PNB_Back_Up

Summarecon Cetak Marketing Sales Rp5,53 Triliun, Bukti Kuatnya Pasar Hunian Menengah Atas

PropertynBank.com – Meski dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi sepanjang tahun lalu, PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) tetap mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis yang solid. Pengembang properti berkode emiten SMRA tersebut berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp5,53 triliun sepanjang 2025, atau melampaui terget perusahaan yang ditetapkan sebesar Rp5 triliun. Pencapaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa segmen hunian menengah hingga menengah atas masih memiliki daya tarik kuat di tengah dinamika ekonomi nasional. Kinerja positif ini ditopang oleh pengembangan 9 kawasan kota terpadu Summarecon yang tersebar di berbagai wilayah strategis, mulai dari Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, Crown Gading hingga Tangerang. Keberhasilan tersebut disampaikan manajemen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose yang digelar pada 11 Juni 2026. Dibandingkan tahun sebelumnya, marketing sales Summarecon tumbuh 27%, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap produk-produk properti yang menawarkan kualitas pembangunan, konsep kawasan terintegrasi, serta potensi investasi jangka panjang. President Director Summarecon, Adrianto P. Adhi, mengatakan bahwa permintaan terhadap hunian di segmen menengah dan menengah atas masih menunjukkan ketahanan yang baik di tengah berbagai tantangan ekonomi yang berlangsung. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi perusahaan yang konsisten menghadirkan inovasi produk, kualitas konstruksi yang tinggi, serta pengembangan kawasan terpadu yang memberikan nilai tambah bagi konsumen maupun investor. Summarecon Marketing Sales 2025 Ditopang Kinerja Tiga Segmen Bisnis Selain mencatat penjualan pemasaran yang melampaui target, Summarecon juga membukukan pendapatan sebesar Rp8,77 triliun sepanjang tahun buku 2025. Sementara laba bersih perusahaan mencapai Rp1,20 triliun. Kontributor terbesar terhadap pendapatan masih berasal dari segmen Property Development yang mencakup penjualan rumah, produk komersial, dan apartemen. Segmen ini menghasilkan pendapatan sebesar Rp5,51 triliun atau berkontribusi sekitar 63% terhadap total pendapatan perusahaan. Di sisi lain, segmen Investment Property dan Management juga menunjukkan performa yang positif. Pendapatan dari unit bisnis ini mencapai Rp2,28 triliun atau tumbuh 6% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan pendapatan sewa pusat perbelanjaan yang terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan kunjungan masyarakat  ke pusat komersial. Kontribusi segmen investasi properti terhadap total pendapatan Summarecon mencapai 26%.  Sementara itu, unit bisnis lainnya yang meliputi sektor perhotelan dan layanan pendukung mencatatkan pendapatan sebesar Rp981,12 miliar, meningkat sekitar 1% dibandingkan tahun 2024. Kinerja positif bisnis hotel menjadi salah satu fasktor utama yang mendorong pertumbuhan pada segmen ini. Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp5 per saham. Secara keseluruha, nilai dividen yang dibagikan mencapai sekitar Rp82,54 miliar sebagai bentuk apresiasi kepada para pemegang saham atas kinerja perusahaan selama tahun buku 2025. Memasuki tahun 2026, Summarecon tetap optimistis terhadap prospek industri properti nasional. Perseroan menetapkan target marketing sales sebesar Rp5,2 triliun yang akan berasal dari seluruh proyek di 9 kawasan kota terpadu yang saat ini dikembangkan. Optimisme tersebut didukung oleh capaian awal tahun yang cukup menjanjikan. Hinggal kuartal pertama 2026, Summarecon telah membukukan penjualan properti senilai Rp1,2 triliun atau meningkat 37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Summarecon Gelar Operasi Katarak Gratis di Bogor, Layani 126 Pasien

Propertynbank.com – Dalam rangka perayaan HUT ke-50 tahun, Summarecon kembali menggelar program bakti sosial operasi katarak gratis. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Tangerang, kegiatan sosial tersebut kini hadir di Bogor sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Program ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka gangguan penglihatan akibat katarak, khususnya pada masyarakat dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Katarak menjadi salah satu penyebab utama kebutaan yang sebenarnya dapat ditangani melalui prosedur operasi. Atusiasme masyarakat terhadap program ini terbilang tinggi. Sebanyak 359 orang mendaftarkan diri untuk mengikuti screening kesehatan yang digelar pada 25 April 2026 di kawasan Summarecon Bogor. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Jabodetabek hingga luar kota seperti Karawang, Bandung, dan Sumedang. Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 126 pasien dinyatakan layak menjalani tindakan operasi, terdiri atas 116 pasien aktarak dan 10 pasien pterigium. Operasi dilaksanakan pada 2 Mei 2026 di RS Hermina Ciawi dengan melibatkan tujuh dokter spesialis mata beserta tim medis. Ratusan Warga Ikut Program Operasi Katarak Selain tindakan operasi, peserta juga mendapatkan pendampingan pascaoperasi berupa pemberian obat dan observasi lanjutan pada hari pertama dan hari ketujuh setelah tindakan medis dilakukan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal. Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Indra W. Antono, mengatakan program ini merupakan bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan mata. “Kesehatan mata, khususnya penanganan katarak, masih menjadi kebutuhan penting yang belum sepenuhnya terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan, mulai dari tenaga medis, relawan, hingga institusi yang terlibat dalam penyediaan fasilitas dan perlengkapan operasi. Salah satu peserta operasi, Eman (41), menjadi gambaran nyata pentingnya akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Warga Megamendung, Bogor itu diketahui harus berjalan kaki bersama istrinya demi mengikuti proses pendaftaran dan screening kesehatan di rumah sakit karena keterbatasan biaya transportasi. Bagian dari Program CSR 50 Tahun Summarecon Program operasi katarak gratis ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Summarecon dalam momentum 50 tahun perusahaan. Selain layanan kesehatan, perusahaan juga menjalankan berbagai program sosial lain seperti bedah fasilitas umum, program bedah 500 rumah, pemberian beasiswa, bantuan sarana pendidikan, hingga kegiatan Summarecon Mengajar. Di usia ke-50 tahun, Summarecon terus memperkuat pengembangan konsep kota terpadu di sejumlah wilayah, di antaranya Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong, Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, hingga Summarecon Tangerang. Melalui berbagai inisatif sosial tersebut, perusahaan berupaya menghadirkan kontribusi yang tidak hanya berfokus pada pembangunan kawasan, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. Program operasi katarak gratis seperti ini dinilai penting karena angka penderita gangguan penglihatan di Indonesia masih cukup tinggi, terutama pada kelompok masyarakat lanjut usia dan berpenghasilan rendah. Kehadiran layanan kesehatan gratis juga membantu mendorong pemerataan akses kesehatan di daerah penyangga kota besar seperti Bogor.

