersebut, tata ruang diidentifikasi sebagai instrumen strategis untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terkonsentrasi di wilayah tertentu saja. Pemerintah menekankan dua arah besar pembangunan wilayah: pemerataan kewilayahan dan ketahanan ekologi. Artinya, setiap keputusan investasi dan pembangunan harus berpijak pada rencana tata ruang yang terintegrasi agar keberlanjutan jangka panjang tetap terjaga. Sektor properti menjadi salah satu indikator utama bagaimana tata ruang diterapkan dalam praktik pembangunan. Data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan, sepanjang tahun 2024, investasi di sektor properti, yang mencakup perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, mencapai Rp122,9 triliun atau sekitar 7,2 persen dari total investasi nasional sebesar Rp1.714 triliun. Baca Juga : Synthesis Development Rilis Anandaya Home Resort, Hunian Mulai Rp 300 Jutaan di Serpong Selatan Angka tersebut menegaskan bahwa sektor properti merupakan pilar penting dalam struktur investasi nasional. Namun, tanpa arah tata ruang yang jelas, pertumbuhan sektor ini berisiko menimbulkan ketimpangan wilayah, tekanan lingkungan, dan penurunan kualitas hidup masyarakat. Menurut Marisa Jaya, Head of Research Rumah123, penerapan prinsip tata ruang kini mulai memengaruhi perilaku pasar properti di Indonesia. “UU RPJPN 2025–2045 memberikan sinyal kuat bahwa pembangunan tidak bisa lagi hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan pemerataan dan ketahanan lingkungan. Tata ruang adalah kompas pembangunan,” ujarnya. Berdasarkan riset Rumah123, permintaan terhadap hunian di kawasan yang memiliki akses transportasi publik terintegrasi terus meningkat. Sepanjang semester pertama 2025, minat masyarakat terhadap area di sekitar LRT Jakarta–Depok–Bekasi melonjak hingga 1,8 kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sementara kawasan sekitar MRT Jakarta mengalami kenaikan 1,5 kali lipat. “Peningkatan ini menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih sadar terhadap pentingnya keberlanjutan dan kualitas ruang. Hunian yang terhubung dengan sistem transportasi publik dan infrastruktur yang tertata menjadi pilihan utama,” tambah Marisa. Baca Juga : CINITY Hadirkan 4 Brand Ternama, Perkuat Posisi Sebagai Kota Mandiri Terpadu Selain lokasi strategis, segmen harga menengah juga mencatat peningkatan permintaan yang signifikan. Pada semester pertama 2025, minat terhadap rumah di kisaran Rp400 juta hingga Rp1 miliar naik menjadi 45,6 persen, dari sebelumnya 41,2 persen di periode yang sama tahun 2024. Fenomena ini menunjukkan pergeseran perilaku masyarakat dari orientasi investasi jangka pendek menuju kebutuhan hunian jangka panjang yang sesuai dengan konsep kota berkelanjutan. “Konsumen kini lebih kritis. Mereka mempertimbangkan tata ruang, akses transportasi, kesiapan infrastruktur, hingga potensi risiko bencana sebelum membeli rumah,” jelas Marisa. Dengan backlog perumahan yang masih mencapai sekitar 9,9 juta keluarga, tata ruang berperan krusial dalam memastikan pembangunan perumahan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran. Pengelolaan ruang yang baik mampu menjamin efisiensi investasi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dorong Kesadaran Tata Ruang di Industri Properti “Kami percaya, pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari pemahaman ruang yang tepat. Melalui data dan riset, Rumah123 ingin membantu masyarakat memilih hunian yang tidak hanya layak dan terjangkau, tetapi juga sejalan dengan arah pembangunan nasional sesuai UU RPJPN 2025–2045,” tegas Marisa. Baca Juga : MJ Group Groundbreaking El Nino Living Tangerang, Harga 700 Jutaan Setara 1 Miliar Melalui pemanfaatan tata ruang yang terencana, kata dia, pembangunan kota dan wilayah ke depan diharapkan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang pesat, tetapi juga ruang hidup yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat menuju Indonesia Emas 2045.
