PNB_Back_Up

Minat Pembiayaan Syariah Meningkat, Laba UUS BTN Naik 70 %

syariah

Propertynbank.com – Unit Usaha Syariah milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. membukukan laba bersih Rp400,89 miliar pada kuartal III/2023. Laporan keuangan Bank BTN menunjukkan, kinerja BTN Syariah atau Unit Usaha Syariah (UUS) BTN tersebut melonjak 70,40% secara tahunan (year-on-year/yoy), dimana pada kuartal III/2022 lalu sebesar Rp235,27 miliar. Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu menegaskan, kinerja positif BTN Syariah tersebut sejalan dengan semakin besarnya minat masyarakat Indonesia untuk membeli rumah melalui skema pembiayaan syariah. “Masyarakat Indonesia mayoritas merupakan muslim yang merupakan basis nasabah yang kuat untuk bisnis pembiayaan perumahan dengan skema syariah. Kami optimistis BTN Syariah memiliki ruang besar untuk terus bertumbuh besar sehingga dapat melayani kebutuhan pembiayaan perumahan masyarakat Indonesia,” jelas Nixon dalam keterangannya, dikutip, Senin (27/11). Baca Juga : Terbitkan Sukuk Rp 92 Miliar, BTN Syariah Tingkatkan Penyaluran KPR Tapera Menurut Nixon, perolehan laba bersih BTN Syariah tersebut disumbang penyaluran pembiayaan yang naik hingga 17,94% yoy dari Rp30,35 triliun menjadi Rp35,79 triliun per kuartal III/2023. Hingga kuartal III/2023, pembiayaan perumahan tercatat masih mendominasi penyaluran pembiayaan di BTN Syariah atau sebesar 97,43%. Nixon menambahkan, BTN Syariah juga telah menghimpun DPK senilai Rp36,25 triliun pada kuartal III/2023 atau naik 16,76% yoy dari Rp31,05 triliun di kuartal III/2022. Dengan kinerja tersebut, aset syariah tercatat naik 17,26% yoy dari Rp41,29 triliun pada kuartal III/2022 menjadi Rp48,41 triliun per kuartal III/2023. Sementara itu, tutur Nixon, laba bersih BTN Syariah juga turut menopang perolehan laba bersih Bank BTN. Per kuartal III/2023, Bank BTN mencatatkan laba bersih senilai Rp2,31 triliun atau sesuai target perseroan. Selain disumbang bisnis syariah, perolehan laba bersih Bank BTN juga ditopang bisnis perseroan yang positif mulai dari KPR, high yield loan, hingga lonjakan fee based income. “Hingga akhir tahun, kami optimistis akan mencatatkan kinerja sesuai target. Mulai bergairahnya sektor perumahan dan insentif Pemerintah akan semakin mendorong bisnis pembiayaan sektor perumahan tumbuh positif hingga 2024. Momentum tersebut terus kami manfaatkan dengan berbagai inisiatif bisnis yang terus kami lakukan,” ungkap Nixon. Baca Juga : BTN Syariah Dukung Warga Muhammadiyah Miliki Rumah, 400 Nasabah Langsung Akad KPR Menurut laporan keuangan Bank BTN, per kuartal III/2023, bank yang berfokus pada pembiayaan perumahan ini mencatatkan total kredit dan pembiayaan senilai Rp318,30 triliun atau naik 9,87% yoy. Peningkatan tersebut didorong pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang naik 11,87% yoy dari Rp140,97 triliun menjadi Rp157,71 triliun pada kuartal III/2023. Hal ini karena berbagai inisiatif Bank BTN yang terus menunjukkan kinerja positif. Segmen high yield loan misalnya, menunjukkan kinerja moncer. Kredit Ringan (Kring) untuk pegawai naik 17,59% yoy menjadi Rp4,32 triliun per kuartal III/2023. Di periode yang sama, Kredit Agunan Rumah (KAR) tumbuh 10,63% yoy menjadi Rp7,34 triliun. Kredit Usaha Rakyat (KUR) pun melonjak 162,82% yoy menjadi Rp1,60 triliun di kuartal III/2023. Selain itu, ekosistem transaksi digital Bank BTN juga menyumbang kenaikan signifikan pada fee-based income. Di ekosistem ini, Bank BTN menawarkan layanan lengkap mulai dari transaksi untuk wholesale hingga ritel melalui BTN Mobile. Dengan berbagai kinerja tersebut, Bank BTN mencatatkan total fee-based income per kuartal III/2023 naik sebesar 67,32% yoy menjadi Rp2,36 triliun. Di sisi lain, Bank BTN juga telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp323,90 triliun atau naik 3,54% yoy dari Rp312,84 triliun pada kuartal III/2022. Inisiatif Bank BTN dalam menjaga biaya dana (cost of funds/CoF) juga turut meningkatkan porsi dana murah. Porsi dana murah (current account savings account/CASA) Bank BTN tercatat naik 358 basis poin (bps) menjadi 49,48% per kuartal III/2023. Dengan keseluruhan kinerja tersebut, per kuartal III/2023, total aset Bank BTN mencapai Rp409,68 triliun atau naik 5,24% yoy.