Harris Hotel & Convention Serpong Resmi Dibuka, Portofolio Hospitality Summarecon Bertambah

Harris Hotel & Convention Serpong

Propertynbank.com – PT Summarecon Agung Tbk. kembali memperkuat fondasi bisnis berkelanjutan melalui ekspansi sektor hospitality dengan meresmikan Harris Hotel & Convention Serpong, hotel sekaligus fasilitas MICE berskala besar yang menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan terpadu Summarecon Serpong. Kehadiran properti ini menandai fase baru transformasi kawasan yang semakin diarahkan sebagai pusat aktivitas ekonomi regional di wilayah barat Jabodetabek. President Director PT Summarecon Agung Tbk., Adrianto P. Adhi, menegaskan bahwa pembangunan Harris Hotel & Convention Serpong merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat positioning Summarecon Serpong sebagai regional hub yang melayani kawasan Serpong dan wilayah sekitarnya. “Kematangan sebuah kota terpadu tidak hanya ditentukan oleh hunian dan pusat komersial, tetapi juga oleh kelengkapan fasilitas pendukung aktivitas ekonomi. Kehadiran hotel ini menjadi simbol berkembangnya Summarecon Serpong sebagai kawasan yang semakin hidup dengan aktivitas bisnis, sosial, dan gaya hidup modern,” ujarnya dalam sesi press conference Grand Opening Hotel Harris & Convention Serpong, Jumat, 13 Februari 2026. Selain meningkatkan daya tarik kawasan, sambung Adrianto, proyek hospitality ini juga diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap recurring income perusahaan. “Strategi penguatan pendapatan berulang menjadi fokus penting bagi Summarecon dalam menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika industri properti yang siklikal,” ungkapnya. Sementara itu, Direktur PT Summarecon Agung Tbk., Soegianto Nagaria, menjelaskan bahwa Harris Hotel & Convention Serpong merupakan hotel kelima dalam portofolio hospitality Summarecon sekaligus hotel ketiga dengan brand HARRIS yang dikembangkan bersama operator internasional The Ascott Limited. Ia menambahkan bahwa hotel ini dirancang untuk menciptakan sinergi langsung dengan Summarecon Mall Serpong melalui konsep Lifestyle Ecosystem Experience, di mana aktivitas retail, hiburan, kuliner, hingga akomodasi terhubung dalam satu kawasan terintegrasi. “Model pengembangan ini diyakini mampu meningkatkan durasi kunjungan sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi kawasan secara keseluruhan,” tutur Soegianto. Berlokasi strategis hanya lima menit dari exit tol Gading Serpong dan memiliki akses langsung ke Summarecon Mall Serpong, hotel ini tidak sekadar menambah fasilitas akomodasi, tetapi juga menjadi infrastruktur pendukung aktivitas bisnis, pertemuan korporasi, hingga event berskala nasional dan internasional. Country Director Brand & Marketing The Ascott Limited, Indonesia, Irene Janti menegaskan, kolaborasi dengan The Ascott Limited dinilai menjadi langkah strategis dalam menghadirkan standar layanan internasional sekaligus memperluas daya tarik pasar. “Pembukaan hotel ini mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan kawasan urban Indonesia yang terus berkembang pesat,” ujarnya. Menurutnya, kebutuhan ruang multifungsi yang mampu mengakomodasi produktivitas, konektivitas sosial, serta keseimbangan gaya hidup semakin meningkat seiring ekspansi kota-kota satelit Jakarta. Harris Hotel & Convention Serpong hadir menjawab kebutuhan tersebut melalui konsep ruang terintegrasi yang memungkinkan tamu bekerja, menggelar acara, hingga beristirahat dalam satu destinasi. Dari sisi fasilitas, hotel ini menghadirkan 282 kamar dengan desain cerah dan kontemporer khas HARRIS yang menonjolkan kenyamanan sekaligus energi dinamis. Segmen MICE menjadi salah satu kekuatan utama properti ini, dengan kehadiran grand ballroom berkapasitas hingga 1.500 orang, tiga ballroom tambahan, serta 11 ruang meeting yang fleksibel untuk berbagai skala acara. Konsep Harris Hotel & Convention Serpong Pada kesempatan yang sama, General Manager Harris Hotel & Convention Serpong, Lut Abader, menyampaikan bahwa hotel ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar bisnis maupun leisure yang terus tumbuh di kawasan Serpong. Konsep HARRIS Living in Balance dihadirkan sebagai pengalaman menginap yang menggabungkan produktivitas, relaksasi, dan gaya hidup sehat. Sedangkan untuk melengkapi pengalaman tamu, hotel menyediakan berbagai fasilitas lifestyle seperti kids club, gym, spa, serta restoran Lemon Basil & Co. yang menawarkan hidangan Pan-Asia dan buffet dining. Dengan tarif pembukaan mulai dari Rp1,5 juta net per malam termasuk sarapan untuk dua orang, Harris Hotel & Convention Serpong menargetkan segmen korporasi, keluarga urban, hingga penyelenggara event berskala besar. Adrianto mengatakan, peresmian hotel ini sekaligus menegaskan arah pengembangan Summarecon Serpong sebagai kota terpadu yang semakin matang, tidak hanya sebagai kawasan hunian dan komersial, tetapi juga sebagai pusat bisnis dan destinasi lifestyle yang terintegrasi. “Di tengah persaingan kawasan urban Jabodetabek, kehadiran fasilitas hospitality berskala besar menjadi katalis penting dalam memperkuat daya saing kawasan sekaligus membuka mesin pertumbuhan baru bagi perusahaan,” tutup Adrianto.

