Menyusuri Peradaban Kota Batu Yang Hilang Di Petra Jordania
INTERNASIONAL – Petra bukan hanya sekadar satu dari keajaiban dunia yang perlu di kunjungi. Kota batu ini juga mengajarkan sebuah peradaban pengembangan kota yang sudah di konsep mandiri, aman dan memiliki teknologi pengairan yang tinggi. Memahat sebongkah batu menjadi sebuah relief berbentuk sosok manusia atau hewan, sudah biasa. Tapi memahat gunung batu menjadi sebuah kota, ini baru menarik. Inilah yang akan kita ulas edisi ini. Oleh oleh perjalanan redaksi Property&Bank ke negara Oman, Mesir, Jerusalem, dan Jordana. Kali ini kita khusus menceritakan tentang sebuah kota masa lalu yang sudah di gagas dengan konsep matang dan teknologi pengairan yang baik. Petra, sebuah peradaban kota yang hilang, dan kini menjadi sebuah tujuan wisata dunia di Jordania. Berlokasi di Negara Jordan, ibu kota Nabath ini mulai dibangun awal tahun 312 sebelum masehi. Terletak di dataran rendah di antara gunung-gunung Gunung Hor yang membentuk sayap timur Wadi Araba, lembah besar yang berawal dari Laut Mati sampai Teluk Aqaba. Posisi kota batu Petra dikelilingi gunung. Di sini ada gunung setinggi 1.350 meter dari permukaan laut. Inilah kawasan tertinggi di areal ini yang disebut Gunung Harun (Jabal Harun) atau Gunung Hor atau El-Barra. Gunung Harun paling sering dikunjungi wisatawan yang percaya, di puncak Jabal Harun inilah, Nabi Harun meninggal dan dimakamkan oleh Nabi Musa. Di abad ke-14 Masehi, sebuah masjid dibangun di sini dengan kubah berwarna putih yang terlihat dari berbagai area di sekitar Petra. Harun tiba di wilayah Yordania sekarang ketika mendampingi Nabi Musa membawa umatnya keluar dari Mesir dari kejaran Raja Fir’aun. Saat berusia 10 tahun, Nabi Muhammad pernah berkunjung ke gunung ini bersama pamannya serta sempat berteduh di bawah sebuah pohon yang dikenal sebagai pohon sahabat nabi. Tidak diketahui secara pasti kapan Petra mulai dibangun. Namun Petra mulai berkembang sebagai ibukota kerajaan Nabataean dari abad ke-1 SM, yang tumbuh dan kaya melalui perdagangan dan rempah-rempah. Petra terus berkembang hingga gempa besar pada 363 M menghancurkan sebagian besar kota pada abad ke-4. Gempa tersebut juga membuat perubahan jalur perdagangan, yang menyebabkan jatuhnya sistem perdagangan. Pada pertengahan abad ke-7, Petra kemudian menghilang kecuali Badui lokal dari daerah tersebut. Petra juga dikenal sebagai kota merah mawar, sebuah nama yang didapat dari warna batu yang indah dan banyak struktur kota yang diukir. Kota ini juga memiliki kuil, teater, aneksasi Romawi yang memiliki pengaruh Bizantium. Lebih dari 10.000 tahun, sisa-sisa kota nabataean yang megah, pemukiman penduduk dan penggunaan lahan dapat dilacak di Petra. Fitur-fitur alam, budaya, arkeologi, dan geologis yang sangat besar terdapat disana. Sebagai sebuah kota, Petra sudah dikonsep laiknya sebuah kawasan kota lengkap dengan system pengairan yang tertata rapi. Lokasinya pun terbilang strategis, 200 km atau sekitar 3 jam mengendarai mobil dari Ibukota Jordania, Amman. Berada ditengah-tengah antara Teluk Aqaba dan Laut Mati pada ketinggian kurang lebih 800 hingga 1.396 meter diatas permukaan laut, di sebuah lembah dari sebuah pegunungan Edom, sebelah timur dari lembah Arabah, membuat Petra diuntungkan dari sisi pasokan air yang langka di Kawasan ini. Sebuah rencana yang diperhitungkan menjadi sebuah kota mandiri. Pembuat kota ini bahkan memahat aliran air dari ujung bukit batu sampai ke permukiman warga. Bukan hanya sisi pasokan air. Perencana kota juga sangat memperhatikan sisi keamanan warga penghuni kota batu ini. Untuk sampai di gerbang kota batu ini, hanya bisa ditempuh melalui celah sempit di pegunungan dari arah barat daya atau timur melalui sebuah canyon. Dengan panjang kurang lebih 1,5 kilometer dan kedalaman 200 meter, yang disebut dengan Siq, akses utama berupa celah sangat sempit selebar hanya 2 meter ini