PermataBank Bukukan Kinerja Positif di Kuartal III 2023

permatabank

Propertynbank.com – Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga baik, PT Bank Permata Tbk (“PermataBank” atau “Bank”) terus membukukan kinerja yang positif hingga kuartal ketiga 2023 yang ditandai oleh pertumbuhan Total Aset sebesar 14,3% di Rp251,9 triliun dan kenaikan Pendapatan Usaha Bank sebesar 11,6% Year-on-Year (YoY) menjadi Rp9 triliun. Pencapaian ini merupakan hasil penerapan strategi bisnis secara fokus dan konsisten dan didukung juga dengan sinergi yang kuat dengan Bangkok Bank, sebagai induk PermataBank untuk memanfaatkan kapabilitas yang kuat. Meliza M. Rusli, Direktur Utama PermataBank mengatakan, kinerja positif di kuartal ketiga 2023 ini tidak lepas dari penerapan strategi bisnis yang selalu menjadi komitmen PermataBank menjadi bank pilihan. “Kami akan terus fokus untuk memperkuat bisnis deposito dan wealth, menjadi mitra ekosistem pilihan bagi para pelaku bisnis dan teknologi, dan meraih NPS terdepan di industri perbankan,” jelasnya. Baca Juga : Asthana Kemang Gandeng PermataBank, Berikan Pilihan KPA Dengan Banyak Kemudahan Pendapatan Usaha Bank dikontribusikan dari pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 11,6% menjadi Rp7,4 triliun. Laba Operasional sebelum Provisi sebesar Rp4,6 trilliun, tumbuh 20,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Keberhasilan ini menghantarkan Bank membukukan Laba Setelah Pajak sebesar Rp2,1 triliun sampai dengan kuartal ketiga 2023. Penyaluran Kredit Bank sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2023 tumbuh sebesar 2,4% YoY menjadi Rp138,9 triliun, yang mayoritas dikontribusikan dari Kredit Pinjaman Korporasi dan Pembiayaan Bersama (Joint Financing). Rasio Loan to Deposit (LDR) membaik menjadi 75,6% di September 2023 dibandingkan 68,9% pada Desember 2022 sejalan dengan inisiatif untuk melakukan optimalisasi neraca bank. Konsistensi dalam menerapkan pengelolaan kualitas aset dan portfolio kredit berdasarkan prinsip kehati-hatian tercermin dalam rasio Gross NPL dan Loan at Risk (LAR) PermataBank pada September 2023 yang terjaga masing-masing pada level 2,9% dan 9,4%, membaik dibandingkan pada level 3,1% dan 11,8% YoY. Lebih lanjut, PermataBank terus menjaga kebutuhan cadangan atas potensi penurunan risiko kredit secara konservatif, tercermin dari rasio NPL coverage dan rasio LAR coverage masing-masing di level 285,7% dan 86,7%. Baca Juga : Investasi Syariah Makin Laris PermataBank Luncurkan Permata RDN Syariah Digital PermataBank jga berkomitmen untuk menyelesaikan kredit bermasalah tetap terjaga melalui upaya restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset. Melalui penerapan manajemen biaya yang disiplin dan efisiensi operasional yang telah dilakukan secara optimal, serta adaptasi cara kerja digital yang lebih agile, Bank berhasil membukukan rasio Cost to Income (CIR) yang semakin baik menjadi 49,2% pada September 2023 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 53,1%. Total simpanan nasabah tumbuh 12,6% menjadi Rp181,8 triliun.  Bank tetap fokus untuk meningkatkan dana murah CASA, dimana hingga sembilan bulan pertama tahun 2023, rasio CASA masih berada di level 55.9%. Dari sisi permodalan, PermataBank merupakan salah satu yang terkuat diantara 10 besar bank komersial di Indonesia dengan rasio CAR dan CET-1 sebesar 39,4% dan 29,9%. Semangat Kebersamaan PermataBank Memasuki tahun ke-21, PermataBank semakin mengokohkan visinya sebagai mitra yang yang memberikan nilai bermakna bagi nasabah, Sebagai bagian dari Bangkok Bank dan jaringan internasionalnya di 15 negara di ASEAN, PermataBank kini memiliki potensi yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan nasabah serta memenuhi kebutuhan finansial individu dan bisnis di Indonesia dengan prinsip customer-centric untuk semangat melayani #DenganHati. Semangat kebersamaan juga direfleksikan dalam program Corporate Social Responsibility (CSR), PermataHati. Selain program yang dibentuk sejalan dengan upaya pemerintah, PermataHati pun mengangkat pentingnya pemberdayaan perempuan terutama di bidang science, technology, engineering, and mathematics (STEM) dengan cara menciptakan ekosistem institusi keuangan yang berdampak, tidak hanya kepada nasabah, tetapi juga masyarakat secara luas.

Gandeng SPE Solution, Bank DKI Perkuat Layanan Keuangan Digital

SPE Solution

Propertynbank.com – Bank DKI menggandeng PT Solusi Pembayaran Elektronik (SPE Solution) sebagai mitra strategis dalam upaya menghadirkan akses layanan keuangan digital yang aman dan nyaman serta semakin efisien. Kolaborasi kedua belah pihak ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama, di Jakarta beberapa waktu lalu, yang mencakup pengembangan sistem Virtual Account (VA) dan Aplikasi JakOne Merchant (QRIS). Direktur Teknologi & Operasional merangkap Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank DKI, Amirul Wicaksono yang turut menyaksikan penandatanganan tersebut mengatakan, kolaborasi pengembangan Sistem Virtual Account (VA) dan JakOne Merchant Bank DKI dengan menggandeng SPE Solution menjadi salah satu upaya dalam memperkuat layanan keuangan digital yang menghadirkan kemudahan dan meningkatkan rasa aman bagi nasabah dalam bertransaksi. ”Dalam kerjasama ini, Bank DKI memperkuat layanan Virtual Account (VA) serta JakOne Merchant yang diharapkan dapat membantu pelaku usaha, khususnya kepada lebih dari 21.000 pengguna JakOne Merchant dalam mengelola aktivitas penerimaan dana secara optimal, efisien, cepat dan tepat,” ujar Amirul dalam keterangannya beberapa waktu lalu. Baca Juga : Bank DKI Gelar Pesta Rakyat Digital Island di Kepulauan Seribu Bank DKI melalui inisiatif Transformasi 5.0 yang dilakukan sejak tahun 2021, terus melakukan sejumlah pengembangan layanan digital, diantaranya aplikasi JakOne Mobile sebagai super apps, dengan berbagai fitur layanan digital yang dapat mengakomodir berbagai kebutuhan transaksi keuangan harian seperti pembayaran berbagai tagihan, pajak, retribusi, belanja online, top up uang elektronik maupun transaksi QRIS. Selanjutnya, dalam mendukung perkembangan para pelaku UMKM, Bank DKI hadir dengan layanan JakOne Abank yang dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan usaha masing-masing Agen. Selain itu, Bank DKI terus melakukan pengembangan aplikasi digital lending dengan tujuan menghadirkan kemudahan proses pengajuan kredit/pembiayaan. Lebih lanjut dijelaskan Amirul, saat ini Bank DKI juga telah melakukan berbagai inisiatif untuk memperluas akseptasi produk transaksi digital berbasis kartu—JakCard—untuk dapat menjangkau berbagai merchant yang bekerjasama dengan Bank DKI, serta menjadi pilihan tiket di berbagai jaringan transportasi di Kota Jakarta, seperti jaringan JakLingko, Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, hingga yang terbaru yakni jaringan KRL dan LRT Jabodebek. JakCard Bank DKI pun dapat digunakan sebagai tiket masuk di sejumlah tempat wisata kelolaan Pemprov DKI Jakarta, hingga pembayaran di sejumlah ruas tol seperti Jagorawi, JORR, Bogor Outer Ring Road, ruas tol dalam kota hingga tol Bali-Mandara. Komitmen SPE Solution Sementara itu, Nico Amon selaku CEO SPE Solution mengatakan, PT Solusi Pembayaran Elektronik sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri Financial Technology (Fintech) enabler, berkomitmen bergerak bersama Bank DKI dalam menghadirkan inovasi produk layanan keuangan digital yang memudahkan masyarakat. ”Dukungan kami kepada Bank DKI, sejalan dengan kontribusi kami dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing tinggi” ujar Nico. Baca Juga : Perluas Akses Pendanaan Digital, Bank DKI Gandeng Digiasia Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi berharap kerja sama ini dapat memenuhi kebutuhan transaksi digital yang berkualitas tinggi, mudah diakses serta dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. ”Bank DKI menyambut baik kolaborasi bersama SPE Solution ini sebagai bagian dari upaya kami mewujudkan transaksi non-tunai yang dapat menjadi pilihan berbagai lapisan masyarakat, dengan harapan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi khususnya di wilayah DKI Jakarta,” tutup Arie.

