PNB_Back_Up

Peduli Kesehatan Mata, Vida Bekasi dan Lions Club Bagikan Kacamata Gratis

vida bekasi

Propertynbank.com – Vida Bekasi bekerja sama dengan Komite Vision Lions Club Indonesia Distrik 307 B1,  LCJS Fun Urbana dan Koperasi Savira kembali menggelar kegiatan sosial bagi masyarakat. Kali ini, kegiatan yang dilakukan adalah memberikan edukasi tentang kesehatan mata sekaligu membagikan kacamata gratis. Sebelumnya, pada tahun 2022-2023 lalu, kegiatan yang diselenggarakan adalah pemeriksaan mata dan pembagian kacamata untuk anak-anak SDN V Mustikajaya. Sementara untuk program pada tahun 2023-2024 ini sasarannya adalah masyarakat setengah baya yang memerlukan kacamata baca. Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi disebutkan, kegiatan dilaksanakan di Arena Sports Center, Vida Bekasi yang berbarengan dengan bakti sosial (baksos) Donor Darah yakni tanggal 30 September 2023 dan 20 Januari 2024. Selain membagikan kacamata baca dengan gratis, dilakukan juga sosialisasi kesehatan mata dan senam mata. Kegiatan ini melibatkan SMEC Eye Health Center yang hadir memberikan pemeriksaan katarak gratis. Baca Juga : Vida Bekasi Gandeng Lions Club Bagikan Kaca Mata Gratis Untuk SD Pedurenan V  Dipilihnya yang fokus pada kesehatan mata tentu saja tanpa ada alasan tertentu. Dari data yang ada menyatakan, bahwa Indonesia menduduki ranking negara ke 4 dengan jumlah gangguan penglihatan (visual impairment) terbanyak di dunia. Selain itu, 45% jumlah penduduk global yang mengalami gangguan retina akibat penyakit diabetis melitus berada di Indonesia, Cina, India dan Bangladesh. “Retinopati diabetes adalah penyebab utama kebutaan pada usia produktif. Kondisi ini diperkirakan penyebab 5 persen dari kebutaan di seluruh dunia dan dirancang sebagai prioritas utama penanganan penyakit mata oleh World Health Organization (WHO),” tulisnya dalam keterangan tersebut. Lebih lanjut disebutkan, beberapa gangguan mata akibat penggunaan gadget yang berlebihan adalah mata lelah (astenopia) yaitu otot-otot mata yang cepat Lelah dan membuat penglihatan menjadi buram, mata kering (dry eyes), mata juling (strabismus) akibat paparan sinar biru dari layer gadget terlalu intens dan rabun jauh (myopia) karena bola mata menjadi lebih lentur/memanjang. “Gangguan ini tentunya mempengaruhi produktifitas masyarakat. Jumlah pemakai kacamata di Indonesia naik signifikan setelah pandemi karena penggunaan gadget seperti HP, laptop dan notebook yang meningkat,” ungkapnya. Vida Bekasi Peduli Kesehatan Mata Banyak orang yang lupa dan tidak sadar bahwa menjaga kesehatan mata adalah hal yang penting. Padahal, mata termasuk ke dalam lima indra terpenting dalam tubuh manusia. Apa saja yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mata? Yang pertama adalah menjalankan gaya hidup sehat, olah raga teratur, tidur teratur, dan makan makanan yang bergizi seimbang. Vida Bekasi menyelenggarakan pasar rakyat setiap hari Minggu di mana masyarakat dapat senam pagi bersama, dan olahraga lain seperti latihan memanah, dan jogging di lingkungan Vida Bekasi yang hijau asri. Upayakan ada jeda waktu untuk istirahatkan mata dari penggunaan gadget yang intens,  menikmati udara segar dan pemandangan yang hijau. Baca Juga : Pasar Anyar, Fasilitas Baru di Vida Bekasi Asupan makanan sehari-hari ternyata bisa memengaruhi kesehatan mata. Biar indra penglihatan ini selalu sehat, cobalah untuk rutin mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin C dan E, asam lemak omega-3, zink, dan lutein. Bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani Vida Bersemi, Vida Bekasi membangun kebon sayur sehat dan membagi sayuran kepada masyarakat yang membutuhkan. Kemudian, melakukan pemeriksaan mata secara berkala. Pemeriksaan mata berkala dapat menjadi sebuah tindakan untuk deteksi dini gangguan pengelihatan dan kontrol penyakit. SMEC Pusat Pelayanan Kesehatan Mata menyediakan pemeriksaan mata gratis setiap kegiatan Donor Darah di Vida Bekasi. Bila ada masalah dengan mata, segera kunjungi pusat pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, Klinik Mata atau Rumah Sakit.

