Tanamori Lakukan Pelatihan Pariwisata Berkelanjutan Global

Propertynbank.com – PT Tanamori Makmur Indonesia, salah satu anak usaha PT Perintis Triniti Properti Tbk (IDX: TRIN) bersama dengan Flores Prosperindo – FP sedang melakukan berbagai upaya untuk menyiapkan proyek TanaMori sebagai Kawasan Pariwisata Berkelanjutan Kelas Dunia. Oleh karenanya, saat ini Tanamori berkomitmen untuk mempersiapkan kriteria Standar dewan pariwisata berkelanjutan global (GSTC – Global Sustainable Tourism Council) melalui pelatihan proyek pariwisata berkelanjutan. “Selaras dengan arahan Pak Presiden Joko Widodo bahwa Labuan Bajo – TanaMori akan menjadi kawasan wisata premium, maka aspek berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting yang akan diimplementasikan di dalam pengembangan kawasan wisata premium serta sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar TanaMori,” ujar Alfonso Pardede, Director of Project & International Business – PT Tanamori Makmur Indonesia. Pelatihan yang diinisiasi oleh IA-CEPA Katalis ini merupakan salah satu program dari berbagai studi yang tengah berjalan. Dalam program ini, dipersiapkan kerangka kerja untuk dapat memenuhi kriteria berkelanjutan yang telah ditetapkan GSTC, pelatihan terhadap masyarakat & semua stakeholder terkait aspek berkelanjutan di TanaMori, juga tentunya penyiapan investment prospectus di TanaMori bagi Investor Australia dengan memanfaatkan benefit dari IA CEPA – Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement. Baca Juga : Jelang KTT ASEAN ke-42, Infrastruktur Penunjang di Kawasan Labuan Bajo – Tanamori Ditingkatkan Pelatihan ini memiliki tujuan untuk mengembangkan destinasi pariwisata yang berkelanjutan di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur. Upaya ini merupakan langkah nyata dalam memperbaiki pengelolaan pariwisata di Indonesia dan meningkatkan reputasi negara dalam pengembangan kawasan pariwisata berkelanjutan. TanaMori memiliki keunikan tersendiri karena berada di dekat kawasan warisan dunia UNESCO, Taman Nasional Komodo. Sementara itu, kriteria Destinasi GSTC, yang merupakan acuan global untuk pariwisata berkelanjutan, akan diimplementasikan nantinya di TanaMori. Hal ini akan membantu para investor mengidentifikasi proyek berkelanjutan, memberikan pedoman bagi pendidikan dan pelatihan di sektor pariwisata, serta membantu pemangku kepentingan memahami praktik-praktik berkelanjutan.
Jelang KTT ASEAN ke-42, Infrastruktur Penunjang di Kawasan Labuan Bajo – Tanamori Ditingkatkan

Propertynbank.com – Menyambut Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-42 pada 9-11 Mei 2023 mendatang, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan peningkatan fasilitas terhadap beberapa infrastruktur penunjang di Kawasan Labuan Bajo – Tana Mori, NTT. Peningkatan fasilitas melalui pembangunan dan penghijauan infrastruktur di lokasi penyelanggaraan KTT ASEAN ke-42 tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk membawa ASEAN menjadi kawasan yang memiliki peran penting bagi rakyat, bagi kawasan, dan bagi dunia. Hal tersebut sesuai dengan tema keketuaan Indonesia di ASEAN kali ini yaitu “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menginstruksikan agar semua pekerjaan konstruksi, baik di Labuan Bajo maupun Tana Mori harus dilakukan dengan metode dan kualitas yang terbaik. “Saya minta agar terus dijaga dan ditingkatkan kualitas infrastrukturnya sesuai standar penyelenggaraan acara internasional. Jangan main-main, kualitas pekerjaan harus jadi prioritas nomor satu. Terutama pada infrastruktur jalan, segara tingkatkan kualitas aspalnya,” kata Menteri Basuki saat melakukan peninjauan kesiapan infrastruktur pendukung KTT ASEAN beberapa waktu lalu. Peningkatan fasilitas penunjang KTT ASEAN di Labuan Bajo – Tana