Berpengalaman 12 Tahun di JLL, Farazia Basarah Ditunjuk Sebagai Country Head Indonesia

Propertynbank.com – JLL (NYSE: JLL) telah menunjuk Farazia Basarah sebagai Country Head untuk Indonesia, menggantikan James Allan yang diangkat sebagai Chief Executive Officer untuk JLL Middle East & Africa dan telah pindah ke Dubai. Sebagai Country Head, Farazia akan bertanggung jawab atas semua operasional JLL di Indonesia, membawahi lini bisnis Markets Advisory dan Capital Markets. Dengan posisi baru ini, dia memiliki tanggung jawab untuk mendorong pertumbuhan bisnis JLL di Indonesia, mengelola tim profesional yang berkinerja tinggi, dan membina hubungan dengan klien. Farazia akan membangun kepemimpinannya berdasarkan pengalamannya dengan JLL selama lebih dari 12 tahun. Bersama JLL, dia telah menjalankan peran penting dalam pengembangan bisnis Logistik, Industri, dan Pusat Data di pasar Indonesia, baik dalam kapasitas sebagai pemimpin maupun keterlibatan lainnya dalam banyak transaksi investasi, jual beli dan sewa. Baca Juga : JLL Kenalkan Model GPT Pertama Untuk Real Estat Komersial Chris Fossick, Chief Executive Officer, Southeast Asia, JLL mengatakan, pihaknya sangat senang menyambut Farazia dalam perannya yang baru sebagai Country Head. Farazia, kata dia, membawa serta keahlian dan pengalaman yang luar biasa dalam sektor properti Indonesia, dan bersama-sama dengan tim Indonesia akan memimpin fase berikutnya untuk pertumbuhan JLL di pasar real estate yang tengah berkembang pesat dan dinamis. “Kami yakin bahwa di bawah kepemimpinan Farazia, JLL akan memainkan peran penting dalam membantu klien mengembangkan bisnis mereka di Indonesia,” kata Chris Fossick. Farazia Basarah Siap Beri Solusi Terbaik Sementara itu, Farazia menegaskan dirinya sangat menantikan untuk bekerja sama dengan Chris dan tim manajemen Indonesia untuk mempertahankan posisi kepemimpinan JLL dan memberikan solusi properti terbaik bagi klien JLL. “Sektor properti Indonesia siap untuk fase pertumbuhan berikutnya, dan saya sangat senang untuk membantu klien kami memanfaatkan sepenuhnya peluang-peluang ini untuk mengembangkan portofolio mereka,” ungkap Farazia. Farazia memiliki jam terbang lebih dari satu dekade di industri properti dengan berbagai pengalaman dalam transaksi properti. Dia telah berhasil mengelola negosiasi dan menangani berbagai transaksi properti logistik dan industri, seperti akuisisi tanah, penjualan aset, build-to-suit model, skema penjualan & sewa kembali di Indonesia, serta transaksi portofolio besar.
JLL Kenalkan Model GPT Pertama Untuk Real Estat Komersial

Propertynbank.com – JLL (NYSE: JLL) mengumumkan JLL GPT™, sebuah large language model pertama yang dikembangkan secara khusus untuk industri real estat komersial (CRE). Dikembangkan oleh JLL Technologies (JLLT), divisi teknologi dari JLL, model kecerdasan buatan (AI) generatif ini akan digunakan oleh lebih dari 103.000 karyawan JLL di seluruh dunia untuk memberikan pemahaman CRE kepada klien dengan cara yang benar-benar baru. Data internal yang luas yang dimiliki oleh JLL akan dilengkapi dengan data CRE eksternal, dan perusahaan berencana untuk menawarkan solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan klien pada tahun ini. Yao Morin, CTO, JLL mengatakan, dengan menggunakan JLL GPT di lingkungan komputasi mereka, para ahli real estat global JLL akan dapat menyajikan wawasan yang lebih cepat dan cerdas untuk klien. Pihaknya telah mengembangkan JLL GPT agar karyawan dapat memanfaatkan kecerdasan buatan secara generatif, dengan jaminan bahwa semua ini sesuai dengan standar privasi dan keamanan yang ketat dari JLL. “Inovasi terbaru ini menegaskan bagaimana kami memberdayakan aset berharga yang kami miliki, yaitu para karyawan kami, untuk menyediakan produk dan layanan yang terbaik bagi klien kami,” ujarnya dalam keterangan tertulis. Baca Juga : JLL Jadi Konsultan Penjualan Portofolio Hotel Pertama di Asia Tenggara di 2023 Lebih dari sekadar chatbot biasa, JLL GPT adalah contoh terbaru dari filosofi JLL data-first dalam transformasi digital di industri ini. Kecerdasan buatan (AI) ditentukan dengan kualitas data yang digunakan untuk melatihnya, dan JLL telah menginvestasikan dan mengorganisir data CRE selama bertahun-tahun. Dengan data yang komprehensif, berkualitas, dan aman dengan pengawasan yang ketat, JLL kini dapat memperluas strategi teknologi ke era AI generatif untuk memberi nilai tambah bagi para klien. Misalnya, para manajer fasilitas JLL akan dapat menggunakan AI generatif untuk mengubah standar pemanfaatan ruang real estat dan optimisasi portofolio menjadi percakapan dinamis yang mengarah pada keputusan atau aksi yang bisa diterapkan. Selain itu, para konsultan JLL dapat memberikan saran mengenai perencanaan ruang kerja yang komprehensif dan cepat kepada klien, dengan menggabungkan informasi kualitatif yang mereka kumpulkan melalui percakapan dengan JLL GPT. Keunggulan JLL GPT JLL telah menggunakan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi bangunan, menghasilkan visualisasi 3D untuk sewa ruangan, menghitung risiko sustainability, dan mendukung prospek investasi. Sebagai contoh, satu dari lima peluang JLL Capital Markets di seluruh dunia diciptakan oleh platform AI pada kuartal pertama 2023. “Menghubungkan para pembeli, penjual, dan pemberi pinjaman pada waktu yang tepat dan data yang tepat dalam hitungan detik, akan menentukan kesuksesan di era generasi baru AI,” tambah Richard Bloxam, CEO, JLL