di lalui selama 1 jam. Dengan konsep kota dengan sistem pengairan yang baik dan sangat aman karena berupa benteng, Petra tak pelak menjadi rute perdagangan utama yang melewati Gaza di Barat, ke Bushra dan Damaskus di Utara, ke Aqaba di Laut Merah, dan sepanjang gurun hingga ke Teluk Persia. Petra merupakan sebuah peradaban kota masa lalu yang penuh dengan simbol arsitektur, teknik dan pengamanan. Adalah Raja Aretas IV yang memerintahkan untuk mendirikan kota yang terbuat dari batu dengan menggali dan mengukir cadas bukit batu setinggi 40 meter lebih. Suku Nabatean yang menghuni kota ini masuk rumpun bangsa Arab yang hidup sebelum masuknya bangsa Romawi. Mereka telah memulai peradaban sebuah pengembangan kota dan konsep sebuah kota. Konsep ini membuat Petra menjadi sebuah kota yang aman dari serbuan musuh serta aman dari bencana alam badai pasir. Dengan sistem pengairan yang luar biasa terencana, membuat penduduk di kota batu ini tak pernah kesulitan air. Mereka membuat terowongan air dan bilik air yang menyalurkan air bersih ke kota. Para konseptor kota ini juga memiliki teknologi hidraulik yang bisa mengangkat air agar terhindari dari banjir mendadak. Mereka sangat mahir dalam membuat tangki air bawah tanah untuk mengumpulkan air bersih yang bisa digunakan saat mereka bepergian jauh. Sehingga, di mana pun mereka berada, mereka bisa membuat galian untuk saluran air guna memenuhi kebutuhan mereka akan air bersih. Letak yang strategis untuk mengembangkan usaha dan hidup, serta aman untuk melindungi diri dari orang asing itulah alasan suku Nabatean memutuskan untuk menetap di wilayah batu karang Petra. Belakangan Petra berkembang pesat menjadi sebuah pusat bisnis. Mereka pun memungut bea cukai dan pajak kepada para pedagang setempat atau dari luar yang masuk ke sana. Suku Nabatean akhirnya berhasil membuat kota internasional yang unik dan berkembang pesat pada masanya.. Berawal dari tujuan pertahanan, Petra mulai dipadati puluhan ribu warga sehingga berkembang menjadi kota perdagangan karena terletak di jalur distribusi barang antara Eropa dan Timur Tengah. Pada tahun 106 Masehi, Romawi mencaplok Petra. Jalur perdagangan di sini pun mati. Tahun 700 M, sistem hidraulik dan beberapa bangunan utamanya hancur menjadi puing. Petra pun perlahan menghilang dari peta bumi saat itu dan tinggal legenda. Kota batu ini kembali ditemukan oleh seorang petualang Johann Burckhardt asal Swiss tahun 1812. Nama Petrapun kembali mendunia dan masuk dalam salah satu keajaiban dunia. 15 Objek Menarik Warisan Kota Batu Sejak 1985, UNESCO telah menetapkan Petra sebagai warisan budaya dunia. Pada 17 Juli 2017 di Lisnon Portugal, Petra d tetapkan salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Jika Anda bertandang ke Petra, sedikitnya 15 objek menarik yang bisa Anda kunjungi. Baik sekadar berfoto ria, maupun mengambil
REI Dukung Pembentukan KEK Pariwisata di Bangka
BERITA PROPERTI – Dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yakni KEK Tanjung Gunung di Kabupaten Bangka Selatan dan KEK Pantai Timur Sungailiat di Kabupaten Bangka sudah diajukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada Pemerintah Pusat. Pengembangan dua KEK ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui masuknya lebih banyak investasi di Pulau Bangka. Kalau restu dari Pemerintah Pusat turun, maka kedua KEK ini akan melengkapi Kawasan Strategis Prioritas Nasional (KSPN) Tanjung Kelayang yang berlokasi di Pulau Belitung, pulau terbesar kedua di provinsi tersebut. Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Bangka Belitung, Thomas Jusman mengungkapkan keberadaan KEK bakal mendorong lebih banyak investasi baik dari luar daerah maupun luar negeri masuk ke provinsi tersebut. Saat ini diakui sudah ada investor yang melirik potensi ekonomi khususnya properti pariwisata di Babel, namun masih minim. Oleh karena itu, langkah-langkah strategis untuk menarik lebih banyak lagi investor untuk menanamkan modalnya di Babel perlu dilakukan. Potensi (alam) sangat besar, dan sektor pariwisata merupakan masa depan buat daerah ini. Keindahan alam khususnya pantai adalah anugerah Tuhan untuk masyarakat Babel. Sekarang tinggal bagaimana mengelolanya dengan baik, dan disini butuh dukungan kebijakan dari pemerintah baik pusat maupun daerah, kata Thomas kepada wartawan di Bangka, Jumat (13/4/2018). Salah satu upaya agar Babel semakin menarik bagi investor adalah dengan menyiapkan KEK pariwisata yang di dalamnya dilengkapi dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) terkait perizinan dan penanaman modal. Selain kemudahan fasilitas fiskal dan non fiskal, serta dukungan pengembangan infrastruktur kawasan. KEK diharapkan menjadi objek wisata terintegrasi (integrated area tourism) yang dapat menggabungkan keindahan alam, seni budaya, wisata religi dan hingga wisata MICE (meetings, incentives, conferences, and events) dalam satu kawasan sekaligus. Karena itulah, kami mendukung penuh adanya KEK khusus pariwisata di Bangka untuk melengkapi KEK Tanjung Kelayang yang sudah mulai berjalan di Belitung, ungkap Thomas yang juga Ketua Kadin Provinsi Bangka Belitung. Dia memberi contoh KEK Pantai Timur Sungailiat yang berlokasi di sekitar kawasan wisata Tanjung Pesona memiliki potensi cukup besar untuk pengembangan perhotelan dan resort, wisata bahari, wisata budaya yang ada di Bangka terutama etnis Melayu dan Tionghoa yang cukup harmonis, sport tourism, agro tourism, bahkan wisata reliji. Thomas yang menjadi memprakarsa KEK Pantai Timur Sungailiat mengaku keseluruhan luas lahan yang diusulkan sekitar 300 hektar di dalam 600 hektare kawasan pengembangan wisata. Menurut dia, lahan yang diajukan sudah clean and clear dan mendapat dukungan penuh dari Pemprov Bangka Belitung khususnya Gubernur Erzaldi Rosman Djohan, dan tinggal menunggu restu pemerintah pusat melalui Dewan Nasional KEK. Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata pun memberikan dukungan penuh terhadao rencana Pemprov Babel untuk membangun dua KEK pariwisata sekaligus di Pulau Bangka. Dia berharap kedua KEK yang masih sedang dalam proses kajian di Dewan KEK Nasional tersebut bisa saling melengkapi guna mempercepat pembangunan sektor pariwisata di daerah itu. Semakin banyak KEK, maka investor memiliki banyak pilihan. Saya pikir ini ide dan prakarsa yang baik untuk memajukan sektor properti dan pariwisata di Babel. Bangun sebuah sinergi yang positif dengan tujuan sama membangun perekonomian masyarakat Babel, ungkap Eman, demikian dia akrab dipanggil. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan mengaku sudah menyiapkan dan mengajukan dokumen dua KEK pariwisata di Bangka yakni KEK Pantai Tanjung Gunung dan KEK Pantai Timur Sungailiat. Dia mengaku telah melakukan pemaparan di Kemenko Perekonomian, namun Dewan KEK Nasional meminta beberapa persyaratan yang kurang untuk dilengkapi. Pemprov Babel menargetkan kedua KEK tersebut dapat ditetapkan dalam tahun ini. “Kedua KEK ini kami ajukan dan perjuangkan secara bersamaan. Tetapi bukan berarti keduanya saling bersaing, karena masing-masing KEK dimajukan dengan segmen dan style yang berbeda, tegas politisi Partai Gerindra tersebut. KEK Tanjung Gunung lebih untuk MICE, sedangkan KEK Pantai Timur Sungailiat lebih pada wisata pantai, budaya dan seni, serta wisata reliji. Menurut Erzaldi, Pantai timur Sungailiat memiliki keunggulan karena tipikal pantainya mirip Belitung yakni geopark dengan bebatuan granit nan memukau. Kawasan tersebut juga menarik secara penelitian karena banyak hidup binatang dan tumbuhan dengan karakteristik berbeda dengan tempat lain di Bangka. Bupati Bangka Tengah selama dua periode itu berkeyakinan kalau kedua KEK di Pulau Bangka ini dapat disetujui, maka sektor pariwisata di daerah tersebut akan semakin bergairah. Investor dan wisatawan akan memiliki