SPS Group Bangun Hunian Terjangkau Bak Pelepas Dahaga
BERITA PROPERTI – Pasalnya semua proyek yang dikembangkan SPS Group menyasar kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) alias rumah bersubsidi. Bak pelepas dahaga, proyek rumah bersubsidi menjadi pemenuhan mimpi para pekerja untuk memiliki kepemilikan rumah dengan harga terjangkau. Sri Pertiwi Sejati yang di nahkodai H. Asmat Amin sang pengembang senantiasa fokus menyediakan rumah bersubsidi. Sebut saja, Kota Serang Baru, Grand Cikarang City, Villa Kencana Cikarang dan Grand Vista Cikarang, merupakan sederet proyek dengan lahan luas berkisar dari 75 hektar hingga 200-an hektar telah dikembangkannya. Upaya yang dilakukan SPS dalam mendukung program 1 juta rumah yang digandangkan pemerintahan Joko Widodo, mendapat apresiasi dari Bank BTN. Tidak tanggung-tanggung, selama tiga tahun berturut-turut SPS Group mendapat penghargaan dari Bank BTN. Terakhir menyabet penghargaan sebagai “Pengembang KPR Subsidi Terbanyak”, pada Malam Penganugerahan BTN Property Award yang digelar oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, 14 Agustus 2018, di Grand Ballroom Hotel Kepinsky, Jakarta Pusat. [irp] Asmat Amin, selaku Managing Director SPS Group mengungkapkan rasa bangga atas kerja kerasnya selama ini mendapat penghargaan bergengsi dari Bank BTN, satu-satunya institusi perbankan milik negara dengan fokus bisnis pada pembiayaan sektor properti. “Saya senang dan bangga sekali menerima dua penghargaan BTN Property Award 2018. Ini akan memacu semangat kami untuk terus berkaya, menghadirkan produk-produk berkualitas namun harga terjangkau,” katanya Asmat Amin mengatakan, tahun ini SPS Group kembali akan fokus menggarap pasar hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Untuk itu, pihaknya telah mempersiapkan empat proyek, mencakup satu area pengembangan sebelumnya dan tiga merupakan yang terbaru. “Semua proyek kami masih fokus di sekitar wilayah timur Jakarta, seperti di Karawang, Purwakarta, hingga ke Subang, Jawa Barat,” ujarnya. Konsistensi SPS Group mendukung Program Sejuta Rumah yang digulirkan Pemerintah Joko Widodo – Jusuf Kalla tidak diragukan. Buktinya, SPS Grup setiap tahun – berturut-turut sejak 2015 – 2017 – selalu berhasil membangun hunian sebanyak lebih dari 15 ribu unit, dengan harga terjangkau. Bahkan, pengembang yang bermarkas di Cikarang, Jawa Barat tersebut mentargetkan jumlah pembangunan yang sama di tahun ini. Menurut Asmat Amin, hal itu dilakukan sebagai upaya membantu Pemerintah menyelesaikan persoalan backlog – kesenjangan antara jumlah pasokan dengan permintaan hunian – yang hingga sekarang masih tergolong tinggi. Dimana, backlog rumah tahun ini masih menganga di angka 11 juta unit. Di sisi lain, kebutuhan hunian terus meningkat sekitar 800 ribu unit per tahun. “Bagi Pemerintah, memperkecil angka backlog rumah bukanlah perkara mudah. Karenanya, seluruh elemen bangsa harus bahu-membahu membantu merealisasikan pembangunan Sejuta Rumah. Untuk itu, SPS Group hingga kini masih tetap komit membangun hunian terjangkau bagi MBR,” ucapnya. Dia menyarankan agar dalam lima tahun ke depan Pemerintah membuat program pembangunan rumah bagi MBR tersendiri yang lebih massif, terstruktur, dan terencana guna mengatasi persoalan tersebut. Selain itu, Pemerintah juga harus berani menawarkan insetif yang menarik bagi dunia usaha sehingga developer baik BUMN maupun swasta dengan sendirinya berbondong-bondong membangun hunian terjangkau bagi MBR. “Saat ini, kan hampir semua developer enggan membangun hunian murah lantaran belakangan ketersediaan tanah untuk pengembangan hunian MBR di sejumlah wilayah strategis sudah semakin langka. Kalaupun ada, pasti harganya sudah selangit yang sulit dijangkau oleh pengembang. Apalagi bila skala bisnis mereka kecil dengan kemampuan finansial yang minim,” ungkapnya. Asmat Amin memaklumi bahwa keengganan developer membangun hunian bagi MBR tidak terlepas dari sejumlah insentif dari Pemerintah, seperti skema FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan properti) dan subsidi bunga kredit hunian belum mampu memikat minat dunia usaha sektor properti. Selain itu, ketentuan harga unit dan luasan rumah subsidi yang cenderung sama di tiap-tiap wilayah, dimana masing-masing dipatok Rp140 jutaan dan Rp7,8 – 8 juta per meter persegi. Ketentuan itu, terbilang sumir dan tidak relevan lagi dengan kondisi bisnis saat ini. Sebab, pada praktiknya para pengembang kerap kesulitan melakukan hitung-hitungan bisnis pengembangan proyek hunian MBR dengan keuntungan yang wajar karena karakteristik bisnis serta daya beli masyarakat di