PNB_Back_Up

Danamon Umumkan Rencana Perubahan Pengurus, Ini Kandidat Dirutnya

Propertynbank : PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon”, BEI: BDMN) resmi mengumumkan rencana perubahan susunan pengurus sebagai bagian dari agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan diselenggarakan pada 31 Maret 2026. Dalam rencana tersebut, Daisuke Ejima selaku Direktur Utama Danamon, Honggo Widjojo Kangmasto selaku Wakil Direktur Utama Danamon, serta Nobuya Kawasaki selaku Komisaris Danamon akan mengakhiri masa tugasnya secara efektif pada saat penutupan RUPST mendatang. Seiring dengan perubahan tersebut, Nobuya Kawasaki akan dinominasikan untuk menjabat sebagai Direktur Utama Danamon. Usulan pengangkatan ini akan diajukan kepada para pemegang saham untuk mendapatkan persetujuan dalam RUPST. Apabila disetujui, perubahan ini diharapkan dapat memperkuat arah strategis perusahaan serta melanjutkan upaya transformasi Danamon sebagai bagian dari grup keuangan global. Nobuya Kawasaki merupakan eksekutif perbankan dengan pengalaman panjang di industri jasa keuangan internasional. Ia saat ini menjabat sebagai Komisaris Danamon dan memiliki rekam jejak kepemimpinan yang luas dalam jaringan global Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), salah satu kelompok jasa keuangan terbesar di dunia. Sepanjang kariernya, Kawasaki telah memegang berbagai posisi strategis di MUFG dan memiliki pengalaman mendalam dalam pengembangan bisnis perbankan, manajemen risiko, serta penguatan kerja sama lintas pasar di kawasan Asia. Pengalaman tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat arah strategis Danamon dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia serta memperdalam sinergi dengan MUFG Group. Informasi lebih lanjut mengenai mata acara RUPST akan diumumkan bersamaan dengan Pemanggilan RUPST yang akan diterbitkan pada 9 Maret 2026.

Berkah PPN TDP, Metland Bakal Bagi-Bagi Dividen

PPN

Propertynbank :  Kalangan pengembang properti di Indonesia, menyambut baik sektor properti Indonesia di tahun 2024 ini, terutama setelah pemilu 2024 selesai digelar. Didukung kebijakan pemerintah melalui intensif berupa Pajak Pertambahan Nilai atas Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang berlaku hingga akhir 2024, memberikan dampak positif bagi industri properti ditanah air. Pemberian insentif PPN DTP, juga dirasakan PT Metropolitan Land Tbk (Metland) yang menjadi salah satu faktor pendorong penjualan properti perseroan. Hal ini diakui Anhar Sudradjat, Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk yang mengatakan, “Sejak awal program di November 2023 hingga April 2024 penjualan marketing yang berasal dari program PPN DTP mencapai sekitar Rp600 miliar atau 64%, naik dari periode sebelumnya,” jelasnya usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu (12/06/2024). Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), untuk melaporkan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2023 terungkap perseroan memperoleh laba bersih sebesar Rp418 miliar. “Jumlah tersebut meningkat 5,64% dari periode yang sama tahun lalu. Tahun 2023 dapat dilalui dengan pertumbuhan laba yang ditopang oleh peningkatan pendapatan penjualan properti dan beberapa penjualan lahan komersial di proyek residensial,” jelas Anhar Sudradjat. RUPST tersebut juga menyetujui sekitar 20% laba bersih atau sebesar Rp83,52 miliar, atau sebesar Rp10,91 per lembar saham untuk dibagikan sebagai dividen tunai kepada 7.655.126.330 pemegang saham sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Dana dialokasikan sebagai cadangan sebesar Rp2 miliar. Sedangkan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja Perseroan. Kinerja Usaha 2023 Nilai aset Perseroan pada tahun 2023, bertumbuh sebesar 7,20%, yaitu mencapai Rp7.221 miliar dari tahun sebelumnya. Sedangkan peningkatan ekuitas Perseroan sebesar 8,29% menjadi Rp5.149 miliar di tahun 2023. Total nilai pendapatan Perseroan sepanjang tahun 2023 adalah sebesar Rp1.705 miliar atau tumbuh 23,12% dibandingkan pendapatan tahun 2022 yang dibukukan Perseroan sebesar Rp1.385 miliar. Peningkatan pendapatan disebabkan oleh peningkatan penjualan properti sebesar Rp1.190 miliar naik 28,3% dibandingkan Rp928 miliar. Semua proyek Perseroan turut memberikan kontribusi dengan besaran: 70% dari usaha penjualan properti residensial dan penjualan properti strata title, 30% dari pendapatan berulang yang terdiri dari sewa pusat perbelanjaan, pengoperasian hotel, pengoperasian pusat rekreasi dan pendapatan lain-lain. Tahun 2024 MTLA menargetkan marketing sales yang terdiri dari pre sales dan recurring revenue sebesar Rp1,9 triliun. Hingga Mei 2024 Pendapatan perseroan versi marketing sales mencapai sebesar Rp700 miliar atau 37% dari target 2024. “Pendapatan tersebut disumbang dari penjualan properti sebesar Rp474 miliar dan pendapatan berulang sebesar Rp226 miliar,” ujar Anhar Sudrajat. Lebih jauh dijelaskan Anhar, hingga saat ini perseroan terus melakukan pengembangan pada unit residensial berjalan dan mulai memasarkan proyek residensial baru sebagai proyek pengganti beberapa proyek berjalan yang akan habis, seperti Metland Cikarang dengan lahan seluas 182 HA. “Sejak dimulainya penjualan pada akhir tahun 2023 yang lalu, Metland Cikarang mendapatkan respon pasar sangat baik dari calon konsumen maupun masyarakat,” tambahnya. Selain itu, Perseroan juga melanjutkan pemasaran pada proyek residensial berjalan seperti, Metland Cyber Puri yang mulai memasarkan Cluster South Tresor dengan harga mulai Rp4 miliar hingga Rp8 miliar. Metland Puri memasarkan ruko yang cocok untuk usaha kuliner karena lokasinya didukung oleh komersial area Puri Juction yang sudah mulai beroperasi. Sementara Metland Menteng yang memasarkan cluster Costaria, Metland Transyogi yang tengah mempersiapkan cluster terbaru dan akan diluncurkan pada September mendatang hingga Metland Cibitung yang meluncurkan cluster Barcelona Cove dan cluster Havana Breeze.