Capital Markets. “Kami telah menggunakan AI untuk mengoptimalkan peluang investasi, dan menciptakan keunggulan yang kompetitif bagi klien kami. Memanfaatkan data real estat yang komprehensif dengan insight JLL GPT yang dilatih oleh para konsultan Capital Markets kami akan secara signifikan meningkatkan pengambilan keputusan,” tegasnya. Baca Juga : Kantor JLL Indonesia Raih Sertifikasi LEED® Gold “JLL GPT akan mempercepat optimalisasi portofolio secara instan dengan menghadirkan pemahaman yang lebih baik tidak hanya melalui pemanfaatan data pasar dan tren bisnis yang tersedia secara eksternal namun juga data penelitian informasi pasar yang eksklusif dan milik JLL,” ucap Andy Poppink, CEO, Advisory Markets. “Klien JLL akan memiliki keyakinan karena mereka menjalankan strateginya berdasarkan data yang kuat dan informasi unik yang tersedia secara cepat, karena para broker JLL memiliki akses mudah untuk teknologi canggih ini,” ungkapnya. Dengan rekam jejak global, pendekatan menyeluruh dalam bisnis real estat, dan divisi teknologi internal, JLL menawarkan keahlian yang luas melalui karyawan dan teknologi inovatifnya. Perusahaan ini telah menjadi pengguna pertama teknologi AI generatif dan kini memiliki lebih dari 40 inovasi dalam pengembangan atau dalam tahap beta. JLL GPT merupakan komponen “build” dalam strategi perusahaan untuk membangun, membeli, bermitra dan berinvestasi dalam solusi teknologi yang sedang mengubah dunia real estat. Dengan menerapkan teknologi di setiap aspek bisnis saat ini dan menciptakan solusi inovatif untuk masa depan, JLL membantu membentuk masa depan real estat. Ketahui lebih lanjut tentang bagaimana JLL menyediakan solusi AI untuk mengungkap potensi bangunan dan penggunanya di seluruh dunia.
Permintaan Ruang Perkantoran Masih Terbatas, Rumah Tapak Tetap Primadona

Propertynbank.com – Pada pertengahan tahun 2023, tingkat hunian sektor perkantoran berada di angka 70% untuk Kawasan CBD dan 71% untuk Kawasan Non-CBD. Jumlah permintaan yang masih terbatas menyebabkan tingkat hunian di kedua kawasan tersebut tetap tertekan, meskipun tidak ada pasokan baru pada triwulan kedua ini. Yunus Karim, Head of Research JLL mengatakan, untuk Kawasan CBD, pasokan gedung kantor baru diperkirakan akan selesai dibangun di area Thamrin pada triwulan ke depan. “Pasokan gedung perkantoran baru, baik di Kawasan CBD maupun Non-CBD, diperkirakan masih akan bertambah di tahun ini,” ujarnya pada Webinar JLL Indonesia Media Briefing, Selasa (25/7). Sementara itu, tren di pusat perbelanjaan Jakarta tidak jauh berbeda dari triwulan sebelumnya. Aktivitas peritel pada triwulan kedua tahun ini masih didominasi oleh sektor makanan dan minuman. Selain itu, fasilitas hiburan ramah keluarga juga kembali menjamur didorong oleh preferensi konsumen yang cenderung ke arah experiental retail. Baca Juga : Permintaan Ruang Perkantoran Grade A Mulai Positif di Awal Tahun 2023 Menurut Yunus, pameran seni interaktif juga semakin populer di mal-mal Jakarta, dan semakin banyak penyewa yang mulai menerapkan konsep pengalaman interaktif di toko mereka. Tingkat hunian pusat perbelanjaan relatif stabil berada di angka 88% mengingat tidak adanya pasokan baru yang beroperasi di triwulan ini. Total pasokan pada tahun 2023 diperkirakan akan bertambah sekitar 60 ribu meter persegi. Sedangkan aktivitas penjualan kondominium di Jakarta pada triwulan kedua menunjukkan tren yang sama dibandingkan dengan triwulan-triwulan sebelumnya. Penjualan terpantau di proyek-proyek kondomium yang sudah akan rampung atau yang menunjukan komitmen dalam perkembangan konstruksi yang signifikan. “Tingkat penjualan kumulatif relatif stagnan di angka 61% dan tidak ada peluncuran kondominium baru di wilayah Jakarta,” ungkap Yunus. Permintaan Ruang Perkantoran Angela Wibawa, Head of Office Leasing Advisory JLL menambahkan, melanjutkan momentum dari sejak tahun lalu, pencarian ruang perkantoran relatif tetap aktif terlihat di triwulan kedua, meskipun sedikit dipengaruhi oleh puasa dan libur lebaran. “Para perusahaan juga masih merumuskan strategi yang tepat dalam menentukan besaran kebutuhan ruang perkantoran mereka. Dengan dinamika pasokan dan permintaan yang ada, kami melihat harga sewa masih tetap tertekan dalam usaha untuk menarik tenant mengisi gedung perkantoran yang ada,” tutur Angela. Di pihak lain, Vivin Harsanto selaku Head of Advisory JLL menjelaskan, senada dengan tahun-tahun sebelumnya, sektor rumah tapak masih menjadi sektor properti yang diminati. Hal ini kata dia, ditandai dengan kondisi pasar yang semakin kompetitif dengan diluncurkannya beberapa kawasan kota mandiri baru, dan klaster-klaster baru di area Tangerang dan Bogor. Baca Juga : Naik 74%, Tingkat Huni Perkantoran Jakarta Tunjukkan Perbaikan “Pengembang terpantau masih tetap aktif menawarkan berbagai tipe di berbagai segmen yang disertai dengan kemudahan pembayaran uang muka dengan cara bayar yang menarik. Selain akses tol, akses transportasi umum, dan reputasi pengembang, kelengkapan fasilitas penunjang dalam Kawasan juga menjadi daya tarik utama bagi para pembeli rumah tapak,” tegas Vivin. Untuk kawasan industri, Farazia Basarah, Head of Logistics and Industrial JLL menerangkan, terdapat banyak pasokan baru yang mayoritas beroperasi di Cikarang. Hal ini membuat tingkat hunian pergudangan modern di Jabodetabek terpantau turun dari triwulan sebelumnya, namun masih cukup sehat di tingkat 88%. Pada triwulan ini tingkat permintaan juga tetap