Pembiayaan Berkelanjutan Maybank Indonesia Kian Bertumbuh di 2025

Propertynbank.com – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia atau Bank) mencatat akselerasi mobilisasi pembiayaan berkelanjutan yang melonjak 92,9% year-on-year dibandingkan dengan capaian pada 2024, menjadi sebesar Rp8,24 triliun. Hal ini mencerminkan upaya Bank dalam menangkap peluang transisi menuju ekonomi rendah karbon. Realisasi penyaluran Pembiayaan Berkelanjutan tersebut dihitung dengan mengacu pada Klasifikasi Kerangka Kerja Produk Berkelanjutan (Sustainable Product Framework/SPF) dan Kerangka Kerja Keuangan Transisi (Transition Finance Framework/TFF) yang ditetapkan Maybank Group dan sejalan dengan standar global. Secara akumulasi sejak tahun 2021 sampai dengan tahun 2025, Maybank Indonesia berhasil memobilisasi Rp17,31 triliun pembiayaan berkelanjutan. Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan kenaikan ini terutama ditopang oleh ekspansi pembiayaan sektor hijau, dengan transportasi ramah lingkungan yang menjadi kontributor terbesar. Pembiayaan pada sektor ini mencapai Rp4,6 triliun. Nilai ini melonjak dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp2,1 triliun seiring meningkatnya dukungan terhadap kendaraan listrik. “Penyaluran ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, baik melalui pembiayaan kendaraan listrik maupun pembiayaan pada rantai nilai pendukungnya,” ujar Steffano. Pada segmen ritel, penyaluran ini turut didukung oleh kolaborasi dengan entitas anak Maybank Indonesia, yaitu Maybank Finance (MIF) dan WOM Finance, yang menyediakan pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid untuk kendaraan roda empat maupun roda dua. Selain itu, Maybank Indonesia juga memobilisasi pembiayaan pada sektor Energi Terbarukan sebesar Rp315 miliar, serta Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan Berkelanjutan sebesar Rp500 miliar, sebagai bagian dari upaya mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Maybank Indonesia juga melakukan investasi pada instrumen berkelanjutan seperti Green Bonds atau Sukuk sebesar Rp1,5 triliun, serta memperluas penggunaan instrumen pembiayaan berbasis keberlanjutan melalui Sustainability-Linked Financing yang mencapai Rp1,1 triliun. Instrumen ini memungkinkan Bank untuk mendorong pencapaian target keberlanjutan sekaligus memperkuat peran Bank sebagai mitra strategis dalam mendukung integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam strategi dan operasional nasabah. Pada kategori sosial, penyaluran pembiayaan difokuskan pada sektor pengembangan sosial ekonomi, pemberdayaan, dan penciptaan lapangan kerja, dengan total pembiayaan sebesar Rp172 miliar. Pembiayaan ini terutama diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha serta peningkatan akses terhadap pembiayaan yang inklusif bagi pelaku usaha dan masyarakat. Pembiayaan Maybank Indonesia Sementara itu, berdasarkan Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB), total pembiayaan yang disalurkan Maybank Indonesia sampai dengan tahun 2025 mencapai Rp21,23 triliun, atau sebesar 19,55% dari total kredit yang disalurkan Bank (Bank saja). Hal ini, lanjut Steffano, mencerminkan komitmen Bank dalam memperluas pembiayaan yang berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Komitmen tersebut dijalankan sejalan dengan misi “Humanising Financial Services” dan diperkuat melalui strategi jangka panjang ROAR30 (2026–2030), yang menempatkan keberlanjutan dan nilai syariah sebagai diferensiasi utama pertumbuhan Bank. Sejalan dengan kerangka SPF, pencapaian ini juga berkontribusi terhadap target Maybank Group dalam memobilisasi pembiayaan berkelanjutan secara global. Tidak hanya dari sisi pembiayaan, komitmen keberlanjutan Maybank Indonesia juga tercermin dalam capaian non-finansial. Hingga 2025, Bank telah meningkatkan kesejahteraan lebih dari 400 ribu rumah tangga, menurunkan emisi karbon operasional (cakupan 1 dan 2) sebesar 30,84% dari baseline 2019, serta mencatat lebih dari 388 ribu jam kegiatan keberlanjutan. Dengan kinerja tersebut, Maybank Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pelaku industri perbankan yang aktif mendorong transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
BTN Dominasi Penyaluran KPR FLPP Nasional, Mencapai 128 Ribu Unit Rumah di 2025

Propertynbank.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) masih mendominasi sebagai bank penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera FLPP terbesar di Indonesia. Hingga 22 Desember 2025, BTN telah merealisasikan pembiayaan 128.608 unit rumah subsidi, atau setara 46,7 persen dari total penyaluran nasional yang mencapai 270.985 unit. Sejalan juga dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) yang menempatkan BTN di peringkat teratas dari 39 bank penyalur KPR FLPP. Penyaluran itu melibatkan 8.058 pengembang dengan total 13.118 proyek perumahan yang tersebar di 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota. Terlebih lagi, dukungan anak usahanya, PT Bank Syariah Nasional (BSN) juga ikut mendorong kontribusi bank tersebut. Saat masih berstatus sebagai Unit Usaha Syariah BTN Syariah, BSN mencatatkan realisasi penyaluran 59.463 unit rumah subsidi, menjadikannya penyalur terbesar kedua secara nasional. Dengan demikian, total penyaluran KPR FLPP oleh BTN Group mencapai 188.071 unit hingga akhir Desember 2025. Oleh karena itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi kepada BTN dan seluruh perbankan penyalur KPR FLPP atas kinerja tersebut. Ara, sapaan akrabnya, optimistis sektor perbankan mampu menjadi pilar penting dalam mendukung target pemerintah pada 2026, yakni pembangunan 350.000 unit rumah subsidi. Baca Juga : BSN Resmi Beroperasi, Fokus Digital dan Perluasan Layanan Syariah Menteri PKP menyampaikan apresiasi tersebut dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penyaluran KPR Sejahtera FLPP Tahun 2026 bersama 43 bank penyalur di Kantor BP Tapera, Jakarta, Rabu (24/12). Dalam kesempatan tersebut, bank yang menguasai pembiayaan perumahan nasiaonal ini tercatat sebagai salah satu dari 10 bank dengan penyaluran FLPP tertinggi yang menandatangani kerja sama lanjutan. Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar mengungkapkan, perseroan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penyaluran KPR subsidi sejalan dengan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah. Saat ini, portofolio KPR subsidi perseroan mencapai sekitar 64 persen dari total KPR, dengan pertumbuhan yang relatif stabil sepanjang 2025. Baca Juga : Raker dan Gathering Journalist Media Network di Bandung, Matangkan Strategi Bisnis 2026 “Tantangan seperti cuaca ekstrem dan kendala perizinan sempat memengaruhi pembangunan perumahan di lapangan. Meski demikian, BTN tetap mampu menjaga kinerja penyaluran KPR Sejahtera FLPP agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat memperoleh hunian yang layak dan terjangkau,” ujar Hirwandi. Strategi BTN Memasuki 2026, sambung Hirwandi, perseroan akan memperkuat fungsi intermediasi dengan pendekatan yang lebih proaktif, termasuk menjalin kerja sama dengan institusi dan korporasi besar yang memiliki jumlah karyawan signifikan. Langkah ini dinilai memiliki potensi besar dalam memperluas basis debitur KPR subsidi. Sementara itu di kesempatan yang sama, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa penyaluran KPR Sejahtera FLPP pada 2026 dapat dimulai lebih awal, yakni sejak Januari 2026. “Hal ini diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan dan serah terima rumah subsidi, khususnya bagi proyek yang telah memasuki tahap penyelesaian,” tutupnya.