Bukukan Laba Bersih Rp1,9 triliun, CTRA Bagikan Dividen Rp278 Miliar

ctra

Propertynbank.com – PT Ciputra Development Tbk dengan kode saham CTRA dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) secara hybrid yang diselenggarakan Selasa, 27 Juni 2023, di Ciputra Artpreneur Jakarta, telah menyetujui pembagian dividen tunai kepada pemegang saham total sebesar Rp278 miliar, atau Rp15 per saham. Dividen tunai ini merupakan sekitar 14,9% dari alokasi penggunaan laba bersih tahun buku 2022. Di tahun 2022, CTRA berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,9 triliun dari total pendapatan sebesar Rp9,1 triliun. Laba bersih tahun 2022 tersebut meningkat 7,4 persen jika dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya. Pendapatan tersebut diperoleh dari segmen pengembangan properti yang meliputi penjualan rumah hunian, ruko, apartemen, dan gedung perkantoran tercatat sebesar Rp7,2 triliun. Sedangkan pendapatan dari segmen pendapatan berulang yang meliputi pusat perbelanjaan, hotel, kantor sewa, dan rumah sakit mencapai Rp1,9 triliun. Perolehan laba bersih tahun 2022 merupakan rekor tertinggi yang pernah dicapai dalam sejarah perusahaan. Hal itu terjadi karena adanya komitmen dari seluruh manajemen dan karyawan Grup Ciputra dalam meningkatkan performa kerja di tengah tantangan pandemi Covid-19. Baca Juga : CTRA Bukukan Laba Bersih Rp1,7 triliun di 2021, Bagikan dividen sebesar Rp260 Miliar Selama tahun 2022 CTRA meluncurkan 2 proyek baru dan 13 klaster rumah/ruko baru di proyek yang telah berjalan. Proyek baru yang telah diluncurkan yakni CitraLand Tanjung Morawa Kota Deli Megapolitan di Sumatera Utara dan CitraLand City Kedamean di Jawa Timur. Klaster-klaster baru yang diluncurkan selama tahun 2022 meliputi Klaster Agate dan Klaster Tampak Siring di Citra Maja Raya, Klaster The Harbour dan Klaster The Conch di CitraGarden City Jakarta. Kemudian, Klaster Richmore di Citra City Balikpapan, Klaster Northwest Park Extension dan Klaster District 9 di CitraLand Surabaya, Ruko R1-Ruko R11-Ruko R23 di CitraLand Gama City Medan, Klaster Rochester & Extension di CitraLand Gama City Medan, Klaster Golden Avenue di CitraLand Losari City Makassar, Klaster Red Terracotta Phase 2 di CitraLand Tallasa City Makassar. Gencarnya peluncuran proyek baru dan klaster terjadi karena CTRA terus berupaya untuk tetap agresif menjaga momentum pertumbuhan bisnis dan memberikan manfaat bagi perekonomian daerah setempat. Direktur Utama CTRA Candra Ciputra menyampaikan bahwa Perseroan berhasil meraih marketing sales sebesar Rp3,4 triliun hingga triwulan 1-2023, atau telah mencapai 39% dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp8,9 triliun selama tahun 2023. Pencapaian selama triwulan 1-2023 ini naik sebesar 74% jika dibandingkan dengan triwulan 1-2022. “Kami optimistis tren positif ini dapat diteruskan hingga mencapai target marketing sales tahun 2023. Faktor pendukung yang kami miliki antara lain karena Ciputra memiliki reputasi sebagai perusahaan yang baik, jajaran manajemen yang berpengalaman, inovasi produk yang berkesinambungan, dan kesiapan dalam memasuki era bisnis digital,” ujar Candra Ciputra. Proyek Baru CTRA Sementata itu, Head of Investor Relations CTRA Aditya Ciputra Sastrawinata menyampaikan untuk mendukung pencapaian target marketing sales tahun 2023, CTRA meluncurkan proyek baru dan klaster baru di proyek yang sedang berjalan. Proyek baru pada tahun 2023 meliputi CitraGarden Serpong, CitraLand Sampali Kota Deli Megapolitan, CitraLake Villa, dan Citra City Sentul. Adapun klaster-klaster baru yang telah diluncurkan hingga triwulan 1-2023 meliputi Klaster Pelican Hill di CitraLand Surabaya,  Ruko One Arcade di CitraLand Surabaya, serta Orchard Avenue (R29) dan Orchard Avenue (R33) di CitraLand Gama City Medan. Baca Juga : CTRA Akuisisi 15 Persen Saham MTLA “Saat ini kami juga sedang menyiapkan rencana peluncuran klaster-klaster baru, antara lain di proyek CitraRaya Tangerang, Citra Sentul Raya, CitraLand Cibubur, dan CitraLand Gama City Medan. Kami optimistis bahwa setiap proyek dan klaster baru tersebut akan sukses karena produknya sangat diminati pasar. Kami terus mengkaji pengembangan produk baru dan menerapkan berbagai strategi penjualan agar bisa mencapai target tahun ini,” pungkas Aditya Ciputra Sastrawinata.