Summarecon Agung Dukung Pengembangan MRT Timur–Barat di Wilayah Banten

Propertynbank.com – Upaya memperkuat konektivitas kawasan perkotaan terus digencarkan Summarecon sebagai bagian dari strategi pengembangan kota terpadu jangka panjang. Terbaru, PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) melalui unit bisnisnya di wilayah Barat Jakarta dan Banten menjajaki kerja sama awal pengembangan jalur MRT Koridor Timur–Barat (Kembangan—Balaraja) bersama PT MRT Jakarta (Perseroda). Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud dengan Executive Director Summarecon Serpong Albert Luhur dan Executive Director Summarecon Tangerang Hindarko Hasan, yang berlangsung di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Prosesi penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni, serta President Director Summarecon Adrianto P Adhi, bersama perwakilan sejumlah pengembang kawasan lainnya. “Melalui perencanaan dan penjajakan ini, Summarecon melanjutkan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sistem transportasi massal guna mendorong peralihan dari penggunaan kendaraan pribadi,” jelas Adrianto P Adhi. Menurut dia, konektivitas transportasi publik merupakan fondasi utama dalam pengembangan kawasan terpadu.  “Integrasi transportasi dengan kawasan akan menciptakan mobilitas yang lebih efisien, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang,” imbuh Adrianto. Melalui kerja sama yang dilakukan kedua belahpihak, maka dua kawasan kota terpadu Summarecon, yakni Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang, berpotensi terintegrasi langsung dengan MRT Koridor Timur–Barat bersama kawasan lain di wilayah Barat Jakarta dan Banten. “Integrasi ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pengembangan transportasi massal yang efisien dan berkelanjutan,” tegas Adrianto. Nota Kesepahaman tersebut menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi penempatan stasiun MRT dengan mempertimbangkan aspek efisiensi dan efektivitas interkoneksi kawasan. Proses ini akan dilakukan melalui diskusi, koordinasi, serta pertukaran data antara Summarecon dan MRT Jakarta. Kesepakatan ini bersifat tidak mengikat secara komersial dan menjadi dasar awal sebelum ditindaklanjuti dalam perjanjian lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku. Sesuai Visi Summarecon Agung Bagi Summarecon, penjajakan ini sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan dalam membangun kota terpadu yang berkelanjutan. Selama lebih dari lima dekade, Summarecon konsisten mengembangkan kawasan dengan pendekatan terintegrasi yang menggabungkan fungsi hunian, komersial, pendidikan, hospitality, ruang publik, serta infrastruktur pendukung. Sementara itu, Albert Luhur, Executive Director Summarecon Serpong mengungkapkan, Summarecon Serpong sebagai kawasan yang telah berkembang dengan basis penghuni dan aktivitas ekonomi yang kuat dinilai siap terhubung dengan jaringan MRT. “Kehadiran MRT Koridor Timur–Barat akan memperkuat ekosistem kawasan yang telah terbentuk dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” jelasnya. Sedangkan Summarecon Tangerang, dikembangkan sebagai kawasan baru dengan visi jangka panjang, yang sejak awal dirancang agar terintegrasi dengan transportasi massal. “Integrasi MRT akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan fungsi residensial dan komersial kawasan secara berkelanjutan,” ujar Executive Director Summarecon Tangerang Hindarko Hasan. Sebagai tindak lanjut dari MoU ini, para pihak akan melakukan kajian bersama terkait pengembangan Koridor Kembangan—Balaraja yang mencakup aspek teknis, bisnis, legal, integrasi kawasan, hingga manajemen risiko. Untuk mendukung proses tersebut, akan dibentuk joint working group yang direncanakan bekerja selama dua tahun ke depan dalam menyusun rencana kerja bersama. Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat menambahkan bahwa percepatan pengembangan MRT membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pengembang swasta. “Kolaborasi dengan pengembang yang memiliki visi sejalan menjadi kunci dalam menghadirkan sistem transportasi publik modern yang sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Summarecon Serpong Hadirkan Ardea, Hunian Premium 3 Lantai di Cluster Heron