OCBC Catat Kenaikan Dana Pihak Ketiga 15% di Kuartal III 2025

Propertynbank.com – Kinerja PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) terus menunjukkan ketahanan dan konsistensi di tengah kondisi industri perbankan yang masih penuh tantangan. Pada Kuartal III 2025, OCBC mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 15% secara tahunan (YoY) menjadi Rp230 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh kenaikan pada segmen CASA (giro dan tabungan) sebesar 15% YoY, serta deposito berjangka yang meningkat 16% YoY. Selain itu, penyaluran kredit bruto juga tumbuh 2% YoY menjadi Rp164,74 triliun, dengan kualitas aset yang tetap terjaga baik. Rasio kredit bermasalah bruto (Gross NPL) berada di level 2,0%, sementara Net NPL tercatat hanya 0,8%, menegaskan manajemen risiko yang sehat dan terkendali. Hingga 30 September 2025, bank ini berhasil membukukan laba bersih (Profit After Tax) sebesar Rp3,82 triliun, relatif stabil dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut ditopang oleh pendapatan operasional yang naik 10% YoY menjadi Rp9,71 triliun, serta beban operasional yang berhasil ditekan 1% YoY. Dari sisi likuiditas, Rasio Kecukupan Likuiditas (LCR) mencapai 279,9%, jauh di atas ketentuan minimum regulator, menandakan posisi likuiditas yang kuat. Baca Juga : Bank Jakarta Catat Kinerja Positif di Triwulan III 2025, Aset Tembus Rp90,7 Triliun Sementara itu, Tingkat Kecukupan Modal (CAR) juga meningkat menjadi 25,1% dari 23,7% pada periode sebelumnya, mencerminkan ketahanan modal dan kesiapan bank untuk mendukung ekspansi berkelanjutan. Indikator efisiensi juga menunjukkan hasil positif, dengan Cost to Income Ratio (CTIR) membaik menjadi 47,6% dari 52,8%, serta BOPO turun menjadi 69,2% dari 69,7% pada tahun lalu. Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan manajemen risiko. “Kami terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan risiko dengan memperkuat Dana Pihak Ketiga serta mempertahankan kualitas aset yang sehat,” ujar Parwati. Selaras dengan strategi pertumbuhan berkelanjutan, transformasi digital menjadi salah satu pilar utama OCBC. Pada kuartal ketiga tahun ini, volume transaksi melalui e-channel meningkat tajam hingga 55% YoY. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pengguna aktif individu di layanan internet banking dan OCBC Mobile sebesar 13%, serta lonjakan pengguna aktif OCBC Business Mobile untuk nasabah korporasi sebesar 20%. Baca Juga : Meningkat 11 %, SMBC Indonesia Catat Pertumbuhan Laba Operasional Performa tersebut mencerminkan keberhasilan bank ini dalam memperluas adopsi layanan digital di seluruh segmen, sekaligus memperkuat posisi bank sebagai penyedia layanan perbankan digital yang cepat, aman, dan efisien. OCBC Mendorong Literasi Pada periode yang sama, bank ini merilis hasil Financial Fitness Index (FFI) 2025, sebuah riset tahunan yang mengukur tingkat kesehatan finansial masyarakat Indonesia. Meski skor FFI mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir, OCBC tetap optimistis bahwa masyarakat dapat “Win This Economy” dengan menjadi FUNanciallyFIT — sehat finansial tanpa kehilangan keseimbangan gaya hidup. Menariknya, kepemilikan instrumen investasi kompleks seperti reksa dana dan saham meningkat dua kali lipat dari 2% menjadi 4%, menunjukkan tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap manajemen risiko dan investasi jangka panjang. Baca Juga : Pertumbuhan Bisnis Sehat Dorong Kinerja Positif BCA Sepanjang 2025 Sebagai bagian dari OCBC Group, bank ini juga terus memperluas kolaborasi lintas negara. Melalui kegiatan OCBC One Connect 2025 yang diselenggarakan pada Agustus lalu, bank ini mempertemukan investor dari berbagai negara dengan pelaku bisnis lokal. Forum ini menjadi wadah strategis untuk menjembatani peluang investasi antara Indonesia, ASEAN, dan Greater China, sekaligus mempertegas komitmen bank ini mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan regional.