Kuartal II 2023, Kredit dan Pembiayaan Bank DKI Tumbuh 14,82 Persen

bank dki

Propertynbank.com – Bank DKI terus mencatatkan kinerja yang positif di tengah berbagai tantangan terhadap industri perbankan seiring peningkatan suku bunga dan sentimen negatif akibat krisis perbankan di Amerika Serikat dan Eropa pada awal Maret 2023 hingga Mei 2023 lalu. Sampai dengan Juni 2023, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kinerja kredit dan pembiayaan sebesar 14,82% menjadi Rp50,11 triliun, dari Rp43,64 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan Bank DKI ini lebih baik dari pertumbuhan kredit dan pembiayaan secara nasional berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga April 2023 yang tumbuh sebesar 8,26%, serta lebih baik dari rata-rata pertumbuhan kredit dan pembiayaan BPD yang tumbuh sebesar 10,07%. Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy melalui keterangan tertulis pada Kamis (27/7) menyampaikan kinerja positif ini didorong pertumbuhan penyaluran kredit secara year on year (yoy) pada seluruh segmen, dengan fokus pada bidang UMKM. Pertumbuhan yang signifikan terjadi pada kredit ritel yang tumbuh sebesar 74,46% menjadi Rp1,43 triliun pada Juni 2023, dari posisi Rp821,54 miliar pada Juni 2022. Baca Juga : Bank DKI Gelar Pesta Rakyat Digital Island di Kepulauan Seribu Kredit mikro juga menunjukkan kinerja yang mengesankan dengan pertumbuhan sebesar 52,50% menjadi Rp2,98 triliun pada Juni 2023, dari posisi Rp1,95 triliun pada Juni 2022. Selain itu, kredit konsumer juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 14,23% menjadi Rp20,94 triliun pada Juni 2023, dari posisi Rp18,33 triliun pada Juni 2022. Begitu pula dengan kredit skala lebih besar, seperti kredit menengah yang tumbuh 16,18% menjadi Rp1,68 triliun pada Juni 2023, dari posisi Rp1,45 triliun pada Juni 2022. Sementara itu, segmen kredit komersial tumbuh 2,03% menjadi Rp16,45 triliun pada Juni 2023, dari posisi Rp16,13 triliun pada Juni 2022, seiring strategi penyaluran kredit komersial yang dilakukan secara selektif oleh Bank DKI. Kredit sindikasi juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, yaitu tumbuh 33,48% menjadi Rp6,62 triliun pada Juni 2023, dari posisi Rp4,96 triliun pada Juni 2022. Penyaluran pembiayaan untuk segmen syariah juga tumbuh 10,19% menjadi sebesar Rp7,82 triliun pada Juni 2023, dari sebelumnya Rp7,09 triliun di Juni 2022. Seiring dengan peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan tersebut turut mendorong peningkatan aset Bank DKI sebesar 12,08% hingga menjadi Rp82,00 triliun pada Juni 2023, dari posisi Rp73,17 triliun di Juni 2022. Lebih lanjut, Fidri mengatakan dalam strategi ekspansi kredit, Perseroan memprioritaskan pengelolaan risiko yang efektif, pengaturan portofolio kredit yang berorientasi pada segmen UMKM dan pengawasan secara ketat untuk memastikan kualitas aset yang optimal. Rasio Non Performing Loan (NPL) Gross mengalami perbaikan menjadi 1,90% pada Q2-2023 dari sebelumnya 2,26% pada Q2-2022, yang menandakan kualitas kredit Bank DKI semakin sehat. Selain itu, Bank DKI juga melakukan mitigasi potensi risiko seiring dengan pertumbuhan kredit dengan menjaga Coverage Ratio sebesar 219,16%. Fidri juga mengungkapkan seiring dengan pertumbuhan kinerja yang baik serta berbagai implementasi strategi bisnis yang dilakukan, sampai dengan periode pertengahan Juli 2023 Bank DKI telah berhasil meraih 53 kategori penghargaan dari lembaga independen di berbagai bidang, seperti sumber daya manusia (SDM), leadership, tata kelola & risk, tata kelola perusahaan dan manajemen, pengembangan growth dan value teknologi sistem, hingga penguatan dan peningkatan produk dan layanan digital, diantaranya BUMD Kinerja Sangat Baik oleh Infobank, Top Bank 2023 in BPD – Capital >4 Trilion Category dan Indonesia Top Banking CEO Awards 2023 oleh The Iconomics serta Indonesia Most Prestigious Company 2023 with Outstanding in Accomodating Various Needs of Public Financial Transaction oleh Warta Ekonomi. “Menghadapi kondisi ekonomi yang menantang, Bank DKI terus berupaya untuk mengadaptasikan strategi dan mencari peluang baru utamanya pada sektor yang stabil dan potensial serta percepatan digitalisasi secara konsisten, untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh Pemangku Kepentingan.” tegas Fidri. Bank DKI Antisipasi Tren Suku Bunga dan Pengetatan Likuiditas Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI, Romy Wijayanto menjelaskan untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 9,91% menjadi Rp66,75 triliun pada Juni 2023, dari Rp60,73 triliun di Juni 2022. Pertumbuhan DPK didominasi pertumbuhan dana murah (CASA) di Q2 2023, dengan Giro tumbuh 5,03% menjadi sebesar Rp15,20 triliun pada Juni 2023, dari sebelumnya Rp14,47 triliun di Juni 2022, sedangkan tabungan tumbuh 10,75% menjadi Rp10,83 triliun, dari sebelumnya Rp9,78 triliun di Juni 2022. Baca Juga : Bank DKI dan DPD Perbarindo Jalin Kerjasama Hadirkan Abank BPR Atas pertumbuhan kredit dan DPK yang dicapai, menjadikan Loan to Deposit Ratio (LDR) naik pada level 75,06% pada Juni 2023, dibanding sebelumya 71,86% di Juni 2022. Sedangkan untuk rasio lainnya tetap tumbuh positif dan terjaga dengan baik dibanding periode Q2-2022. ROE terjaga di 9,86%, ROA menjadi 1,56% dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) stabil di 78,39%. Adapun untuk pendapatan bunga Bank DKI hingga Juni 2023 tumbuh sebesar 22,47% menjadi Rp2,64 triliun, dari Rp2,16 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Namun di sisi lain seiring tren peningkatan suku bunga perbankan, beban bunga Bank DKI juga mengalami peningkatan sebesar 76,82% menjadi sebesar Rp1,29 triliun pada Juni 2023, dari Rp728,03 miliar di Juni 2022. “Tren kenaikan suku bunga serta pengetatan likuiditas yang dilakukan oleh Bank Sentral, diantisipasi oleh Bank DKI dengan strategi manajemen likuiditas diantaranya menjaga kualitas dan yield kredit pada level yang sehat untuk mengimbangi biaya dana.” jelas Romy. Terhadap berbagai pencapaian tersebut, sampai dengan Juni 2023 kinerja bisnis Bank DKI masih dalam tren pertumbuhan positif dengan membukukan laba bersih sebesar Rp477,88 miliar, tumbuh 4,72% dibanding laba Kuartal I (Q1) 2023 sebesar Rp233,20 miliar, sedangkan laba bersih di periode Juni 2022 yang tercatat sebesar Rp504,89 miliar. Aktif Bangun Kolaborasi Untuk Akselerasi Bisnis Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menambahkan serangkaian kolaborasi telah dilakukan Bank DKI dengan berbagai entitas dalam mata rantai pelaku ekonomi baik di DKI Jakarta maupun skala nasional. Diantaranya sinergi bersama BUMD Provinsi DKI Jakarta, kolaborasi dengan BPD dari seluruh Indonesia (BPD-SI) sebagai mandated lead arranger dalam penyaluran sejumlah kredit sindikasi, kerjasama dengan DPD Perbarindo DKI Jaya dalam pemanfaatan jasa layanan perbankan digital Bank DKI, khususnya kepada nasabah BPR/BPRS, kolaborasi Bank DKI dengan Himbara, Perbanas dan Indomaret hadirkan fitur dalam aplikasi layanan keuangan JakOne Mobile untuk melakukan tarik tunai tanpa kartu (cardless) melalui seluruh jaringan ATM BCA, BNI, serta gerai Indomaret yang tersebar di Indonesia, dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada nasabah. Baca