Vida Bekasi Gandeng Lions Club Bagikan Kaca Mata Gratis Untuk SD Pedurenan V 

Propertynbank.com – Pada hari Selasa, 6 September 2022 lalu, kawasan Lake House Vida Bekasi tampak sangat ramai. Tak kurang dari 200 anak-anak SDN Padurenan V yang terdiri dari kelas 1 sd kelas 6, antri berkumpul di kawasan perumahan seluas 150 hekare yang terletak di Kecamatan Bantargebang, Bekasi itu. Kehadiran para pelajar tersebut didampingi kepala sekolah, guru serta karyawan sekolahan yang terletak disamping perumahan ini dan mereka adalah anak-anak SD yang berasal dari orangtua kurang mampu yang akan melakukan pemeriksaan mata gratis dan  pembagian kaca mata gratis. Pemeriksaan mata sekaligus pembagian kaca mata gratis ini, terselenggara kerjasama Perumahan Vida Bekasi, Yayasan Lions Indonesia, Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307 B1 dan Essilor,  serta berkoordinasi dengan pemerintah setempat,  Komite Vision Perkumpulan Lions Indonesia Distrik 307B1, Koperasi Savira dan LCJS Fun Urbana. Direktur Utama Vida Bekasi, Edward Kusma mengatakan, pihaknya telah beberapa kali melaksanakan kegiatan sosial seperti pemeriksaan mata dan pembagian kaca mata gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, bersama Lions Club. “Pemeriksaan mata kali ini diikuti lebih banyak anak-anak SD, mereka sebagian besar terpapar penggunaan gadget selama belajar online akibat Pandemi,” jelas Edward Kusma.  Meski grafik terdampak pandemi semakin melandai, Edward mengatakan pihaknya tetap menjalankan protokol kesehatan dalam kegiatan ini. Sementara itu,  Gubernur Distrik 307-B1, Erijanto Djajasudarma menjelaskan, kegiatan  pemeriksaan mata gratis merupakan bagian dari program ‘Mataku Jendelaku’. Program bernaung di bawah Yayasan Lions Indonesia yang bertujuan membantu masyarakat, terutama anak-anak yang kurang mampu untuk melihat lebih baik dengan mengadakan pemeriksaaan mata dan memberikan kacamata gratis. “Dengan penglihatan yang baik, maka masyarakat akan lebih sehat dan produktif,” kata Erijanto. Ketua Panitia Pelaksana kegiatan ini, Encis Mulyono juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mata dengan membatasi penggunaan gadget, menjaga jarak mata ketika membaca, melakukan olah raga dan senam mata rutin, serta banyak makan sayuran dan buah-buahan. “Sebagian besar anak-anak yang diperiksa, terpapar penggunaan gadget,” jelas Encis. Sambil menunggu giliran diperiksa matanya, anak-anak diberi sosialisasi tentang kesehatan mata, diajak senam mata dan bermain di udara terbuka. Dari 200 orang yang diperiksa, terdapat 148 orang atau sekitar 78% yang harus menggunakan kacamata. Angka ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan, karena biasanya dari 200 orang yang diperiksa sekitar 30% yang harus memakai kacamata. Menurut informasi para murid dan guru, model pembelajaran on line selama pandemi menggunakan gadget menjadi faktor utama yang mempengaruhi menurunnya kesehatan mata anak-anak. “Kurangnya ruang terbuka hijau, juga membatasi anak-anak untuk dapat melakukan aktifitas olah raga di udara terbuka,” kata Delya Armainy Denny, President LCJS Fun Urbana. Vida Bekasi Jaga Keseimbangan Lingkungan Selain aktif menggelar kegiatan sosial,  perumahan Vida Bekasi juga  berupaya menjaga keseimbangan lingkungan hidup, ekonomi dan sosial masyarakat.  Bermitra dengan Waste4Change, Vida Bekasi mendorong pengelolaan sampah dengan prinsip 3R dan juga menciptakan peluang ekonomi untuk masyarakat. “Sebagai contoh, kompos yang dihasilkan dari sampah rumah tangga digunakan untuk urban farming, yang dikelola kelompok wanita tani setempat. Hasil tani tersebut dijual di Pasar Alam dan didistribusikan ke pihak yang membutuhkan,” tambah Edward Kusma. Manajemen  Vida Bekasi menyediakan berbagai fasilitas seperti ruang terbuka di pinggir danau, Pasar Alam, Arena club house untuk mendukung kegiatan seperti senam bersama setiap Minggu pagi, termasuk sosialisasi kesehatan, pemeriksaan gula darah, donor darah, vaksinasi, kebun sayur sehat dan penanaman pohon. “Harapan kami, penyelenggaraan kegiatan bersama untuk masyaraskat bisa dilakukan secara rutin dengan tujuan akan meningkatkan kesehatan masyarakat,” tutur Edward Kusma.