Meningkat 11 %, SMBC Indonesia Catat Pertumbuhan Laba Operasional

Propertynbank.com – PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) berhasil menghadapi lanskap makroekonomi dan mikroekonomi yang menantang pada periode Januari–September 2025 dengan menjaga fondasi yang solid dan beradaptasi secara cepat terhadap perubahan pasar. Ketangguhan ini mendorong peningkatan laba operasional serta pertumbuhan penyaluran kredit. Henoch Munandar, Direktur Utama SMBC Indonesia, mengatakan, SMBC Indonesia menjaga kinerja yang solid sepanjang periode tersebut dengan merespons dinamika pasar serta pergeseran kebijakan moneter secara cepat dan efektif. “Kami berupaya menciptakan dampak berkelanjutan dengan mendukung kemajuan ekonomi Indonesia, mendorong kesejahteraan nasabah, dan memberdayakan komunitas menuju pertumbuhan berkelanjutan. Seluruh upaya ini kami lakukan berlandaskan pola pikir adaptif serta komitmen terhadap pertumbuhan yang bermakna,” ujarnya. Laporan keuangan konsolidasi SMBC Indonesia periode Januari–September 2025 sudah memperhitungkan kinerja keuangan PT Oto Multiartha (OTO) dan PT Summit Oto Finance (SOF), atau Grup OTO. Keduanya resmi menjadi bagian dari SMBC Indonesia setelah penyelesaian akuisisi pada akhir Maret 2024. SMBC Indonesia membukukan pendapatan operasional sebesar Rp13,8 triliun, meningkat 11% year-on-year(yoy). Pendapatan bunga bersih juga tumbuh 9% yoy. Margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) yang lebih tinggi mendukung pertumbuhan ini, mencerminkan ketangguhan dan kinerja yang solid dari Perseroan di tengah persaingan pasar. Baca Juga : Aset Meningkat, Laba SMBC Indonesia Tahun 2024 Naik 19 Persen Kontribusi pasca akuisisi dari Grup OTO mendorong peningkatan NIM Perseroan menjadi 7,1% pada September 2025 dari 6,8% pada periode yang sama tahun sebelumnya. SMBC Indonesia tetap fokus mempertahankan NIM yang sehat di tengah suku bunga kredit yang kompetitif, kenaikan biaya pendanaan, dan volatilitas pasar yang terus berjalan. Penyaluran kredit mencapai Rp186,2 triliun, meningkat 6% yoy dari Rp175,1 triliun pada tahun sebelumnya. Kredit di segmen retail juga menunjukkan pertumbuhan, seperti Joint Finance (34% yoy), Jenius di luar Digital Mikro (8% yoy), dan Mikro (7% yoy). Kolaborasi Perseroan dengan Grup OTO turut mendorong peningkatan penyaluran di segmen Joint Finance. Di segmen lain, kredit korporasi dan komersial meningkat 10% yoy, sementara piutang pembiayaan Grup OTO naik 11% yoy. Biaya kredit meningkat 45% yoy menjadi Rp4 triliun akibat kenaikan pembentukan cadangan di segmen Joint Finance, korporasi, dan komersial, serta pengakuan biaya kredit Grup OTO. SMBC Indonesia akan terus menerapkan praktik manajemen risiko kredit yang cermat dan proaktif, serta menjaga tingkat cadangan yang memadai demi menjaga kualitas portofolio. Beban operasional meningkat 12% yoy menjadi Rp7,5 triliun, mencerminkan ekspansi bisnis secara keseluruhan serta konsolidasi Grup OTO. Anak usaha SMBC Indonesia, yaitu PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah), mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp945 miliar pada Januari-September 2025, tumbuh 23% yoy, dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp9,8 triliun. Baca Juga : Pertumbuhan Bisnis Sehat Dorong Kinerja Positif BCA Sepanjang 2025 Dengan demikian, SMBC Indonesia mencatat laba bersih konsolidasi setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,5 triliun, turun 26% yoy. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto sebesar 2,8% per September 2025, lebih tinggi dibanding 2,2% setahun sebelumnya, namun membaik dari 3,2% pada akhir Juni 2025. SMBC Indonesia dan Grup OTO terus menjunjung tinggi serta menerapkan praktik manajemen risiko yang disiplin dan penuh kehati-hatian. Posisi likuiditas dan pendanaan tetap kuat, tercermin di rasio cakupan likuiditas (liquidity coverage ratio/LCR) sebesar 277,8%, rasio pendanaan stabil bersih (net stable funding ratio/NSFR) sebesar 119,9%, serta rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 29,8%. Kinerja pendanaan tetap kuat, dengan saldo Current Account & Savings Account (CASA) naik 33% yoy menjadi Rp50,6 triliun. Pertumbuhan ini mendorong rasio CASA dari 33,6% pada September 2024 menjadi 42% pada September 2025. Sementara itu, deposito berjangka menurun 7% yoy menjadi Rp69,7 triliun, namun total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 6% yoy menjadi Rp120,3 triliun, mencerminkan pengelolaan pendanaan yang seimbang dan tangguh. Jenius SMBC Indonesia Konsisten Jenius dari SMBC Indonesia juga mencatatkan hasil positif di tengah performa pendanaan dan likuiditas yang kuat. Jenius, solusi life finance dari SMBC Indonesia bagi masyarakat digital savvy, terus mencatatkan tren pertumbuhan yang solid. Jumlah pengguna terdaftar naik 7% yoy menjadi 6,3 juta, sementara DPK tumbuh 13% yoy menjadi Rp30,7 triliun. Baca Juga : Manulife Indonesia Rilis MDSA, Solusi Investasi dan Perlindungan Hingga Usia 110 Tahun Portofolio kredit Jenius seperti Flexi Cash, Digital Micro, Kartu Kredit Jenius, dan Jenius Paylater naik 7% yoy menjadi Rp3,5 triliun. Pertumbuhan berkelanjutan ini menegaskan posisi Jenius sebagai pemimpin sektor perbankan digital di Indonesia yang terus mendorong inklusi keuangan melalui solusi digital yang sederhana, mudah diakses, dan inovatif. SMBC Indonesia juga memperluas dampak di luar layanan perbankan melalui Program Daya yang memberdayakan masyarakat, sejalan dengan tujuan Perseroan dalam mendorong pertumbuhan yang bermakna. Program Daya telah melibatkan hampir 7,4 juta peserta dalam 8.276 aktivitas pemberdayaan dari Januari hingga September 2025. Salah satu agenda utama dari inisiatif ini adalah Daya Fest 2025 yang diselenggarakan pada 27–29 Agustus di Menara SMBC dengan tema Growing Collaboration, Sustainable Impact. Daya Fest 2025 memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal dan mendorong kolaborasi lintas sektor. Acara ini mencakup Kelas Pemberdayaan Inspiratif dengan 1.756 peserta serta Pameran Selendang Mayang yang menampilkan produk dari 116 UMKM lokal dan mencatat penjualan sebanyak 6.087 unit selama tiga hari.