lebih banyak pilihan. Ketiga KEK di Bangka Belitung ini akan menciptakan banyak pilihan berwisata, dan saya percaya kalau tujuan pariwisatanya banyak maka jangka waktu wisatawan tinggal menjadi semakin lama lagi karena mereka ingin mengekplore lebih banyak destinasi di sini, ungkap pria yang pernah menjabat Ketua DPD REI Babel periode 1998-2002 tersebut. Janji Permudah Investor Gubernur Erzaldi berharap, dengan adanya KEK akan lebih mengendorse percepatan pembangunan pariwisata di Babel. Dia pun berjanji akan memberikan banyak kemudahan kepada investor yang akan berinvestasi di KEK antara lain dengan kemudahan perizinan dan insentif menarik lainnya. Infrastruktur kawasan juga akan disiapkan, sehingga investor tinggal datang dan bangun. Oleh karena itu, bertepatan dengan puncak perayaan HUT REI ke-46 yang diadakan di Bangka Belitung, saya Gubernur Babel mengajak seluruh anggota REI masuk berinvestasi di sini. Tidak hanya membangun hotel dan resort, namun juga perumahan bagi karyawan yang bekerja di industri pariwisata. Ayo kita bersinergi, tantang dia. Pemprov Babel juga siap membantu meng-upgrade sumber daya manusia (SDM) pariwisata di daerah tersebut dengan mendorong berdirinya lebih banyak sekolah maupun perguruan tinggi pariwisata. Meningkatkan kualitas dan wawasan pemandu (guide) wisata hingga memberikan pendidikan sikap perilaku kepada supir taksi atau pengemudi travel. Erzaldi berkeyakinan untuk menjadi satu destinasi wisata kelas dunia banyak faktor yang harus dibina dan diatur supaya pelayanan kepada wisatawan optimal. Komitmen dan keseriusan orang nomor satu di Provinsi berjuluk Bumi Serumpun Sebalai itu sekaligus menjadi garansi kepada investor khususnya pengembang penunjang pariwisata. Pemprov Babel saat ini memang lebih mengedepankan percepatan pengembangan sektor pariwisata, industri kreatif dan properti khususnya perumahan guna mendorong perekonomian masyarakat. Tentunya tanpa mengabaikan sektor pertambangan yang sudah lama berjalan dan mmberi kontribusi bagi perekonomian masyarakat di provinsi tersebut. Sektor pertambangan khususnya timah di Babel kan sudah berjalan lama, sekarang tingga diawasi agar menjadi good mining, karena kalau tidak ditanggani dengan tata kelola yang baik, maka akan mencemari lingkungan dan berdampak ke pariwisata juga, kata Erzaldi. Kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Babel saat ini mencapai 45 persen, sedangkan pariwisata masih kecil
Rasanto Group Luncurkan ARTOTEL Yogyakarta
PERHOTELAN – Pilihan tempat menginap di Kota Gudeg Yogyakarta kembali bertambah, dengan hadirnya ARTOTEL Yogyakarta, sejak 7 Desember 2017 lalu. Hotel dengan gaya arsitektur modern yang dikombinasikan dengan pesona budaya lokal Yogyakarta ini, terletak di Jl. Kaliurang KM 5.6 No. 14, Caturtunggal, Sleman. Hotel ini merupakan kerjasama ARTOTEL Group dengan Rasanto Group. “Hadirnya ARTOTEL Yogyakarta akan memberikan nuansa baru bagi bisnis perhotelan di Jogja. Semoga tidak hanya memberi manfaat kepada shareholder saja melainkan kepada semua stakeholder yang ada, tamu, karyawan dan karyawati, masyarakat sekitar hotel, dan pemerintah DIY,” ujar Direktur Rasanto Group di bidang Hospitality sekaligus Direktur Utama PT Amara Primadua Handoko Wignjowargo dalam siaran tertulis. Rasanto Group adalah perusahaan yang bergerak dalam berbagai macam unit bisnis termasuk Hospitality Investment. ARTOTEL Yogyakarta (di bawah PT Amara Primadua) merupakan hotel ketiga yang dimiliki oleh Rasanto Group yang sudah beroperasi. Kiprah group ini dimulai dari tahun 2010 dengan Hotel Amaris Diponegoro – Jogja, lalu tahun 2015 Hotel Amaris Simpang Lima-Semarang. Satu lagi yang sedang dalam perencanaan yaitu sebuah Vintage Project yang berlokasi di Kota Lama Semarang. Rasanto Group selalu terbuka bagi partner yang memiliki visi dan misi sama dalam mengembangkan bisnis Hospitality yang menawarkan suatu pembaruan di Indonesia dengan