Peduli Pandemi Covid – 19, Tokoin Inisiasi Donasi 1.000 Alat Rapid Test
SEKITAR KITA – Dalam melawan dan mengatasi pandemi Covid-19 di tanah air, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa didukung penuh oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal mendorong platform digital berbasis blockchain pertama di Indonesia yang merupakan karya lokal, Tokoin, untuk ikut berpartisipasi memberikan bantuan donasi untuk menanggulangi virus yang telah menyebar ke 208 negara di dunia. CEO Tokoin Reiner Rahardja mengatakan, yang menjadi garda terdepan dalam melawan Covid-19 bukanlah tenaga medis melainkan semua masyarakat yang masih merasa sehat. Yang harus dilakukan sekarang adalah tetap di rumah dan jangan keluyuran atau berkumpul karena menyebabkan beresiko terpapar virus mematikan tersebut. [irp] “Bisa saja seseorang mengidap virus corona, namun karena tubuh dan imunnya kuat, maka dia disebut sebagai carrier atau pembawa virus lalu menularkan yang lemah di rumah kita. Tim medis adalah garda pertahanan terakhir yang mencegah agar tidak lebih banyak nyawa melayang, Jadi kitalah yang harus mensupport garda terakhir agar tidak ikut tumbang,” ujar Reiner di kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI), di Jakarta.. Oleh karena itu, sebagai generasi milenial, kata Reiner, dirinya terpanggil untuk turut berpartisipasi untuk memprioritaskan pengujian Rapid Test kepada tenaga medis dan ODP. Melalui gerakan Tokoin Care #TokoinPeduli, platform ini akan bekerja sama dengan Prevent, perusahaan yang bergerak di bidang alat kesehatan Rapid Test diagnostik di Indonesia. [irp] “Kami akan mengajak para milenial Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan #MilenialMelawanCorona secara nasional, pada fase pertama ini kami membantu bangsa untuk mendonasikan 1000 Alat Rapid Test kepada para dokter dan tenaga medis melalui organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memerangi kasus virus corona Covid-19 di Indonesia,” jelas Reiner. Lebih lanjut dikatakan Reiner, walaupun kondisi ekonomi saat ini sangat terdampak, Tokoin tetap mengedepankan revolusi industri 4.0. Pada kondisi saat ini industri yang akan sangat diuntungkan dari perkembangan blockchain, adalah industri kesehatan dan rumah sakit. Inilah mengapa Tokoin tidak tinggal diam saat industri kesehatan sedang dilanda musibah besar. [irp] Djelaskan Reiner, donasi ini bertujuan untuk mendukung dan membantu tenaga medis Indonesia yang sedang berjuang mengatasi virus corona Covid-19 di Indonesia. Donasi yang masuk akan dikontribusikan untuk membantu mencukupi kebutuhan alat alat medis lainnya, karena saat ini alat-alat kebutuhan medis juga mengalami kelangkaan, sementara kebutuhan terus meningkat. “Momen ini juga menjadi kick-off dari gerakan donasi masal yang kami lakukan secara besar melalui sistem blockchain, sehingga fase donasi berikutnya akan lebih banyak individu maupun perusahaan yang bisa ikut terlibat dalam mensupport garda medis kita. Mari kita bersatu melawan virus corona Covid-19, untuk Indonesia kuat,” pungkas Reiner Rahardja.