positif didominasi oleh penyedia jasa logistik dan beberapa sektor lainnya seperti automotif dan ritel. “Bahkan beberapa ruang kosong yang ditinggalkan oleh penyewa e-commerce terpantau terisi kembali oleh penyewa baru, terutama di daerah Marunda. Terdapat tiga proyek yang masih dalam proses kontruksi dan direncanakan akan mulai beroperasi di akhir tahun 2023, di antaranya termasuk pemain-pemain domestik dan internasional yang baru memasuki pasar Jabodetabek, akan tetapi sebagian besar proyek baru tersebut sudah memiliki pre-committed tenant,” kata Farazia. Baca Juga : Sepanjang 2022, Permintaan Ruang Perkantoran Grade A Meningkat Di sektor perhotelan, Julien Naouri, Senior Vice President, Investment Sales Asia, JLL Hotels & Hospitality Group menegaskan, para investor sangat yakin dengan fundamental perhotelan di Indonesia. Angka penjualan hotel yang tercatat tidak hanya menekankan kembalinya aktivitas transaksi investasi di Indonesia, tetapi juga memperkuat pemulihan arus kas hotel yang terus berlanjut di wilayah ini. “Kami masih terus melihat ketertarikan mengenai peluang-peluang untuk berinvestasi di Indonesia dari para investor lokal dan asing. Indonesia memiliki beberapa keuntungan antara lain tingkat pertumbuhan populasi dan banyaknya potensi ekonomi. Seperti yang kami pantau, pergudangan modern, lahan industri, pusat data (data centre), dan rumah tapak masih menjadi sektor yang paling diminati,” pungkas James Allan, Country Head JLL.
Adopsi Cloud dan AI Perkuat Pasar Pusat Data Asia Pasifik

Propertynbank.com – Adopsi komputasi awan (cloud computing) dan kecerdasan buatan (AI) yang kian meningkat mendorong pertumbuhan yang cepat di sektor pusat data, menurut laporan terbaru Global Data Centre Outlook JLL. Tercatat sebesar 79% dari keseluruhan permintaan, hyperscaler (terutama penyedia layanan cloud global) dan edge data centres (fasilitas lebih kecil yang terletak lebih dekat dengan pemukiman serta infrastruktur yang dilayani oleh mereka) memimpin sebagai segmen pasar yang mengalami pertumbuhan paling cepat. Menurut JLL, pasar hyperscale diperkirakan akan tumbuh 20% dari tahun 2021 hingga 2026, karena semakin banyak perusahaan teknologi berupaya memenuhi permintaan yang melonjak untuk kebutuhan pengolahan dan penyimpanan data. Dengan lebih dari 300 situs hyperscale baru yang sedang dikembangkan secara global saat ini, jumlah tersebut diperkirakan akan melampaui angka 1.000 pada akhir tahun 2024 – naik dari sekitar 500 situs sejak lima tahun lalu. Penggunaan pusat data di Asia akan terus berlanjut meskipun terdapat hambatan ekonomi yang disebabkan oleh beberapa faktor termasuk penggunaan media sosial yang berkelanjutan di China (938 juta pengguna) dan India (467 juta pengguna). Baca Juga : JLL Jadi Konsultan Penjualan Portofolio Hotel Pertama di Asia Tenggara di 2023 Menurut JLL, status pusat data regional di Tokyo, Hong Kong, Singapura, dan Sydney tetap baik, dengan gabungan total inventory sebesar 3000MW dan 765MW yang sedang dalam proses pembangunan. Namun, beberapa perusahaan semakin mempertimbangkan kawasan pasar hub dan edge lainnya, termasuk Jakarta dan Mumbai, karena meningkatnya penggunaan ponsel. Christopher Street, Managing Director, Head of Data Centres, Asia Pacific, JLL mengatakan, lima tahun lalu gedung kampus biasanya berukuran sekitar 50MW. Namun saat ini, bukan hal yang jarang untuk melihat bangunan berukuran 100MW atau lebih. Asia Pasifik saat ini menyumbang 26% dari kapasitas pusat data hyperscale global pada tahun 2022. “Di pasar yang sudah matang seperti Singapura, Hong Kong, Tokyo, Shanghai, dan Sydney, kami melihat kesenjangan kapasitas yang besar, dan ini dengan cepat dijembatani oleh pusat data baru yang besar. Selain itu, pasar negara berkembang menjadi target yang diminati dari penyedia cloud dan hyperscaler. Mengingat pengaruh kawasan Asia Pasifik dalam ekonomi global, peluang yang signifikan sekarang hadir di pasar ini,” jelas Christopher Street. Namun, pertumbuhan ini juga mendatangkan tantangan tersendiri. Secara global, 53% operator pusat data mengalami kesulitan dalam mencari kandidat yang memenuhi kualifikasi, dan 42% dihadapkan pada tantangan dalam mempertahankan staf. Seiring dengan isu tenaga kerja, sustainability kini juga menjadi prioritas utama bagi para pengembang, operator dan investor pusat data, yang termasuk dalam agenda penanganan penggunaan energi dan emisi. Legislasi dan inisiatif self-regulatory, seperti Moratorium Pusat Data Singapura, menetapkan standar untuk meredam dampak perubahan iklim dari industri ini. Baca Juga : Kantor JLL Indonesia Raih Sertifikasi LEED® Gold Glen Duncan, Data Centre Research Director, Asia Pacific, JLL menambahkan, Sustainability telah menjadi tema utama sejak pandemi. Untungnya, banyak bisnis di Asia Pasifik telah memulai program sustainability yang didorong oleh tujuan untuk memberikan dampak baik pada aksi ramah lingkungan untuk sustainable real estat. “Dengan semakin banyak operator yang mencari solusi inovatif untuk efisiensi energi, kami yakin upaya ramah lingkungan di sektor ini akan terus berlanjut,” tegasnya. Bagi pengguna pusat data, sambung Glen Duncan, mengalihkan seluruh operasi mereka atau mempekerjakan spesialis dari pihak ketiga dapat membantu mengatasi tantangan dalam hal tenaga kerja. Mereka yang paling cepat merespons kedua tantangan antara persoalan tenaga kerja dan sustainability ini berpeluang mendapatkan manfaat dari efisiensi biaya dan operasional.