BP Tapera Apresiasi 16 Bank Penyalur Pembiayaan FLPP Berprestasi

Propertynbank.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) gelar Kegiatan Evaluasi Kinerja Bank Penyalur Pembiayaan FLPP Periode Kuartal III (Q-3) Tahun 2025 di Bogor, Jawa Barat, pada hari Kamis, 23 Oktober 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komite Tapera, Dr. Eko D. Heripoerwanto; Direktur Operasi Pemanfaatan, BP Tapera, Muhammad Nauval Al – Ammari, Narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Arwan Hasibuan dan Desta; serta Narasumber dari Direktorat Sistem Manajemen Investasi Kementerian Keuangan, Bayu Aji. Turut hadir pula 41 Bank Penyalur dan Asosiasi Pengembang yang aktif mendukung Program FLPP. Dalam sambutannya, Muhammad Nauval Al – Ammari menjelaskan bahwa Evaluasi ini merupakan agenda strategis tahunan sesuai ketentuan dalam Peraturan BP Tapera Nomor 9 Tahun 2021 serta kesepakatan dalam kerja sama antara BP Tapera dan Bank Penyalur Pembiayaan FLPP. “Tujuannya adalah untuk melakukan improvement, agar kualitas Program FLPP terus meningkat menjadi lebih baik,” ujar Nauval. Ia menambahkan, saat ini tingkat keterhunian rumah FLPP telah mencapai 93 persen. Sebaran pemantauan kondisi rumah siap huni pasca akad dan keterhunian rumah FLPP telah menjangkau lebih dari 90 Kabupaten/Kota. “BP Tapera terus berupaya agar masyarakat memperoleh rumah FLPP yang siap huni dan bermanfaat dihuni sesuai aturan yang berlaku,” pungkas Nauval. Sementara itu, Anggota Komite Tapera Eko Djoeli Heripoerwanto menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara bank penyalur dan asosiasi pengembang. “Kami berterima kasih atas kerja sama yang sudah terjalin. Kita harus terus semangat, maksimalkan penyaluran Pembiayaan sesuai kuota FLPP yang tersedia dan terus tingkatkan kualitas rumah layak huni bagi MBR,” tegas Eko. Baca Juga : Komitmen Pada Bisnis Berkelanjutan, Bank Jakarta Raih Penghargaan ESG Excellence 2025 BP Tapera memberikan Piagam Penghargaan kepada 16 Bank Penyalur dengan 9 Kategori sebagai apresiasi kepada Bank Penyalur berprestasi atas kontribusinya dalam penyaluran pembiayaan rumah FLPP, dengan rincian sebagai berikut : A. Kategori Bank Nasional Panyaluran Pembiayaan FLPP Terbanyak: 1. Bank Tabungan Negara. 2. Bank Tabungan Negara Unit Usaha Syariah. 3. Bank Rakyat Indonesia. B. Kategori Bank Pembangunan Daerah Penyaluran Pembiayaan FLPP Terbanyak: 1. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Dan Banten. 2. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Dan Banten Syariah. 3. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan Bangka Belitung. C. Kategori Pertumbuhan Penyaluran Pembiayaan FLPP Tertinggi: 1. Bank Mandiri. 2. Bank Pembangunan Daerah Riau Kepri Syariah. 3. Bank Syariah Indonesia. D. Kategori Penyaluran Pembiayaan bagi Pekerja Mandiri Terbanyak (Jumlah Terbanyak) : 1. Bank Tabungan Negara. 2. Bank Tabungan Negara Unit Usaha Syariah. E. Kategori Penyaluran Pembiayaan bagi Pekerja Mandiri Terbanyak (Persentase Terbesar) : 1. Bank Pembangunan Daerah Nagari Syariah. 2. Bank Pembangunan Daerah Nagari. 3. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Dan Sulawesi Barat. F. Bank Penyalur dengan Tingkat Keterhunian Tinggi (di atas 94%) dan Jumlah Rumah Dihuni Terbanyak: 1. Bank Nasional Indonesia. 2. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Dan Banten Syariah. 3. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan Bangka Belitung Syariah. G. Tingkat Keterhunian Tertinggi (100% rumah dihuni sesuai sampling): Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara. H. Kategori Implementasi QRC dan akuHUNI dengan Jumlah Terbanyak: Bank Tabungan Negara Unit Usaha Syariah. I. Kategori Bank Penyalur Pembiayaan FLPP Dengan Nilai Evaluasi Tertinggi: Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan Syariah. Dorong Manfaat FLPP BP Tapera Kegiatan ini juga membahas Evaluasi Perlindungan Konsumen terkait SLIK, Pinjol, dan Pembiayaan FLPP oleh Narasumber dari OJK, serta Evaluasi Pengelolaan Dana FLPP dalam Konteks Investasi Pemerintah oleh Narasumber dari Kementerian Keuangan. BP Tapera berharap hasil dari evaluasi ini bisa efektif mendorong bertambah semakin banyak jumlah masyarakat yang mendapatkan manfaat pembiayaan rumah dari program FLPP BP Tapera. Kegiatan ini menunjukan bahwa Negara melalui BP Tapera hadir dan sangat peduli untuk terus meningkatkan layanan dan manfaat program pembiayaan rumah bagi Masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah, Perbankan, dan Asosiasi Pengembang.
