Kebijakan Ini Bisa Buat Gen Z dan Milenial Punya Rumah

Propertynbank.com – Apa kabar pembaca yang kami cintai. Semoga bisnis Anda semakin berjaya dalam segala cuaca dan kondisi. Pembaca, usai resuflle kabinet, suasana berbeda sangat terasa dalam perkembangan bisnis, termasuk industri properti. Sejumlah insentif dan pemotongan pajak dilakukan oleh pemerintah agar ekonomi bergerak maju. Mulai dari BPHTB gartis untuk rumah subsidi, sampai pada Ppn di tanggung pemerintah yang diperpanjang sampai akhir tahun 2026. Idealnya, Pemda juga bisa mengikutinya berbagai kebijakan pusat ini. Muncul wacana, Pemrov perlu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dengan membuat Gen Z dan Milenial bisa lebih dekat punya rumah. Salah satunya, Pemprov DKI bisa menurunkan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dari 5% jadi 2,5% untuk pembelian rumah sampai maksimal Rp10 miliar. Artinya, dengan begitu beban pajak beli rumah yang disiapkan Gen Z jadi lebih ringan, peluang emas buat generasi muda yang selama ini sering “nyerah” duluan karena biaya tambahan yang tinggi. Baca Juga : Kisah Perjalanan Angga Budi Kusuma, Dari Titik Nol Menapaki Tangga Sukses Selain membantu Gen Z dan milenial meraih rumah pertamanya, kebijakan ini juga jadi dorongan segar bagi sektor properti Jakarta: dari developer, perbankan, sampai industri pendukung. Semoga pasar kembali bergairah, dan impian punya hunian sendiri makin realistis! Pembaca, edisi ini Property&Bank mengangkat cover story, Perumda Pembangunan Sarana Jaya Menjawab Tantangan, Membangun Harapan Masa Depan Ibukota Jakarta. Tim redaksi melakukan interview langsung dengan Andira Reoputra, Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya. Beliau sukses melakukan transformasi mulai dari pengelolaan aset hingga pengembangan bisnis inovatif. Andira juga terus mengembangkan inovasi serta kreativitas untuk memompa bisnis-bisnis Perumda Pembangunan Sarana Jaya untuk kepentingan ekonomi hijau berkelanjutan. Dia memastikan bahwa pembangunan kawasan perkotaan akan lebih baik ke depan. Selain cover story, masih banyak sejumlah artikel dan info menarik seputar industri properti, perbankan, bahan bangunan dan info produk lainnya. Dapatkan majalah digitalnya di Graha Jurnalis https://share.google/DYqQyvF9UfRam9T5s dan https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/property-bank/ed-207-2025. Ir. H. Indra Utama, M.Pwk, IPU CEO Journalist Media Network (JMN)
Sarana Jaya Mulai Bangun Warna Fine Living, Hunian Eksklusif di Selatan Jakarta

Propertynbank.com – Perumda Pembangunan Sarana Jaya memulai pembangunan Warna Fine Living, sebuah hunian tapak luxury berkonsep modern-resort dengan desain yang compact di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Lokasinya sangat strategis sehingga mudah diakses dari berbagai arah. Dimulainya pengembangan perumahan ini ditandai dengan seremonial groundbreaking yang dilaksanakan hari ini, Kamis (31/10) di lokasi proyek. Adapun kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah DKI Jakarta serta perangkat Pemerintah Kota Tangerang Selatan, insan korporasi properti, mitra kerjasama dan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Direktur Utama Sarana Jaya, Andira Reoputra mengatakan, pihaknya melihat bahwa permintaan terhadap hunian tapak yang nyaman dan strategis di wilayah Selatan Jakarta cukup tinggi, sehingga mendorong Sarana Jaya meluncurkan Warna Fine Living. Perumahan ini juga merupakan bagian dari komitmen Sarana Jaya untuk menghadirkan hunian tapak berkualitas di kawasan Selatan Jakarta yang sedang berkembang pesat. Baca Juga : Kembangkan Portofolio Bisnis, Sarana Jaya Luncurkan Produk Cat Warna Jaya Paint “Warna Fine Living akan memberikan nilai tambah signifikan bagi kawasan Ciputat. Kami sangat bangga meluncurkan proyek ini. Warna Fine Living adalah bukti nyata komitmen kami untuk menyediakan hunian exclusive di selatan jakarta yang tidak hanya nyaman tetapi juga memiliki nilai investasi tinggi,” ujar Andira di sela-sela groundbreaking tersebut. Warna Fine Living tepatnya berada di Jl. Ir H. Juanda, Cempaka Putih, Ciputat, dengan akses mudah menuju pusat bisnis dan berbagai fasilitas umum. Warna Fine Living memiliki akses transportasi terintegrasi, termasuk jalur Transjakarta, stasiun MRT Lebak Bulus berjarak 3 km dari lokasi hunian, serta kemudahan akses menuju pintu gerbang tol, yang menjadi daya tarik tersendiri untuk menunjang mobilitas penghuni menuju Jakarta dan wilayah sekitarnya. Menurut Andira, dengan total lahan seluas kurang lebih 1 hektar, Warna Fine Living akan dikembangkan dalam beberapa fase, dengan fase pertama mencakup pembangunan 53 unit rumah tapak dan 10 unit SOHO (Small Office Home Office) di atas lahan 8.655 m². Dikatakan Andira, setelah dilaksanakannya groundbreaking ini, Warna Fine Living ditargetkan akan melakukan open house pada awal tahun 2025. Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan pemasaran dan penjualan hunian sudah dimulai pada hari ini, yang mana menjadi concern Sarana Jaya selaku pengembang, untuk dapat mencapai target. Baca Juga : Konsisten Terapkan Prinsip GCG, Sarana Jaya Raih Penghargaan TOP GRC Awards 2024 Sementara itu, Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Joko Agus Setyono sangat mendukung pengembangan yang dilakukan oleh Sarana Jaya tersebut. Proyek ini sangat penting terutama bagi masyarakat dan pembangunan kawasan. Oleh karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi langkah Sarana Jaya dalam menghadirkan Warna Fine Living. “Proyek ini tidak hanya memenuhi kebutuhan hunian yang berkualitas, tetapi juga berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi wilayah Tangerang Selatan dan DKI Jakarta,” tegasnya. Tipe Hunian Warna Fine Living Terkait dengan tipe hunian, General Manager Proyek Warna Fine Living, Ivan Junanda menjelaskan bahwa proyek ini menawarkan beberapa tipe luxury yakni Violet Homes, yang meliputi Amethyst dan Iris, serta unit SOHO. Setiap tipe didesain dengan konsep arsitektur modern resort yang dirancang oleh AYYA Arsitek, lingkungan hijau, serta kemudahan akses ke berbagai fasilitas. Dengan desain hunian yang compact, Warna Fine Living dapat menjadi pilihan ideal untuk keluarga dan profesional yang mendambakan hunian modern dan berkelas. Baca Juga : Sarana Jaya dan Kepolisian Daerah Metro Jaya Kerjasama Pemakaian Lahan di Jakarta Pusat Melalui proyek ini, kata Ivan, Sarana Jaya berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Proyek ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pengembangan kawasan sekitarnya dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan hunian berkualitas dan berkelas di lokasi strategis,” ungkapnya. Konsep SOHO Andira Reoputra menegaskan, pihaknya telah mengkaji dan melakukan studi dimana saja aset-aset yang dapat dioptimalkan untuk mendorong pendapatan perusahaan, salah satunya lahan di Ciputat, Tangerang Selatan, yang lokasinya berbatasan dengan Jakarta. Mempertimbangkan lokasinya yang berada di Jalan Utama Lintas Propinsi, sudah ditunjang keberadaan halte busway Transjakarta, serta ke akses Stasiun MRT di dekat perumahan, maka lokasi Warna Fine Living bisa dibilang sangat premium. “Atas dasar itulah, atas persetujuan Pemprov DKI Jakarta kami kembangkan hunian tapak komersil ekslusif dengan konsep modern resort untuk segmen menengah ke atas di lahan ini,” jelas Andira. Andira menyebutkan, pada tahap 1 di Warna Fine Living akan dibangun hunian eksklusif sebanyak 53 unit rumah dan kawasan komersial berupa SOHO (Small Office-Home Office). Ada dua tipe yang dipasarkan yakni Tipe Amethyst dengan ukuran 7×12 meter persegi dan Tipe Irish berukuran 6×11 meter persegi. Seluruh tipe merupakan rumah tiga lantai dan setiap unit dilengkapi dengan fasilitas rooftop di lantai teratas. Baca Juga : Tingkatkan Layanan Pertanahan, Sarana Jaya dan BPN DKI Jakarta Jalin Kerjasama “Harga jual sangat bersaing, untuk penawaran awal (early bird) ini kami tetapkan harganya mulai dari Rp2,9 miliaran hingga Rp3,7 miliaran,” sebutnya. Sarana Jaya menjanjikan unit rumah contoh (show unit) di Warna Fine Living sudah dapat dilihat langsung oleh para calon konsumen, dan open house perdana ditargetkan mulai awal 2025. Andira Reoputra meminta dukungan dari para stakeholder terutama Pemprov DKI dan DPRD DKI untuk suksesnya penjualan dan pembangunan Warna Fine Living. Menurut Joko Agus Setyono, langkah bisnis yang dilakukan Sarana Jaya sangat tepat dan berharap target pembangunan proyek perumahan ini bisa sesuai target. Joko Agus menjelaskan, BUMD bisa menjalankan dua fungsi utamanya yakni fungsi pelayanan dan fungsi bisnis. Fungsi bisnis diantaranya harus melakukan upaya-upaya yang bisa mendatangkan keuntungan bagi perusahaan termasuk mengoptimal aset-aset yang dimiliki. Saat ini Sarana Jaya memiliki total aset sekitar 80 hektar dan cadangan lahan (land-bank) sekitar 45 hektar yang tersebar di Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Dukung Program 3 Juta Rumah Warna Fine Living merupakan proyek hunian perdana yang dikembangkan Sarana Jaya. Sebelumnya, perusahaan daerah ini telah membangun hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) berupa apartemen terjangkau di Cilangkap dan Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Baca Juga : Bos Sarana Jaya Dilantik Jadi Presiden EAROPH Indonesia 2024 – 2026 “Kami telah membangun hunian berupa rumah vertikal untuk ikut mengatasi backlog perumahan. Diantaranya apartemen di Cilangkap dan Pondok Kelapa. Sarana Jaya atas arahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus bertugas untuk menyediakan perumahan dan hunian bagi masyarakat. Kami siap memberikan dukungan kepada pemerintah baru di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran yang mencanangkan progran 3 juta rumah,” pungkas Andira Reoputra.