Ibu Kota Negara Pindah, Rumah Seken di Jakarta Tetap Dicari

Propertynbank.com – Rumah seken di Jakarta masih menjadi pilihan utama bagi mereka yang sedang mencari tempat tinggal di tengah kota, namun dengan harga yang terjangkau. Meski begitu, survey Rumah123 menunjukkan bahwa hingga saat ini Tangerang tetap menjadi wilayah terpopuler dengan popularitas sebesar 15% dari total listing enquiries rumah di Indonesia. Lalu diikuti oleh dua wilayah di Jakarta, yakni Jakarta Selatan (11,3%) dan Jakarta Barat (10,5%). Jelang rencana pemindahan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Rumah123 mengungkap tren terkini dan potensi pasar hunian di Jakarta ke depannya. “Bulan ini pertumbuhan popularitas tahunan masih dipimpin kota-kota di Jakarta dan sekitarnya. Pada bulan Juni 2024, pertumbuhan permintaan (enquiries) terhadap rumah di Jakarta yang disewa tumbuh 59,8% dan hunian yang dijual sebesar 114,9% secara tahunan. Secara keseluruhan, pertumbuhan permintaan terhadap rumah tapak di Jakarta pada bulan Juni tercatat sebesar 90,1% secara tahunan,” jelas Head of Research Rumah123, Marisa Jaya. Baca Juga : Naik 4%, Harga Rumah Seken Di Makassar Paling Tinggi Dari segi harga, jika dibandingkan dengan kota satelit sekitarnya, seperti Tangerang, Depok dan Bogor, pertumbuhan harga di Jakarta relatif stagnan. Sepanjang Semester I 2024, pertumbuhan harga hunian di Jakarta setiap bulannya berkisar antara 0,8% hingga 1,4% secara tahunan, cenderung rendah dibandingkan dengan kota lain, seperti Bogor yang berkisar antara 4,6% hingga 7,7%. Ada sejumlah alasan Jakarta mencatatkan stagnasi harga dibandingkan kota lainnya di Jabodetabek. Pertama, Jakarta merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi dan bisnis terbesar di Indonesia sehingga memiliki kepadatan penduduk yang tinggi. Pengembangan properti di Jakarta pun telah tersaturasi sehingga tidak lagi banyak pengembangan di Jakarta, terutama untuk sektor perumahan. Rumah Seken Di Jakarta Opsi Utama Pengembangan baru pun umumnya apartemen dengan memaksimalkan lahan yang terbatas. Jakarta juga sudah difasilitasi dengan aksesibilitas dan jaringan transportasi publik yang baik, sehingga berbeda dengan area lain yang dapat mengalami lonjakan harga secara signifikan dengan adanya pengembangan baru yang dapat meningkatkan aksesibilitas, seperti tol ataupun Kereta Cepat Jakarta-Bandung. “Meskipun kenaikan indeks harga stagnan, rumah seken di Jakarta masih menjadi opsi utama bagi pencari properti yang mencari hunian di tengah kota namun dengan harga terjangkau. Hal ini mengingat suplai rumah seken yang ditawarkan di Jakarta terbilang masih sangat beragam dan memiliki rentang harga yang bervariasi, sehingga dapat mengakomodasi kebutuhan atau preferensi kelas menengah, menengah-atas,” ujar Marisa. Dari lima area di Jakarta, Jakarta Selatan menjadi wilayah terpopuler dengan persentase popularitas dalam pencarian sebesar 31,8%. Diikuti Jakarta Barat 26,8%, Jakarta Utara 17,9%, Jakarta Timur 16,6% dan Jakarta Pusat 6,9%. Generasi Muda Mendominasi Preferensi di setiap wilayah Jakarta menunjukkan karakteristik segmentasi pasar yang berbeda. Beberapa wilayah memiliki proporsi preferensi yang cukup besar untuk harga rumah di atas Rp5 miliar, seperti Jakarta Selatan (38,5%), Jakarta Utara (37%), dan Jakarta Pusat (27,6%). Sementara di Jakarta Timur, permintaan untuk rentang harga tersebut hanya sekitar 4,6%. Di Jakarta, pencari properti umumnya berasal dari kelompok usia 25-34 tahun, dengan proporsi mencapai antara 33% hingga 35,9%. Diikuti kelompok usia 45-54 tahun yang mencakup 19,9% hingga 21,9%. Data ini menunjukkan bahwa generasi muda dan dewasa produktif adalah kelompok utama yang aktif mencari properti di Jakarta. Baca Juga : Pandemi Bikin Harga Ruko dan Rumah Seken Di Kawasan Tebet Merosot Dari segi asal, sebagian besar pencari properti di Jakarta berasal dari dalam kota itu sendiri. Namun, kota-kota satelit di sekitarnya juga mencatatkan proporsi pencarian yang signifikan. Misalnya, individu yang berasal dari Tangerang merupakan kelompok pencari properti kedua tertinggi di Jakarta Barat dengan proporsi 6,6%. Sementara itu, pencari dari Depok dan Bekasi menjadi yang kedua tertinggi di Jakarta Selatan dengan proporsi 4% dan Jakarta Timur dengan proporsi 4,6%. “Bagi