Pertumbuhan Bisnis Sehat Dorong Kinerja Positif BCA Sepanjang 2025

Propertynbank.com – PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) mencatat kinerja solid hingga September 2025. Kredit Bank Central Asia dan entitas anak tumbuh 7,6% YoY menjadi Rp944 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) naik 7,0% YoY, ditopang dominasi CASA yang mencapai 83,8% dari total DPK. Laba bersih konsolidasian Bank Central Asia menembus Rp43,4 triliun, naik 5,7% YoY. Presiden Direktur Bank Central Asia, Hendra Lembong, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini merupakan hasil ekspansi kredit yang pruden dan likuiditas yang terjaga. “Kami berkomitmen terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit berkualitas serta layanan digital yang inovatif,” ujarnya dalam Paparan Kinerja Bank Central Asia Kuartal III 2025. Kredit korporasi menjadi kontributor terbesar dengan kenaikan 10,4% YoY menjadi Rp436,9 triliun, diikuti kredit komersial Rp142,9 triliun (+5,7%) dan kredit UKM Rp129,3 triliun (+7,7%). Kredit konsumer juga meningkat 3,3% YoY menjadi Rp223,6 triliun, terutama didorong oleh KPR yang tumbuh 6,4% YoY menjadi Rp138,8 triliun. Kualitas aset Bank Central Asia tetap kuat dengan Loan at Risk (LAR) turun menjadi 5,5%, lebih baik dari 6,1% tahun lalu. Non-Performing Loan (NPL) stabil di 2,1%, sementara cadangan kerugian kredit tercatat memadai, masing-masing 166,6% (NPL) dan 69,5% (LAR). Bank Central Asia juga memperkuat komitmen ESG, dengan portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp241 triliun, atau 25,5% dari total kredit, naik 12,7% YoY. Pada ajang BCA Expo 2025, bank ini menghadirkan Mesin Daur Ulang Bakti BCA, edukator sampah, dan waste station untuk pemilahan limbah, yang diperkirakan menekan emisi karbon hingga 18,1 ton CO₂. Baca Juga : Bank Danamon Dukung Pembiayaan Kepemilikan Two Sudirman Private Residences Dari sisi digital, pengembangan myBCA berlanjut dengan fitur baru seperti OTP langsung dari aplikasi, myBCA Keyboard, serta penambahan mata uang Dirham (AED) pada Poket Valas, sehingga kini tersedia 18 mata uang asing. Fitur QRIS Cross Border juga telah dapat digunakan di Jepang, memperluas jangkauan transaksi nasabah global. Dukungan BCA Untuk UMKM Melalui program Bakti BCA, perusahaan terus menjalankan berbagai inisiatif sosial. Program Genera-Z Berbakti melibatkan mahasiswa dari empat universitas besar yang melaksanakan proyek pengabdian masyarakat di berbagai desa wisata binaan. Selain itu, Beasiswa Bakti BCA telah membantu lebih dari 8.500 mahasiswa, sementara kegiatan operasi katarak gratis menjangkau hampir 10 ribu penerima manfaat di 21 provinsi, termasuk wilayah 3T. Dalam bidang lingkungan, Bakti BCA telah melepas lebih dari 65 ribu tukik dan merelokasi 1.000 sarang penyu di tiga lokasi konservasi. Baca Juga : Komitmen Pada Bisnis Berkelanjutan, Bank Jakarta Raih Penghargaan ESG Excellence 2025 “Bank Central Asia akan terus memperkuat komitmen pada inovasi, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat. Pertumbuhan bisnis yang pruden menjadi fondasi kami untuk memberikan nilai tambah bagi nasabah dan bangsa,” tutup Hendra Lembong.
Bank DKI dan Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja Jalin Kerjasama
Propertynbank.com – Bank DKI dan Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja sepakat menjalin kerja sama, khususnya dalam rangka pemanfaatan layanan fasilitas perbankan secara lebih luas dan optimal, yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama oleh Direktur Ritel & Syariah Bank DKI, Henky Oktavianus dan Direktur Utama Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja, Finny Widiyanti di Tangerang pada Rabu (24/07) lalu. Direktur Ritel & Syariah Bank DKI, Henky Oktavianus menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan layanan perbankan dan mendukung perkembangan usaha di pasar tradisional. Bank DKI, kata dia, menyambut baik kerja sama dengan Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja dalam memajukan ekosistem pasar di wilayah Tangerang. “Bank DKI menyediakan berbagai fasilitas dan layanan perbankan yang dapat dimanfaatkan Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja untuk dukungan pengembangan usaha, meningkatkan efisiensi operasional, serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pelaku usaha di pasar tradisional,” ujar Henky dalam keterangannya. Baca Juga : Bank DKI Distribusikan Kartu Anak Jakarta, KPDJ, dan KLJ Melalui kerja sama ini, Bank DKI menyediakan berbagai layanan fasilitas perbankan yang mencakup funding (dana) dan lending (kredit), diantaranya penyaluran fasilitas Kredit Mikro dan E-Channel (Cash Management System (CMS)), mesin Electronic Data Capture (EDC), Automatic Teller Machine (ATM), Mobile Banking, hingga Uang Elektronik (berbasis server maupun berbasis chip-kartu) bagi para pelaku usaha di ekosistem pasar tradisional khususnya di daerah Tangerang. Pertukaran Bisnis Bank DKI dan Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja Sementara itu, Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo dalam keterangan resminya mengatakan, melalui kerja sama ini, pihaknya berharap dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan para pedagang di wilayah Tangerang yang merupakan wilayah penyangga Jakarta. “Kerja sama ini juga mencakup pertukaran ekosistem bisnis antara Bank DKI dan Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja dengan tujuan mengoptimalkan penggunaan produk yang dimiliki oleh kedua belah pihak, sehingga tercipta sinergi yang saling menguntungkan dalam mendukung pertumbuhan bisnis dan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Agus. Baca Juga : UUS Bank DKI Ditunjuk Sebagai Bank Pengelola Keuangan Haji Pada kesempatan berbeda, Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menambahkan, komitmen Bank DKI untuk mendukung sektor UMKM merupakan bagian dari misi Bank DKI untuk mendorong pertumbuhan sektor UMKM. “Melalui kerjasama ini, kami berharap dapat menjadi mitra yang handal bagi para pelaku usaha, dalam mewujudkan mimpi memiliki tempat usaha sendiri,” tandas Arie. Senada dengan itu, Direktur Utama Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja, Finny Widiyanti, menyambut baik kerja sama ini dan berharap dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha pasar tradisional khususnya di daerah Tangerang, “Kami sangat antusias dengan kerja sama ini dan berharap dapat memanfaatkan berbagai fasilitas perbankan yang disediakan oleh Bank DKI untuk meningkatkan pelayanan kami kepada para pedagang dan masyarakat,” tutup Finny.