Kuartal Pertama 2023, Investasi Real Estat Asia Pasifik Turun 30 Persen

Propertynbank.com – Aktivitas investasi real estat komersial di Asia Pasifik mengalami penurunan sebesar 30% secara tahunan pada kuartal pertama 2023. Menurut data dan analisis dari perusahaan konsultan real estat global JLL (NYSE:JLL), investasi di wilayah ini mencapai $27 miliar di kuartal pertama. Stuart Crow, CEO, Capital Markets, Asia Pacific, JLL mengatakan, kondisi pasar saat ini masih menantang dan para investor melihat bahwa dengan diperketatnya standar pinjaman akan menambah ketidakpastian di pasar real estat komersial. “Namun, kondisi Asia Pasifik akan tetap aman dan kami yakin bahwa risiko likuiditas masih terkendali dengan baik di kawasan ini, serta dimulainya kembali aktivitas investasi hanya tinggal menunggu waktu,” ujar Stuart Crow. Baca Juga : Investasi Real Estat Asia Pasifik Turun 27% di 2022 Jepang mengungguli wilayah lainnya dengan catatan investasi sebesar $8,9 miliar pada kuartal pertama, naik 4,7% secara tahunan, yang didorong oleh lonjakan penjualan kantor oleh perusahaan-perusahaan Jepang dan aktivitas akuisisi oleh J-REITs. Sebaliknya, Australia mencatat transaksi senilai $3,7 miliar, yang turun 26% secara tahunan melanjutkan dampak dari pola kerja hybrid. Volume investasi China mencapai $6,9 miliar pada kuartal pertama, turun 17% secara tahunan, dengan aktivitas yang terbatas di luar Shanghai. Sementara itu, transaksi di Hong Kong menunjukan angka kenaikan sedang menjadi $1,6 miliar karena mayoritas transaksi yang tercatat merupakan transaksi swasta skala kecil dan menengah. Demikian pula di Singapura, volume investasi turun 67% secara tahunan menjadi $1,9 miliar, dari angka basis sebelumnya yang tinggi, hal ini dikarenakan terbatasnya aktivitas di sektor perkantoran dan ritel. Investasi pasar perkantoran turun menjadi $12,7 miliar dari $17,3 miliar pada tahun sebelumnya, hal ini menjadikan kuartal ini salah satu kuartal terlemah sepanjang sejarah di sektor perkantoran seiring dengan tekanan suku bunga dan penentuan harga aset yang berdampak pada perdagangan. Demikian pula, volume di sektor logistik dan industrial turun sebesar 24% secara tahunan karena jumlah transaksi yang bernilai lebih dari $100 juta berkurang, seiring dengan dimulainya siklus baru penentuan harga dan tantangan pendanaan. Aktivitas investasi di sektor ritel masih sepi dengan catatan pembukuan hanya $5,3 miliar pada kuartal pertama tahun 2023 – di bawah rata-rata triwulanan lima tahun terakhir sebesar $7,5 miliar. Pada kuartal pertama tahun ini, sebagian besar transaksi pusat perbelanjaan skala besar menghilang di wilayah tersebut. Baca Juga : Pasokan Data Center Tumbuh 300% di 9 Kota Asia Pasifik Investasi di pasar perhotelan Asia Pasifik mencapai $2,4 miliar pada kuartal ini, atau turun 30% dari periode yang sama tahun sebelumnya,meskipun ada pertumbuhan aktivitas di pasar tersebut dan adanya sentimen dari pengaruh makro ekonomi. “Kami tidak mengantisipasi perubahan harga ke level yang tepat, walaupun zona Asia Pasifik tertinggal dalam siklus penyesuaian harga pada saat ini. Kami berharap tingkat penyesuaian harga akan mencapai puncaknya di kuartal kedua, lalu akan berjalan secara moderat pada paruh kedua tahun ini dikarenakan biaya bunga pinjaman yang berpotensi turun seiring penurunan suku bunga,” ujar Pamela Ambler, Head of Investor Intelligence, Asia Pacific, JLL.
Permintaan Ruang Perkantoran Grade A Mulai Positif di Awal Tahun 2023

Propertynbank.com – Yunus Karim, Head of Research JLL menjelaskan, pada kuartal pembuka tahun 2023, tingkat hunian sektor perkantoran berada di angka 70% untuk Kawasan CBD dan 71% untuk Kawasan Non-CBD. “Tingkat hunian masih tetap tertekan dikarenakan jumlah permintaan yang masih terbatas dan adanya pasokan gedung kantor yang baru selesai dibangun, masing-masing berada di koridor Sudirman dan Cempaka Putih (Jakarta Pusat). Untuk Kawasan CBD, pasokan baru lainnya diperkirakan akan selesai dibangun di area Thamrin pada triwulan ke depan, sehingga berpotensi menambah jumlah pasokan sektor perkantoran sekitar 40 ribu meter persegi,” ujar Yunus. Sedangkan untuk Kawasan Non-CBD, imbuh Yunus Karim, diperkirakan masih akan ada penambahan sekitar 70 ribu meter persegi pada tahun 2023 dari dua proyek yang berlokasi di Jakarta Selatan. Sedangkan untuk pusat perbelanjaan di Jakarta, terlihat bahwa restoran dan fasilitas hiburan ramah keluarga kembali mendominasi aktivitas peritel pada triwulan ini. Dibalik tren ini, beberapa peritel internasional mulai aktif membuka cabang