pencari properti yang ingin memiliki rumah di tengah kota, rumah seken di Jakarta tetap menjadi opsi hunian yang menarik. Dengan variasi harga yang mampu menjangkau kelas menengah hingga menengah-atas, Jakarta menawarkan pilihan yang beragam bagi para pencari hunian,” tutur Marisa. Proporsi popularitas tahunan Jakarta juga masih terus meningkat sejak akhir tahun 2023, terutama di area Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara. Hal ini mengindikasikan bahwa rencana perpindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN belum terlihat berdampak signifikan pada sektor properti hunian di Jakarta. Tren pencarian masih tercatat stabil sejak tahun lalu, dan popularitas Jakarta sebagai lokasi hunian masih akan terus bertumbuh,” pungkas Marisa. Tren Harga Rumah Sedangkan secara umum, berdasarkan Indeks Harga Rumah Seken Rumah123, tren harga rumah di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 2,3% pada Juni 2024 dibandingkan dengan Juni 2023. Denpasar menjadi kota yang mengalami kenaikan harga tahunan tertinggi, sebesar 16,1% diikuti Bogor 7,7% dan Semarang (3,4%). Di kawasan Jabodetabek, selain Bogor, ada empat kota yang mencatat kenaikan tipis harga tahunan hunian, yakni Tangerang (1,9%), Depok (1,5%), Jakarta (1,2%) dan Bekasi (0,4%). Sementara di Pulau Jawa, selain Semarang, tiga kota juga mengalami kenaikan harga tahunan secara tipis, seperti Bandung (1,2%), Yogyakarta (1,1%) dan Surakarta (0,8%). Di luar Pulau Jawa, kenaikan harga tahunan tak hanya dialami Denpasar. Medan turut mencatat kenaikan sebesar 3,2%. Baca Juga : Bank Mandiri Perkuat Pembiayaan Rumah Seken Adapun dari segi selisih pertumbuhan harga dengan inflasi tahunan, tiga kota yang memperoleh selisih tertinggi dicapai Denpasar (12,2%), Bogor (5%) dan Semarang (1,1%). “Pada bulan Juni 2024, Indeks Harga Rumah Seken secara umum tercatat stagnan secara bulanan. Namun, secara tahunan, indeks ini mencatat pertumbuhan positif sebesar 2,3%. Jika pertumbuhan Indeks Harga Rumah Seken terus tumbuh konsisten hingga beberapa bulan ke depan, diharapkan selisih pertumbuhan harga di kota-kota lain juga dapat mengungguli laju inflasi tahunan. Hal ini akan semakin berdampak positif pada kepemilikan atau investasi properti mengingat nilai properti yang meningkat lebih cepat daripada laju inflasi, sehingga akan memberikan potensi pertumbuhan nilai keuntungan yang lebih tinggi,” pungkas Marisa.
Naik 20,1 Persen, Kenaikan Harga Hunian di Denpasar Tertinggi di Indonesia

Propertynbank.com – Harga hunian di Indonesia mengalami peningkatan tahunan sebesar 2,2 persen pada bulan November 2023 dibandingkan sejak November 2022. Denpasar menjadi kota yang mencatatkan kenaikan harga tahunan tertinggi sebesar 20,1 persen, diikuti Surakarta (8,3%) dan Makassar (4,9%). Demikian data dari Flash Report Rumah123.com edisi Desember 2023. Sementara di Jabodetabek, Bekasi memimpin pertumbuhan harga tahunan untuk keempat kalinya dengan kenaikan sebesar 3,9 persen. Disusul Tangerang (3,1%), Bogor (2,6%), Depok (1,8%) dan Jakarta (1,6%). Sementara di Jawa, Surakarta mencatatkan kenaikan harga hunian tahunan tertinggi, melesat sebesar 8,3 persen dengan mengungguli dua kota lainnya, Surabaya (2,2%) dan Semarang (0,8%). Senior Vice President Marketing 99 Group Indonesia, Bharat Buxani mengatakan, Denpasar dan Surakarta, dua kota yang memiliki keindahan pariwisata, kearifan budaya serta didukung perkembangan infrastruktur, mengalami peningkatan signifikan dalam tren harga properti menjelang akhir tahun. Baca Juga : Tertinggi di Jawa, Harga Hunian di Semarang Naik 3,3 % “Dengan harga hunian atau properti yang terbilang masih terjangkau di kedua kota ini, dipadukan dengan potensi puncak arus mudik dan aktivitas wisata pada perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) berpotensi menjadi dorongan tambahan bagi mereka yang berminat mencari tempat tinggal yang menawarkan keseimbangan antara kehidupan perkotaan sederhana, gaya hidup santai, kekayaan budaya tradisional dan keindahan alam,” ujarnya. Denpasar dan Surakarta juga tercatat memperoleh selisih kenaikan harga hunian tertinggi di atas inflasi tahunan, masing-masing sebesar 17,6 persen dan 4,8 persen. Denpasar telah konsisten mencatatkan pertumbuhan harga sejak awal tahun 2023 lalu, hal ini juga