masing-masing wilayah berbeda-beda. Seharusnya, Pemerintah menentukan nilai jual rumah subsidi sesuai ilmu perbankan, dengan cara menghitung sepertiga besaran UMR (upah minimum regional) masing-masing daerah dikalikan 20 tahun plus bunga cicilan 5% per tahun. Misalnya, di Kota Subang dengan UMR Rp2,7 juta, maka akan ketemu angka sebesar Rp226 jutaan (1/3 UMR = Rp900.000,- + bunga cicilan 5% = Rp45.000,- x 240 bulan). Begitu juga di Karawang, dengan UMR Rp4,5 juta maka akan ketemu harga Rp340 jutaan per unit. Jadi, dengan ukuran 25 meter per segi, maka harga rumah subsidi akan berbeda-beda sesuai karakteristik dan daya beli masyarakat di satu dearah. Skema ini juga memungkinkan pengembang untuk men-down grade luasan unit menjadi lebih kecil ketika hitung-hitungan bisnisnya tidak masuk karena harga tanah di daerahnya lebih mahal. “Perhitungan harga rumah subsidi seperti ini lebih fair dan menarik bagi developer ketimbang skema harga yang diberlakukan Pemerintah saat ini,” tambahnya. Disinyalir, masih tingginya angka backlog rumah hingga saat ini dipicu oleh pasokan hunian bagi MBR yang minim, bahkan nyaris tidak bertambah. Untuk menekan angka backlog setidaknya pemerintah harus mampu membangun 2,2 juta unit per tahun plus kebutuhan rumah yang bertambah secara reguler tiap tahun. “Jadi, apabila ingin menyelesaikan persolan backlog rumah dalam lima tahun ke depan, maka Pemerintah harus mampu membangun sekitar 3 juta unit per tahun. Inilah yang harus di-create oleh Pemerintah dengan cara merevisi harga rumah subsidi berdasarkan daya beli masyarakat di setiap kota, menawarkan insentif menarik, dan jangka waktu kredit yang lebih panjang dengan bunga ringan,” saran Asmat.
BCA Lakukan Penetrasi Dengan Promo Bunga Fixed 3 Tahun
BERITA PERBANKAN – Sejak 1 Agustus lalu, berbarengan dengan loan to value (LTV) Bank Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) menetapkan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) promo sebesar 6,58 persen tetap (fixed) selama tiga tahun. KPR promo ini bagian dari penetrasi BCA terkait penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR), dan juga memberikan dorongan kepada masyarakat dengan adanya relaksasi uang muka untuk membeli rumah. Selain untuk tawaran cicilan rumah, program fixed 3 tahun spesial ini juga berlaku untuk renovasi maupun refinancing rumah, ruko, apartemen dengan tenor minimal 3 tahun. Besaran bunga untuk pengajuan aplikasi refinancing sebesar 7.08%. ”Dengan menjaga bunga promo tetap rendah, kami optimistis bisnis kredit perumahan dapat terus bertumbuh hingga akhir tahun ini,” ujar Executive Vice President Consumer Credit Business BCA Felicia M. Simon. [irp] Meski tingkat suku bunga terus naik didorong dari kenaikan bunga acuan Bank Indonesia (BI). BCA optimistis rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) KPR dapat terjaga. Meski naik sedikit, per Juni 2018 NPL KPR BCA tetap terjaga di level 1,4 persen. Fenomena tersebut terbilang wajar, lantaran pertumbuhan kredit juga terus tumbuh alhasil resiko kredit bergerak naik. Namun ditengah NPL yang menghantui, total penyaluran KPR pada semester I tahun 2018 sebesar Rp. 74.6 triliun. Sedangkan penyaluran KPR BCA pada tahun 2017 sebesar Rp. 73 triliun. Dan diyakini hingga akhir tahun nanti target growth penyaluran KPR sebesar 10-12 persen. [irp] Terkait pembiayaan KPR maupun KPA, BCA menyasar semua segmen. Mulai dari rumah, apartemen harga ratusan juga hingga Rp 10 miliar. Menurut Felicia, kebutuhan masyarakat untuk membeli rumah, masih sangat tinggi. Terjadinya pelemahan daya beli karena masyarakat menunggu momen yang tepat, uang muka, dan bunga yang bagus. “Untuk itu, saat ini adalah saatnya yang tepat, apalagi dengan kebijakan relaksasi yang ada, akan lebih mendorong kredit,” tambah Felicia. Dalam menjalankan penyaluran KPR ini, BCA berstrategi memberikan yang terbaik sesuai dengan kebutuhan nasabah. BCA secara berkala melakukan riset terhadap kebutuhan nasabah dan mendengarkan saran, masukan dari nasabah untuk memberikan layanan sempurna, baik dalam hal pricing maupun layanan. Strategi lainnya, KPR BCA bekerjasama dengan beberapa pengembang untuk memberikan penawaran bunga yang menarik maupun proses cepat bagi nasabah yang akan melakukan pembelian properti di developer tersebut. Seperti baru-baru ini di Bandung dalam kegiatan BCA Expo BCA memberikan bunga khusus yaitu 6,25 persen fixed 3 tahun untuk pembelian, serta diskon asuransi jiwa 20 persen. Dan khusus untuk pembelian properti baru di Kota Baru Parahyangan (KBP), BCA memberikan diskon provisi 1% dan bisa menggunakan uang muka mulai dari 5 persen.
