Danau Cihuni Seluas 32 Hektare Jadi Magnet Hunian Premium di Gading Serpong
Propertynbank.com – Kawasan hunian yang terintegrasi dengan alam semakin diminati masyarakat urban, terutama di tengah tingginya aktivitas dan kepadatan perkotaan. Tidak lagi sekadar menawarkan kemewahan visual, hunian premium kini berkembang menjadi ruang tinggal yang mampu menghadirkan kenyamanan, ketenangan, hingga kualitas hidup yang lebih baik melalui kedekatan dengan lingkungan alami. Fenomena ini terlihat dari meningkatnya minat terhadap kawasan hunian yang memiliki akses langsung ke ruang terbuka hijau, danau alami, hingga area konservasi. Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, menilai bahwa keberadaan kawasan hijau dan danau di lingkungan hunian memiliki peran penting dalam menciptakan kota yang lebih sehat dan berkelanjutan. Menurutnya, ruang terbuka hijau dan kawasan konservasi air bukan hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga mendukung kualitas lingkungan sekaligus kesehatan masyarakat perkotaan. “Keberadaan danau alami dan ruang terbuka hijau memberikan nilai tambah bagi kawasan hunian karena menciptakan iklim mikro yang lebih baik, membantu resapan air, sekaligus menjadi ruang sosial dan rekreasi bagi masyarakat,” ujar Nirwono. Salah satu kawasan yang kini berkembang dengan konsep tersebut adalah area sekitar Danau Cihuni di Gading Serpong, Tangerang. Danau alami seluas sekitar 32 hektare itu saat ini terus dikembangkan sebagai kawasan konservasi air dan ekowisata yang menghadirkan keseimbangan antara fungsi ekologis dan aktivitas masyarakat. Revitalisasi kawasan Danau Cihuni menghadirkan wajah baru melalui pengembangan zona sempadan dan ruang terbuka hijau yang lebih tertata. Kehadiran area publik seperti Maggiore Hills Park menjadikan kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai area resapan dan pengendali banjir, tetapi juga sebagai ruang rekreasi outdoor yang dapat dinikmati masyarakat untuk jogging, berjalan santai, hingga menikmati suasana alam di tengah kota. Tren hunian yang dekat dengan alam sendiri saat ini semakin berkembang di kalangan masyarakat urban kelas atas. Selain menawarkan kenyamanan, konsep living by the lakeside juga dipandang sebagai simbol gaya hidup modern yang mengedepankan wellness living, privasi, dan kualitas hidup. Hunian Dekat Alam Jadi Simbol Kualitas Hidup Modern Psikolog lingkungan dari Universitas Indonesia, Rosa Amelia, menjelaskan bahwa lingkungan tempat tinggal memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental dan keseimbangan hidup masyarakat perkotaan. “Hunian yang dekat dengan unsur alam seperti danau, pepohonan, dan ruang hijau mampu memberikan efek relaksasi dan membantu menurunkan tingkat stres. Tidak heran jika konsep wellness living kini semakin dminati,” katanya. Konsep tersebut juga melahirkan tren arsitektur biofilik yang mengintegrasikan hubungan manusia dengan alam ke dalam desain hunian. Bukan hanya menghadirkan tampilan yang mewah, tetapi juga pengalaman tinggal yang lebih menyeluruh dan personal. Bagi masyarakat urban, rumah kini tidak lagi hanya menjadi tempat beristirahat, tetapi juga ruang healing dan perlindungan dari ritme kota yang serba cepat. Karena itu, kawasan hunian yang menawarkan suasana resort modern dengan privasi tinggi semakin menjadi pilihan. Di sisi lain, hunian dengan karakter eksklusif dan kedekatan dengan alam juga dinilai memiliki nilai investasi yang lebih stabil. Kawasan dengan jumlah unit terbatas dan kualitas lingkungan yang baik umumnya memiliki daya tarik jangka panjang, terutama di tengah keterbatasan lahan hijau di kawasan perkotaan. Melihat perkembangan tersebut, Paramount Land menghadirkan Matera Lakeside di kawasan Matera, Gading Serpong. Hunian premium ini berada di sisi Danau Cihuni dan mengusung konsep luxury resort living yang memadukan kemewahan, kenyamanan, privasi, dan koneksi dengan alam. Matera Lakeside merupakan pengembangan hunian premium ketiga di kawasan Matera setelah Matera Residences dan Matera Signature. Kawasan ini dirancang dengan jumlah unit terbatas untuk menjaga eksklusivitas sekaligus memastikan setiap hunian memiliki akses visual optimal ke danau, ruang terbuka hijau, dan pepohonan rindang di sekitarnya. Hunian ini menghadirkan dua tipe, yakni lake view yang menghadap langsung ke danau, serta garden view yang menghadap taman dengan backyard eksklusif untuk meningkatkan konektivitas penghuni dengan alam luar. Selain itu, kawasan dilengkapi berbagai fasilitas outdoor seperti jogging track, children playground, outdoor gym, hingga akses pedestrian menuju Matera Community Club. Meski mengedepankan privasi dan ketenangan, kawasan ini tetap memiliki akses mudah menuju pusat bisnis, restoran, lifestyle hub, dan berbagai fasilitas kota di sisi selatan Gading Serpong. Matera Lakeside dipasarkan secara terbatas pada tahap pertama sebanyak 25 unit dengan harga mulai dari Rp6,9 miliaran. Kehadirannya memperkuat tren hunian premium berbasis alam yang kini semakin diminati masyarakat urban modern.