Tahap I Apartemen Teras Alun-alun terjual 50 %

BERITA PROPERTI – Kawasan Narogong, Bekasi kini semakin berkembang pesat. Bekasi sebagai salah satu kota dengan populasi terbanyak ke empat di Indonesia, tentunya sangat menarik bagi pengembang properti untuk menggarap hunia maupun komersil. Salah satunya Gunas Land, dilahan seluas 130 hektar  yang mengembangkan kawasan hunian Vida Bekasi. Kawasan hunian terpadu yang mengusung konsep sustainable living diyakini akan berkembang menjadi kawasan potensial. Kini, kebutuhan akan hunian sebagai salah satu aspek penunjang terciptanya hidup berkualitas semakin meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh semakin tingginya pertumbuhan penduduk di kota Bekasi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) kota Bekasi menunjukkan, pertumbuhan penduduk di kota Bekasi lebih tinggi jika dibandingkan dengan provinsi DKI Jakarta, dimana pertumbuhan penduduk Bekasi menyentuh angka 14,6%. “Dengan jumlah penduduk Kota Bekasi sekitar 2,7 juta jiwa, maka harus dipikirkan sebuah terobosan untuk penyediaan hunian yang nyaman ditinggali, dekat dengan fasilitas penunjang, mudah aksesnya dan tentu saja harganya terjangkau,” jelas Edward Kusma, Direktur Vida Bekasi. Menjawab tantangan akan kebutuhan hunian di Kota Bekasi, Gunas Land pun meluncurkan produk teranyarnya yakni Apartemen Teras Alun-alun, yang pemasarannya telah dimulai sejak 13 Januari 2018 lalu. Hal ini terbukti pada penjualan perdana tersebut, sebanyak lebih dari 50% unit hunian tahap pertama dan 90% ruang komersil telah terjual. Melalui upaya ini, diharapkan Vida dapat berkontribusi terhadap pengentasan permasalahan kekurangan pasokan hunian di area perkotaan, khususnya Bekasi. Teras Alun-Alun merupakan hunian vertikal pertama seluas 1,5 hektar yang akan dibangun di kawasan Vida, Bekasi. Rencananya, Gunas Land akan membangun hingga 10.000 unit hunian, seiring dengan semakin berkembangnya wilayah Narogong Bekasi yang diyakini cukup strategis dan didukung dengan pengembangan infrastrukur kota Bekasi saat ini. Dalam merancang Teras Alun-Alun, Vida Bekasi menggandeng Suryawinata-Heizelmann Architecture & Urbanism (SHAU), firma arsitek yang didirikan oleh duo arsitek asal Indonesia dan Jerman, Daliana Suryawinata dan Florian Heinzelmann. SHAU menuangkan prinsip arsitektur humanis untuk hunian kolektif yang betul-betul memperhatikan faktor manusia yang hidup di dalamnya. Arsitek Daliana Suryawinata, principal SHAU mengatakan, “Hunian terjangkau yang memiliki desain yang baik memang masih sangat sedikit di Indonesia. Aspek-aspek penghawaan dan pencahayaan alami yang optimal sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup penghuninya, dan desain yang menarik secara psikologis dapat membuat penghuni lebih bahagia dan ingin selalu pulang ke rumah.” Terwujudnya pengembangan kawasan campuran Teras Alun-Alun ini tak lepas dari dukungan pembiayaan yang berasal dari penjualan dan pinjaman dari sektor perbankan, PT Bank Mandiri Tbk, dengan total investasi mencapai lebih dari Rp 100 milyar. “Kami gembira dapat menyelesaikan seluruh tahapan proses penyaluran kredit untuk apartemen Teras Alun-Alun. Semoga hal ini dapat membantu penyelesaian pembangunan Proyek Teras Alun-Alun sehingga penyerahan unit kepada konsumen dapat dilakukan tepat waktu,” kata Faiz Firduasi, Senior Vice President Bank Mandiri. Dengan dukungan pembiayaan ini, Gunas Land merasa optimis untuk menghadirkan pengadaan hunian dan fasilitas penunjang untuk mewujudkan kehidupan berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat di Bekasi.