menggandeng konsep lokalitas Indonesia. Tetap mengusung ciri khas ARTOTEL sebagai hotel desain yang terinspirasi dari seni dan memiliki fasilitas yang unik, baik dari eksterior maupun interiornya, ARTOTEL Yogyakarta menawarkan sesuatu yang baru untuk kota Yogyakarta, yaitu tersedianya sliding /seluncuran sebagai pengganti tangga dari lantai 2 ke lantai 1. Seluncuran ini terbuat dari kuningan yang kokoh dan dilengkapi matras yang tipis sehingga aman untuk digunakan oleh para tamu. ARTOTEL Yogyakarta menyediakan 105 kamar yang berukuran 23 sqm, 25 sqm, dan 41 sqm. Ruang kamar artistik dan dilengkapi dengan TV layar datar 43 inci, Safe Deposit Box, mesin pembuat kopi Dolce Gusto, Mini Bar, dan koneksi internet Wi-Fi. Kamar – kamar ini juga hadir dengan pemandangan Gunung Merapi, pemandangan Kota Yogyakarta, dan pemandangan Jalan Kaliurang. Fasilitas pendukung antara lain resepsionis 24 jam, restoran & bar ROCA yang menyajikan pilihan makanan Indonesia dan Barat, 4 ruang pertemuan (MEETSPACE) dengan kapasitas hingga 120 orang, kolam renang yang berada di lantai Mezanine bertepatan di sebelah ROCA, serta BART (Bar at The Rooftop) yang akan hadir di akhir 2018. Wi-Fi tersedia di semua area hotel, serta tidak ketinggalan ARTSPACE yang berfungsi sebagai galeri seni khas ARTOTEL. Sama seperti properti ARTOTEL lainnya yang mendukung seniman lokal beraliran seni kontemporer yang menetap di daerah hotel itu berada, untuk menciptakan unsur artistik pada fasilitasnya ARTOTEL Yogyakarta berkolaborasi dengan 6 seniman lokal di Yogyakarta. Mereka seniman ternama di Yogyakata seperti, Fathoni Makturodi, Soni Irawan, Apri Kusbiantoro, Uji Hahan, Ronald Aprian dan Tempa. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Rasanto Group telah mempercayakan hotelnya dikelola oleh ARTOTEL Group dengan menggunakan brand ARTOTEL. Hadirnya ARTOTEL di Yogyakarta menjadi suatu kebanggaan bagi kami karena sebagai hotel desain yang terinspirasi dari seni, ARTOTEL kini berada di salah satu pusat seni dan kreatifitas di Indonesia dimana kebersamaan komunitas – komunitas masih terasa kental namun tradisi lokal juga masih sangat dijaga,” ujar CEO ARTOTEL Group Erastus Radjimin. Sementara itu Kevin, Business Development Manager dari Rasanto Group menambahkan, pihaknya siap untuk bersaing memperoleh market share konsumen hotel di DIY. “Pada saat yang sama kami juga siap untuk bekerja-sama dengan pihak-pihak yang berkepentingan untuk memperbesar pasar yang ada saat ini. Prinsipnya adalah Coopetition, Cooperation untuk memperbesar pasar dan Competition untuk berbagi pasar yang sudah diperbesar,” ujarnya.
Ini Dia 10 Makanan Paling Dicari Di 2016
KULINER – Liburan Natal dan akhir tahun telah tiba. Selain berlibur ke lokasi-lokasi wisata, tak sedikit juga liburan diisi dengan mencari kuliner-kuliner di daerah tertentu yang khas. Namun, yang namanya makanan, tetap saja merupakan sesuatu yang digemari atau menjadi favorit. Lalu, makanan apa saja yang paling dicari pada tahun 2016? Qraved, aplikasi direktori dan reservasi restoran mencatat 10 makanan yang paling banyak dicari oleh lebih dari 12 juta pengunjung aktif sepanjang tahun 2016. Tahun lalu Nasi Goreng menjadi jawara utama sebagai makanan yang paling sering dicari. Tahun ini Mie Instan berada diposisi pertama sebagai makanan yang paling banyak dicari sepanjang tahun 2016. Makanan kedua yang paling banyak dicari berikutnya adalah makanan asal Jepang, Sushi. Kemudian Bakmi menjadi makanan ketiga dan Martabak pada posisi ke-empat. Selanjutnya pada posisi ke-lima pengguna Qraved memilih Steak sebagai makanan yang paling sering dicari. Selanjutnya pada posisi ke-enam ada Bakso. Shabu-shabu menempati posisi ke-tujuh, Ramen pada posisi ke-delapan dan Nasi Goreng pada urutan ke-sembilan. Terakhir adalah makanan cepat saji asal Amerika Serikat Burger yang menutup jajaran 10 makanan paling sering dicari di tahun 2016.