Kinerja Solid Semester I, BCA Bukukan Laba Bersih Rp24,2 triliun

bca

Propertynbank.com – PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) atau Bank BCA dan entitas anak membukukan peningkatan total kredit yang solid baik secara kuartalan (QoQ) maupun tahunan (YoY). Pertumbuhan kredit terjadi di seluruh segmen, baik kredit untuk bisnis maupun konsumsi. Di sisi profitabilitas, BCA dan entitas anak mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 34,0% YoY menjadi Rp24,2 triliun di semester I 2023. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan volume kredit, perbaikan kualitas pinjaman, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja mengatakan, segmen kredit konsumer terus mencatatkan pertumbuhan, ditopang oleh hasil pelaksanaan BCA Expoversary 2023 yang ditutup pada akhir April lalu. Di samping itu, kata dia, pihaknya melihat momentum permintaan kredit yang kuat dari sektor UMKM, sejalan dengan peningkatan aktivitas bisnis di segmen tersebut. Baca Juga : Kebutuhan Rumah Masih Tinggi, BCA Berikan Kemudahan Dengan KPR “Kami mengapresiasi kebijakan pemerintah dan regulator dalam menjaga fundamental perekonomian domestik, di tengah tantangan dinamika perekonomian global. Kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah, khususnya dalam menciptakan multiplier effect dan stabilitas bagi perekonomian nasional,” jelas Jahja Setiaatmadja, Senin (24/7). Hingga Juni 2023, kredit konsumer menjadi segmen dengan pertumbuhan kredit tertinggi, diikuti oleh kredit komersial dan UKM. Peningkatan kredit konsumer ditopang oleh KPR yang tumbuh 12,0% YoY menjadi Rp114,6 triliun, serta KKB yang naik 19,2% YoY menjadi Rp51,4 triliun. Saldo outstanding kartu kredit juga tumbuh 15,4% YoY menjadi Rp14,6 triliun, sehingga total portofolio kredit konsumer naik 13,9% YoY menjadi Rp183,9 triliun. Sementara itu, kredit komersial dan UKM tumbuh 10,9% YoY mencapai Rp219,2 trilliun. Kredit korporasi juga naik 5,1% YoY mencapai Rp326,0 triliun. Secara keseluruhan, total kredit BCA naik 9,0% YoY menjadi Rp735,9 triliun di Juni 2023. Penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan naik 6,9% YoY mencapai Rp181,2 triliun di Juni 2023, berkontribusi hingga 24,3% terhadap total portofolio pembiayaan BCA. Konsisten mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik, BCA telah menyalurkan pembiayaan konsumsi untuk kendaraan bermotor listrik sebesar Rp751 miliar per Juni 2023, atau tumbuh 44 kali lipat secara YoY. Dukungan untuk ekonomi sirkular juga terus diperluas dengan inisiatif baru berupa daur ulang limbah elektronik, sehingga total limbah operasional yang dikelola BCA mencapai 266 ton di semester I 2023. Seiring dengan pemulihan bisnis debitur, portofolio kredit yang direstrukturisasi terus mencatat perbaikan, yang tercermin pada menurunnya rasio loan at risk (LAR) ke 8,7% di semester I 2023 dibandingkan 12,3% di tahun sebelumnya. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat sebesar 1,9% di semester I 2023, turun dari 2,2% di tahun sebelumnya. BCA senantiasa memiliki pencadangan yang memadai, dengan rasio pencadangan NPL dan LAR berada pada level yang kokoh, masing-masing sebesar 257,1% dan 61,6%. Di sisi pendanaan, CASA naik 5,7% YoY mencapai Rp864,7 triliun per Juni 2023, berkontribusi hingga 81% dari total dana pihak ketiga. Secara keseluruhan, total dana pihak ketiga tumbuh 6,0% YoY menjadi Rp1.071 triliun, sehingga mendorong total aset BCA naik 7,3% YoY menjadi Rp1.357 triliun. Total volume transaksi BCA terus tumbuh secara konsisten, mencapai 14,3 miliar di semester I 2023, atau naik 27,2% YoY. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh inovasi yang berkesinambungan di ekosistem multi-channels serta basis nasabah yang terus meningkat. Kanal mobile banking mencatat kenaikan volume transaksi tertinggi, tumbuh sebesar 44,0% YoY. Aplikasi myBCA Terkait pengembangan aplikasi myBCA yang dipersiapkan menjadi aplikasi pelayanan terintegrasi masa depan, BCA terus menambahkan sejumlah fitur untuk meningkatkan kenyamanan bertransaksi. “Setelah sebelumnya menghadirkan fitur kontrol transaksi hingga request limit kartu kredit, kini myBCA turut dilengkapi dengan fitur pembayaran tagihan kartu kredit. BCA juga telah memperkenalkan fitur QRIS Customer Presented Mode pada EDC BCA. Kini, nasabah dapat melakukan pembayaran dengan menunjukkan QR code dari aplikasi BCA mobile, dan kemudian di-scan oleh QR Reader BCA dari merchant. myBCA dan BCA mobile akan senantiasa berjalan bersamaan ke depan untuk memberikan solusi komprehensif layanan perbankan bagi nasabah,” tambah Jahja Setiaatmadja. BCA membukukan pertumbuhan positif pada pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) selama semester I 2023, yakni naik 24,6% YoY menjadi Rp37,1 triliun. Pendapatan selain bunga tumbuh 9,4% YoY menjadi Rp12,2 triliun, ditopang kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 5,4% YoY. Secara total, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp49,3 triliun atau naik 20,5% YoY. Seiring dengan peningkatan kualitas aset, biaya provisi tercatat turun Rp1,8 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, laba bersih tumbuh 34,0% YoY menjadi Rp24,2 triliun. Baca Juga : Kolaborasi Pemerintah dan BCA di Desa Wisata Bukit Peramun Belitung Diganjar Rekor MURI Rasio pengembalian terhadap ekuitas (return on equity) BCA tercatat sebesar 24,2% di semester I 2023, menyentuh level tertinggi sejak akhir tahun 2014. Rasio pengembalian terhadap aset (return on asset) tercatat sebesar 3,7%, atau menjadi level tertinggi pasca pandemi. Cost to income ratio (CIR) tercatat sebesar 32,9% di semester I 2023, turun dari 34,3% di periode yang sama tahun sebelumnya. Merayakan Hari Pendidikan Nasional, Bakti BCA menggelar program BCA Berbagi Ilmu yang diinisiasi oleh rangkaian kuliah umum untuk lebih dari 3.100 mahasiswa di lima universitas negeri, dan disampaikan langsung oleh direksi BCA. Selain itu, program ini juga menyelenggarakan student banking tour ke sejumlah kantor cabang BCA, yang diikuti hampir 1.000 siswa SMA/SMK di 11 kota. Program BCA Berbagi Ilmu ditutup oleh kegiatan I’m Capable bagi penyandang disabilitas, yang mencakup bazar karya penyandang disabilitas, seminar pemasaran karya melalui media sosial, hingga banking tour bagi penyandang disabilitas. Di bidang lingkungan, Bakti BCA kembali berkontribusi bagi pelepasliaran lima orang utan ke Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur. Kemudian, Bukit Peramun yang merupakan salah satu desa wisata binaan Bakti BCA, berhasil meraih rekor MURI sebagai Hutan Digital Pertama Berbasis Masyarakat di Indonesia. Bakti BCA juga mendukung gelaran “Satu Dalam Cita” yang mementaskan tradisi dan kesenian Bali berjudul “Sudamala: Dari Epilog Calonarang” di Pura Mangkunegaran, Solo, serta menghadirkan pasar rakyat berkelanjutan bernama “Pasar Kangen” yang turut diikuti oleh sejumlah UMKM desa wisata binaan Bakti BCA dan Bangga Lokal.