Bussines Loft Pertama Di Kawasan Prospektif Timur Jakarta
BERITA PROPERTI – Terlebih lokasi Ginza yang sangat strategis akan semakin menarik setelah pembangunan infrastruktur transportasi di Timur Jakarta dijadwalkan beroperasi pada 2019, seperti Elevated Toll Road Jakarta-Cikampek, Bandara Internasional Kertajati (mulai beroperasi sejak pertengahan 2018) dan Pelabuhan Patimban. Ginza Business Loft dapat diakses melalui pintu tol Jakarta-Cikampek KM 34,7 Cibatu, sehingga lebih mudah untuk dicapai melalui jalan tol oleh perusahaan-perusahaan di koridor Cikarang dan Karawang. Ginza Business Loft memiliki unit sangat terbatas, yaitu 10 unit business loft dan 4 unit kavling. Unit bangunan terdiri dari Tipe Lebar 6 meter (3 lantai ditambah mezzanine, LB 284 m2 dan LT 90 m2), Lebar 8 meter (5 lantai, LB 528 m2 dan LT 120 m2) dan Lebar 11,5 meter (6 lantai, LB 811 m2 dan LT 173 m2). Sementara unit kavling memiliki kisaran luas 1.600 m2 – 3.400 m2. [irp] Sebagai business loft yang pertama di Timur Jakarta, Ginza memiliki banyak keunggulan seperti: 1) Bonus lift bagi semua unit dan lift tersebut terletak di bagian depan unit, sehingga setiap lantai pada unit dapat disewakan secara independen dan 2) Area rooftop pada unit dapat dimaksimalkan oleh pemilik atau penyewa untuk menjadi outdoor garden, rooftop garden atau alfresco restaurant. [irp] Berbagai fasilitas kawasan Kota Jababeka terdapat di sekeliling Ginza, seperti Jababeka Golf & Country Club, Japanese Mall Little Tokyo, Mayfair Plaza Indonesia Jababeka, Japan Village, President University, Jababeka Convention Center dan masih banyak lainnya. Segala keunggulan dari unit dan lokasi yang strategis membuat Ginza sangat cocok bagi perusahaan-perusahaan lokal maupun internasional yang ingin memiliki kantor sendiri yang tidak menyatu dengan pabrik dan untuk usaha di bidang perbankan, showroom otomotif, restoran, kafe, notaris, konsultan, pusat hiburan, butik dan lainnya. Business Loft Ginza dipasarkan mulai harga Rp 4,9 milyaran. Dengan ketersediaan fasilitas dan infrastruktur kawasan yang lengkap, harga jual Ginza Business Loft kompetitif dengan business loft di kawasan Jabodetabek lainnya. Sebagai gambaran, Ginza Business Loft harga per unit business loft di Tangerang yaitu Rp 13,5 milyaran – Rp 16 milyaran.
Kunci Sukses PT Indonesian Paradise Property Tbk
Berita Properti – Tidak mudah bermain dalam bisnis properti. Selain membutuhkan modal yang kuat, komitmen yang tinggi dari jajaran manajemen dan seluruh staff yang ada di dalamnya juga berperan penting. Langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah konsistensi dalam mengimplementasikan strategi bisnis yang creative dan innovative. Karena itulah kunci yang membedakan pengembang satu ini dengan pengembang lainnya. PT Indonesian Paradise Property Tbk mengawali proyek pertamanya pada tahun 2002. Artinya hingga saat ini di tahun 2018 sudah memasuki tahun ke-16. Sebuah perjalanan bisnis yang relatif muda untuk sebuah perusahaan properti yang konsisten memfokuskan diri dalam sektor commercial property. “Total aset perusahaan 2017 naik 29,3% dibandingkan 2016,” kata Agoes Soelistyo Santoso, Presiden Direktur PT Indonesian Paradise Property Tbk. “Sementara terkait kinerja keuangan- nya, sekalipun kondisi bisnis properti 2017 kurang menggembirakan, namun perusahaan tetap mampu bertumbuh. Hal itu bisa dilihat dari pendapatan perusahaan yang naik 8,8% dari Rp547 miliar tahun 2016. Menjadi Rp595 miliar tahun 2017. Sedangkan untuk laba usaha terjadi peningkatan sebesar 128,4% dari Rp39 miliar di 2016 menjadi Rp89,1 miliar tahun 2017,” lanjut Agoes. Terbukti hingga saat ini harga saham perusahaan yang berinisial INPP tersebut mampu bertahan dalam harga yang cukup stabil dan cenderung meningkat. Total kapitalisasi pasar sahamnya pada triwulan ke-4 tahun 2017 berada di angka Rp7,3 triliun. Sedangkan pada triwulan I tahun 2017 baru mencapai Rp6,9 triliun. Sementara harga sahamnya sendiri pada triwulan I 2017 berada di posisi Rp630 dan naik menjadi Rp800 pada triwulan ke-4 tahun 2017. [irp] Ini membuktikan bahwa strategi perusahaan yang memfokuskan diri pada iconic commercial property memang sangat tepat. Siapa yang tidak kenal dengan Plaza Indonesia Shopping Centre dan hotel Grand Hyatt yang berlokasi di tempat yang paling strategis di kota Jakarta. Sedangkan di luar Jakarta, seperti Bandung, perusahaan membangun 23 Paskal Shopping Centre yang terintegrasi dengan Universitas Bina Nusantara dan Yello Hotel dalam satu kawasan. Saat ini 23 Paskal Shopping Centre menjadi properti yang “happening” di Bandung. Sementara untuk Bali, perusahaan