dipengaruhi pertumbuhan popularitas Bali yang terus meningkat sejak akhir tahun 2022 seiring beragamnya kebijakan dan insentif yang ditetapkan pemerintah terkait kepemilikan properti dan izin tinggal untuk WNA yang semakin meningkatkan daya tarik wilayah-wilayah di Bali sebagai tempat tinggal atau berinvestasi properti. Dalam setahun terakhir, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai kebijakan dan insentif yang menggalakkan minat WNA dalam mencari dan memiliki properti. Beberapa di antaranya mencakup Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1241/SK-HK.02/IX/2022 Tahun 2022 tentang Perolehan dan Harga Rumah Tempat Tinggal/Hunian Untuk Orang Asing pada bulan September 2022, serta Second Home Visa pada akhir Desember 2022. Pada Kuartal III 2023, pemerintah tercatat secara aktif melakukan Sosialisasi Regulasi Kepemilikan Hunian untuk Orang Asing di Jakarta. Kemudian juga terdapat Golden Visa, sebuah kebijakan yang ditujukan bagi Orang Asing berkualitas untuk mendukung perkembangan ekonomi negara yang resmi diberlakukan mulai 30 Agustus. Baca Juga : Naik Hingga 8,8 persen, Harga Tahunan Hunian di Medan Paling Tinggi Se-Indonesia Dan terkini, WNA juga dapat menikmati manfaat kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) saat melakukan pembelian properti di Indonesia. Dimana kebijakan ini dapat dimanfaatkan WNA yang telah memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP) berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 120 Tahun 2023 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah untuk Tahun Anggaran 2023. Harga Hunian di Surakarta Sementara di Surakarta, 99 Group Indonesia mencatat kenaikan harga hunian di Surakarta tercermin pada pertumbuhan median harga di dua rentang ukuran rumah, yaitu di rentang luas di bawah 60 meter persegi sebesar 16,3 persen dengan median harga Rp465 juta dan rentang 61-90 meter persegi, yang mencapai 18 persen dengan median harga Rp590 juta. Pertumbuhan median harga untuk rumah yang berukuran lebih besar, di rentang luas 91-150 meter persegi, tercatat paling tinggi di Bandung dengan pertumbuhan harga sebesar 6,1 persen. Sementara bangunan dengan luas 151-250 meter persegi, pertumbuhan median harga tertinggi tercatat di Denpasar, sebesar 11,5 persen. Sedangkan untuk luas bangunan lebih dari 251 meter persegi, paling tinggi tercatat di Jakarta Pusat, 8,8 persen “Temuan ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan median harga menunjukkan potensi yang berbeda dari masing-masing kota. Surakarta atau Solo cenderung menjadi pasar potensial bagi pencari hunian dari kalangan kelas menengah, menengah-bawah dengan ukuran bangunan yang relatif kecil. Sementara Bandung, Denpasar dan Jakarta Pusat memiliki potensi bagi kelas menengah, menengah atas dengan pertumbuhan harga signifikan pada luas bangunan yang lebih besar,” ungkap Bharat. Baca Juga : LRT Jabodebek Beroperasi, Harga Rumah di Bekasi Naik Hingga 5,8 Persen Sejak awal tahun 2023, permintaan rumah di Surakarta mengalami tren peningkatan, dengan pertumbuhan secara year-to-date permintaan rumah jual sebesar 49,1 persen dan rumah sewa sebesar 55,3 persen. Terdapat 5 kecamatan di Surakarta yang paling diminati, yaitu Banjarsari (37,3%), Jebres (35,9%), Laweyan (17,0%), Pasar Kliwon (5,7%) dan Serengan (4,1%). Dari segi pembeli potensial, hunian di Surakarta diminati oleh kalangan pembeli dari dua wilayah terdekat, seperti Yogyakarta (21,1%) dan Semarang (15,8%). Diikuti calon pembeli potensial dari kota Surakarta itu sendiri (14,1%) dan Jakarta (10,4%). Mayoritas calon pembeli hunian di Surakarta merupakan generasi muda, di rentang usia 18-44 tahun (73,9%). Disusul rentang usia 45-54 tahun (16,8%), usia 55-64 tahun (7,2%) dan usia di atas 65 tahun (2,1%), “Masuknya Jakarta dalam empat besar pembeli potensial hunian di Surakarta menunjukkan adanya minat yang signifikan dari individu-individu di kota megapolitan dalam mencari alternatif pilihan, mengingat Surakarta memiliki biaya hidup yang lebih terjangkau, menawarkan potensi kualitas gaya hidup yang lebih tenang serta jauh dari hiruk-pikuk kota besar. Terlebih Surakarta menempati peringkat pertama Kota Paling Nyaman Dihuni atau Most Liveable City di Indonesia versi Ikatan Ahli Perencana (IAP) pada 2022 lalu,” pungkasnya.