Pendapatan Usaha Intiland Kuartal I 2023 Tumbuh 174,3 Persen

intiland

Propertynbank.com – Kinerja usaha PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) selama kuartal I tahun 2023 tercatat cukup baik. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2022, disebutkan bahwa pendapatan usaha Intiland mengalami peningkatan hingga 174,3 persen. Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono menjelaskan, Manajemen Perseroan menilai kondisi dan prospek usaha di tahun ini masih cukup menantang. Perseroan menyadari bahwa untuk meningkatkan kinerja usaha perlu upaya sungguh-sungguh dari seluruh organperusahaan, termasuk dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. Perseroan menghargai setiap umpan balik, saran, dan masukan yang diberikan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dari para konsumen loyal yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan usaha Intiland. “Kinerja usaha Perseroan selama kuartal I tahun 2023 cukup baik. Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir 31 Maret 2023, Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,54 triliun. Jumlah tersebut naik Rp981 miliar atau melonjak 174,3 persen dibandingkan pencapaian kuartal I tahun 2022 sebesar Rp562,5 miliar,” ujar Archied pada konferensi pers RUPST 2023 Intiland di Intiland Tower, Jakarta, Rabu (24/05). Baca Juga : Intiland dan Intiwhiz Hadirkan Whiz Luxe Hotel Spazio Surabaya Dijelaskan Archied, peningkatan pendapatan usaha tersebut terutama ditopang oleh adanya pengakuan penjualan dari segmen pengembangan mixed-use & high rise, khususnya dari apartemen Fifty Seven Promenade. Selain itu, peningkatan tersebut juga dikontribusi dari segmen pengembangan lainnya, seperti kawasan perumahan, kawasan industri, dan properti investasi. “Pendapatan usaha meningkat signifikan terutama karena adanya pengakuan penjualan apartemen Fifty Seven Promenade yang sudah proses serah terima,” kata dia. Pendapatan dari pengembangan (development income) masih memberikan kontribusi terbesar, mencapai Rp1,36 triliun atau 88,3 persen dari keseluruhan. Jumlah tersebut melonjak 246,5 persen dibanding perolehan kuartal I tahun 2022 senilai Rp393,4 miliar. Pendapatan pengembangan diperoleh dari tiga segmen yakni mixed-use & high rise, kawasan perumahan, dan kawasan industri. Sumber pendapatan usaha berikutnya bersumber dari pendapatan berkelanjutan (recurring income) yang diperoleh dari segmen properti investasi. Sumber pandapatan usaha ini tercatat memberikan kontribusi Rp180 miliar atau sebesar 11,7 persen dari keseluruhan. Pendapatan dari recurring income mengalami kenaikan 6,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp169,1 miliar. Kontribusi Terbesar Pendapatan Intiland Archied menjelaskan ditinjau dari segmen pengembangan proyek, pendapatan dari segmen mixed-use & high rise memberikan kontribusi terbesar yakni mencapai Rp1,18 triliun, atau 76,8 persen. Kontribusi tersebut meningkat sebesar 877,5 persen dibandingkan kuartal I tahun 2022 senilai Rp121,3 miliar. Kontributor berikutnya berasal dari segmen properti investasi sebesar Rp180 miliar atau 11,7 persen dari keseluruhan. Pendapatan dari segmen ini mengalami kenaikan 6,5 persen dibandingkan perolehan kuartal I tahun 2022 senilai Rp169,1 miliar. Baca Juga : Diikuti 17 Proyek Properti, DILD Gelar Intiland Specta Fair 2023 Segmen pengembangan kawasan perumahan mencatatkan kontribusi sebesar Rp134,1 miliar atau 8,7 persen dari keseluruhan. Kontribusi dari segmen ini menurun 19,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu senilai Rp166,1 miliar. Kontributor berikutnya berasal dari segmen kawasan industri yang menyumbang pendapatan usaha Rp43,4 miliar atau 2,8 persen dari total. Jumlah tersebut mengalami penurunan 59 persen persen dibanding kuartal I tahun 2022 senilai Rp106 miliar. Archied menuturkan pertumbuhan pendapatan usaha merupakan pencapaian yang cukup baik di tengah kondisi dan tantangan di sektor properti nasional. Perseroan terus berupaya untuk menjaga tren pertumbuhan tersebut melalui pengembangan dari proyek-proyek berjalan maupun melalui proyek baru. Peningkatan pendapatan usaha tersebut juga telah mendorong meningkatnya kinerja profitabilitas Perseroan. Laba kotor Intiland tercatat mencapai Rp746,7 miliar, atau naik 255,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba usaha dan laba tahun berjalan masing-masing sebesar Rp663,9 miliar dan Rp391,7 miliar, atau mengalami peningangkatan 407,5 persen dan 492,9 persen. “Laba bersih triwulan I tahun ini sebesar Rp30,4 miliar, atau membaik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang masih mengalami rugi bersih Rp72,7 miliar. Sebagian besar porsi laba tahun berjalan yang kami bukukan, diatribusikan ke kepentingan non-pengendali sebesar Rp361,3 miliar,” tutup Archied.

Hasil RUPST 2023 Bank Danamon, Daisuke Ejima Gantikan Yasushi Itagaki Jadi Direktur Utama