Diresmikan Airin, Starlet Hotel Serpong Beroperasi
BERITA PROPERTI-Parador Hotels dan Resorts hari ini, Senin (12/12) mulai mengoperasikan Starlet Hotel Serpong yang terletak di jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan. Parador Hotels dan Resorts merupakan perusahaan pengelola hotel yang berada dibawah manajemen Paramount Enterprise. Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany yang meresmikan mulai beroperasinya Starlet Hotel Serpong mengatakan, dibangunnya hotel ini oleh Paramount Enterprise memberikan pilihan kepada mereka yang berkunjung ke kawasan Tangerang Selatan sebagai tempay untuk menginap. “Starlet Hotel ini berada di kawasan paling depan kota Tangerang Selatan. Oleh karena itu, dengan kehadirannya diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah, penyerapan tenaga kerja dan memberikan pilihan bagi masyarakat atau traveler atau pebisnis muda di Tangerang Selatan, dan Propinsi Banten pada umumnya,” jelas Airin Rachmi Diany. Presiden Direktur Paramount Enterprise International Ervan Adi Nugroho menjelaskan, dengan hadirnya Starlet Hotel Serpong ini, makin melengkapi pilihan hotel yang dikelola oleh Parador Hotels dan Resorts. Saat ini, Parador Hotels dan Resorts mengelola 8 hotel yang terdiri dari hotel paling ekonomis hingga bintang 4 (lima). “Salah satu komitmen Paramount Land adalah membangun akomodasi yang memadai, affordable dan berkualitas bagi para wisatawan di tanah air. Kami optimis kehadiran Starlet Hotel Serpong akan mampu bersaing dengan hotel-hotel sejenis dan bahkan menjadi hotel favorit bagi traveler,” ujar Ervan. Starlet Hotel Serpong menyediakan 109 kamar yang dilengkapi koneksi internet super cepat, AC, LED TV dengan channel lokal dan internasional dan sejumlah fasilitas serta kelengkapan lainnya. Keunggulan utamanya hotel ini adalah sebagai hotel ekonomis pertama di Indonesia yang menggunakan aplikasi mobile dengan revolusi self check in dan terobosan teknologi tanpa kunci. Pada saat pembukaan ditawarkan Rp 199,000 per kamar per malam. “Konsep Starlet Hotel Serpong dirancang untuk memenuhi kebutuhan kalangan menengah yang sangat berkembang. Hotel ini merupakan hotel kelima di wilayah Tangerang yang dikelola Parador Hotels dan Resorts. Dengan segala keunggulannya kami yakin Starlet Hotel Serpong mampu memenuhi kebutuhan hotel di kawasan Serpong,” tegas Deputy Chief Operating Officer Parador Hotels dan Resorts Johannes Hutauruk.
SML Kembangkan Sea Forest Adventure Batam
BERITA PROPERTI – Sinar Mas Land meresmikan proyek pengembangan kawasan rekreasi Sea Forest Adventure Nuvasa Bay, Batam. Sea Forest Adventure menyasar masyarakat dan para turis yang berkunjung ke Batam yang menyukai aktivitas pendidikan outdoor , permainan dan petualangan. Kuartal pertama tahun 2017 rencana beroperasi. Sea Forest Adventure didirikan di atas wilayah seluas 10 hektar dengan fokus pada tiga konsep utama yaitu nature, adventure, dan survival science. Kawasan rekreasi ini dilengkapi oleh beragam fasilitas dan permainan segala umur yang berada di empat kawasan utama yaitu Gathering Facility, Glam Camp, Rain Forest dan Water World. “Selain dikembangkan untuk menjadi kawasan rekreasi bagi para pengunjung kota Batam, pembangunan Sea Forest Adventure ini juga merupakan wujud komitmen Sinar Mas Land dalam mendukung perkembangan infrastruktur destinasi wisata di kota Batam. Kami sangat bangga dan gembira untuk dapat menjadi bagian dari perkembangan besar ini,” ujar CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land Ishak Chandra dalam siaran pers. Sea Forest Adventure menjadi taman rekreasi bernuansa pendidikan dikemas dalam aktivitas adventure dan permainan)yang dikembangan di dalam kawasan Nuvasa Bay. Nuvasa Bay berlokasi strategis di daerah Nongsa, salah satu kawasan potensial dengan kemudahan akses, hanya 30 menit dari pusat kota Batam.
