Tawarkan 2 Proyek Perumahan, Triyasa Hadir di Indonesia Properti Expo 2022
Propertynbank : Sejumlah lembaga konsultan properti, memprediksikan Tahun 2022 menjadi awal bergairahnya kembali sektor properti di Indonesia. Beberapa indikator terkait kebijakan dan regulasi dari pemerintah menjadi angin segar bagi industri properti nasional. Disisi lain pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kembali cerah di tahun ini juga menjadi pemicu optimisme para pelaku bisnis properti. Salah satunya PT Triyasa Propertindo, anak usaha dari MahaDasha, yang memasarkan perumahan Samira Residence, Sentul dan Samira Regency, Bekasi. Direktur PT Triyasa Propertindo, Andrie Gotama memaparkan, sejumlah lembaga internasional di antaranya International Monetary Fund (IMF) meramalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2022 akan mencapai 5,9%, lebih tinggi dibanding 2021 lalu yang sebesar 3,2%. Standard & Poor juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2022 diperkirakan mencapai 5,6%, lebih tinggi dari 2021 yang sebesar 3,4%. Karena itu Andrie meyakini penjualan perusahaannya di tahun 2022 akan melesat. Keyakinan itu memastikan pihaknya untuk mengikuti Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022 yang akan digelar pada 15-22 Mei 2022 di Hall A, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan dengan Triyasa menempati Booth Nomor 41. “Akibat pandemi, IPEX 2022 tertunda hingga 2 tahun. Sekarang kondisi sudah lebih baik dari sisi penurunan penyebaran COVID-19 serta peningkatan iklim ekonomi Indonesia. Karena itu kami yakin untuk memasarkan project unggulan kami Samira Residence Sentul dan Samira Regency Bekasi di IPEX 2022,” jelas Andrie. Sejumlah jurus andalan telah disiapkan Triyasa, yang memasarkan dua project utama, Samira Regency, Bekasi dan Samira Residence, Sentul, dalam menggaet pelanggan di ajang IPEX 2022. Untuk Perumahan Samira Regency, Bekasi, Triyasa akan menawarkan 3 tipe rumah dan Ruko, yakni tipe Amethyst (30/60), tipe Citrine (45/72) dan tipe Emerald (55/72) serta unit Ruko (95/60). Unit rumah di Samira Regency ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 600 jutaan dengan promo yang tidak kalah menarik yakni: Tanpa Down Payment (DP), Free Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), dan Free Biaya Kredit Pemilikan Rumah (KPR). “Plus, peminat Samira Regency yang melakukan reservasi saat IPEX 2022 akan mendapatkan bonus tambahan logam mulia hingga 10 gram, dengan mengikuti ketentuan dan syarat yang berlaku,” ungkap Andrie. Triyasa Strategi Menarik Sementara itu, untuk proyek Perumahan Samira Residence, Sentul, Triyasa juga menawarkan tipe 75/96 dan tipe 90/96 untuk 2 lantai dengan harga mulai dari Rp 1,6 miliar. “Promo yang digelar untuk Samira Residence mencakup tanpa (DP), Free Biaya – Biaya, Cicilan KPR dibayarkan selama 6 bulan serta free kanopi dan pemasangan AC di setiap ruang,” janji Andrie. Tidak hanya itu, cukup dengan membayar Rp 5 juta saja maka pengunjung bisa langsung mendapatkan hunian yang berkualitas di Samira Residence Sentul dan Samira Regency Bekasi. “Kami juga telah menyediakan doorprize bagi setiap pengunjung yang melakukan reserve on the spot di IPEX 2022 berhadiah kebutuhan perlengkapan rumah,” jelas Andrie dalam keterangan pers yang diterima redaksi. Dengan berbagai promosi tersebut Triyasa ingin memberikan kemudahan kepemilikan rumah tanpa DP kepada target market-nya, khususnya para milenial yang ingin memiliki rumah dengan promo-promo yang menarik. “Selain itu, karena masih dalam kondisi pandemi, Triyasa Propertindo juga memberikan kemudahan kepada calon customer dengan memberikan virtual visit ke lokasi project perumahan dari booth kami. Nah, menarik kan beragam program kami. Jadi jangan lewatkan kesempatan langka ini, terlebih setelah 2 (dua) tahun IPEX tertunda, yuk segera berkunjung ke IPEX 2022 dan kunjungi kami di Booth No.41 Hall A JCC, 14-22 Mei ini,” ajak Andrie seraya menutup keterangannya.