Properti di Jabodetabek Terus Menguat, Tangerang Paling Favorit Sebesar 13,7 Persen

Propertynbank.com – Sektor properti di Jabodetabek dan wilayah Indonesia pada umumnya terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Tercatat bahwa Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi mengalami pertumbuhan positif. Kenaikan tahunan tertinggi terjadi di Bogor (6,6%) dan kenaikan terendah di Bekasi (1,7%). Sementara itu, berdasarkan data pencarian yang dihimpun dalam Flash Report Rumah123.com Januari 2023 ini diketahui bahwa, Tangerang menjadi kawasan terfavorit para pencari rumah dengan persentase 13,7%. Lokasi yang strategis dan dekat dengan Ibu Kota DKI Jakarta, aksesibilitas yang baik, serta dukungan infrastruktur yang memadai adalah beberapa faktor yang membuat Tangerang begitu diminati oleh investor serta para pencari properti. Pertumbuhan positif di properti di Jabodetabek ini terjadi seiring dengan adanya perbaikan di berbagai sektor mulai dari pandemi Covid-19 yang makin terkendali, penguatan sektor ekonomi, hingga semakin banyaknya dukungan dari pemerintah untuk sektor properti. Meskipun ada kekhawatiran terkait resesi dan pelemahan ekonomi, tetapi banyak pihak optimis Indonesia bisa bertahan menghadapi badai resesi dan sektor properti semakin menguat di tahun 2023. Dominasi Properti di Jabodetabek Country Manager Rumah123.com, Maria Herawati Manik, menjelaskan, properti di Jabodetabek masih akan mendominasi pasar properti primer dan sekunder yang berpengaruh terhadap perkembangan pasar properti nasional. “Apalagi jika kita melihat kawasan Jabodetabek masih memegang peran sentral sebagai pusat ekonomi, bisnis, serta pemerintahan, meskipun dihadapkan dengan rencana pemindahan ibu kota. Membeli properti di wilayah Jabodetabek masih akan menjadi pilihan yang prospektif,” kata Maria. Lebih dari itu, menurut Maria adanya dukungan infrastruktur yang baik ditambah dengan ketersediaan lahan yang masih luas khususnya di wilayah Depok dan Bogor, serta harga yang masih terjangkau bisa menjadikan kota-kota penyangga di sekitar ibu kota sebagai “sunrise area” yang potensial. Fenomena pertumbuhan ini tidak hanya terjadi pada sektor properti di Jabodetabek saja, tetapi terjadi juga di kota-kota besar di Pulau Jawa serta beberapa kota besar di luar Pulau Jawa seperti di Kota Medan dan Kota Denpasar. Data Flash Report Januari 2023 dari Rumah123.com mencatat, meskipun indeks harga secara month-on-month mengalami penurunan tipis 0,6%, tetapi jika dilihat secara tahunan, sektor properti sebetulnya mengalami pertumbuhan 2,4% di tahun 2022.