Mori dilakukan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTT, Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Direktorat Jenderal Bina Marga. Peningkatan fasilitas melalui penataan kawasan dan koridor jalan ini bertujuan untuk mendukung keamanan dan kenyamanan selama penyelenggaraan KTT ASEAN berlangsung. Selesai Sebelum KTT ASEAN Kepala BPPW NTT Normansjah Wartabone mengatakan, saat ini progres pekerjaan peningkatan fasilitas penunjang di Kawasan Labuan Bajo sebesar 77,25%. Sementara progres pekerjaan peningkatan fasilitas penunjang di Kawasan Tana Mori telah mencapai 96,68%. “Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada awal Mei 2023, sebelum penyelenggaraan KTT ASEAN berlangsung,” ujar Normansjah. Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh BPPW NTT, Direktorat Jenderal Cipta Karya di Kawasan Labuan Bajo dan Tana Mori meliputi pembangunan Mako Polres Manggarai Barat yang saat ini progresnya mencapai 81,89%, penataan Promenade Marina Labuan Bajo Zona 4 yang telah mencapai 87,92%, lalu peningkatan kualitas lanskap koridor jalan Labuan Bajo yang dilakukan dengan penyulaman media tanam dan penyehatan tanaman. Kemudian, dilakukan pula pembangunan Roundabout Beach Club yang progress fisiknya telah mencapai 98,00%, pembangunan Shelter Dermaga dengan progress 85,76%, serta pemasangan geomat pada koridor jalan Kawasan Tana Mori. Sementara, Kepala BPJN NTT Agustinus Junianto mengatakan, lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh BPJN NTT juga meliputi penataan lahan dan jalan di Kawasan Labuan Bajo dan Tana Mori. “Di Labuan Bajo, dilakukan Penataan lahan parkir VVIP di Kantor Bupati Manggarai Barat yang sudah mencapai 100%, penataan jalan dan trotoar Sp. Binongko – Sp.Sylvia (Jl. Waecicu) dengan progress 70,87%, dan Penataan Median Jalan Bandara (Yohanes Sehadun),” jelas Agustinus. Di Kawasan Tana Mori, BPJN melakukan penataan bundaran pintu masuk Kawasan ITDC yang progressnya telah mencapai 98,94% dan perkuatan lereng dan stabilisasi tanaman pada ruas jalan Labuan Bajo – Tana Mori yang progressnya telah mencapai 100% dan telah diresmikan Presiden Jokowi pada 14 Maret 2023 lalu. Di samping itu, Kementerian PUPR juga membangun Embung Anak Munting di antara Labuan Bajo menuju Tana Mori di Desa Warloka, Kecamatan Komodo. Embung Anak Munting memiliki kapasitas tampung 159.000 m3 dan luas genangan 4,5 hektare dengan fungsi utama untuk konservasi dan mendukung pariwisata di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo dalam rangka KTT ASEAN.
Gandeng Revelium, TanaMori Bangun Sport Resort Khusus Beladiri di Nusa Tenggara Timur
Propertynbank.com – PT TanaMori Makmur Indonesia melakukan penandatanganan Kerjasama dengan Revelium terkait dengan rencana pengembangan lahan di kawasan TanaMori, Nusa Tenggara Timur untuk pengembangan Sport Resort khusus Beladiri. Penandatangan Kerjasama ini dilakukan oleh President & CEO Triniti Land yg juga CEO PT TanaMori Makmur Indonesia (pengembang Kawasan Tanamori), Ishak Chandra dan pihak Revelium dalam penyelenggaraan B20 Investment Forum di Bali Jumat, 11 November 2022. ”Penandatanganan dengan Revelium ini menandai komitmen kedua belah pihak untuk turut mengembangkan budaya-budaya lokal di Kawasan destinasi keberlanjutan TanaMori terutama di bidang Bela Diri, termasuk membawa kebudayaan bela diri Indonesia ke tingkat dunia,” jelas Ishak Chandra. Lewat perjanjian Kerjasama ini PT TanaMori Makmur Indonesia akan berkolaborasi dengan Revelium untuk mengembangkan lahan sebesar 5 hektar di kawasan TanaMori, Nusa Tenggara Timur untuk pembuatan Sport Resort khusus untuk bela diri yang universal meliputi pusat pelatihan, kompetisi dan pameran yang bertemakan bela diri. Dengan pengembangan lahan ini pula, kedua belah pihak juga