Adonara Gandeng Room Today Simasindo
PERHOTELAN – Tingginya persaingan di industri perhotelan saat ini, mendorong para pelaku bisnis hotel terus berinovasi menjalankan strategi. Seperti yang dilakukan oleh operator hotel nasional Adonara Hotel Group, yang menggandeng Simasindo Group dan Continent Worldwide Hotel & Resort dalam pengembangan bisnis. Simasindo merupakan perusahaan yang belum lama ini mengakusisi Room Today.asia, aplikasi yang memberikan kemudahan bagi konsumen dalam mendapatkan kamar. Aplikasi online ini, sebagai salah satu booking engine yang bermarkas di Washington DC , Amerika Serikat. Kelebihannya dibanding aplikasi sejenis adalah, mampu melakukan booking hotel dalam kondisi sangat mendadak, atau saat itu juga. “Untuk melengkapi portofolio perusahan di industri perhotelan, Simasindo Group bekerja sama dengan Adonara Hotel Group, sebagai mitra untuk mengembangkan bisnis perhotelan di Tanah Air. Dalam lima tahun kedepan, kami optimistis menjadi private equity yang layak diperhitungkan hingga mancanegara,” ujar President Direktur Simasindo Group, Erry Sulistya. Simasindo Group merupakan perusahan yang bergerak di sektor investment di bidang properti. Simasindo merupakan perusahaan afiliasi yang menginduk ke NorthCliff Capital Pte Ltd, di Singapura. Sedangkan Continent Worldwide Hotel & Resort merupakan hotel management company international, yang berbasis di Turki. Presiden Direktur Adonara Hotel Group, Ruben Amor menjelaskan, NorthCliff Capital Pte Ltd yang berafiliasi dengan perusahaan lokal PT Simasindo Intitama terus berambisi melakukan ekspansi bisnis. “Pola kerja sama ini mampu membawa brand lokal untuk bersaing di tingkat Internasional di bidang pengembangan hotel management,” ujar Ruben. Saat ini, kolaborasi Simasindo, Adonara Group, dan Continent Worldwide tengah mengembangkan dan mengintegrasikan jaringan hotel di seluruh kota besar di Indonesia, seperti Bali, Jakarta dan kota lainnya, untuk mendukung pertumbuhan pariwisata Indonesia. Kolaborasi bisnis tersebut direalisasikan melalui pengembangan room today.
Bhuvana Resort Tutup Atap, Serah Terima Akhir 2017
BERITA PROPERTI-Sejak mulai diluncurkan tahun 2014 lalu, pembangunan Bhuvana Condotel & Residence mendekati penyelesaian. Proyek terpadu yang berada di Jalan Raya Ciawi, Gadog 487- Bogor itu, Jumat (26/8) menggelar proses topping off. Ditargetkan, pada Desember 2017 dapat dilakukan serah terima kepada konsumen. CEO Gapuraprima Group Rudy Margono mengatakan, prosesi topping atau penutupan atap ini merupakan komitmen Gapuraprima Group untuk menyelesaikan proyek yang dikembangkan. Pihaknya menargetkan penyelesaian Bhuvana Condotel & Residence tepat pada waktunya. “Setelah tahapan struktur selesai, maka pembangunan selanjutnya akan memasuki tahapan finishing. Untuk itu, kami akan menjalankan komitmen sesuai dengan Time Table yang sudah dibuat sehingga proses penyerahan kepada konsumen dapat dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” ujar Rudy Margono. Bhuvana Resort (Condotel dan Residence) yang terdiri dari 220 unit dibangun di atas lahan seluas 21.000 m2 dengan luas bangunan 54.000 m2. Ditawarkan empat pilihan luas kamar, mulai dari type studio, 1 Bedroom, 2 Bedroom serta 3 Bedroom, dengan harga mulai dari Rp700jt sampai dengan Rp5 miliar. Pada tahap ke dua, dipasarkan villa seharga mulai dari Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar per unit. Sebelumnya, villa ini dipasarkan sebanyak 4 unit dan terjual habis. Untuk merespon permintaan tesebut, maka pengembang kembali memasarkan villa pada tahap ke dua. Total villa ini nantinya sebanyak 55 unit. Direktur Marketing PT Ciawi Megah Indah, Jenny Sulistyo menuturkan, permintaan terhadap villa di kawasan Puncak, Bogor terus meningkat. Inilah yang mendorong pihaknya kembali memasarkan villa di Bhuvana Resort. Sampai saat ini sekitar 80% dari unit-unit Condotel & Residence ditawarkan telah terserap oleh pasar dan telah mengalami kenaikan nilai investasi yang signifikan. ”Kami memberikan beragam cara bayar yang bisa dipilih sesuai keinginan para calon pembeli maupun investor mulai dari KPA, tunai keras sampai dengan kemudahan cara mencicil. Di bulan Agustus 2016, kami memberikan promo berupa potongan langsung atau diskon sebesar 40% serta Soft Cash atau pembayaran yang dapat diangsur melalui developer selama 24x s/d 36x tanpa bunga,” jelas Jenny. Managing Director Gapuraprima Group Arvin F. Iskandar mengatakan, Bhuvana nantinya dioperasikan sebagai hotel bintang 4 plus oleh Horison Hotel Operator. Setiap unitnya akan ditawarkan dengan status strata tittle dan fully furnished. ”Konsumen diberikan Rental Guarantee sebesar 18% selama 2 tahun, Free Service Charge, Free Stay 30 point serta Profit Sharing 70 : 30,” tegas Arfin.