mengembangkan beachwalk Shopping Centre dan Sheraton Bali Kuta Resort yang menjadi iconic lifestyle destination di daerah Kuta, Bali. Konsep mixed-use ini terus dikembangkan dan saat ini perusahaan sedang melakukan pembangunan satu apartemen premium yang terintegrasi dengan Harris Hotel Batam Centre dengan nama One Residence dan akan menjadi apartemen yang iconic di kota Batam. [irp] “Konsep kerja yang mengedepankan creative dan innovative menjadi prinsip kerja untuk seluruh karyawan perusahaan. Seperti yang dijalankan oleh team sales dan marketing misalnya, pada proyek One Residence di Batam, “Kita mengeluarkan inovasi cara bayar, yaitu Payment by Progress. Jadi konsumen hanya membayar sesuai progres pembangunan, yaitu membayar DP 25%, lalu libur bayar sampai dengan Topping Off baru membayar lagi 25%, kemudian konsumen libur bayar lagi sampai dengan serah terima unit baru melakukan pelunasan sisa 50%. Kami merupakan Developer pertama di Batam yang berani mengeluarkan inovasi cara bayar seperti ini,” kata Reagan Halim, selaku Chief Project Marketing PT Indonesian Paradise Property Tbk. Konsep tersebut, lanjut Reagan, memang disesuaikan dengan kondisi market yang ada di Batam. Terbukti berkat konsep tersebut, unit yang dipasarkan untuk proyek One Residence sudah laku terjual 88%. Sebuah pencapaian yang luar biasa di masa yang sulit ini, terlebih One Residence adalah proyek pertama mereka di Batam. “Karena saat ini pasar tidak bisa dipenetrasi dengan model hard sales, maka konsep customer engagement adalah salah satu kunci kesuksesan dalam memasarkan produk properti. Jangan lupa salah satu Marketing terbaik adalah Customer, yaitu melalui Word of mouth,” ungkap Reagan Halim. Konsep produk yang inovatif serta kemampuan membaca pasar yang baik adalah faktor yang bisa memperkuat team sales untuk bisa mencapai target penjualan yang diharapkan oleh perusahaan. Tak hanya di Batam, perusahaan saat ini tengah mengembangkan proyek mixed-use lainnya di Bali dan Makassar. Proyek di Bali rencananya akan membangun 2 hotel baru, apartemen dan perluasan beachwalk Shopping Centre. Apartemen yang akan dibangun nantinya diberi nama beachwalk Residence. Reagan optimis beachwalk Residence akan menjadi icon baru di Bali, karena ini merupakan private residence pertama di Bali yang terintegrasi dengan beachwalk Shopping Centre di Bali dan hanya terdapat 36 unit. Sementara itu proyek mixed-use yang akan di bangun di Makassar adalah Hi-rise building terbaik di Makassar dengan konsep Hi-end Apartment di pusat bisnis kota Makassar yang terintegrasi dengan Hyatt Place Hotel. Ini akan menjadi Hyatt Place pertama di Indonesia. Penerapan Performance Management System secara profesional disertai dengan reward system yang menarik memang pada akhirnya memacu setiap karyawan untuk bisa berprestasi secara maksimal. Inilah yang menjadi kunci pengembangan Sumber Daya Manusia yang ada di dalam perusahaan. Kedepan, perusahaan menetapkan target yang menantang meskipun tingkat persaingan semakin tinggi. Menurut Agoes Soelistyo, di tahun 2019 One Residence Batam akan selesai pembangunannya dan siap diserahterimakan. Pada tahun 2020 perluasan beachwalk Shopping Center – Bali akan siap dioperasikan. Dan pada tahun yang sama perusahaan akan menyelesaikan pembangunan commercial property di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Kota Terpadu 2.760 Ha di Barat Jakarta
BERITA PROPERTI -Hingga kini Ciputra Group telah mengembangkan 102 proyek residential dan 38 proyek commercial yang tersebar di 41 kota di Indonesia dan 5 kota di luar negeri. CitraRaya Tangerang adalah pengembangan proyek residential terbesar, luasnya 2.760 hektar dengan konsep Kota Terpadu. Dikembangkan sejak tahun 1994, CitraRaya menjelma menjadi regional center di Tangerang Barat. Lahan yang telah dibangun di CitraRaya mencapai 1.000 hektar yang terdiri dari 25 ribu rumah dan fasilitas pendukungnya. Dilengkapi dengan CBD (central businesss district) yang dikembangkan secara berkelanjutan, kini populasi penduduk CitraRaya lebih dari 65 ribu jiwa. Pengembangan kawasan CBD tersebut memasuki tahap ketiga yang ditandai dengan pembangunan Mal Ciputra CitraRaya seluas 4,5 hektar dan rencananya soft opening awal 2020. Disebelah pusat belanja ini akan dibangun Universitas Esa Unggul (Kampus 2) yang luasnya 1,5 hektar. Associate Director PT Ciputra Residence Yance Onggo mengatakan, Mal Ciputra merupakan yang terbesar di Tangerang Barat, akan menjadi icon dan sebagai pusat kegiatan bisnis ritel modern dan destinasi baru di Tangerang dan sekitarnya. “Pengembangan Mal Ciputra dibagi dalam 3 tahap. Setelah Mal