pertamanya di pusat perbelanjaan di Indonesia. “Tingkat hunian pusat perbelanjaan relatif stabil berada di angka 88% mengingat tidak adanya pasokan baru yang beroperasi di triwulan ini. Total pasokan pada tahun 2023 diperkirakan sekitar 115.000 meter persegi,” tegas Yunus Karim. Baca Juga : Naik 74%, Tingkat Huni Perkantoran Jakarta Tunjukkan Perbaikan Permintaan kondominium di triwulan pertama ini terpantau masih lemah. Mayoritas calon pembeli masih melakukan pendekatan wait and see, sementara pengembang tetap berfokus untuk mendorong penjualan produk apartemen eksisting. Tingkat penjualan relatif stagnan di angka 61% dan tidak ada peluncuran kondominium baru di wilayah Jakarta. Sementara itu, Angela Wibawa, Head of Office Leasing Advisory JLL, mengatakan, setelah aktivitas dan permintaan terhadap sektor perkantoran Grade A perlahan mengalami peningkatan pada tahun 2022, triwulan pertama tahun 2023 kembali menunjukkan keberlanjutan dampak positif dicabutnya PPKM oleh pemerintah. Menurut Angela, dengan kembali normalnya aktivitas sosial ekonomi dan bertambahnya tantangan global, pertimbangan terhadap pemilihan ruang kantor masih amat ditentukan oleh strategi penghematan biaya yang disertai peningkatan kualitas dan mengecilnya kebutuhan ruang masih terus ditemukan. “Hal tersebut juga dipengaruhi upaya penyesuaian workplace strategy dan penerapan hybrid working oleh berbagai perusahaan di era new normal ini. Situasi ini menyebabkan tingkat hunian perkantoran terus tertekan yang juga berdampak pada harga sewa gedung perkantoran,” ungkap Angela. Pada bagian lain, Vivin Harsanto, Head of Advisory JLL menegaskan, aktivitas penjualan kondominium di Jakarta belum pulih secara menyeluruh, namun penyerapan terlihat di kelas menengah dengan harga di bawah 3 milyar rupiah mengingat keterjangkauan merupakan salah satu faktor utama yang dipertimbangkan oleh pembeli khususnya end user. Persaingan dapat dikatakan tidak bertambah secara signifikan ditandai dengan tidak adanya peluncuran proyek baru di triwulan ini. Hal ini dioptimalisasi oleh pengembang melalui kerja sama dengan operator-operator properti virtual untuk mengelola penggunaan unit. “Pengembang juga melakukan beberapa upaya untuk menarik pembeli antara lain melalui fleksibilitas penggabungan unit, penambahan mezanin, atau penawaran bonus-bonus; voucher belanja, unit semi-furnished atau bebas biaya service charge. Proyek-proyek yang menunjukkan komitmen konstruksi cenderung lebih diminati calon pembeli baik end-user maupun investor, sebagai indikasi kepercayaan pasar terhadap reputasi pengembang,” kata dia. Sedangkan Farazia Basarah, Head of Logistics and Industrial JLL mengungkapkan tidak ada pasokan baru yang selesai dibangun di awal tahun 2023 sehingga tingkat hunian ruang pergudangan modern di Jabodetabek terpantau tetap sehat di angka 93%. Beberapa proyek masih dalam proses konstruksi dan direncanakan akan mulai beroperasi di triwulan kedua dan ketiga. “Pada triwulan ini permintaan positif didominasi oleh penyedia jasa logistik, FMCG, dan manufaktur/end-user. Beberapa penyewa dari industri e-commerce dan last-mile delivery diketahui tidak memperpanjang masa sewanya,” tuturnya. Baca Juga : TRIN Akan Fokus Garap Rumah Tapak, Logistic Park dan Data Centre Senior Vice President, Investment Sales Asia, JLL Hotels & Hospitality Group, Julien Naouri mengatakan, Indonesia telah melihat peningkatan yang signifikan dalam hal kedatangan wisatawan internasional pada kuartal pertama tahun 2023. “Bersamaan dengan tren positif ini, sektor perhotelan telah menunjukkan kinerja yang kuat, dengan peningkatan tingkat hunian dan pendapatan per kamar yang tersedia. Hal ini menciptakan lingkungan investasi yang menguntungkan, karena investor terus menyadari potensi jangka panjang dari industri pariwisata Indonesia,” ucapnya. Pada bagian lain, James Allan, Country Head JLL menjelaskan, melanjutkan tren di tahun 2022, pihaknya melihat minat para investor asing dan lokal terhadap Indonesia sebagai tujuan investasi masih terpantau aktif di awal tahun 2023. Selain pergudangan modern, permintaan lahan industri juga diminati oleh perusahaan manufaktur dan FMCG juga menjadi daya tarik bagi investor dan pelaku bisnis baik lokal maupun internasional. “Di sisi lain, sektor properti alternatif seperti pusat data (data centre), pendidikan dan kesehatan juga merupakan sektor yang dilirik oleh para pelaku bisnis properti. Pembangunan infrastruktur dan transportasi massal diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan properti,” tutupnya.