berkomitmen untuk turut melestarikan bela diri lokal asal Indonesia yakni Pencak Silat dan memperkenalkannya ke ranah global dengan berbagai pelatihan dan kompetisi yang nantinya akan dilaksanakan di kawasan tersebut. Kegiatan penandatanganan tersebut disaksikan pula oleh perwakilan Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Perjanjian ini menjadi langkah awal untuk kedua pihak dapat berkolaborasi sebagai sesama pelaku industri untuk turut mengembangkan wilayah TanaMori sebagai wilayah yang maju baik di bidang industri pariwisata dan perekonomiannya. Bambang B. Suwarso, Deputi Komite Tetap (Komtap) Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) untuk Asia Pasifik mengatakan, pengembangan pelatihan bela diri di TANAMORI akan menjadikan Indonesia lebih dikenal dengan aspek lain selain pariwisata. “Pada gilirannya pengembangan areal TANAMORI di kabupaten Manggarai Barat, akan menggerakkan ekonomi setempat, termasuk pemberdayaan masyarakat setempat,” ungkapnya. Bambang yang juga turut berperan aktif mempromosikan KEK TanaMori, di Labuan Bajo ini juga mengatakan bahwa dengan adanya pengembangan ini pada akhirnya akan meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan meningkatkan Gross Domestic Product. Hal ini menurutnya juga akan berdampak positif bagi wilayah KEK TanaMori yang menjadi salah satu destinasi pariwisata prioritas Indonesia. Kerjasama TanaMori dengan Local Collection Selain melakukan perjanjian Kerjasama dengan Revelium, PT TanaMori Makmur Indonesia juga telah menandatangani perjanjian Kerjasama dengan Local Collection dalam gelaran B20 yang dilaksanakan di Bali. Perusahaan tersebut berkomitmen untuk pengembangan lahan di TanaMori sebesar 5 hektare untuk pembuatan kompleks perhotelan yang merujuk pada konsep-konsep keberlanjutan. “Kerjasama dengan berbagai pihak ini membuktikan banyaknya minat investor terhadap tren pengembangan ke arah Sustainability Development yang diusung oleh TanaMori,” tambah Ishak Chandra. Sebagai informasi, PT TanaMori Makmur Indonesia tengah melakukan pengembangan proyek di TanaMori, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur sebagai proyek kawasan pariwisata kelas dunia. Proyek dengan luas 246 hektar ini, menjadi bagian dari salah satu wilayah lima destinasi super prioritas nasional yang nantinya akan menjadi lokasi ASEAN Leadership Summit tahun 2023.
Gandeng WIR Group, TRIN Kembangkan Wisata Metaverse Pertama di Indonesia
Propertynbank.com – Triniti Land dan WIR Group akan mengembangkan kawasan wisata Metaverse pertama di Indonesia. Keduanya, menandatangani perjanjian kerjasama terkait dengan masuknya perusahaan ke dunia metaverse. Lewat kesepakatan ini, Triniti Land (TRIN) melalui PT Tanamori Makmur Indonesia, berencana untuk bekerjasama untuk mengembangkan teknologi dalam dunia digital yang dikembangkan oleh WIR Group. “Pengembangan Tanamori berbasiskan Digital & Sustainable, kami percaya WIR Group akan menjadi Strategic Partner yang tepat dalam pengembangan sektor Digital & Teknologi di Tanamori,” ujar Direktur Utama PT Tanamori Makmur Indonesia Alfonso Pardede. Wisata Metaverse Pertama di Indonesia Dijelaskan Alfonso, nantinya proyek Tanamori Labuan Bajo yang dikembangkan oleh Triniti Land melalui PT Tanamori Makmur Indonesia ini akan menjadi Kawasan Wisata Dunia Pertama di Indonesia yang menggunakan konsep metaverse. Pengembangan proyek ini selanjutnya akan menjadi bagian dari platform Metaverse Indonesia. Sementara itu, perwakilan dari WIR Group, Daniel Surya mengatakan, perkembangan teknologi terutama melalui metaverse dapat memperluas akses bagi siapapun untuk dapat berwisata ke berbagai wilayah Indonesia dari manapun dan kapanpun. “Kehadiran Tanamori Labuan Bajo secara virtual di Metaverse Indonesia dapat menjadi