summarecon Serpong

Propertynbank.com – PT Summarecon Agung Tbk melalui Summarecon Serpong mempersembahkan Ardea, hunian tiga lantai terbaru dari Cluster Heron yang memadukan kemewahan desain, teknologi modern, dan lokasi strategis di jantung kawasan The Springs, Gading Serpong. Hunian ini menjawab kebutuhan masyarakat terhadap hunian premium yang mengedepankan kenyamanan, privasi, serta kemudahan akses terus mengalami peningkatan. Keunggulan Cluster Heron adalah berada di lokasi istimewa di kawasan The Springs, yang dikenal sebagai area hunian mewah dengan tata lingkungan hijau dan fasilitas lengkap. Keunggulan lokasi ini memberikan kemudahan akses langsung menuju berbagai destinasi utama, mulai dari kawasan Gading Serpong hingga BSD City. Ditawarkan dengan harga mulai Rp 5,3 miliar untuk tipe berukuran 9×16 meter, hingga Rp 13,6 miliar untuk tipe terbesar 11×19 meter, Ardea disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat. Hal ini terbukti dengan penjualan lebih dari 50% dari total 208 unit sejak peluncuran perdananya. Albert Luhur, Executive Director Summarecon Serpong mengatakan, Ardea mengusung konsep hunian modern yang dibalut dengan kemewahan. Hunian ini dirancang dengan formula terbaik untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup modern masyarakat urban. “Hunian Ardea dari Cluster Heron hadir sebagai produk hunian yang dipersiapkan dengan matang, menghadirkan kualitas terbaik dengan tetap mengedepankan aspek privasi, kenyamanan, dan kemudahan akses. Lokasinya strategis, hanya selangkah dari fasilitas utama di Gading Serpong hingga BSD,” ujar Albert dalam keterangannya, Sabtu (11/1). Baca Juga : Summarecon Serpong Dikembangkan Sebagai Kota Terpadu Berkelanjutan Ditambahkan Albert, lokasinya juga sangat mudah dijangkau melalui Tol Serpong–Balaraja, Tol Jakarta–Tangerang, hingga akses menuju Bandara Soekarno–Hatta, sehingga menjadikan Ardea sebagai pilihan ideal bagi keluarga modern dan profesional muda yang menginginkan hunian praktis namun bernilai investasi tinggi. Desain Timeless dan Material Premium Setiap detail Ardea mencerminkan kesempurnaan desain dan kualitas. Material premium seperti coverlam façade dan Low E-Glass digunakan untuk menciptakan tampilan elegan sekaligus menjaga efisiensi energi. Fitur double high ceiling setinggi 6,8 meter menghadirkan kesan megah, sementara bukaan lebar dan skylight memastikan pencahayaan alami serta sirkulasi udara optimal di setiap ruangan. Ardea juga menghadirkan area skydeck di lantai teratas sebagai ruang bersantai yang nyaman, dilengkapi carport berkanopi elegan, serta interior dengan lantai marmer impor dan lokal pilihan. Kesan mewah semakin terasa dengan penggunaan sanitary premium dari Kohler di setiap kamar mandi. Baca Juga : Kolaborasi 3 Pengembang Bangun Jalan Penghubung, Summarecon Serpong Makin Strategis Ardea hadir dalam empat tipe pilihan — Ardea A, B, C, dan D — dengan luas bangunan mulai dari 248 m² hingga 359 m² di atas lahan 144–209 m². Masing-masing unit menawarkan 5+1 kamar tidur, 3 kamar mandi, dan area carport untuk dua mobil, serta tata ruang fleksibel yang menyesuaikan kebutuhan keluarga modern. Untuk mendukung kenyamanan dan keamanan penghuni, setiap unit Ardea dilengkapi Smart Home System yang mencakup Smart Door Lock dengan Face Recognition, Smart CCTV indoor & outdoor, Smart Switch, Socket, Motion Detector, Automatic Garage Door, EV Charging Ready dengan daya hingga 11.000 watt dan Lift Ready untuk kemudahan mobilitas antar lantai. Cluster Heron juga menghadirkan clubhouse eksklusif dengan beragam fasilitas: multifunction room, swimming pool, jacuzzi, sauna, gym, children playground, serta social area yang nyaman untuk bersantai bersama keluarga atau menjalin interaksi dengan sesama penghuni. Lingkungan hijau yang tertata dengan landskap asri dan pedestrian luas menciptakan suasana tenang dan mendukung gaya hidup sehat. Terintegrasi dengan Fasilitas Kota Summarecon Serpong Penghuni Ardea juga dapat menikmati berbagai fasilitas di sekitar kawasan The Springs seperti The Springs Lake Park, ruang terbuka hijau dengan view danau dan area pedestrian luas untuk aktivitas luar ruang. Baca Juga : Luncurkan Quantum Commercial, Summarecon Serpong Bukukan Penjualan Rp 90 Miliar Tak hanya itu, lokasi cluster ini juga berdekatan dengan The Springs Club, Summarecon Mall Serpong, Scientia Square Park, serta pusat kuliner di Ruko Goldfinch. Fasilitas pendidikan dan kesehatan pun lengkap, mulai dari Sekolah Pahoa, Al Azhar, Tarakanita, Penabur, Pelita Harapan, Pradita University, hingga RS Saint Carolus Summarecon Serpong, RS Bethsaida, dan Mitra Keluarga Gading Serpong. “Dengan segala keunggulan lokasi, desain, serta fasilitasnya, Ardea di Cluster Heron, Summarecon Serpong menjadi simbol kemewahan baru bagi masyarakat yang mencari hunian berkelas, modern, dan bernilai investasi tinggi di kawasan Tangerang,” tutup Albert.