Investasi Real Estat Asia Pasifik Turun 27% di 2022

Propertynbank.com – Investasi real estat komersial di Asia Pasifik turun sebesar 27% dari tahun ke tahun di tengah siklus suku bunga yang mengetat dan ketidakpastian ekonomi global. Menurut data dan analisis dari konsultan real estat global JLL (NYSE: JLL), investasi langsung di sektor real estat komersial Asia Pasifik mencapai US$129 miliar pada 2022, sesuai dengan prediksi JLL. Aktivitas investasi di kuartal keempat mengalami penurunan sebesar 41% di seluruh Asia Pasifik. Namun, pergerakan modal sebesar US$30,7 miliar pada periode Oktober-Desember menunjukkan kenaikan sebesar 12% secara kuartalan atau per 3 bulan (quarter to quarter), memperkuat keyakinan bahwa perlambatan akan mereda pada 2023. Stuart Crow, CEO, Capital Markets, JLL Asia Pasifik mengatakan, investasi real estat ini menurun karena investor mengatur ulang strategi penanaman modal jangka pendek pada tahun 2022 dengan tetap berkomitmen pada prospek jangka panjang pasar real estat Asia Pasifik. Menurut dia, penentuan harga akan terus menjadi prioritas bagi investor di tahun 2023 dan akan memengaruhi strategi penanaman modal di paruh pertama tahun ini seiring semakin ketatnya perbedaan harga penjualan dan pembelian (bid-ask). “Kabar baiknya, faktor-faktor termasuk pembukaan kembali China, pemulihan di Jepang, dan keyakinan bahwa Asia Pasifik akan menjadi kawasan yang paling tidak terdampak oleh perlambatan ekonomi global, menjadi pertanda baik untuk dimulainya kembali aktivitas investasi di paruh kedua tahun ini,” jelas Stuart Crow. Untuk investasi real estat ini, sambung dia, Singapura muncul sebagai pasar dengan kinerja terbaik di kawasan ini pada tahun 2022 dengan kenaikan total nilai investasi real estat komersial sebesar 53% secara tahunan. Singapura berhasil menarik investasi langsung senilai USD14,2 miliar, yang didukung oleh kuatnya aktivitas pasar pada semester pertama dan transaksi portofolio ritel yang cukup besar di bulan Desember. Sementara itu, daya tarik Hong Kong meningkat pasca melonggarnya pembatasan Covid-19. Meskipun dengan nilai investasi setahun penuh sebesar USD7,7 miliar, total nilai investasi pada tahun lalu menurun dari tahun ke tahun sebesar 24%. Sedangkan investasi real estat di Korea Selatan merupakan pasar investasi paling aktif di 2022 dengan transaksi mencapai US$26,2 miliar, meskipun telah mengalami penurunan 11% secara tahunan. Di lain sisi, China, didorong oleh peningkatan aktivitas di kuartal keempat, menarik investasi sebesar US$24,8 miliar, turun 37% secara tahunan. Investasi Real estat di Jepang Turun Kelanjutan rebound di kuartal keempat meningkatkan volume investasi realestat di Jepang menjadi US$24,7 miliar, turun 40% dari tahun 2021. Australia, bergulat dengan ketidaksinambungan antara ekspektasi pembeli dan penjual, mencatatkan penurunan investasi sebesar 38% secara tahunan menjadi US$20,9 miliar. Sektor perhotelan merupakan kelas aset dengan kinerja terbaik di Asia Pasifik pada tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya. Didukung oleh dimulainya kembali perjalanan bisnis dan pariwisata, modal yang mengalir ke sektor ini mencapai US$10,1 miliar, atau naik 7% secara tahunan. Perkantoran, tetap menjadi kelas aset yang paling banyak diperdagangkan di kawasan ini, menarik investasi sebesar US$60,5 miliar, meskipun turun 18,7% secara tahunan seiring kian selektifnya investor dalam memilih aset primer dan sekunder. Transaksi logistik dan industri turun 46% secara tahunan dengan arus modal sebesar $25,9 miliar. Volume investasi real estat ritel di kawasan ini mencapai US$23 miliar pada 2022, atau turun sebesar 39% secara tahunan. “Sinyal pemulihan di kuartal keempat menunjukkan optimisme di tengah pasar investasi yang menantang di 2022 dan mengakhiri penurunan sepanjang tahun. Kami mengharapkan titik terang pada fundamental yang kuat di sejumlah pasar perkantoran, ritel bernilai tambah, dan pembelian berulang dan berkesempatan di pasar yang lebih mapan di kawasan ini untuk membantu mendorong aliran transaksi pada 2023,” tegas Pamela Ambler, Head of Investor Intelligence, JLL Asia Pacific.
Sepanjang 2022, Permintaan Ruang Perkantoran Grade A Meningkat

Propertynbank.com – Pada triwulan akhir tahun 2022, tingkat hunian sektor perkantoran berada di angka 71% untuk Kawasan CBD dan 72% untuk Kawasan Non-CBD. Selain disebabkan jumlah permintaan yang masih terbatas, terdapat satu gedung di area Thamrin dan satu gedung di Jakarta Utara yang selesai dibangun sehingga menyebabkan tingkat hunian masih tertekan. Sementara pada tahun 2023, dua gedung di area Thamrin dan koridor Sudirman diperkirakan akan selesai dibangun yang berpotensi menambah jumlah pasokan sektor perkantoran sekitar 130 ribu meter persegi. “Sedangkan untuk Kawasan Non-CBD, diperkirakan akan ada penambahan sekitar 95 ribu meter persegi pada tahun 2023 dari tiga gedung perkantoran yang berlokasi di Jakarta Pusat dan Selatan,” ujar Yunus Karim, Head of Research JLL. Sedangkan untuk pusat perbelanjaan, jelas Yunus, segmen kelas menengah keatas di Jakarta kembali menikmati tingkat kunjungan yang relatif sehat dan diperkirakan akan semakin meningkat dengan dicabutnya PPKM pada akhir Desember 2022. Permintaan pada triwulan keempat ini didorong oleh para peritel yang melakukan ekspansi di pusat perbelanjaan yang baru mulai beroperasi. “Jika melihat dari industri peritel, makanan dan minuman masih menjadi penyewa yang paling aktif dalam melakukan ekspansi. Di tahun 2023, pasokan pusat perbelanjaan baru diperkirakan bertambah sebesar ±115 ribu meter persegi,” jelasnya. Untuk permintaan pasar terhadap kondominium, Yunus mengatakan, di Jakarta masih terpantau belum menunjukan adanya peningkatan dalam volume penjualan dan peluncuran kondominium baru ke pasar. Tingkat penjualan masih stagnan berada di level 62% dengan total pasokan kondominium yang masih dibangun mencapai 32 ribu unit. “Meskipun secara umum pasar kondominium belum menunjukan