Ciputra, tahap kedua adalah perluasan mal dan pembangunan hotel. Sementara tahap ketiga merupakan apartemen,” terang Yance. [irp] Perkembangan ini membuat CitraRaya menjadi magnet bagi anchor tenant atau pemilik bisnis untuk berinvestasi yang akan menaikan nilai kawasan. Perkembangan ini menarik minat investor dari Jepang, seperti Toyota Housing mengembangkan hunian dengan konsep konstruksi teknologi Toyota. Sedangkan Mitsui Fudosan Residential mengembangkan kawasan premium Ecopolis di Jantung CBD CitraRaya dengan luas pengembangan mencapai 60 hektar. Saat ini CitraRaya sedang mempersiapkan kawasan hunian terbaru, bernama Lugano Lake Park seluas 200 hektar. Terinspirasi keindahan Kota Lugano di Switzerland yang terkenal dengan danaunya yang indah, Kawasan Lugano Lake Park mengusung tagline “Colouring Nature in Urbanites Living”, menyatukan hunian modern kaum urban dengan unsur keindahan alam seperti danau alami seluas 20 ha dan hutan kota seluas 2 ha. Akhir September 2018 akan dipasarkan cluster perdana di kawasan Lugano Lake Park, yaitu Cluster Carona Park. Infrastruktur Carona Park dibangun dengan drainase dan jaringan kabel listrik underground (di bawah tanah) dan lokasinya dekat dengan fasilitas seperti Lugano Park, hutan kota seluas 2 ha yang dilengkapi dengan jogging track, outdoor gym, children playground. Lugano Lake Park dekat dengan Lugano Centro yang merupakan pusat lifestyle dan commercial. Selain itu Cluster Carona Park juga dekat dengan Lugano Lake Park, danau cantik alami seluas 20 ha yang dipadu dengan Lugano Club House dan pusat kuliner keluarga yang memiliki view pemandangan ke danau. Dekat dengan CBD CitraRaya, Universitas, Mal Ciputra, dan rencana akses menuju tol serpong – balaraja menjadi nilai tambah dari cluster carona park pada khususnya dan Kawasan Lugano Lake Park pada umumnya.
Town House yang Mengesplorasi Nilai Investasi
BERITA PROPERTI – Dengan mengusung konsep cluster, hunian yang berlokasi di Simprug Jakarta Selatan ini pada akhirnya mampu menjadi daya tarik tersendiri. Menariknya proyek ini, memang bukan saja karena lokasinya yang bisa di katakan premium, tapi juga dengan harga yang di tawarkan. Tidak heran jika pada akhirnya baik investor ataupun enduser mencoba mendapatkan unit di Damasta Town house yang jumlahnya juga tidak banyak hanya 21 unit. Ada dua hal yang membuat proyek ini menjadi menarik. Pertama lokasinya Permata Hijaunya sendiri. Saat ini menjadi salah satu lokasi yang bisa di katakan lokasi yang prestisius karena bukan saja sulit untuk masuk ke kawasan tersebut. Juga karena Permata Hijau adalah lokasi yang menjadi incaran para pencari hunian di Jakarta. Kedua terkait spesifikasi produk yang diaplikasikan pada proyek Damasta ini. Pengembang berani memberikan kualitas produk yang utama untuk beberapa item yang membuat setiap unit dari Damasta Permata Hijau Townhouse ini menjadi sebuah investasi masa depan yang menguntungkan. Tidak heran, sekalipun baru dipasarkan, namun animo peminat untuk properti ini begitu antusias melihat menariknya proyek hunian tersebut. [irp] Berada di lokasi yang tidak terlalu besar hanya 4000m2. Damasta Permata Hijau Townhouse di tawarkan kepada public dengan 3 tipe yaitu: ukuran 125/90, 137/99, 155/108, serta. Spesifikasi dari unit adalah dengan memiliki 4 kamar tidur, serta 4 kamar mandi. Ditawarkan dengan harga Rp3,2 miliaran. Proyek yang akan menjadi salah satu cluster terbaru di kawasan Simprug Jakarta Selatan ini dibangun dengan konsep bangunan timeless elegance dan material berkelas seperti : pada lantainya menggunakan model tile ukuran 1x1m. Serta pada sisi kamar tidur, pengembang menggunakan lantai pelapis yang biasa di sebut dengan istilah parquet. Sementara keunggulan lain yang diberikan oleh pengembang untuk tiap unitnya adalah : Seperti carpot pada halaman di desain untuk bisa menampung 2 unit mobil. Selain itu pada sanitary menggunakan merek ternama yakni Kohler dan Grohe yang merupakan produk premium. Sedangkan pada atap kita memakai bahan bitumen yang kita berikan garansi hingga 20 tahun. Bukan hanya itu, untuk menunjang keamanan, kenyamanan dan gaya hidup penghuni yang ada di dalamnya, Damasta Permata Hijau Townhouse juga di lengkapi dengan beberapa fasilitas premium lainnya seperti : swimming pool, jacuzzi, utilitas bawah tanah, security intercom, security 24 jam, one gate system, CCTV hingga smart living. Itulah Damasta Permata Hijau Townhouse, sebuah hunian di kawasan Simprug Jakarta Selatan. Konsep hunian yang tidak saja mengusung hunian masa depan, tapi perpaduan yang sempurna antara sebuah hunian dan alternative investasi di sektor properti.