DevelopArs Dorong Arsitek Jadi Developer Andal
PROPERTI – Industri properti dipandang sebagai salah satu sektor atau bisnis yang memiliki prospek dan peluang untuk terus berkembang. Hal ini mendorong Komunitas Developer Arsitek Trisakti (DevelopArs), MarketArs, ArchVenture dan ArsWiks yang tergabung dalam bidang II Ikatan Alumni Arsitektur Trisakti (IAAT) Adhipati menggelar acara Fun Gathering, di Arkadia Green Park, Sabtu (6/11) lalu. Selain membahas maksud dan tujuan DevelopArs, diskusi yang mengusung tema Refresh Recharge tersebut, juga menggelar talk show oleh praktisi di bidangnya yang membahas mengenai prospek dunia properti developer. Lalu, apakah spesifik pembiayaan dari perbankan hingga trend design kantor era kedepan dan syarat-syarat perizinan Developer. Ketua II IAAT Adhipati, Tubagus Robby Budiansyah mengatakan, acara gathering sangat seru karena memberi banyak masukan bagi teman teman para developer atau ingin belajar menjadi developer. Dijelaskan Robby, diskusi yang diselenggarakan mulai dari pukul 10.00 itu disambut antusias oleh seluruh peserta. “Kedepannya, kami berharap agar Adhipati dapat berperan lebih besar dalam menghasilkan pengembang-pengembang unggul, dalam perannya mendukung pembangunan di Indonesia,” ujar Robby yang disampaikan dalam keterangan tertulis, Senin (8/11). Adhipati, sambung Robby, didukung oleh kekompakan, partisipasi dan sinergis dari anggotanya. Selain itu, kata dia, Adhipati memiliki potensi serta energi luar biasa yang dapat mewujudkan dinamika dalam menggerakkan semangat kebersamaan yang terus menerus sebagai kekuatan. “Saya yakin kita bisa memberikan program-program terbaik yang bermanfaat di bidang properti,” imbuh Robby. Ketua Pelaksana acara Leonard Tambunan menjelaskan, kegiatan diskusi ini bisa dijadikan sebagai momentum gerakan arsitek untuk menjadi developer-developer yang andal. Hal ini, kata dia, terkait tiga prinsip keilmuan di bidang arsitek dimana developer harus memiliki kemampuan dari berbagai aspek sosial, aspek lingkungan dan aspek ekonomi “Banyak developer yang mementingkan aspek ekonomi semata, sehingga tidak berpikir aspek yang lainnya. Sehingga mereka tidak memikirkan aspek di luar nilai profit,” kata Leo yang juga merupakan Ketua Umum DevelopArs. DevelopArs, ujar Leo, mengajak universitas lain untuk mengembangkan diri seperti yang dilakukan alumni Arsitektur Trisakti berkiprah untuk pembangunan di Tanah Air. “Diharapkan para alumni arsitektur termasuk universitas lain tidak hanya berpraktek sebatas sebagai penyedia jasa desain saja, tetapi juga berani menghadirkan karya menyeluruh sebagai arsitek developer bagi pembangunan Indonesia,” tutup Leo.