Danamon

Propertynbank.com – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Perseroan) yang dilaksanakan pada 31 Maret 2023 antara lain menyetujui Laporan Tahunan serta Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2022, Penetapan Penggunaan Laba Perseroan tahun buku 2022, dan Perubahan Komposisi Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. RUPST menyetujui pembayaran dividen tahun buku 2022 sebesar 35% dari Laba Bersih Perseroan atau Rp1.155.809.900.000 atau Rp118,26 per lembar saham. Yasushi Itagaki, Direktur Utama Danamon mengatakan, sepanjang tahun 2022, Danamon berhasil membukukan pertumbuhan profitabilitas yang positif. Pertumbuhan ini didukung dengan ketahanan dan kesehatan bank yang terus berkembang, inovasi yang terus dilakukan pada TI, produk, serta branding, pengembangan sumber daya internal, dan tentunya pelayanan dan dukungan kepada nasabah yang terus mengalami perbaikan. “Kunci dari pertumbuhan ini juga didukung oleh kolaborasi Danamon, Adira Finance, dan MUFG. Sebagai sebuah grup, kami menggabungkan kekuatan masing-masing untuk saling mendukung secara keseluruhan. Kami memiliki aspirasi yang sama untuk memberikan solusi keuangan yang komprehensif di seluruh segmen dan rantai bisnis, termasuk ekosistem industri otomotif dan pengembang properti,” kata dia. Baca Juga : Danamon Luncurkan Flazz Manchester United Danamon, ujarnya, berkomitmen untuk mengembangkan organisasi yang memprioritaskan kepentingan seluruh pemangku kepentingan. Hal ini selaras dengan prinsip Danamon yaitu menyediakan solusi keuangan yang dibutuhkan nasabah agar mereka dapat memegang kendali atas kebutuhan dan tujuan keuangan mereka Perseroan akan terus berupaya untuk meningkatkan imbal hasil bagi para pemegang saham dengan berfokus pada pembagian dividen dalam mewujudkan keseimbangan optimal antara dukungan modal kuat dengan investasi strategis untuk pertumbuhan. Perubahan Direksi Bank Danamon Dalam RUPST ini juga diumumkan sejumlah perubahan Komposisi Anggota Dewan Komisaris dan Direksi. Daisuke Ejima diangkat sebagai Direktur Utama Perseroan menggantikan Yasushi Itagaki yang mengakhiri masa jabatannya sebagai Direktur Utama Perseroan. Yasushi Itagaki selanjutnya diangkat sebagai Komisaris Utama Perseroan. Selain itu Halim Alamsyah diangkat sebagai Wakil Komisaris Utama (Independen) Perseroan. RUPST Danamon tahun ini tetap dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan dan mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan juga memperhatikan keselamatan pemegang saham sebagai pemangku kepentingan Perseroan.

Bukukan Laba Bersih Ciputra Development Bagi Dividen Rp157,5 Miliar