Pasar Anyar, Fasilitas Baru di Vida Bekasi

BERITA PROPERTI- Vida Bekasi (‘Vida’), kawasan mixed use seluas 130 hektar yang dikembangkan oleh Gunas Land di Narogong, Bekasi, Jawa Barat melengkapi kawasannya dengan fasilitas yang bernama Pasar Anyar. Ini merupakan komitmen Gunas Land selaku pengembang Vida Bekasi untuk menghadirkan kawasan terpadu yang berkualitas dengan visi berkelanjutan. Fasilitas Pasar Anyar merupakan sentra niaga baru seluas 10.000 m2 di pusat distrik Bumipala, Vida Bekasi. Menurut Edward Kusma, Direktur Vida Bekasi, kehadiran Pasar Anyar ini menjawab kebutuhan masyarakat akan fasilitas perbelanjaan yang bersih dan nyaman, serta menjual aneka barang dengan harga terjangkau. “Kami mencatat lalu-lintas orang dan barang di kawasan Vida makin meningkat dengan penduduk Vida lebih dari 9 ribu orang, ditambah pemukiman sekitarnya yang padat. Beroperasinya Arena Sport Club, Bank Mandiri dan Binus School terbukti semakin meramaikan kawasan ini. Juga acara Car Free Day (CFD) kami tiap hari Minggu selalu dipadati lebih dari 5 ribu orang. Semuanya itu adalah potensi traffic yang mendasari kami membangun Pasar Anyar,” ungkap Edward optimis. Dalam mengembangkan Pasar Anyar, Vida ingin mewujudkan konsep farmers market, yakni menyediakan aneka produk segar hasil pertanian kota di Bekasi, produk organik lokal, hingga aneka barang dan jasa lainnya. Pasar Anyar merupakan hasil rancangan arsitek Danny Wicaksono (Studio Dasar) memiliki bentuk atap miring yang unik, serta berdaya tampung hingga lebih dari 6.000 orang. “Pasar Anyar terdiri dari 2 kompleks bangunan yaitu ruko dan area pasar. Atap miring terinspirasi dari bentuk atap rumah adat di Indonesia. Selain menciptakan identitas arsitektur kawasan, atap Pasar Anyar yang besar juga akan memberikan naungan yang teduh dengan sirkulasi udara yang baik, sehingga berbelanja di Pasar Anyar terasa nyaman dan tidak pengap,” ujar Danny menjelaskan. Pembangunan Pasar Anyar dilaksanakan secara bertahap. Tahap 1, ruko Pasar Anyar telah diluncurkan pada 2016 dan langsung disambut baik oleh masyarakat. Seluruh unit terjual dan pembangunan ruko tahap 1 pun hampir rampung pada kuartal 1 tahun ini. “Animo masyarakat sangat besar. Mereka dapat melihat potensi pasar yang luas, mulai dari kawasan Narogong hingga Setu. Pembangunan tahap 1 rampung, langsung kita mulai tahap 2,” jelas Edward. Tahap 2 Pasar Anyar ditandai dengan peluncuran unit ruko tahap 2 yang merupakan deretan ruko yang menjadi fasad (bagian depan) Pasar Anyar. Ruko tahap 2 memiliki keunggulan 2 fasad (akses), artinya ruko ini memiliki 2 sisi yang bisa diakses, yaitu sisi yang menghadap jalan dan sisi belakang yang terhubung dengan area pasar Kehadiran Pasar Anyar semakin melengkapi rencana pengembangan kawasan campuran Bumipala seluas 10 hektar. Sebelumnya, kawasan ini telah menyelesaikan pembangunan kompleks ruko Alun – Alun, Arena Sport Club, Jawara Food Hall, dan tempat ibadah. Diharapkan dengan hadirnya kawasan komersial yang baru, masyarakat sekitar khususnya yang berada di wilayah Narogong dan Setu, tidak perlu bepergian jauh ke pusat kota Bekasi untuk memenuhi kebutuhannya.