Kredit BCA Naik 15,5%, Tumbuh Diatas Rata-rata Industri

Propertynbank.com – PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) dan entitas anak membukukan peningkatan total kredit sebesar 15,5% secara tahunan (YoY) menjadi Rp850 triliun per Juni 2024. Pertumbuhan total kredit BCA tersebut berada di atas rata-rata industri. Dari sisi profitabilitas, laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh 11,1% YoY menjadi Rp26,9 triliun pada semester I 2024. Pertumbuhan ini ditopang ekspansi pembiayaan secara berkualitas, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan. “Kredit untuk bisnis tercatat tumbuh dengan solid, baik di segmen korporasi maupun UMKM. Peningkatan juga terjadi di segmen kredit konsumer, ditopang pelaksanaan BCA Expoversary 2024. Event yang diselenggarakan sekitar dua bulan tersebut berhasil mengumpulkan total aplikasi KPR dan kredit kendaraan bermotor (KKB) sekitar Rp50 triliun. Kami berterima kasih atas kepercayaan nasabah, serta dukungan dari pemerintah dan otoritas, sehingga BCA dapat melalui paruh pertama 2024 dengan baik,” kata Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja. Kredit korporasi menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi per Juni 2024, naik 19,9% YoY mencapai Rp388,6 triliun. Kredit komersial tumbuh 7,9% YoY menjadi Rp127,8 triliun, dan kredit UKM naik 12,7% YoY hingga menyentuh Rp114,4 triliun. Baca Juga : BCA Dinobatkan Sebagai Brand Perbankan Terkuat Dari 500 Bank di Dunia Portofolio kredit konsumer meningkat 13,6% YoY menjadi Rp210,2 triliun, didorong penyaluran KPR yang tumbuh 10,8% YoY mencapai Rp126,9 triliun serta pertumbuhan KKB sebesar 18,4% YoY menjadi Rp62,1 triliun. Kenaikan outstanding pinjaman konsumer lainnya (sebagian besar kartu kredit) tercatat sebesar 20,2% YoY mencapai Rp17,8 triliun. Penyaluran Kredit BCA Penyaluran kredit BCA ke sektor-sektor berkelanjutan, termasuk di dalamnya investasi pada obligasi hijau serta kredit dengan skema sustainability linked loans, tumbuh 9,3% YoY menyentuh Rp198 triliun per Juni 2024, setara 23,2% dari total portofolio pembiayaan. Konsisten mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik, BCA telah menyalurkan pembiayaan untuk kendaraan bermotor listrik sekitar Rp1,5 triliun per Juni 2024, tumbuh 2 kali lipat secara YoY. BCA juga kembali menghadirkan program Kredit Multiguna Usaha #KaMUKartini, yang memberikan kredit dengan bunga spesial mulai 3,21% p.a. untuk perempuan pengusaha. Per Juni 2024, penyaluran Kredit Multiguna Usaha #KaMUKartini meningkat 250% secara tahunan. Perbaikan kualitas pinjaman BCA mengiringi solidnya pertumbuhan kredit. Rasio loan at risk (LAR) tercatat sebesar 6,4% pada semester I 2024, turun dibandingkan angka setahun lalu yaitu 9%. Rasio kredit bermasalah (NPL) berada di angka 2,2%. Rasio pencadangan NPL dan LAR berada pada level yang memadai, masing-masing sebesar 190,2% dan 71,2%. Di sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) naik 5% YoY menyentuh Rp1.125 triliun. Dana giro dan tabungan (CASA) berkontribusi 82% lebih dari total DPK, tumbuh 5,8% mencapai Rp915 triliun. Solidnya pertumbuhan CASA selaras dengan total frekuensi transaksi BCA yang naik 21% YoY mencapai 17 miliar pada semester I 2024, tumbuh 4 kali lipat dalam 5 tahun terakhir. Khusus di kanal digital, frekuensi transaksi mobile banking dan internet banking mencapai 14,8 miliar, naik 24% YoY. Baca Juga : BCA Expoversary 2024 Tebar Promo, Bunga KPR Hanya 2,67% Sejalan dengan solidnya kinerja penyaluran kredit dan pendanaan, BCA mempertahankan pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) pada semester I 2024 sebesar 7,9% YoY, mencapai Rp39,9 triliun. Pendapatan selain bunga naik 12,1% YoY menjadi Rp12,4 triliun. Total pendapatan operasional mencapai Rp52,4 triliun, naik 8,9% YoY. Peningkatan kualitas aset diiringi turunnya biaya provisi BCA hingga 6,8% YoY. “BCA mengembangkan myBCA secara berkesinambungan, kini menghadirkan fitur baru ‘Poket Valas’. Fitur ini merupakan kantong dana dengan pilihan delapan mata uang asing, yang terkoneksi dengan satu rekening. Dengan fitur ini, nasabah dapat melakukan transaksi menggunakan mata uang asing kapanpun dan di manapun. Transaksi debit dan tarik tunai di luar negeri dengan mata uang asing juga bisa dilakukan tanpa konversi kurs ke rupiah,” kata Jahja Setiaatmadja Selain ‘Poket Valas’, pendaftaran atau login myBCA kini bisa menggunakan nomor telepon luar negeri dari ratusan negara. myBCA juga telah dilengkapi fitur Rekening Dana Lender untuk keperluan nasabah yang menjadi investor di P2P lending. Pengembangan layanan digital juga dilakukan terhadap KeyBCA yang kini tersedia dalam bentuk aplikasi. Sebagai bentuk apresiasi bagi nasabah, BCA menghadirkan program Gebyar Hadiah BCA yang bertabur hadiah seperti Vespa LX I Get 125 hingga Mobil Mercedes Benz, yang berlangsung pada 1 Mei-31 Agustus 2024. Bakti BCA Memperingati Hari Pendidikan Nasional, Bakti BCA menggelar rangkaian kuliah umum bertajuk “BCA Berbagi Ilmu” yang diselenggarakan di 5 universitas negeri yang tersebar di Indonesia. Jajaran Direksi BCA hadir langsung memberikan kuliah umum bagi lebih dari 3.300 mahasiswa. Program BCA Berbagi Ilmu dilengkapi kegiatan student banking tour ke sejumlah kantor cabang BCA, serta pelatihan merias dan sertifikasi profesi Makeup Artist bagi Sahabat Disabilitas. Baca Juga : KPR Target Tumbuh 11%, BCA Berupaya Tak Naikkan Suku Bunga Bakti BCA mendukung revitalisasi kebun kelompok tani kopi Cikoneng, Bogor, seluas 10 hektare untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani kopi dengan standar internasional. Selain itu, Bakti BCA kembali menyelenggarakan workshop sertifikat halal gratis dengan target 2.000 peserta UMKM, naik 2 kali lipat dibandingkan tahun lalu. Di sektor kesehatan, Bakti BCA menjadi funding partner senilai US$ 1 juta untuk mendukung BKKBN dan USAID dalam program Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia. Program ini dilaksanakan pada 8 kabupaten di penjuru Indonesia, dan akan diteruskan secara berkelanjutan. Bakti BCA juga berkolaborasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam penyelenggaraan donor darah yang mengumpulkan 411 kantong darah.