PROPERTI : Perusahaan properti PT. Ciputra Development Tbk, Kamis 29 Juli 2021, melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) secara elektronik di Ciputra  Artpreneur Jakarta. RUPST telah menyetujui pembagian dividen tunai kepada pemegang saham total  sebesar Rp 57,5 miliar, atau Rp8,50 per saham. Dividen tunai ini sekitar 12% dari alokasi penggunaan laba bersih tahun buku 2020. [irp] Perusahaan properti dengan kode saham CTRA tersebut, pada tahun 2020 mencatatkan  laba bersih sebesar Rp 1,3 triliun, dari total pendapatan sebesar Rp 8 triliun. Pendapatan tersebut diperoleh dari segmen pengembangan  properti yang meliputi penjualan rumah hunian, ruko, tanah, apartemen, dan gedung perkantoran tercatat   sebesar Rp6,5 triliun.  Sedangkan pendapatan dari segmen pendapatan berulang yang meliputi pusat perbelanjaan, hotel, sewa kantor, dan rumah sakit mencapai Rp 1,4 triliun. [irp] Kemudian sepanjang tahun 2020, CTRA telah meluncurkan beberapa proyek dan klaster baru, yakni Mal Ciputra Tangerang, Klaster Ayodya, Seminyak, Benoa, Champa, Villa Kuta Indah, dan Villa Nusa Indah di proyek Citra Maja Raya, Klaster Elecio di proyek Citra Garden Puri Jakarta, Klaster Avante, Viale, Ruko Academia, dan Fountain di proyek CitraRaya Tangerang, Tower Lotus di CitraGarden City Jakarta, Delft Shop Office di CitraLand City Losari Makassar, Klaster Orinoco, Rhine dan Tiber di  proyek Citra Sentul Raya,  serta Klaster  Red Terracotta  di proyek  CitraLand  Tallasa  City Makassar.  Hal  itu  diyakini  dapat menjaga stabilitas pendapatan CTRA dan memberikan manfaat  bagi perekonomian wilayah daerah setempat. Direktur Utama CTRA, Candra Ciputra menyampaikan bahwa marketing sales selama  semester 1-2021 mencatatakan nilai sebesar Rp3,6 triliun, atau telah mencapai 61% dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp5,9  triliun. [irp] “Pencapaian selama semester 1-2021 ini naik sebesar 77%, jika dibandingkan  dengan semester 1-2020. Kami optimistis tren positif ini dapat diteruskan hingga mencapai target marketing sales tahun 2021. Faktor pendukung yang kami miliki, antara lain karena telah membangun reputasi perusahaan yang baik, tata kelola manajemen  yang berpengalaman, kajian mendalam terhadap minat pasar, didukung kesiapan tim digital  marketing, inovasi pengembangan konsep produk yang ditawarkan, serta tak lupa didukung pula oleh berbagai insentif kebijakan Pemerintah,” demikian disampaikan Candra Ciputra dalam keterangan persnya. [irp] Sementara itu, Direktur Perseroan sekaligus Sekretaris Perusahaan Tulus Santoso menambahkan, untuk mendukung pencapaian target marketing sales tahun 2021,  CTRA telah meluncurkan 2 proyek baru yakni proyek apartemen CitraLand Mark  Ciracas seluas 7 hektar di Jakarta Timur dan proyek residensial CitraLand Puncak Tidar seluas 32 hektar di Malang.  Selain itu, Perseroan juga meluncurkan klaster baru di proyek yang sedang berjalan  yakni Klaster Neo Paloma, Andora, Faraday, dan Girona di proyek CitraRaya Tangerang,  Klaster Monterrey di proyek CitraLand Cibubur, Klaster Resvara di proyek Ciputra  Beach Resort (Bali), Klaster Spring Dale di CitraGarden City Malang, Klaster Volga di Citra Sentul Raya, Klaster Taman Kuta Indah di Citra Maja Raya, dan Klaster Clarke  Quay di CitraLand Gama City Medan. [irp] “Peluncuran proyek dan klaster baru tersebut sukses karena produknya sangat diminati  pasar. Kami akan terus mengkaji pengembangan konsep produk baru dan menerapkan   strategi penjualan digital untuk mencapai target tahun ini,” papar Tulus Santoso.