Binus Kini Ada di Vida Bekasi

Kota Bekasi menjadi kota yang sangat potensial dan menjanjikan sebagai kawasan tepat untuk berinvestasi properti dengan posisinya sebagai penghubung  bagi kawasan sekitarnya, yakni; Jakarta, Karawang, Bogor, dan Kabupaten Bekasi. Dengan jumlah populasi penduduk sekitar 2.5 juta jiwa, tidak salah jika Bekasi makin dilirik para pengembang properti. “Potensi Bekasi sangat luar biasa. Pertumbuhan kelas menengah dan jumlah investasi di sektor kawasan industri sangat berpengaruh pada pertumbuhan permintaan akan properti,” kata Edward Kusma, Direktur Vida Bekasi. “Seiring dengan perbaikan tata ruang, ke depan akan terjadi perubahan fungsi. Narogong  akan menjadi pusat komersial, hangout dan life style. Imbas positif ini akan menyebar kemana-mana,” imbuhnya. Pasar properti khususnya kelas menengah diperkirakan akan bangkit paling lambat akhir tahun 2016. Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda mengatakan, turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi indikator baik untuk dapat membuat sektor riil bergerak dan meningkatkan daya beli masyarakat properti karena suku bunga KPR akan turun. “Pasar perumahan segmen menengah bawah dengan program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah diperkirakan akan ikut berpotensi naik,“ katanya. Sebagai kota yang menghubungkan pabrik dan industri di Cikarang ke Karawang dan juga Jakarta, Bekasi jelas tidak bisa menghindari arus lalu lintas yang padat dari dan menuju pabrik. Hal tersebut menjadikan Bekasi sebagai kota dengan potensi terbaik di Jabodetabek untuk penjualan properti residential sebesar 93,2 persen dibanding kota lain yang mempunyai tingkat hunian terbesar, yaitu 8,5 persen. Semakin banyaknya permintaan untuk properti residential di Bekasi, harga tanah di Kota ini pun diprediksi naik dan merupakan investasi yang tepat untuk masa depan. Kota Bekasi kini berubah sebagai destinasi investasi properti yang dibuktikan dengan pesatnya pembangunan segala jenis properti, mulai dari perumahan, pusat belanja, apartemen, hingga perkantoran. Pusat Pendidikan Dengan meningkatnya kebutuhan hunian di Bekasi, kawasan ini juga dilirik oleh lembaga pendidikan ternama; BINUS INTERNATIONAL SCHOOL dan kampus Trisakti School of Management. Binus School dibangun di perumahan Vida Bekasi (40 ha) di Jl Raya Narogong. Sekolah tersebut menyelenggarakan pendidikan dari tingkat Early Childhood Years (Pra TK) hingga High School (SMA). Areanya seluas empat hektar berkapasitas kurang lebih 1.000 siswa. Sekolah ini akan dilengkapi fasilitas penunjang belajar, antara lain perpustakaan, laboratorium umum dan laboratorium khusus (ilmu sains, ICT, seni, musik), taman bermain, dan fasilitas olahraga. Tahun depan, tepatnya Juli 2016, jumlah sekolah di Kota Bekasi resmi bertambah. Managing Director Binus Stephen Wahyudi Santoso mengatakan bahwa tanah seluas empat hektar itu akan menjadi “rumah belajar” bagi 1000 siswa dari mulai tingkat Pra TK sampai SMA. Namun, hanya 40 persen dari total luas tanah yang akan dijadikan bangunan.  “Sisanya akan kami manfaatkan sebagai ruang terbuka. Desain bagunan karya arsitektur Andra Matin ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan tumbuh kembang anak,” ujarnya. Anwin Sansudi, Kepala Sekolah Binus School Bekasi, menjelaskan bahwa konsep green living juga dimasukkan ke dalam program sekolah.  “Agar kelak dalam diri anak didik kami tertanam konsep pembangunan berkelanjutan,” paparnya. Anwin mengaku beruntung karena Binus School Bekasi memiliki kesempatan membangun sebuah konsep sekolah ideal dari nol. Sejatinya, menurut dia, sekolah harus memberikan ruang gerak bebas yang lebih ramah lingkungan bagi siswa. Di salah satu sudut ruang terbuka, lanjut dia, Binus rencananya akan membangun kebun botani. Kehadiran BINUS INTERNATIONAL SCHOOL di Vida Bekasi dilatarbelakangi oleh kesamaan visi dalam menyediakan kawasan pemukiman terdepan yang ditunjang dengan fasilitas pendidikan berkualitas. “Vida Bekasi berkomitmen memberikan kenyamanan dan kemudahan hidup di kawasan modern tanpa meninggalkan unsur keseimbangan alam. Oleh karena itu, Vida Bekasi mengintegrasikan fungsi komersial, residensial, rekreasi, fasilitas pendidikan yang berpadu dengan ruang terbuka hijau. Kehadiran BINUS INTERNATIONAL SCHOOL dapat memberikan kontribusi yang baik di bidang pendidikan sehingga Vida Bekasi dapat menjadi kawasan yang semakin lengkap,” ujar Edward Kusma. (Wijaya)