Summarecon Serpong Dikembangkan Sebagai Kota Terpadu Berkelanjutan

Summarecon Serpong 

Propertynbank.com – Konsep kota terpadu berkelanjutan (integrated sustainable township) kini menjadi arah strategis pembangunan kawasan urban modern di Indonesia. Summarecon Serpong, sebagai pengembangan unggulan PT Summarecon Agung Tbk, terus memperkuat posisinya sebagai pionir kota mandiri di barat Jakarta yang mengintegrasikan hunian, bisnis, pendidikan, gaya hidup, hingga ruang terbuka hijau dalam satu kawasan. Menurut Syarifah Syaukat, Senior Research Advisor dari Knight Frank Indonesia, konsep mixed-use development yang diterapkan di kawasan seperti Summarecon Serpong adalah jawaban atas tantangan perkotaan masa kini, mulai dari efisiensi ruang, pengurangan emisi, hingga peningkatan kualitas hidup. “Model kota terpadu memungkinkan masyarakat untuk tinggal, bekerja, dan beraktivitas dalam satu kawasan. Hal ini bukan hanya meningkatkan efisiensi waktu, tapi juga berdampak langsung pada penurunan emisi karbon dan penciptaan lingkungan yang lebih sehat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (8/9). Berlokasi strategis di koridor barat Jakarta, Summarecon Serpong juga terkoneksi langsung dengan Tol Jakarta-Tangerang serta Tol Serpong-Jakarta. Selain itu, kawasan ini juga akan mendapatkan dorongan besar dari rencana pembangunan MRT Koridor III, yang menghubungkan Gading Serpong ke pusat kota Jakarta. “Dengan dukungan pengembangan berbasis Transit Oriented Development (TOD), Summarecon Serpong akan menjadi pusat mobilitas modern yang memperpendek jarak, memangkas waktu, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan,” tambah Syarifah. Baca Juga : Kembangkan 9 Kota Terpadu, Summarecon Tawarkan Ekosistem dan Magnet Bisnis Baru Sejak dikembangkan pada tahun 2004, Summarecon Serpong telah menjelma menjadi kota mandiri yang terus tumbuh dinamis. Berbagai fasilitas strategis telah dibangun dan terus berkembang, meliputi Pusat pendidikan, mulai Sekolah dasar hingga perguruan tinggi Fasilitas kesehatan, lengkap dengan rumah sakit dan klinik. Pusat bisnis dan komersial, lifestyle center yang dilengkapi Mall, kafe, dan sport club. Lalu, ruang terbuka hijau dan danau tematik antara lain Harmony Lake, Danau Melody, Grisea Lake, dan terbaru Symphonia Urban Lake Park. “Kami membangun dengan prinsip quality over quantity, untuk menghadirkan kota yang tidak hanya fungsional tetapi juga hidup, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Albert Luhur, Executive Director Summarecon Serpong. Hunian Premium di Summarecon Serpong Beberapa produk hunian terbaru seperti Bellefont, Louise, dan Ardea menunjukkan konsistensi Summarecon dalam menyasar segmen premium dan keluarga mapan. Hunian dirancang dengan prinsip ramah lingkungan, efisiensi energi, dan tata ruang yang memperhatikan kenyamanan serta keberadaan ruang hijau. Baca Juga : Penjualan 9 Kota Terpadu Meningkat, Pendapatan Summarecon di 2024 Tumbuh 59,5 Persen Kawasan ini tumbuh sebagai pusat bisnis regional dan lifestyle hub yang tidak hanya ditujukan untuk generasi saat ini, tetapi juga sebagai warisan nilai bagi generasi mendatang. Summarecon Expo 50 Tahun Dalam rangka menyambut ulang tahun ke-50 pada tahun 2025, Summarecon akan menggelar Summarecon Expo Spesial 50 Tahun, pameran properti terbesar tahun ini yang menghadirkan berbagai promo eksklusif. Event ini akan diselenggarakan di empat lokasi Summarecon Mall Serpong yang digelar pada 12 hingga 21 September 2025, kemudian di Summarecon Mall Bandung mulai 3 hingga 12 Oktober 2025, di Summarecon Mall Kelapa Gading mulai 17 hingga 26 Oktober 2025, serta di Summarecon Mall Bekasi pada 3 hingga –16 November 2025. Baca Juga : Sejak Diluncurkan Akhir 2022, Summarecon Crown Gading Sudah Pasarkan 4 Cluster Hunian Dengan sembilan township di berbagai kota besar, termasuk Kelapa Gading, Bekasi, Bandung, Karawang, Bogor, Makassar, dan lainnya, Summarecon terus menegaskan komitmennya sebagai pengembang kota berkelanjutan dan berorientasi masa depan. “Summarecon Serpong bukan sekadar perumahan, tapi sebuah kota yang hidup, dengan nilai ekologis, sosial, dan ekonomi yang seimbang. Inilah kota yang layak untuk generasi kini dan generasi mendatang,” tutup Albert Luhur.

Harris Hotel & Convention Serpong Gelar Topping Off, Mulai Beroperasi Awal 2026

Harris Hotel & Convention Serpong

Propertynbank.com – Pembangunan Harris Hotel & Convention Serpong yang berlokasi di Summarecon Serpong, sudah memasuki tahap akhir, dengan dilakukannya Topping Off Ceremony, hari Senin, 14 Juli 2025 lalu. Rencananya, hotel ini akan diresmikan dan mulai beroperasi pada bulan Januari 2026 mendatang. Hotel ini berlokasi strategis di Jalan Bulevar Raya Gading Serpong dan terintegrasi langsung dengan Summarecon Mall Serpong. Dengan dibangunnya hotel ini, maka akan melengkapi portofolio unit bisnis hospitality yang dikembangkan Summarecon. President Director Summarecon, Adrianto P. Adhi, mengatakan, sebagai Pengembang dengan pengalaman selama 50 Tahun, pembangunan hotel ini merupakan bentuk komitmen Summarecon dalam melengkapi pengembangan kota terpadu Summarecon Serpong dengan berbagai fasilitas agar kawasan ini semakin bernilai dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. “Summarecon Serpong yang saat ini semakin vibrant dengan aktivitas bisnis dan juga aktivitas-aktivitas lainnya, maka kehadiran fasilitas Hotel menjadi sebuah kebutuhan. Harris Hotel & Convention Serpong menjadi hotel ke-5 yang masuk dalam portofolio bisnis perhotelan Summarecon dan diharapkan kehadiran hotel ini akan mampu memperkuat recurring income perusahaan,” kata Adrianto dalam keterangannya, Rabu (16/7). Baca Juga : Penjualan 9 Kota Terpadu Meningkat, Pendapatan Summarecon di 2024 Tumbuh 59,5 Persen Hadir dalam prosesi Topping Off, Soegianto Nagaria selaku Director Summarecon. Kegiatan seremoni juga ditandai dengan penanaman paku emas dan penutupan lantai terakhir yang disaksikan oleh Jajaran Komisaris dan Direksi PT Summarecon Agung Tbk. Prosesi ini juga dihadiri oleh Jajaran Direksi The Ascott Limited selaku operator hotel, kontraktor, konsultan, serta jajaran manajemen Summarecon Serpong dan Summarecon Mall Serpong. Tentang Harris Hotel & Convention Serpong Hotel ini dibangun di atas lahan seluas 5.289 meter persegi, memiliki 18 lantai dan 1 basement. Nantinya, hotel ini akan beroperasi dengan kapasitas total 282 kamar yang terdiri dari tipe Standard, Junior Suite, dan Suite. Dilengkapi dengan beragam fasilitas lengkap dan nyaman di antaranya Ballroom, Meeting Room, Restaurant, Fitness & Gym, Reflexology & Spa, Kids Club, Kolam Renang, Executive Lounge, dan Sky Roof Top Bar di lantai teratas gedung yakni sebuah bar dan resto dengan view kota Serpong. Baca Juga : Summarecon Serpong Bukukan Penjualan Rp 300 miliar Dari City Hub Commercial Hotel terbaru di kawasan Summarecon Serpong ini memiliki keunggulan dengan akses yang terhubung langsung dengan Summarecon Mall Serpong, sehingga memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pengunjung hotel maupun pengunjung mall. Bekerjasama dengan Pradita University, hotel ini mengusung konsep New Harris Generation (Stay Bright), yang merupakan program untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia baik dari Harris Hotel maupun siswa didik di Pradita University.