Platform Bursa Kripto Dunia, Gandeng Tokoin Rangkul Komunitas Di Indonesia
INVESTASI – Platform digital berbasis blockchain yang merupakan karya lokal, Tokoin terus menunjukkan perkembangan bisnis yang signifikan pasca resmi beroperasi Maret 2019 lalu. Tokoin dipercaya untuk ikut membangun komunitas KuCoin di Indonesia. Hal ini dilakukan guna menciptakan adopsi blockchain secara masif dan menerapkan industrialisasi 4.0 di Indonesia. KuCoin sendiri, merupakan salah satu platform bursa kripto yang paling populer di dunia yang berpusat di Singapura. KuCoin didirikan pada tahun 2017 telah memiliki setidaknya 5 juta pengguna aktif dari 100 negara. Tak kurang dari 20% pengguna tersebut adalah dari Indonesia. Platform ini dikenal dengan People’s Exchange atau Platform bursanya Khalayak Umum. [irp] CEO Tokoin Reiner Rahardja menjelaskan, KuCoin menggandeng Tokoin untuk menyelenggarakan acara KuCoin Mega Meetup perdana di Indonesia dengan tema How Exchange Contributes to Blockchain and Crypto. Agenda yang banyak diikuti kalangan milenial ini digelar hari ini, Sabtu (7/12) di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta Selatan. “Sebelumnya kami juga sukses melakukan proses penjualan token melalui program spotlight bursa kripto KuCoin. Komunitas yang dibangun kali ini, berisi berbagai acara mulai dari konferensi pers, komunitas, diskusi panel terkait dengan blockchain, dan kesempatan untuk mendapatkan KCS (mata uang kripto milik Kucoin) serta Token TOKO bagi para peserta,” jelas Reiner. Reiner mengakui, cryptocurrency kerap masih dipandang sebelah mata oleh sebagian orang di Indonesia. Namun, kata dia, kemunculan mata uang kripto lokal bernama Token TOKO seolah mengubah segalanya. Beberapa waktu lalu, mata uang kripto TOKO yang dikembangkan Tokoin, mengadakan penjualan token pertamanya di platform KuCoin. Alhasil, sejak program Spotlight di KuCoin, TOKO sudah mencapai 7 kali rata-rata ROI (return of investment), 9 kali ATH (all time high), dan volume harian tertinggi lebih dari 26 juta USD. Performa Token TOKO yang cukup mengagumkan itu juga diikuti dengan memiliki komunitas yang sangat kuat. Tidak hanya terdiri atas peminat dan pemain kripto, namun juga merangkul mereka yang berpegang erat pada nosi ekonomi inklusif, yang sejalan dengan visi Tokoin. [irp] Dijelaskan Reiner, tujuan awal terbentuknya Tokoin adalah untuk mengakselerasi pertumbuhan UMKM melalui implementasi blockchain yang nyata dan dapat dipakai sebagai solusi sehari-hari dalam menjalankan bisnis. Melalui Tokoin, kata dia, para pelaku bisnis dapat melakukan pembukuan digital serta membangun profil bisnis digital di sistem berbasis blockchain, sebagai pengukur kredibilitas yang dapat dipercaya untuk memudahkan akses terhadap institusi financial, pemasok, atau penyedia layanan. Lebih lanjut dikatakan Reiner, sebagai pionir dalam bidang ini, Tokoin bersama dengan komunitasnya beraspirasi untuk melihat ekonomi negara Indonesia maju melalui implementasi teknologi blockchain di banyak aspek berbeda. “Melihat seberapa erat hubungan yang dijalin oleh Tokoin dengan komunitasnya di Indonesia, KuCoin mempercayakan Tokoin untuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan KuCoin Meetup perdana di Indonesia,” tutur Reiner. Reiner menambahkan, pihaknya mengerti seberapa pentingnya peran bursa kripto terhadap kesuksesan industri blockchain. Oleh karena, imbuh dia, Tokoim tidak akan membiarkan mitra strategis terbaik seperti KuCoin berjalan sendiri dalam memasuki pasar baru, terutama Indonesia. [irp] “Tokoin memiliki daya serap terbesar di dunia kripto dan blockchain di Indonesia, membantu KuCoin agar sukses di Indonesia berarti membantu semua warga Indonesia untuk berhasil dalam industri blockchain. Maka, untuk turut menyelenggarakan acara ini adalah sebuah kehormatan bagi kami, karena sesuai dengan rencana kami untuk memenuhi rencana progress revolusi Industri 4.0 di Indonesia,” tegas Reiner. Sementara itu, CEO dari KuCoin Michael Gan menjelaskan, sebagaimana Tokoin telah diperkenalkan kepada 5 juta pengguna dari 100 negara dan daerah lewat KuCoin Spotlight, sekarang KuCoin akan diperkenalkan di Indonesia lewat komunitas Tokoin yang sangat kuat. “Melalui acara KuCoin Mega Meetup Jakarta ini, KuCoin bersama dengan Tokoin ingin membagikan lebih lagi tentang blockchain dan membawa masa depan langsung ke tangan rakyat Indonesia,” kata Michael. KuCoin merupakan platform bursa kripto pertama yang memiliki servis lebih dari 10 bahasa yang berbeda, dan membantu para traders untuk bertransaksi di KuCoin, serta telah memiliki komunitas global di lebih dari 14 negara di dunia. Komunitas Indonesia adalah salah satunya.