pemicu geliat sektor pariwisata pasca-pandemi dengan menawarkan pengalaman berwisata yang unik dan tanpa batas,” ujarnya. Sebagaimana diketahui, WIR Group adalah perusahaan yang bergerak di bidang layanan jasa media interaktif, periklanan, dan pengembangan teknologi dalam dunia augmented reality, virtual reality, dan artificial intelligent. Lewat kerjasama ini, kedua pihak berkomitmen untuk mewujudkan cita-cita pemerintah dalam persiapannya untuk menghadapi tren teknologi metaverse. Sementara pengembangan di Tanamori sendiri merupakan pengembangan terbaru Triniti Land melalui PT Tanamori Makmur Indonesia di lahan seluas 246 hektar yang akan dikembangkan dalam dua fase pengembangan. Kawasan ini selanjutnya akan dikembangkan menjadi Kawasan Pariwisata Dunia yang direncanakan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan menjadi lokasi G20 Ceremonial Event di bulan Oktober 2022 dan Asean Leadership Summit tahun 2023. Terlebih lagi, pengembangan pariwisata yang masif di wilayah ini menjadikan nilai jual yang cukup baik di daerah ini. Apalagi, wilayah ini dijadikan sebagai 5 destinasi super prioritas nasional oleh pemerintah beserta wilayah lainnya.
TRIN dan Tanamori Kembangan Kawasan Pariwisata 246 Hektar di Labuan Bajo
Propertynbank.com – TRIN dan Tanamori menjalin kesepakatan dan kerjasama strategis. PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Tanamori Makmur Indonesia & PT Flores Prosperindo pada tanggal 25 Februari 2022 di Jakarta untuk melakukan pengembangan proyek di Tanamori, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Ketiga perusahaan ini akan melakukan kerjasama operasi untuk mengembangakan tanah tersebut menjadi kawasan pariwisata kelas dunia. Presiden Direktur dan CEO PT Perintis Triniti Properti Tbk Ishak Chandra mengatakan, proyek baru di Tanamori, Labuan Bajo ini menjadi proyek baru ke 3 (tiga) Triniti Land dalam 6 bulan ini dan merupakan salah satu proyek Terbesar Triniti Land setelah proyek Sentul. “Beberapa pertimbangan juga menjadi alasan dipilihnya kawasan ini menjadi proyek terbaru Triniti Land salah satunya adalah rencana pengembangan kawasan pariwisata yang masif di wilayah ini,” ujar Ishak. Apalagi, kata dia, wilayah ini tengah dalam proses dalam mendapatkan status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau Special Economic Zone (SEZ). Selain itu, wilayah ini tengah dipersiapkan sebagai lokasi G20 Ceremonial Event pada bulan Oktober 2022 dan ASEAN Leadership Summit di tahun 2023 mendatang. Tak hanya itu, wilayah Tanamori ini juga digadang-gadang untuk menjadi The First Sustainable Tourism Destination di Indonesia dan telah mendapatkan pendanaan sebesar AUD 590.000 dari pemerintah Australia untuk melakukan Sustainability Study. Nantinya proyek yang akan dikembangkan berluas 246 hektare yang terdiri dari dua fase pengembangan. Fase pengembangan pertama adalah seluas 87 hektar sementara fase pengembangan kedua memiliki luas sebesar 159 hektar. Kawasan ini selanjutnya akan dikembangkan menjadi kawasan pariwisata berkelas dunia dan akan mengundang banyak developer Nasional dan Internasional untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan projek ini. Kerjasama TRIN dan Tanamori hingga 12 Tahun Proyek ini diharapkan akan memiliki total Gross Development Value (GDV) sebesar Rp 10 triliun dan akan dikerjakan dalam waktu 10 hingga 12 tahun yang akan datang. Dengan itu, diperkirakan perusahaan akan dapat mengantongi net margin dari proyek ini sekitar sebesar 19% dari total GDV tersebut. Saat ini progress pembangunan tengah dalam proses finalisasi masterplan dan persiapan pengembangan infrastruktur. Dalam proyek ini, perseroan akan berkolaborasi dengan berbagai konsultan kelas dunia seperti ARUP, WATG, Pdw-Indonesia dan Colliers International.