Arwana Keramik Tepat Memilih Positioning dan Segmen Pasar
BERITA PROPERTI – Chief Operating Officer Arwana Keramik, Edy Suyanto mengatakan, memasuki semester dua tahun 2018, Arwana Keramik berhasil mencapai pertumbuhan penjualan sebesar 15%. Itu artinya ditengah kelesuan dan pasar yang belum bergairah, Arwana masih bisa menjalankan strategi perusahaan dengan tepat. “Kami harus melakukan terobosan-terobosan, seperti dengan cepat mengubah produk-produk yang sesuai dengan pasar. Tahun 2015 lalu, kami mulai memproduksi merek Uno. Saat pertama kali dipasarkan, Uno hanya memberikan kontribusi sebesar 10 %. Namun dalam kondisi yang belum bergairah saat ini, Uno bahkan yang paling berkontribusi terhadap penjualan keramik Arwana,” ujar Edy. Itu artinya, sambung Edy, Arwana sangat tepat melihat peluang dengan memproduksi Uno, karena merupakan produk yang membidik kalangan kelas menengah. Arwana yang selama ini dikenal dengan produk untuk kelas menengah ke bawah, maka saat kelas segmen ini lagi kurang bagus, maka produk Uno yang ditujukan untuk kelas menengah ke atas bisa menopang penjualan. Kemudian, kata Edy, Arwana Keramik tidak tergantung dengan proyek-proyek properti skala besar. Arwana memang lebih fokus menggarap enduser atau langsung pengguna.. Sementara, saat ini memang yang membuat industri properti sedikit mengalami perlambatan, dikarenakan pembangunan properti juga menurun. [irp] “Wajar jika Arwana tidak langsung merasakan imbasnya perlambatan properti saat ini karena langsung dibeli oleh pengguna. Oleh karena itu, kami terus memperbanyak dan menambah outlet-outlet baru guna menjangkau masyarakat sebagai pengguna. Saat ini, Arwana sudah memiliki 25,000 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia,” tegas Edy. Terobosan lain yang dijalan Arwana adalah dengan membuka pasar luar negeri atau ekspor. Mulai tahun lalu, ekspor produk Arwana telah dilakukan dan saat ini dampaknya sudah terlihat. Negara-negara yang sudah mengimpor produk Arwana antara lain Malaysia, Filipina, Brunei, Korea Selatan, Mauritius, dan dalam waktu dekat Arwana akan diekspor ke Thailand. “Selain itu, yang terpenting juga kami lakukan adalah dengan terus melengkapi teknologi yang kami miliki. Yang dulunya kami menggunakan printing yang masih tradisional, kami kembangkan menjadi teknologi digital printing. Sudah hampir 70% produk kami menggunakan teknologi digital printing,” ungkap Edy. Dengan menjalankan strategi dan terobosan yang ada, Arwana tidak hanya mampu bertahan ditengah perlambatan ekonomi, namun sebaliknya dapat melakukan ekspansi. Tahun 2019 mendatang, Arwana akan menambah lagi satu lini produksi di Pabrik ke 4 di Ogan Ilir Sumatera Selatan dengan kapasitas produksi mencapai 4 juta meter persegi pertahun. “Saat ini total produksi kami sebesar 57 juta meter persegi pertahun, maka dengan tambahan tersebut kami mampu melakukan produksi sebesar 61 juta meter persegi pertahun. Dengan pabrik yang ada di lima lokasi yang berbeda, semakin memudahkan Arwana menjangkau langsung konsumennya,” pungkas Edy.
Apartemen Premium Berkelas Internasional
BERITA PROPERTI – Bak ada gula ada semut, pengembang Gapura Prima Group, melalui anak perusahaannya PT Graha Azura tidak ingin ketinggalan momentum dari perkembangan kawasan MT Haryono tersebut dengan menghadirkan Apartemen Bellevue Place. Apartamen Bellevue Place @MT Haryono merupakan proyek exclusive single tower, dikembangkan di atas lahan seluas 4.200 m2, dengan ketinggian mencapai 21 lantai ini merangkum 346 unit hunian dan semua unit merupakan exclusive apartemen. Adhi Satria Rusnadi, GM PT Graha Azura, menjelaskan alasan dipilihnya kawasan MT Haryono, pertama, MT Haryono merupakan kawasan yang sangat strategis karena berada tepat di pintu gerbang masuk Jakarta dari semua arah, seperti Cibubur, Bogor, Bandung, serta diapit oleh empat ruas tol yang mengarah ke Semanggi, Jagorawi, Jakarta-Cikampek, plus ruas jalan tol Cawang – Tanjung Priok. Selain itu, kawasan ini juga dekat dengan Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, sebagai alternatif pengurai kepadatan di Bandara Soekarno-Hatta. Begitu juga dengan adanya pembangunan stasiun Light Rail Transit (LRT), serta kereta cepat Jakarta-Bandung juga membuat kawasan ini semakin prospektif. “Koridor Cawang-MT Haryono memiliki akses dan fasilitas yang lengkap. Hanya selangkah menuju 2 stasiun LRT, yaitu melalui Stasiun Tebet BPKM & Stasiun Cawang serta sangat dekat dengan stasiun kereta cepat Jakarta – Bandung yang berada di Halim, Cawang,” paparnya. [irp] Bellevue Place menawarkan beberapa pilihan unit, diantaranya tipe Studio / Alyssa (SGA 30,99 m2), tipe 1 Bedroom / Blossom (SGA 43,49 m2), tipe 1 Bedroom + 1 Study Room / Camelia (SGA 62,13 m2), tipe 2 Bedroom / Daisy (SGA 51,43 m2) tipe 3 Bedroom A / Eglantine (SGA 87,5 m2) tipe 3 Bedroom B / Fuchsia (SGA 85,75 m2). Adapun, harga ditawarkan mulai dari Rp1,2 miliar sampai tertinggi Rp3,2 miliar. Dillengkapi dengan fasilitas modern sebuah apartemen mewah, Bellevue Place menawarkan pemandangan yang menghadap 360 derajat, sehingga memiliki dapat melihat ke arah green area dan city view. Keunggulan lain, proyek ini juga mengusung konsep green building, seluruh gedung nantinya akan dilapisi dengan material kaca yang dapat mereduksi penggunaan pencahayaan sehingga dapat menghemat energi listrik. Menariknya, hunian vertikal berbatasan langsung kawasan Taman Tebet yang ditumbuhi ratusan tanaman dan pepohonan rindang, yang dapat dimanfaat untuk berolahraga dan bersantai. Sehingga menjadikan kualitas hidup menjadi lebih sehat. “Dengan lokasi serta konsep pengembangan yang ditawarkan, kami optimistis Bellevue Place diterima pasar dengan baik,” ujar Adhi sambil menambahkan bahwa pembangunan proyek ini telah rampung seiring telah dilaksanakan Topping Off pada November tahun lalu, dan ditargetkan serah terima akan mulai dilakukan secara bertahap pada semester 1 2019.