Industri Kembali Tumbuh, Pencarian Properti Meningkat di 2021
Propertynbank.com – Sejak pandemi COVID-19 mulai merebak di Indonesia pada awal kuartal 2020, berbagai industri turut mengalami dampak negatifnya, termasuk bidang properti. Dampak tersebut dapat terlihat dari statistik Property Outlook 2022 dari 99 Group. Dalam Property Outlook 2022, bertajuk Era Kebangkitan Sektor Properti Outlook Tanah Air yang digelar Rumah123.com beberapa waktu lalu, dibahas sejumlah informasi komprehensif dan selayang pandang industri properti Indonesia di tahun 2022. Rumah123.com merupakan bagian dari 99 Group. Deputy CEO 99 Group Indonesia Wasudewan menjelaskan, untuk mengetahui dinamika industri properti Tanah Air, tentu dibutuhkan akurasi data yang tinggi. Tim analis 99 Group, kata dia, telah berhasil menyajikan data yang diolah dari statistik dan database yang terus diperbarui berdasarkan tren pasar yang terjadi. “Lewat Property Outlook 2022 ini, 99 Group dapat memberikan advokasi yang bermanfaat untuk konsumen, agen, pengembang properti, dan stakeholders dengan sumber data yang komprehensif, tepat, dan akurat,” papar Wasudewan lebih lanjut. Pencarian Properti Meningkat Dikatakan Wasudewan, pencarian properti terus bertumbuh, dan menjadi sinyal positif pemulihan pasar nasional sepanjang tahun 2021. Oleh karena itu, papar dia, tren pasar properti Tanah Air berhasil menunjukkan perubahan pasar ke arah positif. Menurut Wasudewan, data internal 99 Group mencatat pencarian properti di portal Rumah123.com dan 99.co sebanyak 270 juta dengan 46 persen di antaranya merupakan pengunjung baru. Porsi penambahan pencari properti baru ini merupakan sinyal positif akan pemulihan pasar dengan meningkatnya permintaan dari konsumen. Sementara dari sisi demografi pencari properti tersebut, hampir 59.5 persennya adalah perempuan dan 40.5 persen laki-laki. Terjadi tren pergeseran usia konsumen juga tampak dengan dominasi pencari properti yang berasal dari generasi Z sebanyak 19.4 persen dan milenial dengan persentase 48.7 persen. Fakta menarik ini menandai peningkatan kesadaran akan pentingnya kepemilikan properti oleh generasi muda yang terus bertumbuh. “Dengan adanya tren generasi muda yang semakin aktif mencari properti, 99 Group menyesuaikan strategi pemasaran yang tepat dan efektif untuk kelompok usia ini. Harapannya tentu, para pencari properti ini dapat menemukan hunian idamannya dengan mudah dan nyaman,” jelas Wasudewan panjang lebar. Sementara itu, rumah tapak masih menjadi tipe properti yang paling diincar oleh para pencari properti, dengan persentase 84.1 persen. Berdasarkan statistik internal portal Rumah123.com dan 99.co, properti dengan harga di bawah 400 juta diminati oleh 39.1 persen konsumen per semester kedua 2021. Fenomena baru juga tercatat dengan naiknya minat terhadap properti premium di kisaran harga dua 2 sampai 10 milyar ke atas. Kolaborasi Strategis Pemerintah dan Swasta Dukung Bangkitnya Industri Properti Turut hadir dalam acara Property Outlook 2022 adalah perwakilan Bank Indonesia, Ndari Surjaningsih yang menjabat sebagai Deputi Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial, mengatakan bahwa permintaan properti residen yang mengalami peningkatan penjualan pada kuartal II/2021, khususnya untuk rumah tipe menengah (21-70 m²) dan besar (>70 m²). “Bank Indonesia berharap dengan adanya kebijakan strategis seperti pelonggaran rasio LTV dan perpanjangan insentif PPN DTP tahun ini, sektor properti dapat bangkit dan turut berkontribusi mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Ndari menambahkan. Dalam paparannya, Ndar menyebutkan, penerapan kebijakan dari pemerintah tentunya memerlukan kolaborasi dan dukungan dari para pelaku industri properti, salah satunya datang dari Real Estat Indonesia. Asosiasi pebisnis properti terkemuka di Tanah Air ini berhasil mencatat realisasi rumah komersial yang pada 2021 terjual sebanyak 73.518 unit di berbagai daerah di Indonesia. Angka tersebut meroket 223 persen dari periode sama pada tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 22.721 unit. Pada bagian lain, Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida menjelaskan, sentimen positif pasar properti sudah jelas terlihat dengan peningkatan penjualan rumah komersial yang naik hingga 223% pada 2021 dibanding 2020. “Tren ini tentu jadi bukti pemulihan industri properti yang didukung oleh kerja sama berbagai pihak, baik swasta maupun pemerintah,” pungkas Totok Lusida yang sangat optimis industri properti akan kembali tumbuh, jika kolaborasi dapat dilakukan.