Cluster Louise Summarecon Serpong Sold Out Sebanyak 48 Unit

Propertynbank.com – Summarecon Serpong berhasil menjual habis unit rumah di Cluster Louise untuk pemilihan unit tahap 1. Hunian bergaya resort di wilayah perkotaan itu merupakan karya arsitek kelas dunia Thomas Elliott dari PAI Design. Dalam pemilihan unit tersebut, kebanyakan pembeli berasal dari wilayah Serpong dan Jakarta Barat. Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Albert Luhur mengatakan, salah satu kunci keberhasilan pemasaran Cluster Louise adalah, memiliki akses yang sangat mendukuing. Hal ini juga menjadi keunggulan kawasan Summarecon Serpong sehingga banyak diburu para pencari hunian. “Selain bisa melewati Jalan Boulevard Raya Gading Serpong dari exit tol Jakarta-Tangerang, juga terdapat akses baru yang menghubungkan kawasan Gading Serpong ke kawasan BSD City. Akses terbaru itu sangat dekat menuju Summarecon Serpong, khususnya kawasan Symphonia yang merupakan lokasi dari Cluster Louise,” ungkap Albert Luhur. Baca Juga : Summarecon Serpong Luncurkan Hunian Modern Klasik Amerika, Harga Mulai Rp 3,6 Miliar Dikatakan Albert Luhur, Cluster Louise berlokasi sangat dekat dengan Ruko Melody yang menyuguhkan berbagai tenant food and fashion. Berbagai tenant-tenant yang sudah ada seperti Sonobebe, Kampung Kecil, Davina Motor, Pom Bensin Shell, Teras LAKON, dan tenant menarik lainnya yang akan dibangun di kavling komersial di kawasan Symphonia. Selain itu, kata dia, juga ada Sekolah Ekayana Genta Bangsa yang telah melakukan Groundbreaking pada 05 Oktober 2024 lalu, dan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026. Seiring perkembangan kawasan Symphonia seluas 200 hektar yang berkembang pesat karena telah berdiri sekitar 2.000 unit rumah, saat ini Summarecon Serpong juga telah membangun Creative Retail Compound atau ruang kreatif terbuka tepi danau yang nantinya akan diisi sebanyak 85 tenant yang terdiri dari beragam tenant shopping ternama, restoran fine dining, dan tempat hiburan lainnya yang bergabung di satu area seluas 3,9 hektar. “Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar bisa dari konsumen yang telah mempercayakan produk hunian terbaru Summarecon Serpong yakni Cluster Louise. Minat masyarakat terhadap produk hunian Summarecon Serpong masih tinggi, dan produk terbaru yang kami tawarkan berhasil terjual sebanyak 48 unit dalam 3 jam. Atas hasil penjualan itu, kami pun berhasil membukukan pendapatan penjualan senilai Rp 225 miliar,” terang Albert Luhur. Cluster Louise at Symphonia dipasarkan sebanyak 173 unit. Pada tahap pertama penjualan dirilis sebanyak 48 unit. Hunian ini ditawarkan dalam dua tipe, yakni tipe berukuran 8×15 dengan harga mulai dari Rp 3,6 miliar hingga Rp 3,9 miliar, dan tipe berukuran 10×15 dengan harga mulai dari Rp 4,5 miliar hingga Rp 4,9 miliar. Baca Juga : Lengkapi Beragam Fasilitas, Summarecon Crown Gading Luncurkan Cluster Baru Kedua tipe ini juga ditawarkan dengan versi premium melalui pilihan 2 dan 3 lantai yang sangat cocok dipakai sebagai ruang untuk berbagai kegiatan dan dilengkapi juga dengan toilet tersendiri. Seluruh tipe hunian Louise dilengkapi dengan Smart Home System yang mengusung fitur smart door lock, smart IR, smart panel, smart socket, smart switch, solar panel, indoor/outdoor CCTV, door censor, serta EV Charging (installation only). Perkembangan Summarecon Serpong Untuk meningkatkan aspek keamanan di sekitar kawasan, pada tahun 2023 Summarecon Serpong membangun Command Center sebagai pusat kendali dengan platform keamanan yang terintegrasi. Berlokasi di gerbang utama kawasan Symphonia, Command Center ini berfungsi sebagai sebagai traffic management, quick respon, incident monitoring, Town Management Information System hingga guard patrol monitoring. Kenyamanan kawasan juga semakin juga ditingkatkan melalui beautifikasi kawasan dan penambahan jalur u-turn hingga penyempurnaan landscape di beberapa titik. Baca Juga : Summarecon Tangerang Mulai Dipasarkan, 2 Cluster Perdana Diluncurkan Sedangkan untuk melengkapi sebuah kawasan kota terpadu, Summarecon Serpong juga membangun sebuah menara perkantoran Plaza Summarecon Serpong, Summarecon Mall Serpong, lapangan golf, fasilitas olahraga dan pertemuan The Springs Club, taman edukasi hijau Scientia Square Park. Sementara fasilitas pendidikan berkualitas mulai dari pre-school hingga universitas juga telah hadir melengkapi kawasan seperti Kipina Kids Indonesia, Sekolah Terpadu Pahoa, Sekolah Islam Al Azhar Summarecon Serpong hingga Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Pradita University. “Kawasan ini didukung pengelolaan Town Management berstandar terbaik serta dilingkupi dengan fitur teknologi serta pengembangan kawasan yang asri dan berorientasi dengan alam,” tutup Albert Luhur

Summarecon Serpong Luncurkan Hunian Modern Klasik Amerika, Harga Mulai Rp 3,6 Miliar