Kinerja Tumbuh Positif, Peringkat Bank DKI Naik Menjadi idAA

idAA

Propertynbank.com – Bank DKI kembali menunjukkan kinerja yang cemerlang. Terbaru adalah, dari lembaga pemeringkat nasional, PEFINDO yang menaikkan peringkat bank kebanggaan warga Jakarta itu dari sebelumnya idAA- (Double A Minus) sejak tahun 2018 menjadi idAA (Double A) dengan outlook stabil, untuk periode 5 Juni 2023 sampai dengan 1 Juni 2024. Pengumuman dari PEFINDO itu dikeluarkan pada Jumat (9/6) lalu yang menyatakan bahwa peringkat idAA yang diberikan kepada Bank DKI mencerminkan dukungan yang kuat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selaku pemegang saham pengendali, posisi bisnis dan struktur permodalan yang sangat kuat. Menurut lembaga tersebut, peningkatan peringkat menjadi idAA berdasarkan pencapaian Perseroan sebagaimana Laporan Keuangan Audited per 31 Desember 2022 dan per 31 Desember 2021. Bank DKI dinyatakan memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang dibandingkan dengan obligor Indonesia lainnya. Baca Juga : Raih Skor Tertinggi, Bank DKI Sabet Penghargaan Top Digital PR Award 2023 Terkait dengan naiknya peringkat ini, Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy mengatakan bahwa hal tersebut merefleksikan posisi Bank DKI yang semakin kuat di industri perbankan serta menegaskan posisi Bank DKI sebagai Bank yang sehat dengan tingkat kesehatan 2 (sehat) berdasarkan hasil penilaian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berbagai raihan kinerja positif, sambung Fidri juga mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak baik domestik maupun internasional yang tercermin melalui 43 kategori penghargaan yang diterima oleh Bank DKI sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Mei 2023. Rating idAA Bentuk Pengakuan Sementara itu, Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI, Romy Wijayanto menambahkan bahwa pencapaian rating idAA ini sebagai bentuk pengakuan dari institusi pemeringkat terpercaya yang sejalan dengan pertumbuhan kinerja positif Bank DKI dan seiring strategi keseluruhan yang berfokus pada segmen yang stabil serta potensial dan transformasi ke arah digitalisasi secara konsisten. “Program Transformasi 5.0 yang diimplementasikan Perseroan sejak tahun 2021 dengan berbagai program kerja nyata dapat meningkatkan kinerja keuangan secara keseluruhan,” katanya. Baca Juga : Direktur Utama Bank DKI Fidri Arnaldy Raih Financial Top Leader 2023 Lebih lanjut Romy merinci bahwa Bank DKI berhasil mencatatkan laba bersih tertinggi sepanjang sejarahnya pada tahun 2022 dengan pertumbuhan sebesar 29,11% menjadi sebesar Rp939,11 miliar. Total aset Bank DKI juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp78,88 triliun, didukung oleh pertumbuhan kredit sebesar 23,53% dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 12,82% pada bulan Desember 2022 yang secara rata-rata berada diatas pertumbuhan industri perbankan nasional. Sedangkan posisi 31 Maret 2023, Aset tercapai Rp79,93 Triliun dengan pertumbuhan kredit 24,68%, DPK tumbuh 16,27%, dan Laba Bersih Rp233,20 miliar naik 17,77%. Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menambahkan dengan naiknya peringkat Bank DKI menjadi idAA, akan semakin memperkuat posisi Bank DKI dalam menghadapi tantangan dan peluang di pasar yang kompetitif. “Bank DKI berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan nilai tambah kepada seluruh pemangku kepentingan dengan pengimplementasian strategi yang berorientasi pada pertumbuhan dan inovasi, serta proses bisnis berbasis digital,” pungkas Arie.

Raih Skor Tertinggi, Bank DKI Sabet Penghargaan Top Digital PR Award 2023

bank dki

Propertynbank.com – Infoekonomi.ID dan perusahaan riset dan konsultan digital Tras N Co menganugerahkan penghargaan dalam bidang Public Relations (PR) sebagai Top Digital PR Special Achievement for BUMD kepada Bank DKI. Hebatnya dan yang semakin membanggakan, Bank DKI berhasil mencatatkan skor tertinggi (97,41) dalam kategori BUMD (Badan Usaha Milik Daerah). Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy lansung menerima penghargaan pada acara 3rd Indonesia Top Digital PR Award 2023 yang digelar secara daring pada Rabu (31/5) lalu. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi oleh Infoekonomi.ID dan Tras N Co kepada perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan anak perusahaan, serta BUMD. Mereka yang mendapat penghargaan adalah perusahaan yang dinilai berhasil mengelola dan memanfaatkan Digital PR dalam berkomunikasi, serta menjalin engagement dengan konsumen dan masyarakat untuk menciptakan persepsi positif terhadap produk dan perusahaan. Beberapa kriteria penilaian yang digunakan diantaranya meliputi berbagai parameter digital yaitu Digital Media Aspect, Digital Sentiment Aspect, dan Digital Awareness Aspect. Baca Juga : Direktur Utama Bank DKI Fidri Arnaldy Raih Financial Top Leader 2023 Apresiasi yang diterima, menurut Fidri Arnaldy, merupakan penegasan bahwa raihan kinerja positif yang ditorehkan Bank DKI tidak serta merta menjadikan citra positif perusahaan di ruang publik menjadi semakin mentereng, melainkan dibalik itu terdapat upaya kehumasan yang menjadi ujung tombak dalam membangun persepsi. “Kami bersyukur atas penghargaan ini. Proses komunikasi yang terbuka, konstruktsif dan proporsional dalam menyampaikan informasi yang tepat mengenai langkah demi langkah pencapaian bisnis, turut memegang peran strategis dalam menunjang citra positif Perseroan. Terlebih di era digital, Bank DKI dituntut untuk turut adaptif terhadap tren komunikasi yang mengalami perubahan signifikan dengan munculnya berbagai teknologi dan platform komunikasi baru,” ujar Fidri dalam keterangan tertulis kepada propertynbank.com, Rabu (7/6). Lebih lanjut ditambahkan Fidri Arnaldy, bahwa tren digital public relation memberikan peluang tak terbatas untuk berinteraksi secara langsung dan real time. Dirinya juga menegaskan bahwa komitmen Bank DKI untuk mendukung transformasi digital dan inovasi di semua lini. “Tentunya termasuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar dapat bertransaksi dengan mudah, aman, nyaman, kapan dan di mana saja dengan pilihan aplikasi digital yang dimiliki Bank DKI, diantaranya JakOne Mobile dan JakOne Pay,” jelas Fidri menambahkan. Sementara itu, terkait penghargaan yang digelar, CEO Infoekonomi.ID, Arief Munajad, menyampaikan bahwa Digital PR merupakan integrasi antara PR dengan pemasaran digital berbasis Search Engine Optimization (SEO). Penghargaan ini, imbuh dia, diberikan kepada perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), anak perusahaan, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berhasil memanfaatkan Digital PR dalam berkomunikasi dengan efektif dan menjalin engagement dengan konsumen serta masyarakat untuk menciptakan persepsi positif terhadap produk dan perusahaan. Selain itu, dalam acara penghargaan tersebut hadir juga pakar Public Relation, Hifni Alifahmi, yang turut menyampaikan pentingnya memilih saluran komunikasi yang tepat dan memanfaatkan konvergensi media komunikasi sebagai momentum emas dalam menyampaikan pesan-pesan bermakna dan inspiratif. Dirinya juga menyoroti fenomena omni channel/metaverse dan human machine interface sebagai aspek penting dalam strategi komunikasi organisasi ke depan. Bank DKI Sinergi Dengan Media Massa Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menambahkan untuk memperkenalkan produk dan layanan serta berbagai aksi korporasi yang dijalankan Bank DKI kepada masyarakat luas, Bank DKI mengoptimalkan sinergi dan kolaborasi dengan media massa, selain itu juga menggunakan beberapa platform media digital seperti media sosial maupun media massa online sebagai sarana publikasi yang dijalankan. Baca Juga : Bukukan Laba Bersih Tertinggi Sepanjang Sejarah, Bank DKI Raih Top BUMD 2023 Menurut Arie, digitalisasi di berbagai bidang juga terus digalakkan seiring implementasi transformasi Perseroan dengan menghadirkan solusi perbankan digital yang handal, seperti super apps JakOne Mobile, simple apps JakOne Pay, maupun JakOne Abank dan layanan lainnya seperti Cash Management System, serta aplikasi pengajuan kredit dan pembiayaan secara online melalui e-form KMG dan pengembangan aplikasi digital lending. “Dalam hal pelayanan transaksi non-tunai menggunakan kartu, Bank DKI terus memperluas akseptasi JakCard yang berfungsi sebagaikartu uang elektronik di berbagai moda transportasi DKI Jakarta, tiket masuk sejumlah museum, hingga transaksi di berbagai merchant yang bekerjasama dengan Bank DKI,” tegas Arie mengakhiri.