Bukukan Laba Rp48 Miliar Waskita Realty Rombak Jajaran Direksi & Komisaris

Properti : Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun buku 2020, PT Waskita Karya Realty (Waskita Realty) yang digelar di Jakarta, (24/6/2021). Secara resmi anak perusahaan PT Waskita Karya ini mengumumkan telah membukukan laba bersih sebesar Rp 48 miliar dengan pendapatan usaha sebesar Rp 477,41 miliar. Vice President Corporate Secretary Waskita Realty Wirandoni Herlambang  menjelaskan  Sepanjang 2020, Waskita Realty membukukan laba bersih pada 2020 sebesar Rp 48 miliar, dengan pendapatan usaha sebesar Rp 477,41 miliar. [irp] Waskita Realty sepanjang 2020 mencatatkan peningkatan kinerja keuangan pada total aset sebesar 5%. “Selama tahun 2020 Waskita Realty juga melakukan penetrasi pasar melalui pengembangan proyek-proyek yang meliputi Vasaka The Reiz Condo di Medan, Yukata Suites di Alam Sutera, Tangerang, dan lainnya,” paparnya melalui siaran pers yang diterima meja redaksi. Rapat umum pemegang saham Waskita Realty kali ini juga menyetujui adanya perubahan susunan pengurus perseroan, yaitu dengan pengangkatan I ketut Pasek Senjaya Putra sebagai Komisaris Utama Perseroan dan Luki Theta Handayani sebagai Komisaris. Selain itu RUPS juga menyetujui untuk menunjuk Direktur Utama Waskita Realty yaitu Eri Prananto dan menunjuk Direksi Baru lainnya yaitu Ghozy Perdana. [irp] Sepanjang tahun 2020 Waskita Realty berhasil melakukan penetrasi pasar melalui pengembangan proyek, seperti Vasaka The Reiz Condo, Yukata Suites, Vasaka Nines, Vasaka Solterra, 88 Avenue, Waskita Rajawali Tower, Vasaka Bali, Teraskita Hotel, Service Apartment The Reiz Suite, serta kepemilikan cadangan lahan di Kabupaten Bekasi seluas 350 ha. [irp] Berikut Jajaran Komisaris dan Direksi : Dewan Komisaris: Komisaris Utama : I Ketut Pasek Senjaya Putra Komisaris : Luki Theta Handayani Komisaris : Bane Raja Manalu Komisaris : Sukmawati Sukarno Komisaris : Wiranto Direksi: Direktur Utama : Eri Prananto Direktur : Dimas Ricky Wahyu Adityo Direktur : Ignatius Joko Herwanto Direktur : Anak Agung Gede Oka Direktur : Ghozy Perdana   (*Adrian P)