Louise Summarecon Serpong

Propertynbank.com – PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) melalui Summarecon Serpong meluncurkan produk hunian terbaru yakni Cluster Louise. Mengusung desain modern klasik Amerika, hunian Louise dihadirkan untuk menikmati suasana resort di wilayah perkotaan. Untuk menangani desainnya, Summarecon Serpong mempercayakan kepada arsitek kelas dunia Thomas Elliott dari PAI Design. Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Albert Luhur mengatakan, Cluster Louise dihadirkan bagi mereka yang membutuhkan relaksasi di dalam hunian dengan suasana seperti di resort. Hunian ini, kata dia, memiliki keunggulan dari desain fasad modern klasik Amerika dengan tambahan Bay Window pada kamar utama. “Konstruksinya yang menjorok keluar dinding utama akan semakin mempercantik fasad rumah dan bisa dimanfaatkan sebagai tempat duduk ataupun bersantai. Konsep High Ceiling di bagian ruang tamu dengan suguhan kaca jendela di sekelilingnya, membuat hunian ini kaya akan cahaya dan sirkulasi yang membuat kenyamanan di dalam rumah,” ujar Albert kepada sejumlah media, di Club House Cluster Louise, Serpong, Selasa (15/10). Baca Juga : Summarecon Crown Gading Kian Kokoh Menjadi Primadona Properti Di Utara Timur Jakarta Dikatakan Albert, saat ini kawasan Serpong sudah menjadi salah satu destinasi hunian yang paling diminati karena didukung oleh lengkapnya fasilitas hotel, pusat perbelanjaan, lapangan golf, rumah sakit, perkantoran hingga sekolah. Selain itu, kawasan Serpong juga makin berkembang dengan kemudahan akses yang dimiliki. “Kawasan ini menjadi sangat seksi karena infrastruktur terus diperbaiki agar lebih nyaman, landscape juga diperbaharui,” ungkap Albert. Sebagaimana diketahui, kawasan Serpong dikembangkan oleh beberapa pengembang besar dengan menghadirkan berbagai produk properti, dengan karakter dan ciri khas berbeda. Albert menegaskan, produk-produk properti yang dikembangkan Summarecon Serpong lebih berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Kawasan Symphonia Summarecon Serpong Cluster Louise berada dalam kawasan Symphonia seluas 200 hektar, yang merupakan satu dari empat pengembangan kawasan yang ada di Summarecon Serpong seluas 850 hektar, yang meliputi Pondok Hijau Golf, The Springs dan Scientia Garden. Kawasan ini dikembangkan dengan memanfaatkan banyaknya ruang hijau dan danau. Baca Juga : Gelar Summarecon Annual Award 2024, Summarecon Beri Penghargaan Mitra Bisnis Hingga saat ini, kawasan ini telah dibangun sekitar 2.000 unit rumah dari empat klaster di District Harmony dan telah dilakukan serah terima tepat waktu kepada penghuninya mulai dari Cluster Verdi, Vivaldi, Rossini, hingga Cluster Premium Mozart. Lalu ada juga pengembangan District Melody yang menaungi Cluster Martinez, Agnesi, Baroni, Leonora, dan Strozzi. “Kedua district ini terhubung dengan pengembangan creative retail compound atau ruang kreatif terbuka yang akan diisi oleh 85 tenant shopping ternama, restoran fine dining, dan tempat hiburan lainnya yang bergabung di satu area seluas 3,9 hektar,” jelas Albert. Lokasi kawasan Symphonia didesain dengan keindahan alam ruang terbuka hijau dari Danau Melody, sehingga nuansa kemewahan terlihat ketika memasuki gerbang masuk Cluster Louise yang didominasi warna putih dan hitam hingga ke sekeliling hunian. Kemewahan dan keindahan Louise juga makin lengkap dengan telah hadirnya fasilitas clubhouse dengan multifunction room yang bisa dimanfaatkan para penghuni untuk kegiatan di luar rumah, children playground, dan swimming pool yang luas. Klaster ini pun dilengkapi sistem keamanan 24 jam dan ditata oleh tim Town Management yang profesional. Cluster Louise akan dipasarkan sebanyak 173 unit. Untuk tahap pertama penjualan akan dirilis sebanyak 44 unit. Hunian ini ditawarkan dalam dua tipe, yakni tipe berukuran 8×15 dengan harga mulai dari Rp 3,6 miliar hingga Rp 3,9 miliar, dan tipe berukuran 10×15 dengan harga mulai dari Rp 4,5 miliar hingga Rp 4,9 miliar. Baca Juga : Summarecon dan SouthCity Bangun Mal Senilai Rp 1 Triliun di Kawasan SouthCity Pondok Cabe  Kedua tipe ini juga ditawarkan dengan versi premium melalui pilihan 2 dan 3 lantai yang sangat cocok dipakai sebagai ruang untuk berbagai kegiatan dan dilengkapi juga dengan toilet tersendiri. Seluruh tipe hunian Louise dilengkapi dengan Smart Home System yang mengusung fitur smart door lock, smart IR, smart panel, smart socket, smart switch, solar panel, indoor/outdoor CCTV, door censor, serta EV Charging (installation only). Cluster ini sangat dekat dengan Ruko Melody yang menyuguhkan berbagai tenant food dan fashion serta fasilitas seperti Sonobebe, Kampung Kecil, Davina Motor, Pom Bensin Shell, Teras LAKON, dan tenant menarik lainnya. Tak ketinggalan akan hadir Sekolah Ekayana Genta Bangsa yang mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026. Sedangkan akses untuk menuju kawasan Symphonia dan Cluster Louise, selain melewati Jalan Boulevard Raya Gading Serpong dari exit tol Jakarta-Tangerang, bisa juga diakses melalui jalan baru yang menghubungkan kawasan Gading Serpong ke kawasan BSD City, lewat Jalan Boulevard Raya Gading Serpong dan terhubung ke kawasan sisi utara BSD City di Jalan BSD Bulevar Utara-Jalan Raya Pagedangan, tidak jauh dari gerbang tol BSD Barat di jalan tol Serang-Balaraja. Rencananya, akses tembus Gading Serpong-BSD City ini akan rampung pada akhir 2024. Baca Juga : Jadi Ikon Baru Pusat Belanja di Bandung Timur, Summarecon Mall Bandung Resmi Dibuka Sementara dalam hal aspek keamanan di sekitar kawasan, pada tahun 2023 Summarecon Serpong membangun Command Center sebagai pusat kendali dengan platform keamanan yang terintegrasi. Berlokasi di gerbang utama kawasan Symphonia, Command Center ini berfungsi sebagai sebagai traffic management, quick respon, incident monitoring, Town Management Information System hingga guard patrol monitoring. “Dan untuk melengkapi sebuah kawasan kota terpadu, kami membangun sebuah menara perkantoran Plaza Summarecon Serpong, lapangan golf, klub rekreasi The Springs Club, taman edukasi hijau Scientia Square Park, hingga menginisiasi berdirinya Universitas Pradita. Semuanya didukung dengan pengelolaan Town Management berstandar terbaik serta dilingkupi dengan fitur teknologi serta pengembangan kawasan yang asri dan berorientasi dengan alam,” tutup Albert.