Adhi Karya Kembangkan LRT City Di Sentul
BERITA PROPERTI – Sejumlah proyek properti boleh saja mengklaim berada dekat dengan fasilitas transportasi modern Light Rail Transit (LRT) yang saat ini sedang dibangun pemerintah. Namun, proyek yang satu ini bukan hanya dekat tapi berada dalam kawasan stasiun LRT, 0 kilometer dari rencana stasiun LRT Sentul. Proyek LRT City tersebut merupakan kawasan terpadu di lahan seluas 14,8 ha di Sentul, Bogor. Dikembangkan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk, melalui Departemen Transit Oriented Development (TOD) & Hotel, LRT City mengusung konsep Transit Oriented Development dengan pendekatan pengembangan kota yang bersifat kompak. LRT City, mengadopsi tata ruang campuran dan terpadu (mixed use), maksimalisasi penggunaan angkutan masal seperti LRT dan BRT yang dilengkapi dengan jaringan pejalan kaki atau sepeda. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu memberikan solusi kepada masyarakat yang terkoneksi langsung dengan LRT Jabodebek. GM Transit Oriented Development & Hotel PT AdhiKarya (Persero) Tbk Amrozi Hamidi, mengatakan, pihaknya melakukan perencanaan dengan pendekatan pengembangan berbasis transportasi atau Transit Oriented Development (TOD) yang sudah menjadi kebutuhan bagi kota Megapolitan seperti Jakarta. “Kawasan hunian dan komersial terpadu yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal (LRT, BRT dll) ini, akan menjadi solusi atas kehidupan masyarakat Jakarta yang semakin hari semakin terjebak dalam kemacetan. Kedepannya, akan ada 21 kawasan yang akan kami kembangkan,” ujar Amrozi kepada sejumlah media di lokasi proyek LRT, Kamis (19/4) kemarin. Dijelaskan Amrozi, layaknya sebuah kota megapolitan, Jakarta memerlukan konsep kawasan Transit Oriented Development (TOD) sebagai solusi kemacetan tersebut. Kawasan berbasis TOD diharapkan dapat menguntungkan masyarakat baik untuk hunian maupun komersial yang terintegrasi dengan sistem transportasi massal. LRT City yang saat ini sedang dikembangkan adalah Royal Sentul Park yang berada dekat dengan Exit Tol Sentul Sirkuit, Jalan Tol Jagorawi. Dengan investasi sebesarRp 6,761 T, Departemen TOD dan Hotel PT AdhiKarya (Persero) Tbk mengembangkan kawasan yang dibangun satu kawasan dengan stasiun LRT Sentul Sirkuit. Targetnya, serah terima akan dilakukan pada tahun 2020 untuk pembangunan tahap 1 Project Manager Royal Sentul Park Nanang Safrudin Salim menjelaskan, Royal Sentul Park dikembangkan dengan konsep green smart living yang terintegrasi dan terkoneksi langsung dengan stasiun LRT. Pengembangan kawasan ini terdiri dari 12 tower apartemen, shopping mall, ruko, office tower, plaza/ landscape, family leisure park, pedestrian and bicycle track, dan culinary street. “Saat ini, kawasan Royal Sentul Park tengah dalam proses pembangunan untuk Ruko (kawasan Komersial) dan persiapan pembangunan untuk Apartemen Tower 1A. Untuk tower ini, akan dibangun di lahan seluas 2,5 ha, dengan total unit sebanyak 1.637. Apartemen ini dipasarkan dalam beberapa tipe, mulai Studio, 1 BR dan 2BR dengan harga saat ini mulai dari Rp 360 juta. Pada penjualan perdana tahun lalu dipasarkan seharga Rp 299 juta,” ujar Nanang. Selain di Sentul, kawasan LRT City yang sedang dikembangkan Adhi Karya saat ini adalah 16,9 ha di Eastern Green Bekasi, 5 ha di Gateway Park Jaticempaka, 0,4 ha di The Boutique Bekasi Barat, 1,2 ha di Cikoko of LRT City, serta 11,5 ha di Ciracas of LRT City.