Direktur Utama Bank DKI Fidri Arnaldy Raih Financial Top Leader 2023

Fidri Arnaldy

Propertynbank.com – Fidri Arnaldy selaku Direktur Utama Bank DKI tak henti-hentinya memberikan kontribusi yang luar biasa kepada Bank DKI. Fidri berhasil memimpin Bank DKI dengan mengakselerasi pertumbuhan bisnis secara konsisten dan berbagai langkah inovasi kearah digitalisasi. Tak salah jika Fidri Arnaldy mendapatkan banyak penghargaan. Terbaru, Fidri Arnaldy diapresiasi oleh redaksi Warta Ekonomi sebagai Pemimpin Terbaik Industri Finansial tahun 2023 – Best Leader for Sustainability Acceleration Through Business Expansion and Implement Non-Cash Transactions, (Category: KBMI 2, BPD). Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy langsung menerima penghargaan tersebu pada ajang Indonesia Financial Top Leader Awards 2023 yang diselenggarakan secara daring pada Rabu (31/05) lalu. Mendapatkan apresiasi tersebut, Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy mengucapkan terima kasih serta turut mendedikasikan penghargaan yang diraih kepada pemegang saham dan segenap pemangku kepentingan. Penghargaan tersebut, kata dia, diraih atas sinergi dan kolaborasi dari pemegang saham, dukungan nasabah dan seluruh pekerja. Baca Juga : Bukukan Laba Bersih Tertinggi Sepanjang Sejarah, Bank DKI Raih Top BUMD 2023 “Kepemimpinan yang kuat dan efektif memainkan peranan kunci dalam mendukung Visi Indonesia Emas 2045, bahwa leadership bukan hanya melibatkan pengambilan keputusan dan pengarahan, tetapi juga melibatkan kemampuan untuk memotivasi, menginspirasi, dan membimbing anggota tim menuju tujuan bersama yang diinginkan,” ujar Fidri. Sebelumnya dirinya juga dinobatkan The Iconomics sebagai salah satu dari 50 The Best CEO Category Regional Bank dan merupakan satu-satunya CEO/Direktur Utama yang berasal dari BPD. Fidri menegaskan pentingnya mempersiapkan generasi tangguh sebagai legacy agar Bank DKI terus berkembang secara berkelanjutan. Dalam upaya pemastian kinerja Bank DKI yang berkualitas secara jangka panjang, kata dia, Bank DKI telah mengoperasikan Learning Center Bank DKI sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia berkompeten, meluncurkan Command Center untuk maksimalisasi tata kelola IT, serta menambah jaringan kantor cabang baru di luar wilayah Jakarta, yaitu Semarang, Lampung, dan Sidoarjo Sebagaimana diketahui, dibawah kepemimpinan Fidri Arnaldy, Bank DKI mampu meraih predikat sebagai 20 Bank Terbaik dan satu-satunya BPD di Indonesia yang masuk dalam jajaran World’s Best Banks atau Bank Terbaik di Dunia Tahun 2022 versi majalah Forbes. Sementara itu, CEO & Chief Editor Warta Ekonomi, Muhammad Ihsan mengatakan, pengembangan inovasi bisnis dan strategi adaptasi yang dilakukan pemimpin perusahaan industri keuangan dalam kegiatan bisnis perusahaan sangatlah penting di dalam menopang pertumbuhan ekonomi dan pengembangan potensi pemulihan ekonomi nasional. ”Oleh karena itu, Warta Ekonomi memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pemimpin perusahaan industri keuangan yang dengan konsisten melakukan inovasi, adaptasi, dan pengembangan bisnis dalam kegiatan perusahaannya melalui penghargaan Indonesia Financial Top Leader Awards 2023.” kata Ihsan. Hadir sebagai keynote speaker, Ketua Kamar Dagang Industri Indonesia (Kadin), Arsjad Rasjid mengapresiasi seluruh pemenang dari industri keuangan yang berhasil melakukan akselerasi digital pada layanan keuangan di Indonesia. “Pada era industri 5.0 akselerasi digitalisasi adalah kunci pertumbuhan dan daya saing industri keuangan,” imbuhnya. Kinerja Positif Dipimpin Fidri Arnaldy Fidri Arnaldy memimpin Bank DKI dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, namun kinerja keuangan yang dibukukan Perseroan tetap positif. Bank DKI menutup tahun 2022 dengan mencatat laba bersih tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Perseroan sebesar Rp939,11 miliar atau tumbuh 29,11%. Total aset tumbuh menjadi sebesar Rp78,88 triliun, yang didukung oleh pertumbuhan Kredit sebesar 23,53% dan pertumbuhan DPK sebesar 12,82% pada Desember 2022. Baca Juga : Dukung Digitalisasi Keuangan, Bank DKI Hadir di FEKDI Tahun 2023 Berlanjut pada Kuartal I 2023, kinerja gemilang terus ditorehkan dengan mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 17,77% menjadi Rp233,20 miliar pada Maret 2023 dibanding Rp198,01 miliar di Maret 2022. Kredit Bank DKI juga mengalami peningkatan sebesar 24,68% menjadi Rp48,37 triliun pada Maret 2023, dari Rp38,80 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya, sedangkan kinerja dana pihak ketiga (DPK) pun tumbuh 16,27% menjadi Rp67,13 triliun pada Maret 2023 dari Rp57,74 triliun di Maret 2022. Sehingga mendorong peningkatan aset 12,38% menjadi Rp79,93 triliun pada Maret 2023, dari Rp71,13 triliun pada Maret 2022. Fidri juga mampu meningkatkan dan menjaga Tingkat Kesehatan Bank (TKB) Bank DKI kategori 2 (Baik) selama 2 tahun berturut-turut. Bank DKI juga adaptif dalam mengembangkan layanan perbankan digital untuk memperluas akses keuangan masyarakat, diantaranya menghadirkan super apps JakOne Mobile, simple apps JakOne Pay, JakOne Abank dan layanan perbankan digital lainnya seperti Cash Management System, serta pengembangan aplikasi digital lending untuk fasilitas kredit serta pembiayaan. Dalam hal pelayanan transaksi non-tunai berbasis kartu, Bank DKI terus memperluas akseptasi JakCard sebagai kartu uang elektronik pada berbagai moda transportasi DKI Jakarta, tiket masuk museum serta tempat wisata kelolaan Pemprov dan BUMD DKI Jakarta, hingga transaksi di berbagai merchant yang bekerjasama dengan Bank DKI. Pada kesempatan lain, Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menjelaskan bahwa penghargaan individu yang diterima Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy melengkapi total sebanyak 43 kategori penghargaan yang telah diterima Bank DKI sampai dengan Mei 2023. “Kepemimpinan yang menginspirasi dari sosok Fidri Arnaldy, dengan pengalaman lebih dari 32 tahun di industri perbankan, jelas memberikan dampak nyata dengan berbagai prestasi yang diukir. Beliau juga seringkali menekankan pentingnya makna komunikasi visi secara jelas, serta mempersiapkan kader penerus dengan kompetinsi tinggi dan mental yang tangguh, untuk keberlangsungan Bank DKI secara jangka panjang.” puji Arie. Lebih lanjut Arie menyampaikan bahwa “Bank DKI akan terus berinovasi, menciptakan berbagai peluang baru serta berupaya meningkatkan nilai tambah dengan berorientasi pada digitalisasi. Implementasi strategi bisnis yang berbasis pada transformasi digital dan analisis big data, bahkan tidak menutup kemungkinan kearah kecerdasan buatan/AI juga akan dilakukan sebagai strategi mencapai pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan serta wujud nyata dukungan Bank DKI mencapai cita Sukses Jakarta Untuk Indonesia,” pungkas Arie.