Dulux Terus Berinovasi di Tengah Tingginya Permintaan
UMUM – Diperkirakan, populasi perkotaan dapat meningkat dari 54,5% di tahun 2016 ke 57,9% di 2021 mendatang. Sehingga, hal ini mendorong permintaan (demand) terhadap perumahan serta pertumbuhan industri infrastruktur dan konstruksi. Dengan begitu, tentu akan mendorong permintaan terhadap cat dan pelapis di Indonesia. Disamping itu, Program Satu Juta Rumah dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 75 Triliun juga merupakan peluang yang sangat besar bagi industri cat. Pemerintah menargetkan membangun 10 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di tahun 2019. Ini akan menciptakan permintaan yang signifikan terhadap cat dan pelapis. [irp] “Kami yakin terus tumbuh menjadi cat yang paling diminati karena banyak orang suka “bermain” dengan warna dan memiliki selera yang sophisticated terhadap warna. Kami di Dulux menyediakan berbagai inspirasi warna dan mengembangkan tren warna setiap tahun melalui riset kami yang bernama ColourFuturesTM,” ujar Presiden Direktur PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia), Jun De Dios. [irp] Dulux juga melakukan penjualan langsung di toko-toko kecil dan tradisional karena pada umumnya masyarakat menggunakan jasa tenaga pengecat untuk mengecat rumah mereka dan bahkan meminta tenaga pengecat tersebut untuk membelikan catnya. Hal ini dilakukan Dulux guna lebih mempermudah dalam mensosialisasikan produknya. Inovasi lainnya, Dulux menginisiasi Dulux Painter Academy, pelatihan dan pengembangan untuk pemberdayaan para tenaga pengecat. Dulux menjadi perusahaan pertama yang menerima lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P1) untuk skema sertifikasi okupasi ‘Tukang Cat Bangunan Gedung’ dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Saat ini, cat Dulux sudah sangat populer sebagai salah satu merek cat yang paling dikenal. Produk-produk seperti Dulux Weathershield dan Dulux EasyClean dengan Formula Anti-Bakteri paling diminati oleh konsumen. Produk-produk ini tersertifikasi dengan Green Label Singapore dan rendah volatile organic compounds (VOCs), produk ini ramah lingkungan. “Dengan pertumbuhan teknologi dan inovasi, kami melihat banyaknya kesempatan untuk berkembang di sektor ini. Inovasi merupakan aspek utama dalam perusahaan kami dan merupakan sebuah proses yang berkelanjutan. Bagi kami, inovasi berarti mencari solusi yang berkesinambungan dan tepat waktu untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar dan para pelanggan kami,” pungkas Jun De Dios.