Kinerja Positif, Bank DKI Raih Penghargaan Best Bank 2024
Propertynbank.com – Bank DKI kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan The Best Bank Awards 2024 kategori Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) II: Sampai dengan Rp14 Triliun, dari media Investortrust.id. Penghargaan ini diterima Bank DKI atas pencapaian kinerja tahun buku 2023. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Perusahaan Bank DKI Arie Rinaldi, mewakili Direktur Utama Bank DKI Agus H. Widodo, pada gelaran Investortrust Best Bank 2024 yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis (11/07) lalu. Dalam keterangan siaran pers yang diterima redaksi, Agus mendedikasikan penghargaan yang diterima kepada seluruh pemangku kepentingan, khususnya nasabah, pemegang saham dan mitra bisnis yang terus memberikan kepercayaan kepada Bank DKI. “Pencapaian ini tentunya menjadi semangat bagi Bank DKI untuk terus menghadirkan produk dan layanan perbankan yang mampu menjawab kebutuhan perbankan bagi para nasabah dan mitra kerja Bank DKI,” tegas Agus. Penilaian Best Bank 2024 Sebagai informasi, penghargaan Best Bank 2024 diberikan oleh media Investortrust.id sebagai apresiasi kepada Bank yang memiliki performa mengesankan sepanjang tahun 2023. Penilaian pemenang penghargaan The Best Bank Awards 2024 ini berdasarkan pengelompokan modal inti (KBMI) atau penilaian tertinggi atas kinerja sepanjang tahun 2023-2024. Selain itu, pemenang dari penghargaan Best Bank 2024 juga berdasarkan penilaian dan keputusan dari dewan juri Independen. Baca Juga : Bank DKI Raih Penghargaan Indonesia Banking Service Excellence 2024 Untuk diketahui, Bank DKI terus menginisiasi pengembangan dan inovasi produk dan layanan berbasis digital untuk perluasan aksesibilitas, diantaranya pengembangan JakOne Mobile, pembayaran elektronik berbasis kartu JakCard, dukungan UMKM dengan sistem keagenan JakOne Abank, termasuk berbagai upaya kolaborasi misalnya elektronifikasi pembayaran terintegrasi pada moda transportasi, tempat wisata kelolaan Pemprov DKI, digitalisasi pembayaran pasar kelolaan Perumda Pasar Jaya, hingga berbagai kolaborasi digital dengan BPD, BUMD dan entitas lainnya. Terbaru, Bank DKI juga memperkenalkan Jakarta Tourist Pass sebagai solusi digital berbasis kartu elektronik (JakCard) dan aplikasi (JakOne Pay) yang dirancang untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan, seperti mengakses informasi destinasi populer, transportasi, pembayaran, serta layanan pariwisata lainnya di Jakarta. Lebih lanjut Agus menambahkan, penghargaan Indonesia Best Bank Awards 2024 yang diperoleh Bank DKI menjadi apresiasi dan memotivasi Bank DKI untuk terus memperluas akses keuangan dan meningkatkan nilai tambah atas produk dan layanan, termasuk melalui berbagai langkah sinergi. “Penghargaan ini menjadi semangat bagi seluruh insan Bank DKI dalam menghadirkan inovasi layanan perbankan dalam perwujudan capaian perusahaan untuk menjadi bank pilihan bagi masyarakat Jakarta,” lanjut Agus. Baca Juga : Konsisten Berinovasi, Bank DKI Raih Indonesia Best Living Legend Company 2024 Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Arie Rinaldi menyampaikan, penghargaan ini juga turut mendorong Bank DKI dalam mengembangkan produk dan layanan yang inovatif serta memperkuat posisi sebagai bank pembangunan daerah yang terpercaya. “Bank DKI terus berupaya untuk mengembangkan inovasi dalam produk dan layanan perbankan digital yang semakin memudahkan nasabah, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan terus memperbarui dan meningkatkan layanan digital, Bank DKI bertekad menjadi pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan perbankan nasabah,” pungkas Arie.