Summarecon Nikmati Berkah Insentif PPN

propertynbank : Hampir dua tahun , pandemi Covid 19 masih menjadi variabel dominan diberbagai sektor ekonomi dalam kehidupan masyarakat, termasuk industri properti. Ini menjadi tantangan paling besar yang menerpa bisnis properti karena pelemahan ekonomi yang berujung pada perubahan prioritas konsumsi dan investasi masyarakat. Kekuatan brand yang dimiliki PT Summarecon Agung Tbk., (Summarecon), Perseroan berhasil membukukan pra-penjualan pemasaran sebesar Rp3,3 triliun. Pencapaian tersebut melampaui revisi target yang ditetapkan oleh Perseroan yaitu sebesar Rp2,5 triliun.  Seperti yang dilaporkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Summarecon,  secara virtual, Selasa, (24/08/2021), RUPST juga mengagendakan Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan, termasuk pengesahan Laporan Keuangan, Laporan Kegiatan Perseroan, dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2020. President Director Summarecon, Adrianto P. Adhi menjelaskan Kinerja perseroan yang cukup baik di tahun 2020. Hak ini di dipicu oleh kebutuhan masyarakat akan properti untuk tempat tinggal maupun usaha yang terus meningkat. Daya beli masyarakat yang terdampak pandemi dapat tertanggulangi dengan penawaran skema pembayaran yang cukup bersahabat dan tingkat suku bunga kredit yang relatif rendah, hal ini membuat properti semakin mudah dijangkau oleh masyarakat luas. Untuk Unit Bisnis Pengembangan Properti, Perseroan mencatat total pendapatan sebesar Rp 5 triliun. Usaha Pengembangan Properti masih menyumbangkan pendapatan tertinggi dengan pendapatan operasional sebesar Rp 3,7 triliun atau berkontribusi 73% dari total pendapatan, dan laba usaha sebesar Rp 1,23 triliun atau berkontribusi sebesar 96% dari total laba usaha perusahaan sebesar Rp 1,27 triliun. Penjualan masih di dominasi oleh produk hunian baik landed maupun vertikal sebanyak 79%, disamping penjualan komersial dan produk lainya. Pra-penjualan pemasaran tersebut berasal dari tujuh lokasi Summarecon yaitu Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, Karawang, Makassar, dan Bogor. Summarecon Bogor adalah township terbaru yang dibuka pada Oktober 2020 dengan peluncuran perdana 555 unit properti senilai Rp 1,2 triliun, seluruh unit tersebut habis terjual selama 2 hari pemasaran. Unit Bisnis Investasi Dan Manajemen Properti Penerapan “PSBB” dan protokol kesehatan keselamatan telah mengakibatkan sebagian besar operasi bisnis di sektor pusat perbelanjaan, hotel dan klub komunitas ditangguhkan dan/atau ditutup, hal ini mengurangi sumber pendapatan. Unit Usaha Investasi dan Pengelolaan Properti mencatat pendapatan sebesar Rp894 miliar, turun Rp705 miliar atau 44% dibandingkan pendapatan tahun lalu sebesar Rp 1,5 triliun. Unit usaha ini memberikan kontribusi sebesar 18% dari total pendapatan Perseroan, dimana 91% di antaranya berasal dari bisnis mal dan ritel. “Secara geografis, Kelapa Gading masih menjadi kontributor tertinggi dengan 48% pendapatan segmen diikuti oleh Serpong (32%) dan Bekasi (19%),” papar Adrianto. Bisnis Lain-Lain Segmen usaha lainnya meliputi hotel, klub rekreasi masyarakat, pengelolaan township dan berbagai fasilitas lainnya untuk mendukung dan melengkapi kerja terpadu sebuah township. Pendapatan dari bisnis ini turun 36% menjadi Rp466 miliar. Terkait dengan insentif yang diberikan oleh pemerintah, yang bahkan diperpanjang hingga akhir tahun, Adrianto P. Adhi menjelaskan ada potensi penjualan hingga Rp 1,2 triliun. Di mana pada tahap awal yang berakhir Juni 2021, Summarecon sudah mengantongi penjualan lebih dari Rp 600 miliar. Adrianto P. Adhi menambahkan  masyarakat tetap ingin mendatangi show unit yang dijual, meskipun perusahaan telah melakukan penjualan secara digital melalui media sosial. “Konsumen ingin merasakan langsung bagaimana tinggal di rumah itu. Di Summarecon Bogor, saat kami adakan penjualan offline, banyak yang datang sehingga untuk melihat show unit harus digilir masuknya dengan protokol kesehatan yang sangat ketat,” ujar Adrianto. Keberhasilan perusahaaan untuk mencetak prestasi di saat pandemi merupakan hasil kerja sama semua pemangku kepentingan, juga kerja keras dari seluruh jajaran manajemen dan karyawan.