Bukukan Laba Bersih Senilai Rp27,13 triliun, BCA Angkat Direktur Baru

Perbankan : PT Bank Central Asia Tbk,  menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Menara BCA Grand Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta. RUPS kali ini mengagendakan beberapa hal penting diantaranya soal persetujuan atas laporan tahunan termasuk laporan keuangan perseroan dan laporan tugas pengawasan dewan komisaris perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020. Rapat yang dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2021 ini, menetapkan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020. “perseroan telah menetapkan bahwa penggunaan laba bersih perseroan akan diusulkan untuk disisihkan sebagai dana cadangan, pembagian dividen tunai, dan sisa laba bersih yang tidak ditentukan penggunaannya akan dicatat sebagai laba ditahan,” demikian disebutkan dalam keterangan persnya. [irp] Tidak kalah penting dalam RUPS tersebut yakni mengenai berakhirnya masa jabatan, serta pengangkatan anggota dewan komisaris dan direksi perseroan. Masa jabatan anggota dewan komisaris dan direksi perseroan yang saat ini menjabat akan berakhir pada saat ditutupnya RUPST yang akan diselenggarakan tahun 2021 ini. Dalam keterangan pers tersebut terungkap, sepanjang 2020, BBCA membukukan laba bersih senilai Rp27,13 triliun, turun 5,14% secara year on year. Berdasarkan catatan Bisnis, dividen payout ratio BBCA terus meningkat selama periode tahun buku 2016-2019. [irp] Sementara, Dividen payout ratio untuk tahun buku 2019 sebesar 47,9%, lebih tinggi dari tahun buku 2018 sebesar 32,4% dan tahun buku 2017 sebesar 27%. Berikutnya, dividen payout ratio untuk tahun buku 2016 sebesar 23,9%. Agenda lainnya, yakni terkait berakhirnya masa jabatan, serta pengangkatan anggota dewan komisaris dan direksi perseroan. Masa jabatan anggota dewan komisaris dan direksi perseroan yang saat ini menjabat akan berakhir pada saat ditutupnya rapat umum pemegang saham tahunan perseroan yang diselenggarakan pada tahun 2021. [irp] Sehubungan dengan hal tersebut akan diusulkan kepada rapat agar rapat memutuskan penegasan berakhirnya masa jabatan serta pengangkatan anggota dewan komisaris dan direksi perseroan. Dalam RUPST ini, BCA mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya serta mengucapkan terima kasih kepada Henry Koenaifi dan Erwan Yuris Ang atas pengabdian selama menjadi Direktur Perseroan pada periode sebelumnya. [irp] RUPST juga mengangkat John Kosasih dan Frengky Chandra Kusuma sebagai Direktur Perseroan untuk melengkapi kapabilitas manajemen BCA dalam mengembangkan bisnis perseroan menghadapi dinamika bisnis ditengah kompetisi ketat di masa mendatang. (AP)  

Haru Koesmahargyo Jadi Direktur Utama Bank BTN, Nixon Wadirut

PERBANKAN – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu (10/3) dengan sejumlah agenda, salah satunya penunjukkan jajaran pengurus baru manajemen perseroan. Pemegang saham memutuskan memberhentikan dengan hormat Pahala Nugraha Mansury selaku Direktur Utama Bank BTN dan Yossi Istanto dari posisi sebagai Direktur Human Capital, Legal, and Compliance. RUPST juga memutuskan mengangkat Haru Koesmahargyo sebagai Direktur Utama Bank BTN. Pemegang saham juga mengangkat Nofry Rony Poetra sebagai Direktur Finance, Planning, and Treasury dan Eko Waluyo selaku Direktur Compliance and Legal. [irp] RUPST Bank BTN 2020 juga mengangkat Iqbal Latanro sebagai Wakil Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Corporate Secretary Bank BTN Ari Kurniaman mengatakan, perseroan menyambut positif susunan pengurus yang baru tersebut. Bisnis BTN, lanjutnya, akan tetap berjalan normal dengan tetap mendukung program perumahan nasional sebagai core business Bank BTN. [irp] Selain itu, Ari mengungkapkan Bank BTN juga akan terus berinovasi agar dapat meningkatkan pembiayaan di sektor perumahan. Apalagi, sektor perumahan memiliki multiplier effect terhadap 174 sektor lainnya, sehingga dapat menjadi lokomotif pendorong perbaikan ekonomi nasional. “Kami optimistis jajaran baru ini juga akan solid membawa Bank BTN mendukung program pemerintah yakni Sejuta Rumah dan PEN [Pemulihan Ekonomi Nasional].” Berikut susunan Komisaris dan Direksi baru Bank BTN: Komisaris Komisaris Utama                            : Chandra Hamzah Wakil Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen   : Iqbal Latanro Komisaris                                          : Eko Djoeli Heripoerwanto Komisaris                                          : Heru Budi Hartono Komisaris                                          : Andin Hadiyanto Komisaris                                          : Armand Bachtiar Arief Komisaris Independen                  : Ahdi Jumhari Luddin Direksi Direktur Utama                                                            : Haru Koesmahargyo Wakil Direktur Utama                                                 : Nixon LP Napitupulu Direktur Consumer and Commercial Lending      : Hirwandi Gafar Direktur Finance, Planning, and Treasury              : Nofry Rony Poetra Direktur Compliance and Legal                                : Eko Waluyo Direktur Wholesale Risk and Asset Management : Elisabeth Novie Riswanti Direktur Operation, IT, and Digital Banking  : Andi Nirwoto Direktur Distribution and Retail Funding                               : Jasmin Direktur Risk Management and Transformation   : Setiyo Wibowo