peningkatan yang signifikan, akan tetapi dari segi produk baru yang diluncurkan ke pasaran mengalami sedikit peningkatan dibandingkan dengan tahun 2021 dikarenakan pelonggaran pembatasan sosial sejak awal 2022,” ungkap Yunus. Aktifitas Perkantoran Meningkat Pada bagian lain, Head of Office Leasing Advisory JLL, Angela Wibawa menjelaskan, secara umum, aktivitas dan permintaan terhadap sektor perkantoran Grade A mengalami peningkatan pada tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2021 dikarenakan para perusahaan mulai aktif dalam melanjutkan strategi real estate mereka dengan melakukan perbandingan antara tetap berada di gedung mereka saat ini atau pindah ke gedung lain (move vs stay). Relokasi yang terjadi tetap didominasi oleh perpindahan menuju gedung dengan grade yang lebih baik dan strategi penghematan biaya. “Meskipun aktivitas meningkat, kami melihat luas ruang yang dibutuhkan relatif mengecil dibandingkan sebelumnya akibat penerapan hybrid work dan workplace strategy. Dengan dicabutnya PPKM oleh pemerintah pada akhir tahun 2022, kita mengantisipasi lebih banyak pekerja yang kembali bekerja di kantor yang dapat menjadi faktor pendukung meningkatnya jumlah permintaan ruang di sektor perkantoran,” tegas Angela. Walaupun, sambungnya, tetap perlu dicatat bahwa saat ini tingkat hunian perkantoran di Kawasan CBD masih tertekan di angka 71% yang menyebabkan harga sewa pun tetap dalam tekanan mengingat beberapa gedung kantor yang akan beroperasi di tahun 2023. Sementara ityu, Head of Advisory JLL, Vivin Harsanto mengungkapkan, sektor rumah tapak masih menjadi sektor properti yang diminati, khususnya oleh enduser. Kondisi pasar semakin kompetitif dengan diluncurkannya beberapa kawasan kota mandiri baru, seperti di area Tangerang dan Bekasi. “Meskipun insentif perpajakan dari pemerintah telah berakhir di September 2022, pengembang terpantau masih tetap aktif menawarkan berbagai tipe di berbagai segmen secara offline dan online disertai dengan kemudahan pembayaran uang muka dengan cara bayar yang menarik. Selain itu, akses terhadap jalan tol menuju pusat kota Jakarta dan transportasi umum menjadi daya tarik utama pagi para pembeli rumah tapak,” kata Vivin. Pada sektor pergudangan, Head of Logistics and Industrial JLL, Farazia Basarah menjelaskan, tingkat hunian ruang pergudangan modern di Jabodetabek sedikit menurun ke angka 92% akibat adanya lima pasokan baru di Bekasi dan Cikarang dengan total luas lebih dari 150 ribu meter persegi. “Pertambahan pasokan ini diiringi dengan permintaan yang tetap sehat yang berasal dari penyedia jasa logistik dan manufaktur/end-user dan diprediksi akan terus menjadi pendorong utama permintaan akan ruang gudang modern. Sebaliknya permintaan dari e-commerce berkurang secara signifikan dikarenakan ketatnya persaingan. Pemain baru, ESR, telah menyelesaikan proyek gudang modern pertamanya di Cikarang dan di tahun 2023 kita juga akan masih melihat pemain-pemain baru lainnya yang akan berkontribusi terhadap pasokan ruang gudang modern,” kata dia. Senior Vice President, Investment Sales Asia, JLL Hotels & Hospitality Group, Julien Naouri menjelaskan, keinginan untuk mengakuisisi hotel dan resor di Indonesia saat ini sedang bertumbuh, dengan meningkatnya minat dari investor domestik dan internasional karena industri pariwisata yang membaik dan kondisi ekonomi yang sedang menguntungkan. “Sepanjang tahun 2022, kami melihat minat para investor asing dan lokal terhadap Indonesia sebagai tujuan investasi masih terpantau aktif. Selain sektor properti tradisional seperti pergudangan modern dan rumah tapak, sektor properti alternatif seperti pusat data (data centre), pendidikan dan kesehatan juga merupakan sektor yang dilirik oleh para pelaku bisnis properti. Pembangunan ruas jalan tol baru, jalan tol luar kota dan infrastruktur lainnya diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan properti di kota-kota lainnya,” pungkas James Allan, Country Head JLL.
Target 0 Emisi Karbon, Sektor Properti di Indonesia Harus Peduli Keberlanjutan
Propertynbank.com – Indonesia berkomitmen untuk mencapai target nol emisi karbon pada 2060 atau bahkan lebih cepat. Dengan komitmen ini, para pemangku kepentingan di Indonesia harus mulai mempertimbangkan aspek keberlanjutan dalam perencanaan strategis mereka. JLL mengungkapkan bahwa salah satu inisiatif yang dapat dilakukan korporasi adalah mengurangi emisi karbon di sektor properti yang menyumbang sekitar 40% emisi karbon global. James Allan, Country Head, JLL Indonesia, menjelaskan, properti adalah salah satu sektor penyumbang emisi karbon tertinggi. “Para pemangku kepentingan, termasuk pemilik bangunan, perlu menyeimbangkan upaya dari bangunan baru hingga renovasi perbaikan, karena bangunan baru saja tidak cukup membantu Indonesia dalam mencapai target nol karbon,” ujarnya. Menurut laporan terbaru JLL bertajuk Indonesia’s journey towards sustainable real estate, Jakarta diharapkan mengambil langkah terdepan melalui Jakarta 30:30 Commitment, mengingat bahwa Jakarta kini menjadi kota yang lebih sehat, sejalan dengan perbaikan infrastruktur. “Hingga kuartal kedua 2022, ada sekitar 1,9 juta meter persegi area green office di Jakarta, di mana 42% diantaranya merupakan gedung perkantoran Grade A yang telah memperoleh sertifikasi hijau,” kata Yunus Karim, Head of Research, JLL Indonesia. Kurangi Emisi Karbon Dengan arahan pemerintah untuk mengurangi emisi karbon di Indonesia, di tengah meningkatnya permintaan akan gedung dengan konsep berkelanjutan, diharapkan bahwa para pemilik gedung, baik gedung baru maupun lama, akan berupaya menerapkan konsep bangunan hijau. “Perbaikan bangunan tua yang belum memenuhi aspek keberlanjutan sangat penting untuk memenuhi permintaan pasar dan dapat menghindari penurunan nilai bangunan di masa mendatang. Bangunan yang hemat energi berpotensi dapat menghemat biaya operasional yang cukup signifikan,” kata Prisca Winata, Energy and Sustainability Lead, JLL Indonesia.