Bukukan Laba Bersih Tertinggi Sepanjang Sejarah, Bank DKI Raih Top BUMD 2023

bank dki

Propertynbank.com – Bank DKI kembali mendapatkan pengakuan dengan menyabet penghargaan Infobank Top BUMD 2023 sebagai salah satu BUMD sektor keuangan dengan predikat Excellent. Penghargaan ini diraih Bank DKI karena berhasil membukukan kinerja keuangan cemerlang sepanjang periode ekonomi yang penuh dengan tantangan. Penghargaan yang mengusung tema Infobank Top BUMD 2023 ini diselenggarakan di Yogyakarta pada Kamis (11/05/2023) lalu. Turut hadir menyaksikan pemberian penghargaan diantaranya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwana X, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, Ketua Umum Asbanda, Supriyatno serta sejumlah pejabat lainnya. Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy mengatakan, penghargaan yang diterima menjadi apresiasi yang sangat berharga atas keberhasilan seluruh Manajemen Bank DKI dan seluruh Pekerja, yang berhasil meningkatkan kinerja keuangan yang tumbuh pesat dengan tetap prudent dan sehat, serta mampu membuktikan terus tumbuh positif selama kondisi ekonomi yang menantang. Baca Juga : Bank DKI Raih Indonesia Corporate Secretary & Communication Award 2023 “Penghargaan ini juga menjadi pengakuan atas komitmen Bank DKI dalam mengembangkan inovasi produk dan layanan berbasis digital, seiring fokus transformasi yang diimplementasikan Perseroan.” ujar Fidri yang disampaikan melalui keterangan tertulis kepada propertynbank.com. Meskipun ekonomi belum sepenuhnya pulih, Bank DKI dibawah kepemimpinan Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy, mampu menutup tahun 2022 dengan capaian kinerja yang sangat baik dengan mencatat laba bersih tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Perseroan sebesar Rp939,11 miliar atau tumbuh 29,11%. Selain itu, total aset tumbuh menjadi sebesar Rp78,88 triliun, yang didukung oleh pertumbuhan Kredit sebesar 23,53% dan pertumbuhan DPK sebesar 12,82% pada Desember 2022. “Bersamaan dengan momentum pertumbuhan ekonomi, Bank DKI fokus pada strategi ekspansi yang kuat termasuk sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak sebagai komitmen mendorong pemulihan ekonomi nasional,” tegas Fidri. Untuk diketahui, penghargaan diberikan oleh Majalah Infobank berdasarkan rating BPD, BPR, dan BPRS yang dilakukan oleh Biro Riset Infobank pada kinerja keuangan tahun 2021 dan 2022 (per September). Beberapa kriteria penilaian yang digunakan Biro Riset Infobank untuk mengukur kinerja BUMD diantaranya aspek efisiensi dan pertumbuhan, selain penilaian pada aspek profil risiko, good corporate governance (GCG), rentabilitas, dan permodalan. Berdasarkan penilaian predikat “The Best” diberikan kepada sejumlah BUMD keuangan terdiri atas 16 BPD, 41 BPR, dan 9 BPRS. Baca Juga : Bank DKI Boyong 8 Kategori Penghargaan di Infobank-Isentia 12th Digital Brand Awards 2023 Chairman Infobank Media Group, Eko B. Supriyanto menjelaskan, riset digital brand dilakukan untuk meningkatkan kesadaran kita terkait strategi branding baru yang perlu dilakukan di era digital. Infobank, kata dia, mengapresiasi BUMD, baik itu BPD, BPR, maupun BPRS milik pemerintah daerah, yang masih berhasil mengukir kinerja terbaiknya di tengah perlambatan ekonomi pasca Pandemi Covid-19 dan tekanan ekonomi global. Transformasi Bank DKI Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menjelaskan sepanjang periode pasca pandemi Covid-19 tahun 2021-2022 bagi Bank DKI memang merupakan tahun yang penuh tantangan. ”Bersamaan momentum pasca pandemi, Bank DKI menata ulang berbagai hal pondasi dengan mengimplementasikan program transformasi di berbagai bidang, mulai dari human capital, teknologi digital, mempertajam lini bisnis funding dan lending, serta pembentukan ekosistem yang kesemuanya dikerangkai dengan implementasi GRC (Governance, Risk and Compliance),” ungkap Arie. Dikatakan Arie, bahwa kedepan Bank DKI akan terus tingkatkan dan pertajam berbagai program kerja yang lebih nyata agar bisa tumbuh secara berkelanjutan dan dapat memenuhi ekspektasi seluruh Stakeholders. ”Dengan tema Transformasi Menuju Ekosistem Digital, Bank DKI akan terus memperluas inovasi dan sinergi, termasuk mendorong peningkatan daya dukung finansial dengan digitalisasi,” pungkas Arie.