Penjualan Rp 2 Triliun, Ciputra Development Sebar Dividen Rp 8 per saham

PROPERTI – Emiten properti, PT Ciputra Development Tbk. dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), akhirnya menyetujui untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 148,3 miliar, atau Rp 8 per saham dari total laba bersih tahun buku 2019 sebesar Rp 1,2 triliun. Dividen tunai dari Ciputra Development (CTRA) akan dibayarkan pada 3 September 2020. “Pada RUPST CTRA juga menyetujui pengangkatan Dian Sumeler sebagai Komisaris Utama Perseroan dan Tanan Herwandi Antonius sebagai Komisaris Perseroan,” kata Direktur Utama CTRA, Candra Ciputra, pada Kamis (30/07/2020). [irp] RUPST juga menyetujui pengangkatan Dian Sumeler sebagai Komisaris Utama Perseroan, dan Tanan Herwandi Antonius sebagai Komisaris Perseroan. Sepanjang 2019, Ciputra Development mencatat total pendapatan sebesar Rp 7,6 triliun. Perolehan itu berasal dari segmen pengembangan properti. Yang meliputi penjualan rumah hunian, ruko, tanah, apartemen, dan gedung perkantoran, dengan total sebesar Rp 5,7 triliun. Sedangkan, pendapatan dari segmen pendapatan berulang, yang meliputi pusat perbelanjaan, hotel, sewa kantor, dan rumah sakit, mencapai Rp 1,9 triliun. [irp] Selama 2019 Ciputra Development telah meluncurkan tiga proyek residensial baru yakni Citra Sentul Raya, CitraLand Driyorejo CBD, dan CitraGarden Puri Jakarta. Posisi Ciputra Development diklaim bisa semakin kokoh di bisnis properti nasional dan memberikan manfaat bagi perekonomian. Candra menyampaikan nilai penjualan semester pertama 2020, mencapai Rp 2 triliun. Capaian selama periode itu turun 16,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu akibat dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkait meluasnya dampak penyebaran Covid-19, Ciputra Development optimistis melihat tren bulanan. [irp] Marketing sales di bulan Juni yang nilainya sebesar Rp 412 miliar, menurut Candra, sudah menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dibanding bulan Mei yang sebesar Rp 310 miliar. Terlebih bila dibandingkan dengan kondisi bulan April yang sebesar Rp 154 miliar. “Ciputra Development berharap tren positif ini dapat diteruskan, sampai akhir tahun 2020 demi mencapai target marketing sales, yang saat ini mencapai Rp 4,5 triliun,” pungkas Candra. Pada 2017 yang lalu, CTRA melakukan penggabungan usaha dengan anak-anak perusahaannya, seperti PT Ciputra Surya Tbk dan PT Ciputra Property Tbk. [irp] Sekedar informasi, harga saham CTRA sempat mengalami penurutan yang tajam di masa pandemic ini. Pada 2 April 2020 lalu, saham CTRA mencapai titik terendahnya yakni Rp 412/ lembar saham. Adapun rencana jadwal pembagian dividen sebagai berikut: Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 10 Agustus 2020 Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 11 Agustus 2020 Cum dividen di pasar tunai: 12 Agustus 2020 Ex dividen di pasar tunai: 13 Agustus 2020 Recording date: 12 Agustus 2020 Pembayaran dividen: 3 September 2020 (Artha Tidar)