Triwulan Ketiga, Satu Gedung Kantor Baru Mulai Beroperasi
Propertynbank.com – Tingkat hunian sektor perkantoran berada di angka 72% untuk kawasan CBD dan 74% untuk kawasan Non-CBD, mengingat jumlah permintaan yang masih terbatas. Terdapat satu gedung kantor Grade A di koridor Rasuna Said yang selesai dibangun di triwulan ketiga ini, sehingga tersisa tiga gedung di kawasan CBD yang diperkirakan beroperasi pada triwulan terakhir 2022 yang berpotensi menambah pasokan sektor perkantoran sekitar 225 ribu meter persegi. Sedangkan untuk kawasan Non-CBD, diperkirakan akan bertambah sebanyak 130 ribu meter persegi hingga akhir tahun ini. Di sektor ritel, Yunus Karim, Head of Research JLL mengatakan, peritel di pusat perbelanjaan tetap terlihat aktif yang ditunjang oleh pelonggaran PPKM sehingga pusat perbelanjaan diperbolehkan untuk beroperasi secara penuh serta tingkat kunjungan pada pusat perbelanjaan khususnya kelas menengah dan atas yang tetap mendukung pertumbuhan sektor ritel. “Penyerapan pada triwulan ini sebagian besar berasal dari pasokan yang relatif masih baru seperti Pondok Indah Mall 3 dan AEON Mall Tanjung Barat. Aktivitas peritel didominasi oleh sektor makanan dan minuman serta fashion. Tingkat hunian masih relatif stabil di angka 88%,” ujar Yunus. Memasuki triwulan ketiga, kata dia, aktivitas penjualan kondominium secara umum masih melanjutkan tren yang terlihat selama pandemi. Tren pelemahan dari sisi penjualan masih berlanjut sehingga ikut mempengaruhi pertumbuhan harga yang terpantau tetap stagnan. Akibat dari permintaan yang terbatas, pengembang masih memilih untuk berhati-hati dalam meluncurkan proyek baru mengakibatkan terbatasnya unit kondominium baru yang diluncurkan. Angela Wibawa, Head of Office Leasing Advisory JLL mengungkapkan, masih melanjutkan tren di triwulan-triwulan sebelumnya, perusahaan secara hati-hati mulai menjalankan strategi real estate mereka sehingga aktivitas pencarian ruang perkantoran terlihat dari berbagai sektor industri, khususnya untuk gedung Grade A. Calon penyewa masih memprioritaskan strategi untuk mengurangi biaya sebagai pertimbangan utama sehingga membutuhkan waktu lebih lama dalam pengambilan keputusan. “Secara umum, dengan tren downsizing yang masih terus berlanjut dan satu gedung yang selesai dibangun, tingkat hunian gedung perkantoran Grade A tertekan di angka 65%. Untuk harga sewa perkantoran, baik di kawasan CBD maupun kawasan Non-CBD, penurunan masih tetap terjadi dikarenakan tingkat permintaan yang terbatas menyebabkan gedung-gedung harus tetap bersaing untuk menarik minat penyewanya,” jelas Angela. Sementara Vivin Harsanto, Head of Advisory JLL menambahkan, hampir serupa dengan kondisi di Jakarta, tren penurunan masih berlangsung antara lain karena sentimen pasar yang masih belum pulih terhadap kondominium sebagai instrumen investasi bagi pembeli yang mengejar yield maupun capital gain. “Dengan tren penurunan ini tingkat penjualan dan peluncuran proyek baru tercatat hanya ada satu proyek dalam enam bulan terakhir, yaitu di wilayah Tangerang yang menyasar segmen menengah. Penjualan dan pasokan kondominium masih didominasi oleh tipe studio karena harga yang relatif lebih terjangkau,” jelas Vivin. Pasokan Gudang Triwulan Ketiga Pada bagian lain, Farazia Basarah, Head of Logistics and Industrial JLL mengutarakan, satu pasokan baru selesai dibangun di Cikarang pada triwulan ketiga 2022, namun tingkat hunian ruang gudang modern di Jabodetabek tetap stabil di angka 94%. Permintaan yang sehat yang terpantau di 3Q22 didominasi oleh permintaan dari penyedia jasa logistik, yang diperkirakan akan terus mendorong permintaan akan ruang gudang modern. Lima proyek seluas sekitar 150.000 m2 dijadwalkan akan selesai pada akhir 2022, terkonsentrasi di wilayah Bekasi dan Cikarang. “Walaupun terdapat pasokan baru di triwulan ini, sebagian besar proyek eksisting terus menunjukkan pertumbuhan sewa yang stabil di pasar gudang logistik modern, terutama di subpasar yang kompetitif, seperti Cikarang,” kata Farazia. Dilain pihak, Julien Naouri, Vice President, Investment Sales Asia, JLL Hotels & Hospitality Group menegaskan, pemulihan pariwisata di Indonesia diperkirakan akan lebih menyeluruh melihat sebagian besar negara-negara di kawasan sekitarnya telah mencabut aturan pembatasan perjalanan. Hingga Agustus 2022, angka kedatangan wisatawan mancanegara di kota-kota utama seperti Jakarta dan Bali telah melampaui tahun 2021. Performa hotel-hotel mewah, ujarnya, juga terus meningkat, mencapai tingkat yang mendekati masa pra-pandemi, khususnya Bali yang mengalami pertumbuhan signifikan dalam ADR (Average Daily Rate) kelas hotel luxury dengan melampaui level tahun 2019, dan mengimbangi tingkat hunian yang relatif rendah. “Sementara itu, Jakarta masih dapat mengandalkan kuatnya permintaan domestik sambil menunggu kedatangan wisatawan korporasi asing. Hingga September 2022, Indonesia telah mencatat transaksi hotel sebesar USD174 juta, yang merupakan jumlah tertinggi selama dekade terakhir. JLL memperkirakan volume transaksi hotel akan mencapai USD300 juta pada tahun 2023,” tutur Julien. Sedangkan James Allan, Country Head JLL mengatakan, investor asing dan lokal tetap aktif melihat Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik mengingat potensi sosioekonomi yang dimiliki. Selain sektor properti tradisional seperti pergudangan modern dan rumah tapak, sektor properti alternatif seperti pusat data (data centre), pendidikan dan kesehatan juga merupakan sektor yang dilirik oleh para pelaku bisnis properti. “Meskipun Jakarta masih menjadi pintu utama untuk berinvestasi di Indonesia, pembangunan ruas jalan tol baru dan jalan tol luar kota diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan properti di kota-kota lainnya,” tutup James.