REI Gandeng 99 Group Bangun Pusat Informasi Terintegrasi IKN Baru
PROPERTI – Membangun Ibu Kota Negara (IKN) tidak hanya menyiapkan infrastruktur dan lingkungannya saja, tetapi juga manusianya, baik yang akan pindah maupun yang telah lama menetap. Dalam proses pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur, aspek penting yang jadi perhatian adalah distribusi informasi yang jelas, cepat, dan akurat. Untuk membahas integrasi informasi dalam pemindahan Ibu Kota Negara, Kementerian PPN/Bappenas menggandeng 99 Group Indonesia dan Realestat Indonesia (REI) menyelenggarakan konferensi pers peluncuran situs informasi terintegrasi pada Jumat (12/10), di Kantor Rumah123.com, EightyEight @KotaKasablanka, Jakarta Selatan. “Kementerian PPN/Bappenas telah memproyeksikan jumlah penduduk dan urbanisasi yang akan terjadi di Ibu Kota Negara. Saat ini, penduduk setempat Ibu Kota Negara tercatat 100 ribu jiwa. Jumlah tersebut diperkirakan bertambah menjadi 700 ribu jiwa di 2025, kemudian berkembang menjadi 1,5-1,6 juta jiwa di 2035, hingga mencapai perkiraan 1,7-1,9 juta jiwa di 2045,” jelas Ketua POKJA IKN REI Soelaeman Soemawinata. Seperti diketahui, Kalimantan Timur sejak dulu telah memiliki struktur sosial yang beragam. Sekitar 1,5 juta pendatang yang terdiri atas Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan POLRI beserta keluarganya, serta pelaku ekonomi lainnya akan hadir di wilayah Ibu Kota Negara baru nanti. Oleh karena itu, pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur perlu dipersiapkan sebaik mungkin agar prosesnya berjalan lancar sesuai rencana. Perencanaan matang dimulai dari penyatuan sumber informasi yang komprehensif mengenai pemindahan ibu kota ke Kalimantan, dan proyeksi strategisnya di berbagai bidang. 99 Group sebagai portal properti terdepan di Indonesia hadir sebagai garda terdepan guna menyiapkan kanal terintegrasi untuk berbagai informasi esensial seputar Ibu Kota Negara. “99 Group melalui Rumah123.com dan 99.co siap menjadi sumber informasi Ibu Kota Negara yang tepercaya, akurat, dan edukatif,” ujar VP of Marketing 99 Group Indonesia Bharat Buxani. Untuk mewujudkan hal tersebut, dukungan penuh dari Real Estat Indonesia (REI) dan Kementerian PPN menjadi pondasi utama demi menyukseskan situs informasi terintegrasi IKN ini. Berangkat dari sinergi yang dibangun oleh ketiga pihak tersebut, diharapkan bisa membawa manfaat yang besar bagi seluruh kalangan. Fokus utama yang disorot oleh 99 Group dan REI, dalam pengembangan situs referensi IKN adalah penyajian informasi berbasis data yang tidak hanya komprehensif, namun juga akurat dan mudah digunakan. Di dalam kanal informasi terintegrasi ini, berbagai topik esensial yang disediakan termasuk bidang properti, investasi, infrastruktur, dan bisnis di ibu kota baru. Pemilihan topik tersebut didasarkan pada urgensi dan prioritas pengembangan kawasan yang terpadu dengan potensi hadir pusat ekonomi baru di Kalimantan. Berbagai konten menarik dan terbaik telah dikurasi oleh tim 99 Group untuk dapat dinikmati masyarakat. Selain artikel yang jadi sumber referensi utama, diversitas konten juga akan ditingkatkan secara bertahap guna mengakomodasi kebutuhan pembaca. “Jadi untuk tahap awal, kita masih fokus di pembuatan konten yang berkualitas sebagai acuan informasi publik. Baru setelahnya, kami akan menambahkan beragam produk lainnya, seperti beberapa jenis konten interaktif, dan pastinya pilihan listing terbaik di Kalimantan Timur dan daerah sekitarnya,” jelas Bharat Buxani. Sementara itu, Wakil Ketua DPP REI Rusmin Lawin yang juga saat ini menjabat sebagai FIABCI (Federasi Real Estate Dunia) yang berkantor di Paris, menambahkan bahwa kanal informasi terpadu ini tidak sekadar jadi bahan bacaan semata, namun juga dapat menjadi referensi pengambilan keputusan pebisnis properti dan investor. “Di ibu kota negara baru kita nanti akan banyak proyek yang bernilai investasi tinggi. Dari sini tentu ekonomi akan semakin menggeliat di Kalimantan Timur, sehingga membuat orang tertarik untuk pindah ke sana. Pastinya kebutuhan properti pun akan meningkat, dan kesempatan untuk para pebisnis datang memperkenalkan produk huniannya di sana semakin terbuka lebar,” pungkas Rusmin.