Komitmen Hijaukan Jakarta, Sarana Jaya Inisiasi Program Bagi, Tanam, Rawat
UMUM — Memperingati Hari Sejuta Pohon tanggal 10 Januari lalu, Perumda Sarana Jaya, menunjukan komitmennya untuk berpartisipasi aktif menurunkan emisi gas rumah kaca dengan megninisiasi gerakan ‘Bagi, Tanam, Rawat’. Salah satu BUMD DKI Jakarta ini, membagikan 2.021 tanaman dengan daya serap polutan tinggi. Tanaman ini diberikan kepada berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pemerintah Daerah DKI Jakarta, BUMD DKI Jakarta, penghuni Proyek Nuansa Pondok Kelapa Hunian DP 0 Rupiah, hingga komunitas lingkungan di Jakarta. [irp] Direktur Utama Sarana Jaya Yoory C. Pinontoan mengatakan, sebagai BUMD DKI Jakarta, pihaknya terus berkomitmen tehadap keberlanjutan lingkungan. “Kami terus menaruh kepedulian pada keselamatan lingkungann sesuai dengan SDG poin ke-11, yaitu kota dan komunitas yang berkelanjutan, untuk menciptakan ruang tinggal yang lebih berkualitas bagi warga Jakarta, dimulai dari proyek-proyek kami berada,” ujarnya Melalui gerakan ini, Perumda Sarana Jaya membagikan 2.021 tanaman dalam ruang dengan daya serap polutan tinggi, seperti: Lidah mertua (Sansevieria), Sri Rejeki (aglaonema) dan Lili perdamaian (Spathiphyllum wallisii). Tanaman ini diberikan kepada pemerintah daerah DKI Jakarta untuk sarana prasananya sebanyak 171 paket, kepada penghuni proyek Proyek Nuansa Pondok Kelapa Hunian DP 0 Rupiah untuk ditaruh didalam ruang sebagai 450 paket, dan kepada komunitas lingkungan di Jakarta seperti Lindungi Hutan, Sustainable Indonesia, Jakarta Berkebun, Kebun Pahlawan, Indonesia Indah Foundation, Rumah Bumi, Komunitas Gerakan Pancoran Menanam dan Kelompok Tani Melati dengan total 1.400 paket tanaman untuk disebarkan atau ditanamkan disekitar lokasi operasi komunitas. [irp] Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan apresiasi kepada Sarana Jaya atas gerakan ini dan menunjukkan komitmennya memegang teguh prinsip 3P: People, Profit, dan Planet; terus mengedepankan keselamatan lingkungan dalam pelaksanaan bisnisnya. Annies berharap gerakan ini membangun kesadaran seluruh dalam merawat dan melestarikan lingkungan DKI Jakarta. “Saya berterima kasih kepada Perumda Sarana Jaya yang terus bergerak bersama mewujudkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30% pada 2030 yang sudah tercapai 26% pada tahun ini. Saya berharap kegiatan ini kedepannya dapat diikuti oleh seluruh warga DKI Jakarta agar jangkauan meluas diseluruh kawasan,” jelas Anies. [irp] Perumda Sarana Jaya mengajak masyarakat dan komunitas yang telah berpartisipasi dalam program ini untuk terus merawat tanaman yang telah diberikan. “Gerakan ini tidak akan dapat berhasil dan berkelanjutan apabila tidak didukung oleh masyarakat. Kami berharap tanaman yang telah kami bagikan dapat dirawat untuk mempercantik ruang tinggal Anda, serta bersama menjaga merawat lingkungan dan alam sekitar kita,” pungkas Yoory.