GNA Group Kuat Dengan Konsep Produk dan Lokasi yang Strategis
BERITA PROPERTI – GNA Group melalui proyek-proyeknya selalu mengembangkan produk yang berkarakter, bernilai dan memiliki estetika tinggi. Alhasil, proyek yang dikembangkan GNA Group selalu diminati masyarakat. Berdiri sejak tahun 2000, GNA Group didirikan oleh pasangan suami istri, Gregorius Gun Ho dan Bernadeta Ratna Niken, keduanya adalah arsitek. Dan fokus bisnisnya saat itu adalah konsultan arsitek untuk developer maupun personal. Di tahun 2000, keduanya mendirikan perusahaan developer dengan bendera GNA Group. Proyek properti perdananya berada di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan dengan konsep cluster di lahan seluas 2 ribu hektar. Kemudian berlanjut dengan ukuran tanah agak besar dengan nama Bintaro Park 1 dan 2 dan kemudian di susul proyek di Cirendeu, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. [irp] Kemudian berlanjut di kawasan Serpong dengan meretas proyek Golden Park 1@Serpong, Golden Park 2 @Serpong dan Golden Park 3 @Serpong yang baru diluncurkan pada awal tahun ini. Dalam pengembangannya, Gun Ho mengatakan dari segi konsep pengembangan Golden Park 3 @Serpong desain uniknya hampir sama dengan yang pertama dan kedua. “Area hijau yang luas, fasilitas pendukung seperti club house, cctv, sport club, serta spesifikasi material berkualitas yang masih tetap kita pertahankan,” kata Gun Ho. Sebelumnya juga ada proyek Golden Stone @Serpong dan proyek Golden City di Bekasi, Jawa Barat. Kedua proyek ini memiliki dimensi lahan yang luas. Seperti Golden Stone @Serpong yang berada di Legok luasnya 25 hektar. Sementara Golden City yang berlokasi di Kaliabang luasnya 30 hektar. Keduanya di konsep memiliki fasilitas komplit seperti rumah sakit, area komersial, sekolah, pusat belanja hingga hunian vertikal. Proyek jangka panjang ini masih fokus memasarkan produk-produk landed house yang dikemas dalam cluster. Jumlah proyek yang terus bertambah Gun Ho mengaku dalam mengembangkan proyeknya selalu memposisikan dirinya sebagai konsumen. Produk seperti apa yang diinginkan, fasilitas apa yang diharapkan dan seberapa strategis lokasi proyek merupakan pemikiran dasar GNA Group dalam menelurkan proyek. [irp] Dalam meluncurkan proyek baru GNA selalu memlih lokasi strategis yang dekat dengan fasilitas umum dan juga infrastruktur. Seperti pada April lalu GNA Group melalui PT Graha Nuansa Asri meluncurkan Golden Park 3@Serpong. Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 17 hektar yang terdiri dari tiga cluster. Tahap pertama akan dipasarkan cluster Athena berjumlah 370 unit yang terdiri dari 4 tipe, yaitu tipe Eyrine (5X10) 1 lantai, Oryza (6×10) 1 lantai, Rhea (5X10) 2 lantai, dan Tipe Luna (7X12 – 7X15) 2 lantai dengan harga mulai dari Rp399 juta hingga Rp1 miliaran. Golden Park 3 @Serpong saat ini fokus pada tahap penataan infrastruktur yang kemudian disusul dengan pembangunan gerbang perumahan, disusul kantor marketing sekaligus sport club dan show unit. Menurut Gun Ho, Golden Park 3 @Serpong berkonsep hijau dan asri karena ruang hijau masih menjadi prioritas dan merupakan komitmen GNA Group yang selalu mengedepankan konsep hijau pada proyeknya. Dalam pengembangannya Golden Park 3 @Serpong banyak memiliki ruang terbuka hijau dengan adanya taman-taman yang berada tepat di jantung permukiman dengan lebar jalan ROW 14 meter dan dirancang sebagai daerah hijau sekaligus pusat kehidupan bagi seluruh penghuni. Lokasi yang berada di sisi aliran Sungai Cisadane maka ke depannya akan dikembangkan fasilitas water treatment plant (WTP) atau instalasi pengolahan air yang dapat digunakan para penghuni. “Selain itu dilengkapi fasilitas sport club berdesain unik yang bisa jadi nilai tambah bagi para penghuni. Juga memiliki keamanan one gate system dan CCTV,”kata Gun Ho. Salah satu kekuatan GNA Group dalam mengembangkan proyeknya adalah dalam memilih lokasi. Seperti Golden Park 3 @Serpong lokasinya berjarak 500 meter dari Golden Park 2@Serpong, lokasinya berada sebelah selatan Serpong, tepatnya di kawasan Cisauk. Saat ini kawasan Cisauk telah menjadi area favorit baru bagi pasar properti dengan harga yang relatif masih sangat terjangkau dengan lokasi strategis. Golden Park 3 @Serpong juga dekat dari fasilitas-fasilitas utama di Serpong, 15 menit dari Aeon Mal BSD City, 25 menit dari Edu Town, 15 menit dari Stasiun Commuteline Cisauk, 20 menit dari tol JORR II (pintu tol Serpong). Sementara Golden City yang berlokasi di Kota Bekasi tepatnya di kawasan Kaliabang akan diuntungkan dengan adanya pembangunan jalan tol Cibitung-Tanjung Priok sepanjang 25,4 kilometer dan akan melintas dekat Golden City. Saat ini untuk menuju Golden City, penghuni perumahan masih memanfaatkan pintu tol Bekasi Barat yang waktu tempuhnya hanya 20 menit. Secara geografis Kaliabang lebih cepat berkembang karena letaknya lebih dekat dengan Kota Bekasi, Stasiun Commuterline Bekasi dan perumahan Summarecon Bekasi yang menjadi ikon hunian menengah atas di Bekasi. “Saat ini Bekasi Utara semakin berkembang karena terdorong infrastruktur yang semakin bagus. Dulu kawasan ini memang kantong hunian menengah bawah tapi sekarang mulai naik kelas dan pasarnya semakin banyak,” jelas Gun Ho. Kejelian lokasi ini bagi Gun Ho adalah jurus perusahaannya yang selalu menempel dengan proyek-proyek para raksasa yang banyak memiliki fasilitas. “Walau agak ke dalam sedikit namun kita akan diuntungkan dengan bisa memanfaatkan berbagai fasilitasnya dan tentu akan menaikan nilai harga dikemudian hari,” ucap Gun Ho.