Di Pameran Ini, Bank Mandiri Berikan Bunga 2.3%
PROPERTI – Bank Mandiri dan Rumah123.com menghadirkan Mandiri Festival Properti Indonesia (MFPI) 2021, pada 1 Oktober – 31 Desember 2021, pameran properti yang digelar secara virtual. Seperti diketahui, mencari rumah secara digital sudah jadi hal lumrah yang dilakukan oleh masyarakat semenjak pandemi awal tahun lalu. Ditambah lagi, penerapan kebijakan pembatasan sosial yang masih berlaku di berbagai daerah di Tanah Air membuat pebisnis properti wajib beradaptasi untuk dapat menjangkau konsumen. EVP Consumer Loans Bank Mandiri, Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan, MFPI bukan hanya sebagai bentuk inovasi strategi pemasaran, tapi juga menjadi strategi untuk memperluas penetrasi bisnis Bank Mandiri. “Pelaksanaan Mandiri Festival Properti Indonesia 2021 juga dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menggairahkan produk KPR nasional serta meningkatkan optimisme yang memudahkan konsumen mendapatkan informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan produk KPR,” tegasnya saat konferensi pers secara virtual, Rabu (29/9). MFPI 2021 menghadirkan 300 proyek properti pilihan dari berbagai developers dan siap memberikan penawaran terbaik untuk para konsumen. Beberapa developers yang bergabung di antaranya Ciputra, Kalindo Land, Metland, Pakuwon, Sinar Mas Land, Summarecon, dan masih banyak lagi. Produk-produk properti pilihan tersebut bisa ditemukan di www.mandirifestivalproperti.com mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2021. “Sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah dan rasa syukur perseroan di HUT ke-23 pada 2 Oktober nanti, kami ingin menawarkan program KPR terbaik bagi seluruh nasabah perseroan, berupa bunga spesial 2.3% sepanjang Oktober ini,” papar Ignatius. Bertepatan dengan perayaan ulang tahun Bank Mandiri ke-23, para pencari properti juga dimanjakan dengan segudang promo menarik yang hanya ada di MFPI 2021. Khusus pembelian selama pameran, konsumen dapat menikmati suku bunga KPR 2,3 persen fix rate hingga tiga tahun. Tidak ketinggalan promo developers seperti DP 0 persen, cicilan mulai 2 jutaan per bulan, hadiah iPhone 12 Pro Max, motor Vespa, hingga cashback ratusan juta rupiah. Mandiri Festival Properti Indonesia 2021, bukan hanya jumlah developers dan promo saja yang semakin bertambah banyak, namun juga turut menyuguhkan konsep baru, yakni gamification. Dengan adanya konsep gamification, konsumen bisa menemukan hunian idaman sambil mengumpulkan berbagai hadiah menarik mulai dari saldo e-wallet, air fryer, walking pad, dan grand prize iPhone 13. “Konsep gamification ini jadi kelebihan MFPI 2021 yang sangat menguntungkan konsumen. Jadi sambil mencari properti impiannya, konsumen bisa sekaligus berburu banyak rewards. Kapan lagi kan, cuma lewat gadget bisa beli rumah plus dapat bonus hadiah lagi,” ungkap Country Manager Rumah123.com Maria Herawati Manik. Setelah memainkan games, pengunjung akan mendapatkan poin yang dapat ditukarkan dengan sederet produk eksklusif persembahan Bank Mandiri dan Rumah123.com. Selain games, poin juga bisa didapatkan dengan mengikuti berbagai program talk show selama penyelenggaraan MFPI. Rumah123.com juga memastikan dukungan terbaiknya, dengan sederet program berkualitas yang diadakan dengan episode spesial untuk Mandiri Festival Properti. Lalu ada juga NGOPI (Ngobrolin Properti), program talk show Rumah123.com, serta MONDAY yang menghadirkan pemaparan seputar dunia properti bersama para pakarnya, serta 123 Properti Pilihan yang memberikan referensi hunian terbaik. Terakhir, 99Talks yang merupakan program terbaru dengan format podcast kekinian membahas berbagai topik menarik dari bintang tamu profesional.