Kuartal I Tahun 2023, Kredit Bank DKI Naik 24,68 Persen

bank dki

Propertynbank.com – Kinerja Bank DKI terus melanjutkan tren positif. Sampai dengan Kuartal I (Q1) 2023, kredit Bank DKI meningkat sebesar 24,68% menjadi Rp48,37 triliun pada Maret 2023, dari Rp38,80 triliun pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Sehingga mendorong peningkatan aset 12,38% menjadi Rp79,93 triliun pada Maret 2023, dari Rp71,13 triliun pada Maret 2022. Sedangkan laba bersih Bank DKI naik 17,77% menjadi Rp233,20 miliar pada Maret 2023 dibanding Rp198,01 miliar di Maret 2022. Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy mengatakan peningkatan kinerja Bank DKI yang terus tumbuh positif selaras dengan strategi bisnis pada segmen yang stabil dan potensial, termasuk fokus transformasi kearah digitalisasi secara konsisten. Baca Juga : Bank DKI Boyong 8 Kategori Penghargaan di Infobank-Isentia 12th Digital Brand Awards 2023 ”Melihat perkembangan kinerja yang positif pada kuartal I 2023, Bank DKI optimis dapat mencapai target akhir tahun, seiring tren pemulihan ekonomi nasional yang positif dengan target pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2023 diatas 5%.” ungkap Fidri dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu. Dikatakan Fidri, penyaluran kredit Bank DKI secara year on year (yoy) dibanding periode Q1 2022 meningkat di seluruh segmen. Mulai dari kredit ritel tumbuh sebesar 79,38% menjadi Rp1,06 triliun pada Maret 2023 dari Rp595,08 miliar di Q1 2022. Kredit mikro tumbuh sebesar 54,35% menjadi Rp2,69 triliun pada Maret 2023 dari Rp1,74 triliun di Q1 2022. Kredit konsumer tumbuh 14,16% menjadi Rp20,54 triliun pada Maret 2023 dari Rp17,99 triliun di Q1 2022. Sedangkan kredit dengan skala lebih besar juga tumbuh positif, seperti kredit menengah tumbuh sebesar 47,14% menjadi Rp1,44 triliun pada Maret 2023 dari Rp981,40 miliar di Maret 2022. Sedangkan kredit komersial tumbuh sebesar 16,51% menjadi Rp16,23 triliun pada Maret 2023 dari Rp13,93 triliun di Maret 2022. Kredit sindikasi tumbuh sebesar 80,07%, menjadi Rp6,39 triliun pada Maret 2023 dari Rp3,55 triliun di Maret 2022. Fidri menjelaskan, dalam ekspansi kredit yang dilakukan, Bank DKI senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian, tercermin dari rasio non performing loan (NPL) sebesar 1,88% pada Maret 2023 dari sebelumnya 3,05% di Maret 2022. Selain itu Bank DKI juga membentuk pencadangan secara konservatif dengan menjaga coverage ratio sebesar 225,95%, sebagai langkah mitigasi kolektibilitas debitur. Sementara itu, Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI, Romy Wijayanto kemudian merinci pertumbuhan laba bersih menjadi sebesar Rp233,20 miliar, didorong oleh peningkatan pendapatan bunga yang naik sebesar 17,17% menjadi Rp1,31 triliun pada Maret 2023 dari Rp1,12 triliun di Maret 2022. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan bunga yang berasal dari ekspansi kredit dan pembiayaan serta memaksimalkan aset produktif Bank dalam berbagai instrumen keuangan seperti surat berharga maupun penempatan pada Bank Indonesia atau Bank lain. Selain itu fee based income meningkat sebesar 28,12% menjadi Rp149,15 miliar pada Maret 2023 dari Rp116,42 miliar pada periode yang sama di tahun lalu. Kinerja dana pihak ketiga (DPK) pun tumbuh 16,27% menjadi Rp67,13 triliun pada Maret 2023 dari Rp57,74 triliun di Maret 2022. Loan to deposit ratio (LDR) naik signifikan menjadi 72,06% pada Maret 2023 dari 66,29% pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Sedangkan untuk rasio lainnya tetap tumbuh positif dan terjaga dengan baik dibanding periode Q1 tahun 2022. ROE terjaga di 9,73% naik dari 8,52%, ROA menjadi 1,53% naik dari 1,48%, dan BOPO terjaga di 78,24% yang sama dengan periode tahun sebelumnya. Kinerja Unit Usaha Syariah Bank DKI juga menunjukkan pertumbuhan yang memadai sampai dengan Maret 2023. Penyaluran pembiayaan syariah tumbuh 12,56% menjadi sebesar Rp7,15 triliun pada Maret 2023, dari Rp6,35 triliun pada Maret 2022. Sedangkan penghimpunan DPK Syariah tumbuh 25,31% menjadi sebesar Rp8,10 triliun pada Maret 2023, dari Rp6,47 triliun di Maret 2022. Penghargaan Untuk Bank DKI di Awal Tahun 2023 Pada bagian lain, Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Arie Rinaldi menambahkan bahwa seiring dengan pertumbuhan bisnis Bank DKI juga turut meraih prestasi dengan raihan total 37 (tiga puluh tujuh) kategori pada 16 (enam belas) event penghargaan di awal tahun 2023, diantaranya yang membanggakan dinobatkan sebagai The Best Regional Bank In Corporate Reputation 2023 oleh Infobank, Indonesia Best BUMD Awards 2023 in Innovation and Create Appropriate Strategy oleh Warta Ekonomi, Best Companies oleh majalah Obsession Group, Best Regional Development Bank for Digital Innovation oleh majalah Property & Bank Selain itu sejumlah kategori individu untuk Direksi Bank DKI, diantaranya Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy sebagai Indonesia Best CEO 2023 In Regional Bank Category oleh The Iconomics dan The Best CEO for Corporate Digital Transformation of The Year oleh majalah Itech, Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI, Romy Wijayanto sebagai Best Performance Chief Financial Officer 2023 in Consistency of Realizing Profit Growth oleh Warta Ekonomi, dan Direktur Teknologi & Operasional Bank DKI, Amirul Wicaksono sebagai The Best Chief Information & Digital Officer of The Year oleh Majalah Itech. Baca Juga : Bank DKI Raih Indonesia Corporate Secretary & Communication Award 2023 Arie menambahkan sebagai bentuk peningkatan tata kelola produk, layanan serta proses bisnis berbasis digital, Bank DKI meluncurkan Command Center sebagai pusat monitoring seluruh layanan berbasis teknologi informasi yang dimiliki oleh Bank DKI. Command Center Bank DKI telah dilengkapi berbagai infrastruktur modern  terkini dan berbasis pada integrasi data. Dengan ini, Bank DKI mempertegas perhatian penting dalam pengembangan layanan berbasis digital, untuk mendorong positioning Bank DKI bukan hanya sekadar Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang berkontribusi pada lingkup regional DKI Jakarta, namun juga pada skala yang lebih luas secara nasional. Hal lainnya yang juga telah terimplementasi di awal tahun 2023 ini, antara lain pendirian Learning Center Bank DKI sebagai upaya mempersiapkan talenta dengan kompetensi terbaik dan digital mindset untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 serta Launching New Website Bank DKI yang semakin modern dan semakin informatif untuk mencirikan Bank DKI sebagai BPD terdepan.