Kredit BCA Tumbuh 17,1%, Kinerja Solid di Seluruh Segmen

Propertynbank.com – PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (IDX: BBCA) dan entitas anak membukukan kenaikan total kredit sebesar 17,1% secara tahunan (YoY) menjadi Rp835,7 triliun per Maret 2024. Pertumbuhan total kredit tersebut berada di atas rata-rata industri. Sementara itu, laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh 11,7% YoY hingga Rp12,9 triliun pada kuartal I 2024. Pertumbuhan ini ditopang ekspansi pembiayaan yang disalurkan, perbaikan kualitas pinjaman secara konsisten, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja mengatakan, pihaknya melihat optimisme konsumsi masyarakat, khususnya selama periode Ramadan dan Idulfitri tahun ini, turut berdampak positif bagi penyaluran kredit BCA hingga Maret 2024. Minat kredit konsumer terjaga dengan baik, tercermin dari tingginya antusiasme pengunjung BCA Expoversary 2024 yang berlangsung secara offline pada 29 Februari–3 Maret 2024, dan online sampai akhir April 2024. Baca Juga : BCA Selenggarakan Program Beasiswa Bakti BCA 2024 Diikuti 700 mahasiswa “Hingga akhir Maret, total aplikasi KPR dan KKB pada BCA Expoversary 2024 telah mencapai lebih dari Rp30 triliun, dan diharapkan terus bertambah hingga penutupan nanti. Kami optimistis dapat menjaga pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun ini, sejalan dengan positifnya prospek perekonomian nasional,” ujar Jahja Setiaatmadja. Kredit korporasi tumbuh 22,1% YoY sehingga totalnya Rp389,2 triliun per Maret 2024, sementara kredit komersial naik 9,3% YoY menjadi Rp125,2 triliun. Kinerja kredit UKM melanjutkan tren pertumbuhan di atas rata-rata industri, seperti kinerja tahun sebelumnya. Per Maret 2024, kredit UKM BCA naik 13,5% YoY mencapai Rp110,4 triliun. Kredit konsumer meningkat 14,9% YoY menjadi Rp201,6 triliun. Pertumbuhan kredit konsumer ditopang oleh KPR BCA yang naik 11,0% YoY mencapai Rp121,7 triliun, KKB yang tumbuh 22,2% YoY menjadi Rp59,8 triliun, serta kenaikan outstanding pinjaman konsumer lainnya (sebagian besar merupakan kartu kredit) sebesar 22,6% YoY mencapai Rp17,1 triliun. Penyaluran kredit BCA ke sektor-sektor berkelanjutan pada Maret 2024 tumbuh 9,1% YoY, menyentuh Rp197,4 triliun atau setara 23,5% dari total portofolio pembiayaan. Dalam rangka terus mendorong penyaluran kredit ke sektor ini, BCA memberikan promo suku bunga kredit bagi debitur komersial dan UKM yang bergerak dalam Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan. Konsisten dalam mendukung penerapan ekonomi sirkular, BCA melakukan pengumpulan total 208 ton limbah pada kuartal I 2024, di antaranya terdiri dari limbah organik, non-organik, dokumen yang tidak terpakai, serta limbah elektronik. Penerapan praktik usaha berkelanjutan lain tercermin dari keberhasilan Wisma BCA di Bukit Semarang Baru (BSB) Semarang meraih sertifikat Green Building kategori Existing Building V1.1 Level Platinum dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Pertumbuhan kredit BCA diikuti perbaikan kualitas pinjaman, sejalan dengan portofolio kredit yang direstrukturisasi berangsur kembali ke pembayaran normal. Rasio loan at risk (LAR) berada di angka 6,6% pada kuartal I 2024, turun dibandingkan angka setahun lalu yaitu 9,8%. Rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di angka 1,9%. Rasio pencadangan NPL dan LAR berada pada level yang solid, masing-masing 220,3% dan 71,9%. Baca Juga : BCA Dinobatkan Sebagai Brand Perbankan Terkuat Dari 500 Bank di Dunia Di sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) naik 7,9% YoY menyentuh Rp1.121 triliun per Maret 2024. Dana giro dan tabungan (CASA) tumbuh sekitar 7,3% mencapai Rp904,5 triliun. Solidnya pertumbuhan CASA selaras dengan total volume transaksi BCA yang naik 20,8% YoY mencapai 8,3 miliar pada kuartal I 2024. Khusus di kanal digital, volume transaksi mobile banking dan internet banking BCA mencapai 7,2 miliar, naik 23,5% YoY. BCA secara berkesinambungan melakukan investasi untuk memperkuat ekosistem hybrid banking, dan memberikan pelayanan berkualitas bagi nasabah yang beragam. Pengembangan layanan digital BCA salah satunya diwujudkan melalui peluncuran aplikasi Merchant BCA yang dirancang untuk memberdayakan pengusaha lokal, melalui beragam fitur unggulan seperti Merchant Care, notifikasi transaksi real-time, hingga pengajuan EDC dan QRIS. Berkolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), BCA juga meluncurkan fasilitas pembayaran donasi dan zakat melalui fitur “Lifestyle” di BCA mobile. “Terkait pengembangan kanal myBCA, pada kuartal I 2024 BCA kembali menambahkan sejumlah fitur untuk meningkatkan kenyamanan bertransaksi. Inovasi tersebut mencakup transaksi QRIS Transfer, QRIS cross border, instant access pembayaran QRIS, mengubah transaksi kartu kredit menjadi cicilan BCA, pembayaran tagihan dan pembelian token PLN, hingga aktivasi dan pengaturan akun OneKlik,” kata Jahja Setiaatmadja. Secara keseluruhan BCA berhasil mempertahankan profitabilitas yang berkelanjutan. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BCA selama kuartal I 2024 mencapai Rp19,8 triliun, tumbuh 7,1% secara tahunan. Kemudian, pendapatan selain bunga naik 6,8% YoY menjadi Rp6,4 triliun. Secara total, pendapatan operasional mencapai Rp26,2 triliun atau naik 7% YoY pada kuartal I 2024. Rasio cost to income terjaga di level 32,4%. Di samping itu, seiring dengan meningkatnya kualitas aset, biaya provisi BCA turun 29,8% YoY, sehingga turut berkontribusi bagi pertumbuhan laba BCA. Bakti BCA Sebagai komitmen untuk menciptakan nilai bagi masyarakat dan lingkungan, Bakti BCA turut memfasilitasi penerbitan 1.000 sertifikat halal bagi pelaku UMKM di berbagai daerah. Sinergi dengan pemerintah dan lembaga lain dilakukan BCA dalam penyelesaian perbaikan empat pulau buatan di Samboja, Kalimantan Timur, untuk melestarikan orang utan. Baca Juga : KPR Target Tumbuh 11%, BCA Berupaya Tak Naikkan Suku Bunga Kontribusi Perseroan dalam pelestarian lingkungan juga diwujudkan melalui aksi pengumpulan 5.000 sampah botol plastik selama BCA Expoversary 2024 offline di ICE BSD, Tangerang. Ribuan sampah yang dikumpulkan di dua unit mesin daur ulang Bakti BCA tersebut dikonversi menjadi pelepasan 500 ekor tukik (10 bottles for 1 egg). BCA juga turut serta dalam inisiatif global Earth Hour dengan memadamkan lampu selama 1 jam pada 946 gedung kantor Perseroan di berbagai daerah. Untuk bidang pendidikan, BCA resmi membuka program Beasiswa Bakti BCA 2024 yang diikuti 700 mahasiswa dari 20 perguruan tinggi di Indonesia. Pada bidang kesehatan, BCA telah menggelar bakti sosial kesehatan di dua lokasi berbeda di Jakarta, menggelar kegiatan donor darah, serta menyelenggarakan operasi katarak gratis di Maluku.