Meliá Hotels International Hadirkan Meliá Pekanbaru
PERHOTELAN-Meliá Hotels International segera meluncurkan Meliá Pekanbaru, yang merupakan bagian dari lima hotel yang telah beroperasi dan 11 hotel yang sedang dalam proses pengembangan di Indonesia. Lokasinya di gedung tertinggi di Provinsi Riau, The Peak Pekanbaru Hotel & Apartment dan akan mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun 2017 mendatang. The Peak Pekanbaru dikembangkan oleh PT Asialand, salah satu anak perusahaan Citi Global Group, sebuah perusahaan yang bergerak di berbagai sektor di Provinsi Riau, diantaranya properti, plywood, pertambangan batu bara, dan lain sebagainya. Nantinya akan ada 160 kamar dengan nuansa dan konsep pariwisata perkotaan yang dilengkapi fitness centre & spa, kolam renang, restoran, Sky Garden, rooftop wedding chapel, ballroom dan meeting room. Regional Vice President Asia Pacific Bernardo Cabot menjelaskan, Meliá Hotels International berkomitmen untuk mengembangkan potensi industri pariwisata dan perhotelan di Kota Bertuah Pekanbaru. Terlebih kota Pekanbaru merupakan salah satu kota yang layak diperhitungkan di Indonesia, sebagai pusat perekonomian dan bisnis di Riau. “Perjanjian kerjasama dengan The Peak Pekanbaru ini juga mempertegas komitmen kami untuk pengembangan pariwisata dan perhotelan di Indonesia, terlebih kepada para pemilik unit apartemen The Peak, di mana kami menjanjikan pertumbuhan dan profitabilitas yang tinggi atas unit-unit yang telah mereka miliki di gedung tertinggi di Riau ini,” ujar Bernardo dalam siaran persnya.
Longweekend, Mekarsari Hadirkan Permainan Tradisional
WISATA-Ingat permainan tradisional semasa kecil mungkin akan mengingatkan kita ke kampung halaman. Permainan tradisional seperti ENGGRANG, GANGSING, KELERENG, CONGKLAK, YOYO, ORAY-ORAYAN dan banyak lagi permaianan tradisional lainnya yang unik dan menarik tetapi sudah jarang kita temukan. Saat ini Taman Buah Mekarsari mengemas permainan-permainan tradisional tersebut dalam satu zona wahana permainan tradisional dimana para pengunjung dapat bermain sepuasnya diwahana tersebut. Di moment longweekend dari tanggal 5 – 8 Mei 2016 zona wahana permainan tradisional tersebut dikemas menjadi satu program dengan tema “LOST IN ARCHIPELAGO”. Acara yang mengusung tema permainan tradisional atau dolanan nusantara yang mungkin sudah jarang atau bahkan sudah tidak pernah lagi kita mainkan, program ini diharapkan akan membuat kita kembali bernostalgia ke masa kecil dan ke kampung halaman, selain itu program “LOST IN ARCHIPELAGO” memberikan edukasi kepada anak-anak atau generasi muda mengenai begitu kayaknya permainan tradisional yang kita miliki dan dengan sajian program ini diharapkan akan menumbuhkan rasa kepedulian generasi muda untuk turut menjaga dan melestrikan keberadaan permainan tradisional yang kita miliki. Acara “LOST IN ARCHIPELAGO” yang diselenggarakan pada tanggal 5 s/d 8 Mei 2016 di areal FAMILY GARDEN Taman Buah Mekarsari akan menyajikan beberapa lomba permainan tradisional untuk anak-anak dan keluarga seperti BALAP ENGGRANG, BALAP BAKIAK, CONGKLAK, GANGSING dan lomba-lomba lainnya. Program “LOST IN ARCHIPELAGO” juga akan menampilkan pertunjukan “DOLANAN NUSANTARA” pertunjukan dalam bentuk tarian yang menggambarkan anak-anak Indonesia yang sedang bermain berbagai permainan tradisional. Dolanan Nusantara ini dibawakan oleh siswa/siswi SD, SMP yang tergabung dalan sanggar CNS.